Ranting Kering Menantikan Hujan

Ranting Kering Menantikan Hujan
Bab 12: Keberanian (4)


__ADS_3

14 September 2008


Teguh sudah siap, dia mau ke blok M, mau buka bersama dengan Mimi, Ida berhasil membujuk Mimi, tapi dia sudah bilang ke Ida supaya dia tidak bilang ke Mimi kalau dia yang ajak Mimi buka bersama, sebenarnya dia sudah dapat signal dari Mimi, kata Ida, dia sudah tau kalau Teguh naksir sama dia, dan dia sedang mempertimbangkan keputusanya, kemaren waktu Teguh SMSan sama Ida ternyata dia sedang bersama dengan Mimi, mereka sedang mengadakan buka bersama dengan kawan-kawan alumni SMK mereka, dan Ida menunjukan SMS dari Teguh yang pertama pada Mimi, Mimi langsung diam, dan berfikir, itu artinya ada harapan kalau Mimi akan menerimanya, tapi jangan terlalu berharap dulu, cewek memang gampang-gampang susah, apa lagi kan sebentar lagi dia bakal jauh dari Mimi, dia akan menjadi bunga bangsa di Malaysia, jadi pahlawan devisa, kedengaranya sih sangar gitu, pahlawan gitu loh. Jadi rencananya begini, Teguh dan Ida ke blok M bareng, tapi sampai di Blok M nanti mereka pisah, karena di rencana mereka, mereka seolah-olah tidak sengaja ketemu di Blok M dan akhirnya Teguh ngajak mereka untuk buka bersama, dan seolah-olah juga dia tu lagi cari baju untuk adiknya si Afiq anaknya Kamisah, nah begitu mereka ketemu, mereka langsung ke restoran ayam bakar, di lantai paling bawah blok M, Teguh tidak tau tempatnya di mana, tapi kata Ida kemaren mereka buka bersamanya di sana.


“Udah siap Guh?”


“Udah, gimana penampilan gue?”


“Waduh…” Ida langsung memegang jidadnya yang sedikit njenong, “Kok penampilan elu kayak begitu sih Guh?” ternyata Ida tidak setuju dengan style pakaiannya, celana panjang lebar bawah, kotak-kotak besar warna kuning dan coklat, blusdru, dan sebuah kaos oblong warna hijau, “Ganti sekarang juga! Mau nembak cewek kok ngga nyentrik gitu sih?”


“Tapi gue ngga ada baju lagi, semua baju gue di losmen.”


“Pinjem dulu sama om Maman.” Ya akhirnya dia pinjem celana dan baju Maman, dia ganti baju ganti celana, celana hitam bahan, dan baju kemeja bergaris-garis putih warna hitam, dia keluar lagi dari kamar Maman. “Nah itu kan mending, kayak anak muda, yuk kita berangkat!” Teguh langsung jalan sama Ida.


Dadanya terus berdebar, dia sedikit grogi, ‘ntar aku ngomong apa sama Mimi?’ itu yang sedang dia pikirkan, ‘Apa mungkin aku sanggup mengucapkan sedikit saja dari isi hatiku ini? ikuti saja air sungai yang mengalir, karena aku tau setiap air sungai pasti tujuannya cuman satu, yaitu laut, nah tujuanku apa? Tujuanku adalah nembak Mimi, aku mau nembak Mimi, aku mau nanya apa dia mau jadi pacarku, apa dia mau jadi istriku? apa pun jawaban dari dia, aku sudah siap.’ dia ingin jujur dengan dirinya, dia jujur kalau dia tu suka sama Mimi, naksir sama Mimi, begitu dia berhasil mengutarakan perasaan ini, sudah habislah semua hutang, sudah jujur pada dirinya sendiri namanya, dan itu lah yang di sebut dengan sebuah keberanian, berani menerima segala resiko atas apa yang di perbuat.


Mereka sudah sampai, Teguh dan Ida turun dari Bus.


“Sekarang gue masuk lewat sini ya Guh, nah elu lewat pintu sebelah sana, ntar kita ketemu di depan penjual baju di sana, ok?!” Teguh ikuti arahan dari Ida, dia langsung masuk ke dalam mall, dia turuni tangga di mulut blok M, sedang Teguh muter ke pintu yang lain. Sesuai rencana begitu dia sampai di dalam mall dan dia sedang melihat baju-baju anak kecil, Ida dan Mimi nyamperin dia.


“Eh Teguh? Lagi ngapain?” Ida menyapanya, seolah dia dan Teguh tak pernah merencanakan ini. Hebat!, dia cocok banget kalau jadi artis, actingnya luar biasa, Teguh jadi bingung mau ngomong apa tapi dia kemudian ngejawab sekenanya.


“Ini lagi mau cari Baju buat adiku, kalian lagi ngapain?”


“Lagi jalan-jalan aja kok, ya sudah ya kita jalan dulu.” Teguh grogi lihat Mimi diam saja, dia jadi bingung, ‘apa aku biarin mereka pergi ya? tapi itu bukan rencana kita, rencana kita adalah mengajak Mimi buka bersama.’ Pertengkaran batin terjadi.

__ADS_1


“Ida, Mi, kebetulan kita ketemu di sini, kalian puasa kan? Kita buka bersama yuk! Biar gue yang traktir.”


