
31 Desember 2008
Dia bawa kompor yang ada di bawah meja dapur, dia sudah siapkan semua pakaiannya, alat-alat kerjanya juga sudah dia siapkan, hari ini juga dia mau pindah ke kongsi baru, pak Parno juga sudah kembali ke orchid ini, semalam dia sudah pamit sama pak Parno dan dia mengizinkan Teguh pergi, sebentar lagi Kasmini datang, sekarang adalah 31 desember, berarti malam ini adalah malam tahun baru, malam ini dia akan pulang ke rumah mamanya di kampung Kasmini sana, dan begitu sampai di sini lagi dia sudah menempati rumah yang baru, senengnya pindah rumah, pasti suasana akan berubah, tapi sepertinya di rumah kongsi yang baru ini akan sepi, ya resiko lah besok juga lama-lama tidak sepi kan, di sana sepi kan karena belum banyak yang pindah, baru lima kamar yang sudah di tempati, dan yang belum di tempati ada tujuh kamar lagi, nanti kalau semuanya sudah di tempati kan jadi rame tuh. itu urusan belakang, sekarang dia lanjut mengepak semua pakaiannya dan semua alat-alat kerjanya, semua sudah beres sebenarnya, cuman karena dia masih nunggu mamanya datang jadinya ya jadi grasa-grusu deh.
Hari pertama dia tinggal di kongsi baru, sebuah kamar yang lumayan luas, semua sudah rapih, karena dia di Bantu oleh Kasmini dan Harun, sekarang sudah mendekati pukul sebelas malam, sebuah kasur singgel sudah terbentang, karpet-karpet pun sudah menutupi lantai yang dingin, perabotan masak sudah lengkap, sebuah lemari baju yang terbuat dari kain sudah bertengger di ujung kamar ini, sayangnya belum ada TV, dan tidak ada kulkas, kamar belakangnya masih kosong, tapi kamar belakangnya lagi sudah ada orangnya namanya Sardi, menurut Kasmini dia itu masih saudara sama Teguh, jadi Sardi itu cucunya kakaknya kakek Teguh.
“Mama lega mas, kamu sudah ngga sekongsi lagi sama pak Parno, sekarang kamu latian masak! Kalau nyuci biar mama yang cucikan baju mamas, mungkin sebulan dua kali mama datang ke sini.”
“Makasih ya ma! Mamas juga seneng kok pindah ke sini, mama nginep kan?”
“Memang sudah rencana mau nginep kok!” ternyata Kasmini nginep.
Selang beberapa hari ada tiga orang yang baru datang dari jetis, ketiganya hanya satu orang yang Teguh kenal, mereka adalah Yatno, Agus dan Tarno, hanya Agus yang dia kenal, karena dia tetangga yang paling dekat dengan rumah Teguh, dia juga rumahnya dekat dengan sahabat kecilnya yaitu Sri Paryani.
***
“Gus! Tuh istri kamu sudah sampai di depan kantin.” Salah seorang karyawan orchid juga menemui seseorang yang Teguh kenal bernama Agus, tapi dia bukan Agus yang datang bareng kang Yatno, dia Agus yang lain lagi, pendiam, orangnya tinggi, lebih tinggi dari Teguh. Agus lekas pergi membawa sepeda menuju kantin, Teguh tak perduli sama Agus, sebab dia tidak akrab dengan Agus, dia langsung masuk aja ke kamar dan ganti pakaian, habis itu masak deh, mau masak apa ya hari ini?
Istrinya Agus namanya Suswanti, dia tau namanya dari obrolan orang-orang yang datang untuk menemuinya, dia itu anak dari kampung yang sama dengan Teguh, yaitu kampung Jetis, tapi sepertinya Teguh tidak pernah ngeliat, kesan pertama ngeliat cewek itu, entah lah, tapi menurut Teguh, anak ini mudah bergaul dengan orang yang baru di kenalnya, walaupun sampai sekarang dia belum mau berinteraksi dengan Teguh, mungkin belum kena waktunya kali. Dua hari ini dia belum bekerja, dan hari ini dia akan mulai bekerja, mereka dari kongsi baru berangkat kerja bersama dengan sepeda mereka masing-masing, ada Warti, Li’ah, Lasiman, Teguh, dan dia Suswanti, karyawan baru di orchid.
Sampai di office, Abah Rawi, orang yang bertugas mengawasi angine menugaskan Teguh untuk mencarikan kawasan untuk Suswanti, dia carikan kawasan yang dekat dengannya.
“Siapa namanya mas?” ini pertama Teguh berinteraksi dengan dia.
“Teguh Prayitno mba.” Teguh masih sok cuek gitu sama dia, Teguh hanya ingin sedikit membalas perlakuannya sama Teguh, semenjak dia sampai di orchid ini, dia selalu cuek sama Teguh, dan akhirnya dia membutuhkannya juga.
“Kamu orang mana mas?”
“Jetis.”
__ADS_1
“Jetis? Kok sama sih? Tapi kok aku ngga kenal kamu?” Dia tidak kenal Teguh? Pantesan dia cuek selama ini, berarti dia emang belum di kenalnya.
“Aku jarang di rumah, seringan merantau…” obrolan terus berjalan, akhirnya mereka pun kenalan.
