Ranting Kering Menantikan Hujan

Ranting Kering Menantikan Hujan
Bab 19: Tak Beralasan


__ADS_3

Dalam waktu sebulan counter berdiri kokoh di hadapan rumah Teguh, lembaran baru akan segera di gelarnya. Memang tanpa sedikitpun rencana saat ini.


Kali ini dia akan segera menuju mimpinya mewujudkan apa yang selama ini hanya ada di dalam otaknya, semua tentang sebuah film, tentang sutradara, tentang entertaint, yang hingga saat ini dia belum menemukan kata “iya” dari mamanya, semuanya sudah ada di depan mata, sebuah studio bernama ‘Rumah Nagun Studio’ sudah berdiri, entah kapan nama itu akan di kenal oleh seluruh penduduk bumi, entah kapan dia akan mulai berkarya, yang pasti mimpi adalah yang kini adalah khayalan yang besok adalah kenyataan.


Segalanya sudah dia hibahkan untuk mimpinya, dia hanya tinggal menunggu waktu, waktu dimana dia akan memetik semua pengorbanannya selama ini. Dua hal sejati yang ingin dia raih, cinta sejati dan mimpi sejati dia begitu yakin akan menemukan keduanya, itu awalnya, namun sekarang begitu dia mengetahui akhir dari pencariannya tentang Cinta yang sejati, dia harus membanting setir untuk memburu satu saja dari dua sejati itu, sepertinya memang dia di takdirkan untuk memiliki satu sejati.


Ia harus membeli sebuah computer setelah Laptopnya benar-benar tak bisa lagi di operasikan, Komputer itu pun dia beli setelah dia menjual motor milik satu-satunya, walau karena itu mamanya sedikit marah pada dirinya, benar juga apa kata mamanya, motor adalah segalanya untuk dirinya, tak mungkin dia harus terus meminjam motor bila dia hendak bepergian jauh, mungkin ini adalah buah dari ambisinya yang sangat menggebu-gebu untuk mewujudkan mimpinya, dia sudah tak mau lagi memaksa mamanya mengirimkan uangnya untuk keperluannya di kampung, kali ini dia akan berusaha sendiri, dengan berdirinya Rumah Nagun Studio, dia sudah sangat berterimakasih sekali pada mamanya, itu tanda bahwa Kasmini masih perduli pada dirinya.


Ia masih suka menulis dalam komputernya, namun sepertinya dia sudah mulai bosan menulis cerita tentang dirinya sendiri, kali ini dia sedang menulis cerita fiktif, sepertinya ketertarikkannya untuk mempublikasikan kisah hidupnya sudah lenyap, dia sudah putus asa untuk meneruskan kisahnya, dia belum menyadari bahwa apa yang dia cari sudah dia temukan, dia juga tidak pernah tau bahwa sebenarnya akhir dari novel hidupnya adalah hapy ending, inilah rencana Ilahi, masih ada sejati dalam dunia ini, salah satu sejati ada di dalam dadanya, dia memiliki cinta sejati.


Tak ada rencana yang lebih sempurna dari rencana sang kuasa, seperti apa yang sudah terjadi pada kisah hidup dari seorang bocah idiot bernama Teguh Prayitno. Akhirnya ia menyadari kesalahan yang terjadi pada dirinya, dan mungkin ini bukan kesalahan murni yang di lakukan olehnya, tapi ini juga ada kesalahan pada diri seorang gadis bernama Icha Elisa, ia pergi dari Teguh tidak beralasan, dan kesalahan Teguh kenapa dia tidak meminta alasan pada Icha. Setelah lebih dari setengah tahun berlalu, perasaan Teguh memang masih terpaut pada diri si gadis, namun karna kemarahannya pada Icha, ia tak pernah merespon Icha lagi, padahal Icha sendiri pun masih juga terpaut rasa pada Teguh, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?


 Dan jawaban dari pertanyaan di atas adalah, bahwa tidak ada istilah kebetulan di kehidupan ini, semua sudah di atur dan apa yang sudah tertulis maka akan terjadi, mereka pun menjalaninya dengan suka cita apa yang sudah di tetapkan untuk mereka, yaitu bersama.


***


Masih masalah asmara dan masih tentang cinta, masih ingat dengan seorang perempuan bernama Kamisah? Yah, dia adalah adik kandung maman, juga adik kandung Kasmini, atau sama saja dia adalah tante dari seorang Teguh Prayitno, kabar gembira karna akhirnya Kamisah menikah juga dengan seorang lelaki yang mencintainya, Teguh sendiri pun sudah percaya pada Kamisah bahwa tantenya memang sudah berubah, semoga kebaikan akan selalu menyertainya, satu minggu setelah pernikahannya mereka pun pergi ke Jakarta bersama, mereka merencanakan masa depan yang cerah, Kamisah kembali menjadi pembantu, dan Yanto, suami Kamisah kembali menjadi penjual pulsa di Jakarta, kehidupan mereka pun berjalan apa adanya, kebahagiaan tergambar dengan begitu jelasnya.


