Ranting Kering Menantikan Hujan

Ranting Kering Menantikan Hujan
Bab 12: Keberanian (3)


__ADS_3

lupakan aja tentang cerita di atas, sambung cerita tentang seorang perempuan yang teguh kagumi, dia tak tau apa perasaan ini, masih ingat dengan seorang cewek yang tubuhnya sedikit gemuk, berkacamata, pipinya tembem, dan jidadnya tertutup phoni? namanya lasmi, di panggil sama teman-temannya dengan nama mimi? ya, kepadanya lah saat ini teguh sedang terkagum-kagum, orangnya polos, kepribadiannya juga oke, dia rajin ibadah, kalem, ramah, tidak sombong, pokoknya hampir masuk kategori cewek solehah, itu baru penilaiannya, setelah hampir sebulan dia mengenalnya, lain bila baru kenal, jangan harap kalau baru ketemu sama dia, dia tidak bakal menyapa, ya kecuali sudah kenalan dulu dengan dia secara baik-baik, setelah kenalan, coba tanya ke dia kapan dia lahir dan di mana, tidak bakal dapetin jawabannya, seperti teguh juga sampai sekarang tidak tau tanggal kelahirannya, yang dia tau dia lahir di jogja pada tahun 1988, sampai sekarang juga dia belum bisa jujur padanya tentang perasaannya sama dia, tapi bukan berarti selama ini teguh bohong sama dia kan, entah akan sampai kapan keadaan ini akan seperti ini.


***


“racuuuun…racuuuun…hilang akal sehatku, hilang akal sehatku, hilang akal sehatku memang kau racuuuun…” hapenya bunyi, sekarang dia lagi santai, ini hari sabtu kantor juga tutup, jadi hari ini dia tidak kerja, dia lagi santai aja di lantai dua losmen, lihat jakarta dari atas memang indah, dia sudah tidak tinggal lagi dengan maman dan keluarnya di kontrakan kucel itu, dia sudah tinggal di losmen kantor yang ada di lantai teratas kantor ini sejak awal romadhon tahun ini dan sekarang sudah dua minggu dia berpuasa setiap hari, tapi dia harus angkat telpon ini, dari mamanya, karena ternyata di layar hapenya tidak tertulis nama siapa-siapa, hanya tertulis ‘nomer pribadi’ itu artinya ini dari malaysia,


“halo ma?”


“halo sayang? lagi apa nih?”


“santai aja di lantai atas losmen, ada apa ma?”


“ini yang, visa kamu sudah turun, jadi kamu siap-siap ya!”


“ke malaysia? kok mendadak sih ma? bisa di undur kan? besok aja ma lepas lebaran!”


“ngga bisa mas, visa kamu itu sudah turun, jadi harus langsung ke sini.”


“tapi ma, sebentar lagi lebaran ma, ke malaysianya besok aja habis lebaran!” ‘duh gimana nih?’ dia jadi panik atas kabar yang sangat mendadak, ‘dua minggu lagi lebaran, masa aku lebaran di malaysia sih? aku kepengen lebaran di jawa nih.’ karena selama ini dia memang tidak pernah berlebaran di jawa, setidaknya sudah tiga tahun ini, dan sekarang dia juga belum tau seperti apa lebaran di tahun ini apakah akan di malaysia lagi atau di kampung sesuai rencananya, kasmini masih terus membujuknya supaya cepat siap-siap ke malaysia.


“sama aja guh, lebaran di mana aja, kalau di sini kan malah bagus, bisa lebaran sama mama lagi.” kasmini tidak tau apa yang sedang dia rasakan sekarang, dia sekarang sedang jatuh cinta, dia lagi jatuh cinta sama mimi, dia putus asa dia tak bisa berbuat apa-apa lagi, kalau dia harus ke malaysia lagi ya dia harus pergi, tapi bagaimana dengan perasaannya, yang sedang kasmaran ini?


