Ranting Kering Menantikan Hujan

Ranting Kering Menantikan Hujan
Bab 15: Perihnya Setia (6)


__ADS_3

Ke esokan harinya Teguh curhat pada Manto, kakak kandung Fitri, karena dia berharap Manto bisa membantu menyelesaikan masalah ini tanpa di ketahui oleh orang lain, apa lagi ayahnya Fitri, tapi apa yang terjadi, setelah Teguh curhat pada Manto, ternyata Manto melaporkan semua ini pada ayahnya, malam itu juga Fitri di marahi oleh ayahnya, dan Fitri menjadikan Teguh kambing hitam, dia menyalahkan Teguh atas apa yang di alaminya, Teguh tak dapat berbuat apa-apa.


Dua malam yang lalu, Teguh memaksakan diri untuk meminta kepastian hubungan mereka pada Fitri, habis main bola di lapangan dekat laut, dia sengaja mampir ke rumah Fitri, karena Teguh belum punya motor, habis magrib dia pun pamit, bukan pada Fitri, tapi pada Ayahnya, karena Fitri sama sekali tidak mau ketemu sama Teguh, Ayahnya pun menyuruh Fitri untuk mengahantarkan Teguh. Dengan terpaksa Fitri menghantarkan Teguh, sampai di depan rumah Teguh, Teguh menahan Fitri, dia menanyakan status hubungan mereka.


“Dek! Sebenarnya salahku di mana sih dek? Kenapa kamu masih marah juga sama aku, kalau aku punya salah aku minta maaf, tapi aku ngga tau salahku itu apa.”


“Apa sih kamu, awas! Aku mau pulang, minggir!” Fitri mengusir Teguh dari depan motornya, tiba-tiba hujan turun, dia mematikan mesin motor yang di naiki Fitri dengan paksa.


“Aku butuh kepastian dari kamu dek, apa kamu memang sudah punya pacar lagi?”


“Enggak, aku ngga punya pacar, aku masih sendiri.”


“Terus kenapa? Kenapa kamu cuekin aku? Aku sayang sama kamu dek? Aku mencintai kamu, bahkan dari sisi terburukmu dek!”


“Awas ah!!! Aku mau balik, aku ngga mau mikirin itu, aku mau focus ke sekolah dulu.”

__ADS_1


“Tapi aku perlu kepastian dari kamu, aku ngga mau tergantung begini, 4tahun kamu gantung aku seperti ini dek?” hujan semakin deras, Teguh tidak tega melihat Fitri basah kuyup, dia takut Fitri jatuh sakit, dengan berat dia melapaskan orang yang sangat dia cintai pergi tanpa dia mendapat keputusan, dengan reflex hatinya terdorong untuk mengecup pipi Fitri, Fitri pasrah saja pipinya di sentuh oleh bibir Teguh, Teguh menuju rumahnya, sedang Fitri langsung melajukan motornya ke arah rumahnya. Itulah kali pertama Teguh mencium seorang cewek.


Tengah malam pukul 02:00 sebuah sms masuk dalam hape Teguh.


“Tadi sore mamas kan tanya kesalahan mamas apa. Nih aku kasih tau salahnya mamas, mamas tu sudah tua, mamas jelek, aku sudah ngga suka, puas?” terkejut begitu dia mengetahui kesalahan yang ada pada dirinya.


“Kalau itu adalah suatu kesalahan untuk Fitri, mamas tidak bisa mengubahnya Fitri, trimakasih karena Fitri sudah kasih tau kesalahan mamas.” Hancur lebur hatinya hanya karena sms satu itu. Dia tidak mungkin bisa membuat dirinya kembali muda, ataupun mengubah wajahnya seperti Teuku Wisnu atau seperti Vino G. Bastian, atau mungkin seperti wajah orang yang dia sukai, kini jelas sudah semuanya, Fitri sudah tidak suka lagi sama dia.


Dan beberapa menit yang lalu Teguh melihat Fitri dengan temannya di pantai, itu membuat emosinya memuncak, dia ingin mendekati Fitri, tapi hatinya melarang, akhirnya dia berlari ke air laut, dia menangis di sana, begitu banyak orang di pantai, tak ada seorang pun yang tau kalau Teguh sedang menangis, dia terus berjalan mendekati laut, fikiran untuk mengahkiri hidup terlintas di benaknya, tapi kemudian dia teringat pada cita-citanya, teringat pada ambisinya, pada obsesinya sebelum dia mengenal perempuan bernama Fitri itu.