“Serius lu Guh, Mi gimana nih?”


“Kalau dia mau traktir kita ya gue ikut aja.” Berhasil, akhirnya mereka akan buka bersama, sekarang mereka akan cari air minum dan kurma untuk membatalkan puasa, setelah batal ntar mereka magriban dulu, baru ke restaurant ayam bakar, Teguh, Ida dan Mimi masuk ke supermarket di dalam mall, Ida cari kurma Teguh dan Mimi cari air minum, Teguh memilih air minum begitu sampai tujuan mereka.


“Lu mau air apa Mi?”


“Terserah elu aja Guh! o iya Guh? memangnya bener lu mau ke Malaysia?”


“Tau dari mana lu?”


“Dari Ida, itu sudah keputusan elu? Kenapa ngga habis lebaran aja?”


“Terus ke Jakarta lagi kapan?”


“Ya paling lambat setahun lagi gue pasti ada di Jakarta.”


“Bukannya seorarang TKI balik ke Indonesia dua tahun baru bisa balik?”


“Kalau buat gue dalam waktu lima bulan balik Indonesia juga bisa.” Sepertinya ada ke khawatiran yang tersirat di mata Mimi, Teguh ngerasa beda dekat dengan dia, Teguh ngerasa ada kenyamanan bila bicara dengan dia, dia senang ada di dekatnya, dia ambil tiga botol fresstea dan sebotol aqua.


“Urusan kantor gimana?”


“Senin besok gue resign.”

__ADS_1


“Hari rabu aja Guh, setelah kita buka bersama di Wadas.”


“Ngga bisa Mi, gue juga harus pulang kampung dulu, gue mau pamit ke nenek gue.” Mimi seperti tidak rela di tinggal sama Teguh, dia jadi bingung, tapi dia harus pergi, ‘apa sebaiknya aku tembak dia sekarang ya? sebaiknya jangan, nanti bisa berpengaruh dengan buka bersama kita di restoran, nanti saja setelah acara makanya sudah selesai.’ Kembali pertengkaran di hati nya terjadi.


“Bagi para pengunjung blok M yang sedang melaksanakan ibadah puasa, sekarang sudah memasuki waktu sholat magrib, waktunya berbuka puasa, dan selamat menjalankan sholat magrib, terima kasih.” Peringatan dari resepsionis di mall blok M.


“Udah waktunya nih, yuk kita batalkan puasa!” mereka baca do’a berbuka puasa, setelah itu mereka buka botol freestea masing-masing, mereka duduk di tangga blok M, mereka makan korma, lima menit kemudian mereka menuju mushola di mall ini, sholat magrib dan kemudian mereka kembali ke dalam mall, menuju ke restaurant pesan tiga porsi, sekali gus dengan minumannya.


“Ayam bakar di sini enak banget tau Guh, pokonya lu ngga bakal nyesel nraktir kita di sini deh.” Ida semangat banget, mereka duduk di meja nomer tujuh, mejanya berbentuk bulat, Ida di depan Teguh dan Mimi di samping kirinya, sebentar Teguh lihat wajah Mimi, dia cantik, dia memang cantik, dia orangnya pendiam, tidak banyak ngomong, sekarang aja dia masih diam, dia sedang membersihkan kacamatanya, dia lebih cantik lagi kalau tidak pake kacamata, kalau dia pake kacamata terlihat sedikit lebih tua, tapi itu tidak penting buatnya, yang penting dia Mimi orang yang dia taksir sekarang ini.


Pesanan mereka sampai, mereka pun melahap hidangan yang sudah tersedia di depan mereka, dengan itu mereka pun mulai tanya jawab tentang diri mereka masing- masing, Teguh bercerita tentang dia yang mau ke Malaysia, Ida bercerita tentang ayam bakar yang sedang di makan oleh mereka, dan Mimi dia bercerita tentang keluarganya, tentang dia lahir di jogja, tentang dia punya adik lelaki satu, tentang dia hidup dengan dua orang tuanya yang masih utuh, tentang ayahnya yang tegas, tentang dia yang harus membantu biaya sekolah adiknya. Sampai akhirya semua ayam bakar di piring habis, dan Ida pergi ke tempat cuci tangan. Teguh bingung mau ngapain sekarang, dia tau Ida pergi karena memberi kesempatan padanya untuk bicara dengan Mimi, tapi dia tidak bisa ngomong, ya dia diem aja, sampai Ida balik lagi dan sekarang Mimi yang ke tempat cuci tangan.


“Udah ngomong Guh?”


“Belum.”


“Kok belum sih? Cepetan ngomong! Kalau ngga sekarang kapan lagi?”


“Iya nanti gue usahain bisa ngomong deh Da!”


“Jangan nanti donk Guh! ni sudah malam.” Mimi sudah kembali ke kursinya, dia duduk dan sekarang giliran Teguh pergi ke kasir.


“Bentar ya! gue mau ke kasir dulu.” dia bayar semua makanan yang sudah mereka makan, dia pesan satu gelas jus alpokat entah kenapa dia kepengin jus itu, urusan dengan kasir sudah beres mereka pun segera keluar dari mall ini, Ida pamit ke dua temannya, dia ada urusan sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2