hari minggu depan dia harus sudah di malaysia, itu artinya dia punya waktu di indonesia ini tinggal satu minggu, sekarang hari sabtu, besok minggu, dia punya kesempatan untuk pulang ke jawa, tapi sebelumnya dia harus resign dulu dari kantor ini, sedang kan kantor ini buka kan hari senin, kalau begitu dia harus tetap di jakarta sampai hari senin, terus bagaimana dengan hubungannya dengan lasmi? apa dia harus tinggalin lasmi begitu saja? apa lasmi tak perlu tau apa yang dia rasakan ke padanya? tidak! itu keputusan yang salah, dia harus utarakan semua perasaannya ini pada mimi, itu baru keputusan yang benar, apa pun keputusan lasmi, itu tidak penting bagi teguh. yang terpenting adalah dia bisa jujur pada dirinya sendiri, dia juga harus berani jujur pada lasmi, kasmini sudah matikan hapenya, tanpa putus asa dia terus membujuknya, dan akhirnya dia yang kalah, dia iya kan semua ke inginan mamanya tanpa terkecuali.

__ADS_1


“okelah kalau begitu, sekarang aku harus minta bantuan pada ida, dia yang selama ini telah banyak membantu aku, dari semenjak aku baru sampai di jakarta, hingga sekarang ini, bahkan aku berani curhat tentang mimi pun cuman dengannya.” inilah langkah awal yang teguh lakukan.


sekarang dia masih di sini, masih di lantai atas, dia sedang menunggu adzan magrib berkumandang, tadi dia ke bawah mengambil sebotol fanta, handphon di tangannya mulai dia oprasikan lagi, dia mencari sebuah nama, ida, kini sebuah nama sudah dia temui, dia memulai menekan satu persatu huruf di dalam handphon.


‘da gue bingung nih! dalam minggu ini gue akan ke malaysia lagi, menurut elu gimana?’ selesai menulis kata-kata yang terangkai menjadi sebuah kalimat yang tidak terlalu panjang, dia pun mengirimkan pada nomer yang bernama ida. terkirim, dia letakkan botol minuman yang masih utuh itu tepat di samping dia duduk, perlahan dia menyapukan jemari tangannya di antara rambutnya yang sedikit pendek. dia coba menarik nafas yang panjang dan kemudian dia hempaskan nafas dengan nada amarah, seakan dia marah pada ke adaan ini, dan memang dia sedang marah dengan keadaan ini. begitu dia berhasil menanam benih cinta lagi dalam hatinya, dia tidak akan memanennya, karena keadaan yang kembali tidak mendukungnya


“allohu akbar-allohu akbar…” alhamdulillah akhirnya magrib telah tiba, dia tak menghiraukan kumandang adzan yang sedang berkumadang di masjid dekat losmen ini, tapi kemudian dia ambil kembali botol minuman yang masih belum dia minum itu yang berada di sampingnya, dia sedut sebuah sedotan di mulut botol, handphonnya berbunyi, itu nada sms, dia kembali mengoprasikan handphonnya, dia buka sms, dan membacanya.


‘kalau lu harus pergi ya pergi aja, tapi inget guh, lu datang baik-baik pergi juga harus dengan baik-baik!’


‘hari senin besok gue resign, terus gimana dengan mimi?’


‘kalau lu suka beneran sama dia ya kamu tembak dia lah!’ itu balasan sms dari ida, dia kembali berfikir, dan kembali memutar otak... ternyata pikiran ida sama dengannya.


‘nah begitu kan baru cowok gentlemen, memiliki sebuah keberanian, masalah dia terima atau tidak itu masalah ke dua, oke kita ketemu dimana?’


‘moll blok m’


‘ok!’


kesepakatan sudah di buat kini adzan sudah selesai berkumandang, dia segera ke ruang makan di sana sudah tersedia makanan untuk berbuka puasa, dia sudah membeli bubur kacang ijo dan buah timun suri segar yang sudah dia buat menjadi santapan nikmat saat berbuka puasa. sedih memang yang sedang di rasakannya, kenapa keadaan seperti ini harus dia alami, „ampun dah aku ini, aku harus bersyukur kalau ternyata aku masih bisa jatuh cinta lagi,‟ tapi kalau di pikir lagi ya, cintanya pada mimi itu aneh, terkadang dia rindu sama mimi, tapi terkadang dia tak perduli sama sekali dengannya.


