
Teguh harus paksa dirinya untuk bangun, sebab dari tadi mamanya sudah teriak-teriak minta dia bangun, karena selama satu hari ini dia kerjanya cuman tidur dan tidur, ‘lagian mau ngapain lagi kalau ngga tidur?’ pikirnya, ‘Kerja ngga, makan juga ngga boleh, ya sudah gue tidur aja lagi.’
“Eh…malah tidur lagi, bangun Guh! mau ikut apa ngga? Kita mau ke hospital lagi nih, liat keadaan adek kamu di dalam perut lilik, sekalian buka di luar, ntar kita makan sate kambing deh!” emang pinter Kasmini, tau aja kalau anaknya suka benget sama yang namanya sate kambing, terpaksa Teguh pun harus bangun, mandi, trus sholat „asar, terus siap-siap pergi, tapi sepertinya dia sedikit malas, malesnya ternyata mereka pergi dengan si Harun, tapi dia harus bisa belajar memaafkan kesalahan orang lain, dari itu dia pun ingin mencobanya.
Semua sadah siap, tinggal nunggu si Harun sampai, setiap manusia memiliki hal yang istimewa, yang akan membuat orang lain melihat dirinya beda, dan setiap manusia juga memiliki satu hal yang buruk, yang membuat orang lain melihat dirinya cacat, tidak ada manusia yang istimewa saja, dan tidak ada manusia yang hanya buruk saja, tak ada manusia yang putih, dan tak ada manusia yang hitam, ambil contoh, manusia pertama yang di ciptakan Alloh, nabi Adam, moyang manusia yang berakal, dia pernah melangar perintah Alloh dengan memakan buah kuldi, sahabat nabi, Umar ibnu khotob, dia pernah mengubur anak kandungnya sendiri hidup-hidup, sunan Kalijaga pernah menjadi perampok, kenapa bisa begitu? Karena mereka manusia, kalau mau putih aja ya sudah jadi malaikat aja, kalau mau hitam aja ya sudah jadi setan aja! Itulah istimewanya manusia, bukan malaikat tapi ada manusia yang di samakan dengannya, bahkan ada yang lebih taat darinya, dan bukan juga setan, tapi ada manusia yang di samakan dengan setan, bahkan ada manusia yang kelakuannya melebihi kejinya setan, itulah manusia, dan kita adalah manusia, kita harus terus berusaha untuk mendekati yang terbaik, bukan malah ikuti yang jelas kita tau itu buruk, bila kita emang sudah ada di jalan yang salah, seharusnya sesegera mungkin berbelok! Cari jalan yang lurus, kalau kita lihat orang yang salah jalan, kita jangan ragu untuk meluruskannya, kalau tidak sanggup dengan perbuatan, cukup dengan perkataan, kalau perkataan tidak sanggup juga, ya sudah dengan do’a, kalau dengan do’a tidak sanggup juga? Ya tak tau, biar yang kuasa yang menegurnya. kenapa malah jadi ceramah sih? Kayak ustadz aja. Tapi bener kan, apa yang tertulis di atas, dan sama juga dengan si Harun itu, meskipun dia punya kekurangan dan dia punya salah, tapi ternyata dia menyadari kekurangannya dan dia mengakui kesalahannya, kenapa Teguh tak memaafkannya? Toh dia kan manusia, sudah kodratnya manusia itu selalu memiliki kesalahan, seperti Teguh sendiri juga tidak mungkin terus memiliki kebenaran, dia juga pasti terkadang salah, mungkin juga apa yang dia anggap benar di mata orang lain salah, itu artinya Teguh masih jauh dari sempurna, lalu apakah ustadz itu sempurna? Sama aja dengan manusia lainnya, hanya saja dia mempunyai keinginan untuk memperkokoh tembok Islam, mungkin yang lain juga menginginkan hal yang sama dengan para ustadz, tapi tentunya tekad mereka ada jaraknya, lebih jauh para ustadz dan juga lebih kuat tidak mudah di robohkan.
Harun belum sampai juga, Teguh merasa kasihan ngeliat Liliknya, perutnya sudah gede banget, wajahnya juga kelihatan menyimpan beban yang sangat berat, dan tidak semua manusia kuat memikulnya, kenapa Kamisah di uji sebegini beratnya, yang pasti Alloh memberi cobaan pada manusia atas kemampuan dia melaksanakan cobaan itu, kok jadi banyak ceramahnya?
“Tit-tin…” sampai juga si Harun.