Seminggu setelah kejadian di malam hujan, Teguh mulai mencoba bersikap biasa pada Fitri, juga pada kakaknya, dia masih suka bermain ke rumahnya, dan ternyata Fitri memang pintar menyimpan rahasia, kejadian di malam hujan itu tidak di ketahui oleh familinya, dia yakin kalau hubungannya dengan Fitri masih bisa di perbaiki, oleh sebab itu dia terus berusaha mendekati Fitri, sambil itu dia juga meminta bantuan pada keponakannya yang bernama Fery Ramadani, dia kini sudah besar, keponakannya yang dulu kecil, sekarang sudah menjadi seorang bujang yang gagah, sebenarnya dia ingin curhat pada keponakannya itu, tetapi dia masih yakin kalau dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.


Karena Teguh merasa pusing dan tidak kuat menanggung semua beban yang ada di fikirannya, akhirnya dia memutuskan untuk bercerita pada keponakannya yang bernama Fery Ramadani, sang keponakan pun meresponnya, dia langsung memberi masukan yang berguna untuknya, dia menyarankan untuk meninggalkan Fitri, tapi ternyata Teguh masih belum bisa melepaskan Fitri, Fery pun memberi usulan lain, yaitu mencari tau siapa biang semua ini. Fery mengusulkan untuk mencari lelaki yang ada di hati Fitri saat ini.


Pada suatu hari Teguh merasa bahwa dirinya benar-benar terbebani dengan masalahnya ini, awalnya Teguh adalah orang yang rajin beribadah, sholat lima waktu tak pernah di tinggalkannya, selalu menepati janjinya pada setiap dia berjanji, dan orang yang bisa di percaya, satu lagi, Teguh adalah penjaga prinsip sejati, tapi sekarang Teguh bukan seperti yang tertulis di atas, sholat kalau dia mau, semua janji yang di ucapkan pada fitri, tak ada satu pun yang dia tepati, dan dia menjadi seorang pembohong, terutama dia bohong pada dirinya sendiri, dia masih mencintai Fitri, tapi dia bilang pada semua orang bahwa dia sudah tak mencintainya, dia bukan cowok yang doyan ngerokok, tapi hari ini dia sudah mau menghisap pembunuh perlahan manusia terbesar di bumi Indonesia, satu prinsip Teguh gugur, padahal dulu dia pernah bilang pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah menghisap rokok. Jiwanya benar-benar sudah labil.

__ADS_1


Teguh mencoba focus dalam pencarian bahan tulisan yang ingin dia tulis karena dia berharap hobynya bisa meringankan bebannya, tapi dia tak mampu untuk melupakan Fitri, di dalam kepalanya mulai bimbang lagi, dia bingung, mau kembali pendekatan lagi pada Fitri, atau meneruskan menulis buku, saking pusingnya dia, akhirnya dia mengabaikan bukunya tersebut, dan juga tidak melakukan pendekatan pada Fitri, tetapi keponakannya, si Fery ternyata diam-diam melakukan sesuatu untuk dirinya.


“Lik! Sini sebentar!” Fery memanggilnya sewaktu dia main ke rumah Fery, Fery memberi Hape miliknya, “coba kamu baca!” Teguh pun membaca sebuah sms.


“Iya yang, katanya dia pacaran sama orang situ juga.” Itu bunyi sms di hape Fery, Teguh belum mengerti.


“Maksudnya apa Fer? Aku ngga ngerti deh.”


“Jadi, ternyata Dedek pacaran sama orang sini aja.”


“Dedek? Dedek siapa Fer?”


“Dedek Fitri lah, ini aku lagi cari informasi tentang dedek lewat mamaku”


“O…” Teguh tidak menyangka sama sekali kalau ternyata keponakannya perduli dengan dirinya, dia merasa terharu, dan Fery benar-benar menanggapi masalahnya itu dengan serius. Yang di maksud mamanya itu adalah pacarnya Fery.

__ADS_1


***


__ADS_2