Ranting Kering Menantikan Hujan

Ranting Kering Menantikan Hujan
Bab 9: Keluarga Besar


__ADS_3

Ceritanya berawal dari bulan January lalu ketika Teguh pertama kali datang ke Malaysia, ini tentang Kamisah, dia datang ke Malaysia ingin menemui keponakannya Teguh yang sudah lama sekali tidak pernah bertemu, dia ke Malaysia bareng sama bosnya atau majikannya, dari pagi Kasmini nungguin kedatangannya.


“Ni anak jadi kesini apa ngga sih Guh? mama hubungi ke nomernya ngga bisa, itu kan artinya dia sudah ngga di Singapore, jangan-jangan terjadi sesuatu Guh?” sampai malam, Kamisah tidak juga kunjung datang, Kasmini juga jadi emosi sendiri, malam-malam sekitar jam 12 tengah malam Kamisah nelpon.


“Hallo yu! Mungkin besok pagi aku bisa sampai rumah yayune.”


“Emang kamu kemana aja sih?”


“Aku sekarang sedang di hotel bareng sama bosku tadi kami semua kesasar yu.”


“Kok bisa nyasar sih?”


“Ya ngga tau bos aku, ni ada hotel di tepi hutan.”


“Ya sudah, besok jangan nyasar lagi.” Besok paginya, dia di anterin cowok yang sudah Kasmini kenal, dan Teguh juga kenal, tau persis siapa dia, dia itu salah satu cowok yang pernah berharap menjadi ayah tiri Teguh, tapi Kasmini menolaknya, dan memilih menjadi istri orang melayu, Teguh seneng aja melihat Liliknya datang, Lilik yang pernah ngasuh Teguh waktu dia masih bocah, Teguh peluk dia, badannya kecil atau langsing bisa juga di bilang kurus, Tapi itu semua ngga penting, terpenting adalah dia sudah berbohong pada mereka, awalnya memang Kasmini ataupun Teguh tidak mengetahui kebohongannya, kebohongan itu terbongkar waktu Kamisah mau kembali ke Singapore, Kasmini, Ayob ayah tiri Teguh, Teguh, dan cowok bernama Misam yang nganterin Kamisah ke rumah, nganterin sampai ke tempat bosnya Kamisah, dan bosnya lah yang mengatakan kebenaran pada Teguh dan mamanya. Memang bosnya tidak bisa bahasa melayu, karena dia orang china yang menetap di Singapore, tapi kan dia bisa bahasa inggris, jadi dia ngomong pake bahasa inggis ke mereka semua, tapi salahnya Kamisah, dia kira Teguh tidak ngerti bahasa inggris, atau Kasmini bego ngga pinter ngomong inggris, Kasmini ngerti bahasa inggris tapi dia tak bisa ngomongnya, sama juga dengan Teguh, itulah pentingnya belajar bahasa inggris waktu sekolah. Yang dia tau, majikannya ngomong, kalau Kamisah sama Kasmini wajahnya mirip banget, sudah kayak kembar, dan satu lagi yang buat Teguh dan Kasmini kaget, dia bilang Misam yang semalam menjemput dari rumah ini sama seorang wanita, dia kira Misam itu adalah abangnya sama kakaknya makanya dia biarkan Kamisah pergi, Kasmini juga kaget denger pernyataan itu. Tapi dia tak hiraukan, dia cuek aja, seakan dia tidak ngerti bahasa inggris, kata orang melayu ‘buat bodoh aje!’


Dan sekarang setelah Teguh sampai di Malaysia, ketika Teguh sedang duduk asyik menonton sinetron favoritnya yang di bintangi oleh artis cewek yang sangat dia idolakan, Cinta Fitri dan artisnya Shireen sungkar, mamanya tiba-tiba mendekatinya.


“Guh!”

__ADS_1


“Ya ma?” Kasmini sudah ganti baju, tadi dia pake baju melayu yang biasa buat karaokean, dia baru balik menyanyi di hajatan, karena menyanyi masih menjadi hidupnya hingga saat ini, dia pun sudah menjadi artis yang selalu di rindukan suaranya oleh warga Malaysia di lingkungan sekitarnya. sekarang dia sudah pake celana jins dan kaos oblong, dia duduk di samping Teguh yang sedang tiduran, mata masih tertuju pada TV.