“Lik! Ayuk berangkat!” Kamisah masih melihat dirinya sendiri di dalam kaca, tidak mungkin dia jadi langsing walaupun di lihatin terus, tunggu beberapa bulan lagi! Kasmini keluar dari kamarnya, Kamisah pun sudah siap, Teguh juga sudah pasti! yang utama buat Teguh adalah sate kambing , ‘sate kambing!... cihui…enak banget tau, sudah ngiler aku, tapi sekarang baru jam setengah tujuh, aku masih puasa donk’ dia membatin sendiri, dia pun masuk kreta si Harun di depan, Kasmini dan Kamisah di belakang, Kasmini belum masuk kreta dia masih mau mengunci pintu gerbang, Kamisah di belakang masih diem, nampak dari raut wajahnya bahwa dia masih marah benget sama si Harun, Kasmini sudah masuk, sekarang mereka mau berangkat.
__ADS_1
“Langsung nyate kan ma?”
“Enak aja! Ke hospital dulu dong!” kretanya sudah jalan, keadaan sunyi, tak ada yang ngobrol, tak ada yang bersuara, persis seperti kuburan melaju dengan kecepatan 100km/jam. Ya Teguh pun memilih untuk tidur aja sepanjang perjalanan.
Jalan-jalan di taman sendirian, sambil nunggu adzan magrib main ayunan, kayak anak kecil yang baru di omelin sama orang tuanya kabur terus kaya Teguh ini tak punya tujuan.
“Allohu akbar…allohu akbar…” sudah adzan, harusnya kalau dia di kampung, pasti sudah mainan bedug, bareng sama anak-anak yang lain, jadi makin kangen kampung dia, sekarang dia mau buka puasa tuk yang terakhir kalinya di ramadhan tahun ini, Alhamdulillah Teguh penuh puasanya, terakhir dia bolong puasa adalah kelas Empat SD, ya syukur lah.
“Teguh benar mau pulang kampung?” ‘hah, siapa yang nanya tu? Ternyata mama yang nanya ke aku, ya Alloh, ternyata bener, engkaulah yang mengatur segalanya.’ Batin Teguh karena inilah yang dia harapkan.
“Ya sudah, Teguh maunya kapan pulangnya?”
__ADS_1
“Ya kalau bisa secepatnya ma!”
“Raya ke dua boleh tak?” ‘sekarang juga bisa ma!’ jawab Teguh dalam hati, Tapi dia tidak berani ngomong begitu sama mamanya, dia seneng banget, akhirnya dia bisa pulang kampung.
***
Oktober 2007
Takbir berkumandang di setiap sudut dunia ini, mengagungkan kebesaran Alloh, tanpa terkecuali, bahkan dedaunan, serangga-serangga, bebatuan, karang-karang, ombak laut, gunung, semuanya mengagungkan kebesaran yang telah menciptakannya, sunguh nista mereka yang tak mengakui keagungan yang menciptakannya, inilah hari kemenangan, inilah hari kembali menjadi seorang bayi, seorang yang fitrah lagi, luar biasa kebahagiaan yang menyelimuti hati kita, ngga ada kata-kata lain selain “Allohuakbar” Teguh juga semalam takbiran, tapi tidak rame, dia takbiran sendiri di kamar, dia nangis, dia nangis bukan karena apa, dia nangis karena dia tidak tau harus berbuat apa lagi setelah hari ini, dia minta di kasih petunjuk sama Alloh, karena dia sudah berjanji padaNya, bahwa dia akan berbuat sesuatu yang akan membuat manusia ciptaanNya mengakui keberadaannya, mengenalnya, dan menerima dia ada di antara mereka. Pulang sholat id al fitri, sungguh hatinya sekarang sedang bergebu-gebu, dia ingin segera berada di Jetis, di kampung yang dia sayang. Sekarang dia mau sungkem dulu sama mamanya, sama suami mamanya, sama adik dari mamanya, sama saja, sungkem di mana-mana ya mengakui kesalahan dan memohon ampunan, dia tidak kuat, dia pasti banyak salah sama mamanya, dia langsung menangis di pangkuan mamanya, Kasmini jadi ikut nangis, tapi setelah itu dia akan ngerasa beda, terakhir dia sungkem pada Kasmini adalah saat dia masih kelas satu SMP, dia lega banget bisa sungkem sama mamanya, karena mereka tak pernah hari raya di tempat yang sama, Kamisah baru keluar dari kamarnya, dia belum berpakaian rapih, dia masih memakai baju harian, dia mendatangi kakaknya, dia langsung berlutut, dia sungkem sama Kasmini, dia menangis, dia mengakui kesalahannya, dia memohon ampun, dan Kasmini menerima pengakuanya, sudah di lebur lah dosa dua orang kakak beradik itu, semua selesai.
***
__ADS_1