akhirnya teguh kenyang, sekarang saatnya dia kunjungi masjid yang tadi sudah mengingatkannya untuk berbuka puasa dengan kumandang adzan. sekarang waktunya sholat magrib, nanti sholat „isya setelah magrib, ya tidak langsung lah, tunggu beberapa saat, nah lepas sholat ‘isya di lanjut sholat taraweh, lepas sholat taraweh ngapain? yang punya cewek langsung mojok sama ceweknya di pojokan masjid, yang tidak punya cewek kayak teguh ini ya langsung balik ke losmen, dan tidur, kalau belum ngantuk main computer di kantor, kan kantornya deket dengan losmen, tidak nonton? mungkin dia males, jam segini nonton tv palingan isinya sinetron aja! ntar sekitar jam sepuluhan, pasti banyak film layar lebar, tapi sekarang sepertinya dia mau balik aja, dia lagi males ke kantor, dia juga lagi tidak ada mood buat nulis, biasanya dia tu kalau ke depan computer ya iseng buat cerita, sekarang dia juga sudah berhasil menyelesaikan sebuah cerita judulnya ‘sayap pegazus’ ceritanya fiktif banget, ide itu datang dari rian vokalis pegazuz band, dia meminta pada teguh untuk menuliskan buku tentang perjalanan bandnya yang penuh lika-liku, tapi sepertinya dia kebingungan saat rian meminta untuk melibatkan semua personil band, kalau di tulis apa adanya dia yakin tidak akan menarik, maka dari itu lah kemudian dia membuat buku itu menjadi sebuah buku novel super fiktif, bagaimana tidak, buku ini mengisahkan tentang sebuah kota yang hilang beratus-ratus tahun lalu semenjak zaman kerajaan.

__ADS_1


“assalamu’alaikum!” dia kasih salam pada semua orang yang ada di rumah losmen ini.


“wa’alaikum salam.” tapi ternyata di rumah yang ada cuman pak aji, sebenarnya dia punya rumah sendiri, tapi tempatnya jauh, jadi dia nginep di losmen ini, kadang dua minggu sekali dia pulang ke rumah, sekarang dia lagi tidak pulang, “kok kamu baru balik guh? yang lain mana?”


“lagi pada mojok pak, biasa sama pasangan mereka masing-masing.”


“kamu ngga mojok guh?”


“mau mojok sama siapa? sama kunti?”


“hahahah…” pak aji langsung tertawa lepas. dia memang salah satu penonton setia tv di losmen ini, sekarang aja dia sedang nonton tv, biasanya sih acara sinetron, teguh langsung menuju ke kamar. sepertinya sinetronnya sudah mulai lagi, dan teguh tertarik untuk bergabung dengan pak aji.


“sinetron ya pak?”


“iya nih guh, seru banget, ini episode terakhir lho.”, semangat banget tuh pak aji nontonya, teguh pun ikut nonton.


“kasian si fitri guh, padahal dia baru cek urine, dan dia hamil, eh malah suaminya si farel masuk penjara.” ini adalah sinetron cinta fitri seasion 2, dia sebenarnya suka menonton sinetron ini, sebab utamanya adalah karena pemeran perempuan utamanya shireen sungkar, dia sudah terlalu ngefans pada cewek keturunan arab itu, memang dia tidak pernah ngikutin jalan ceritanya sinetron ini, karena selama dia di wadas dia selalu asyik dengan komputer, setiap hari setiap malam dia hanya menulis dan menulis, hobinya sudah seperti membuat dia kecanduan, di tambah lagi dunia maya.


“emang judul sinetron ini apa pak?” sepertinya dia pura-pura tidak tau.


“cinta fitri guh, kamu mau nonton juga?” dia langsung duduk di samping kursi yang sudah di duduki oleh pak aji, dia langsung focus pada tv 21intci di depannya, terlihat di dalam tv seorang cewek lugu yang sedang bergembira, karena akhirnya dia bisa hamil juga, tak lain cewek itu adalah fitri yang di perankan oleh shireen sungkar. dia memang sudah menjadi cewek idolanya selama ini, senyumnya manis, rambutnya lurus panjang sebahu, satu lagi yang teguh seneng banget dari dia itu adalah phoni di jidadnya, hampir menutup matanya, justru phoni segitu itu yang pas banget buat selera teguh, dia itu memang seneng banget dengan cewek yang memiliki phoni di jidadnya, tapi shireen itu bukan hanya phoninya yang dia suka, dia suka semua dari diri shireen.


***

__ADS_1


__ADS_2