Satu bulan lengkap usia pernikahannya kabar buruk menghampiri mereka, ayah kandung Yanto yang sudah sakit-sakitan akhirnya kembali ke rahmatulloh, hancur hati Yanto, ia pun harus kembali ke kampungnya di purbalingga dan Kamisah tidak bisa ikut kembali karna alasan majikannya sedang keluar negri, ia sendiri di rumah. Cobaan pertama bagi mereka dalam behtera rumah tangganya yang sungguh baru, Teguh dan keluarga besar pun melayad ke rumah Yanto, mereka pun menyambut dengan gembira kehadiran Teguh dan keluarga. Perlahan hati Yanto pun sembuh dengan sendirinya dengan berjalannya waktu.

__ADS_1


Tiga bulan usia pernikahan mereka, tiba-tiba Kasmini meminta Kamisah untuk ke Malaysia, karna Kasmini sangat membutuhkan tenaga untuk usahanya membuka restauran di sana, Kamisah meminta izin pada sang suami, Yanto pun mengizinkannya, kemudian ia meminta izin pada Teguh, sama sekali Teguh tidak membolehkan Kamisah pergi, boleh pergi asal mereka berdua pergi, namun apa yang terjadi, kali ini Kasmini yang langsung meminta izin pada anak kesayanngannya itu.


“Apa hal Mamas nih? Kenapa lik Kamisah tidak di bolehkan ke Malaysia? Mama sedang butuh tenaga.” Keluh Kasmini pada anaknya.


“Mama tidak bisa belajar dari sejarah apa?  Lagian lik Kamisah dan Yanto itu kan bisa di bilang masih penganten baru ma!”


“Iya Mama tau itu, tapi kan nanti Yanto bisa menyusul dalam waktu sebulan ke dua bulan?”


“Mamas masih belum percaya lah ma dengan Lik Kamisah, mamas takut kalau dia jadi gila lagi.”


“Yang sudah ya sudah lah mas, Mama percaya kok kalau Lik Kamisah pasti sudah ga begitu lagi.”


“Yah kalau Mama sudah berpikir begitu ya terserah mama saja lah, lagi pula kan berprasangka buruk itu memang tidak baik, tapi ya ma, kalau sampai hal yang buruk, yang pernah terjadi sampai terulang lagi mamas ga akan pernah mau melakukan apa yang pernah mamas dulu lakukan.”


“Ya maksudnya, mamas ga ada pintu maaf lagi buat adik mama yang satu itu.”


“Kok bisa mas? Alloh saja selalu memaafkan kesalahan hambanya mas, kenapa kita yang cuman ciptaannya ga mau memaafkan kesalahan sesamanya?”


“Itu lain perkara ma, Alloh memberi ampunan pada hambanya yang bertaubat, yang tidak akan mengulangi kesalahannya untuk yang kedua kali, tapi begitu si hambanya mengulangi kesalahnnya, maka azab yang akan di berikan pada hambanya tersebut. Dan satu lagi ma, kita bukan Alloh, kita adalah insan ciptaanNya, dan hanya Alloh yang bisa tau isi hati setiap insan ciptaaNya”

__ADS_1


“Jadi intinya Lik Kamisah boleh ke Malaysia?”


“Yup, tapi inget janji Mamas, kalau sesuatu hal yang buruk terjadi lagi, mamas angkat tangan.”


Selang tiga hari Kamisah pun pergi ke Malaysia, Kamisah meminta pada suaminya untuk mencarikan tiket menuju rumah kakanya, begitu sudah dapat ia pun minta di hantantarkan ke airport soekarno-hatta, sesampainya di airport, Kamisah bertemu dengan seorang teman lama, namanya Tugimin, dia adalah pacar pertama Kamisah.


“Eh Tugimin? Mau kemana?” sapa Kamisah dengan ramahya, Yanto belum pernah ketemu dan juga belum kenal dengan si cowok asing yang ada di depannya yang sedang menjabat tangan istrinya.


“Kamisah? Saya mau ke Malaysia, kamu mau kemana?”


“Kok kebetulan ya? Saya juga mau ke Malaysia. Kenalkan ini suamiku” Tugimin menjabat tangan Yanto dengan ramah.


“Yang! Tolong dong carikan roti belum sarapan nih!” Kamisah menyuruh suaminya mencari roti untuk dia sarapan, sementara suaminya mencari roti, Kamisah duduk di kursi tunggu di airport dan berbincang-bincang bernostalgia dengan Tugimin mantan pacar pertamanya. Begitu suaminya datang membawa roti yang dia pesan.


“Min, kamu sudah sarapan?”


“Alhamdulillah sih belum.”


“Ya udah ini sekalian rotinya di makan buat sarapan.” Yanto jadi bingung karna dia di cuekin, dia juga merasa sangat kecewa karna roti yang ia beli untuk istrinya di makan juga oleh orang asing itu.

__ADS_1


Lebih sadis lagi begitu roti sudah habis, Kamisah dengan begitu saja meninggalkan Yanto di luar airport tanpa pamitan, rasa ingin marah sudah ada di dalam hati Yanto, tapi rasa itu ia pendam, dan hanya dia yang merasakan betapa sakitnya di perlakukan seperti itu oleh istrinya sendiri, ia pun bertanya-tanya apa alasannya dia marah pada istrinya, memang tidak beralasan.


***


__ADS_2