“Mama mau cerita sama Teguh.” Kasmini terlihat begitu serius ingin menceritakan sesuatu. Padahal ini kan sudah malam “Mama cerita karena mama yakin Teguh emang sudah dewasa.”


“Cerita apa sih ma? Serius amat?”


“Sebenarnya bapakmu ngga mengizinkan mama cerita sama Teguh, tapi mama yakin Teguh sudah siap mendengarnya.” Teguh masih belum mengerti apa maksud mamanya, dia jadi makin penasaran.


“Teguh sudah tau kan kalau lilik Kamisah mau ke Malaysia?”


“Kapan ma?”


“Memangnya Lik Maman ngga cerita sama Teguh?”


“Jadi Teguh emang belum tau?”


“Belum ma, emang apaan sih ma?” Kasmini terlihat sedang berfikir menimbang apa yang ingin dia katakan pada anaknya.


“Tapi Teguh harus siap mendengar ini ya!”

__ADS_1


“Iya ma, Teguh siap!”


“Sebenarnya Lik Kamisah tu…” Kasmini seperti kurang percaya sama anaknya, “Lik Kamisah sedang hamil Guh!”


“Astagfirulloh!” Teguh terkejut bukan main ‘Lik Kamisah? Hamil? Mana mungkin? Bukannya dia ada di singgapore? dan Wagio suaminya ada di rumah? Ngga mungkin donk?’ dalam hatinya dia menyangkal.


“Sebenarnya Lik Kamisah sudah mau ngegugurin kandungannya, tapi mama melarangnya.” Teguh sudah tidak fokus pada pembicaraannya dengan mamanya ‘apa jadinya, dan apa yang sedang terjadi?’ dia sibuk dengan alam pikirannya dia setengah tidak sadar, “Mama suruh dia ke sini biar dia melahirkan di sini, nanti biar mama yang merawat, semua biaya hidupnya biar mama yang tanggung.”


“Siapa ma yang menghamilinya?”


“Misam.” ‘Hah? Misam yang dulu ngebohongin mama, aku dan semuanya, tentang kedatangan Lik Kamisah dulu?’ masih dia bergelut dengan pikirannya


“Kejadianya dulu Guh, waktu Teguh di Malaysia kan Lik Kamisah pernah datang ke sini, yang katanya nyasar di hutan.” jadi bener tebakan Teguh, Teguh emosi, semua gara-gara satu orang itu, jadi, yang selama ini di rahasiakan dari Teguh oleh Lik Maman, ternyata ini? ‘masya Alloh, ya Alloh apa yang sudah Lik Kamisah lakukan?’ Luar biasa!


“Sebenarnya Lik Kamisah balik ke Indonesia tu karena dia pengen menggugurkan kandungannya.” ‘Asttagfirulloh, ya Alloh, ampuni dia ya Alloh.’ Emosi Teguh sudah meluap namun sisi baiknya untuk mendo’akan adik bungsu dari mamanya masih juga dia lakukan.


“Teguh janji ya! jangan sampai ada orang tau soal ini, sekalipun itu byunge! Sekalipun itu Puji, atau Edy atau siapapun, cukup kita yang tau, Teguh, Lik Maman, Lik Kamisah, dan mama. Satu lagi, Teguh ngga boleh macem-macem!” dia pun inget janjinya pada Maman sebelum dia pergi, dia harus bisa mengontrol amarah, mengendalikan emosi, dia masih inget semua, tapi sekarang dia marah, marah banget, marah semarah-marahnya…


“Emang kapan Lik Kamisah mau ke Malaysia ma?”

__ADS_1


“Kalau bisa sih secepatnya, sebelum perutnya jadi besar, sekarang kan baru tiga bulan, jadi belum terlalu kelihatan.” dia masih gemetar, rasanya amarahnya belum menurun, dia tak bisa nahan emosinya, ‘sebenarnya siapa yang harus di salahin? si Misam atau si Kamisah Lilikku sendiri? Misam bego dan Kamisah tolol! Mungkin itu cocok untuk mereka,’ namun makian itu tak bisa meredakan amarahnya, ‘tololnya Lik Kamisah tu ngapain dia mau sama Misam? Toh dia punya suami?’ memang sih cinta buta ngga ngeliat waktu dan tempat, Teguh tak bisa menyalahkan cinta, mungkin inilah Cinta sesaat membawa nikmat, akhirnya tersesat.


***


__ADS_2