Hari ini sungguh cerah, hari minggu, sudah menjadi kebiasaan orang orchid, hari minggu itu adalah hari merdeka, itu kata orang orchid, karena hari ini Akok tidak datang ke kebun, habis istirahat Teguh jalan-jalan dulu, keliling kawasan, sudah kaya Akok aja ya? Dan sekarang dia sudah ada di kawasan Suswanti, Istrinya Agus, ada cerita tentang dia, dia emang cewek yang cepat welcome sama orang yang baru di kenalnya, termasuklah sama Teguh, orang yang memang baru di kenalnya di orchid ini, hampir setiap hari Teguh ketemu sama dia, bukan ketemu aja kali, tapi bahkan makan bareng, tapi jangan negative dulu ya, dia bukan penjahat cinta, dia adalah pejuang cinta, biar lebih jelas, nih cerita selengkapnya.
Dia emang sengaja ngedeketin Suswanti, ini dia alasan utamanya, dia ternyata teman deketnya Attin, masih inget sama cewek yang satu ini? dia itu adalah bidadari yang Teguh lihat sekali di depan rumahnya di kampung jetis. Beberapa hari Ncus, ini nick name-nya, Teguh kasih dia nick name khusus karena dia termasuk teman khusus buat Teguh, seperti juga dia kasih Siska nick name Nces, dan bukan mereka aja, teman khususnya yang lain juga dia kasih, Beberapa hari Ncus baru kerja di orchid, dia langsung menanyakan informasi tentang Attin, karena dia yakin kalau Ncus pasti tau tentang Attin, sebab, Ncus kenal dengan Nces.
“Cus! Kamu kenal sama Attin ngga?”
“Attin?” dia curiga, dia lama melihat wajah Teguh, sekilas Teguh juga lihat matanya, “kenal, memang kenapa mas?”
“Ngga kok, ngga apa-apa”
“Naksir ya? Cantik kan anaknya, pendiam lagi.”
“Punya, mau minta? Ngga boleh, ntar aku izin dulu sama anaknya, kalau boleh, nanti aku kasih ke mas deh.”
“Ok!” aneh, dia tidak ada rasa senang, tapi dia masih penasaran sama Attin, dia pengen kenal sama Attin, maka dari itu, dia terus mengorek informasi tentang Attin dari Ncus, makin hari makin dekat dia sama Ncus, mungkin kalau ada orang yang punya mulut ember, dan dia ngeliat kemesraan mereka pasti bakal jadi gossip deh.
Ncus sudah mulai nyambung kawasanya lagi, Teguh belum sampai kawasan, emang dasar karyawan lelet dia ya, tapi sepertinya ada yang tidak beres, wajah Ncus seperti ada masalah, dia masih merengut.
“Mas Teguh!” Ncus memanggil namanya, dia pun berhenti “sini bentar deh!”
“Ngga mau!” dia pura-pura aja, bercanda gitu, tapi Ncus sepertinya serius.
“Serius mas!” dia pun turun dari sepeda dan mendekat ke Ncus.
“Ada apa sih?”
__ADS_1
“Mas! Kalau ada orang yang bilang sesuatu yang ngga pernah mas lakukan, mas marah ngga?”
“Ya sudah pasti marah lah Cus, emang kenapa sih?”
“Marah kan? Ada orang bilang katanya aku ciuman sama Rames”
“Hah?” Kaget dia, Rames yang ikut ke hutan metikin daun singkong dulu waktu Teguh baru sampai di orchid, dia juga karyawan di orchid, dia juga teman Teguh, anaknya kecil dari Teguh, lebih hitam dari Teguh, dan lebih nyleneh dari Teguh, orang bilang dia itu jayus, selalu berusaha membuat orang ketawa, tapi yang di lakukannya tidak menimbulkan orang tertawa, itu yang di namakan jayus.
“Yang bener kamu Cus? Siapa yang bilang?”
“Ada satu orang bilang ke aku, katanya kabar ini sudah menyebar di Orchid.” Aneh benget deh, kenapa orang itu tidak ngegosipin dia sama Teguh? Teguh jadi kepengin ketawa sendiri.
“Kok aneh ya Cus? Kenapa gosipnya ngga sama aku aja ya? Kamu kan deketnya sama aku.”
“Iya ya, orang itu goblok kali ya! Kira-kira siapa yang nyebarin ya Mas, aku takut kalau nanti suami aku dengar dari orang lain.”
“Ya sudah kamu kasih tau ke dia dulu kebenarannya, takut nanti malah jadi ruwet ngejlimet, mumpung belum parah Cus, tenang aja aku ada di blakangmu!”
“Aku takut mas!”
“Kamu ngga ngerasa melakukan itu kan?”
“Ih amit-amit deh mas! Ngapain juga aku ciuman sama dia, kayak suami aku ngga ganteng aja.”
“Kalau begitu kenapa kamu harus takut?” problem baru, baru kali ini dia denger ada problem seperti ini di orchid, pernah juga sih dia denger dari orang senior katanya ‘banyak orang baru datang, pasti bakal ada problem baru’ dan terbukti, sekarang dia harus hati-hati jaga jarak jangan sampai dia jadi korban berikutnya.
Sekarang lupakan problem gossip murahan itu, si pelaku penyebar gossip sudah tertangkap dan sudah di sidang, rupanya alasannya sepele, sebenernya dia cemburu dengan Ncus, karena Ncus punya banyak temen cowok di orchid, sedangkan dia tidak begitu.
***
__ADS_1