
Rencana berikutnya ke laut, mau lihat laut dari dekat, dan Teguh sudah di rumahnya Fitri, tadi waktu dia bangun tidur siang, dia langsung menuju rumah Fitri, entah bagaimana ini semua berawal, dia merasa Fitri adalah cewek istimewa, meski dia sekarang baru berusia 12tahun. dia harus menunggu Fitri yang memulai obrolan antara mereka berdua, karena sekarang dia ada di teras depan rumah Fitri, kalau di perhatikan wajahnya itu, dia tu mirip banget sama seorang artis yang memerankan Fitri dalam sinetron Cinta Fitri, si Shireen Sungkar, tidak salah lagi, dia mirip banget.
“Fit! Kalau di perhatikan kamu tu mirip deh sama si Shireen.” Akhirnya dia yang memulai ngomong sama Fitri, dia pun merespon.
“Shireen yang di Cinta Fitri? Ah ngga lah! Lebih cantik dia lah mas!” dia tersipu malu, dengan keadaan ini dia jadi mirip banget sama si Shireen, Teguh mau ngebuat dia bicara lagi, dia mau basa-basi dulu.
“Gimana sekolahnya Fit? sudah ujian belum?”
“Udah mas, tapi ini baru ujian percobaan, kalau ujian benerannya besok bulan dua belas.”
“Gimana rasanya masuk sekolah SMP?”
“Pelajarannya lebih sulit mas, ngga seperti di SD.” sekarang sudah sore, dia akan ke laut seperti yang dia rencanakan tadi siang.
__ADS_1
“Fitri! Mamas mau ke laut, kamu mau ikut?”
“Enggak lah mas.” Dia menolak, dia masih malu sama Teguh.
“Kenapa? Kamu masih malu sama mamas ya? ayo lah!”
“…” dia diam, dia masih diam, Teguh tak mau maksa dia, Teguh pun mau ke laut sendiri, sekarang sudah jam empat sore, panas matahari juga masih lumayan panas, si Puji masih asik ngobrol bercanda dengan abangnya Fitri, Teguh tinggal mereka di rumah itu, dia mau langsung aja dari rumah Fitri ke arah laut, toh jaraknya juga sama.
Puas dengan laut, dia pulang langsung mandi dan sekarang dia lagi santai di ruang tamu rumahnya yang sudah tua, cat rumah warna biru ini sudah mulai pudar, seng di atap rumah ini juga sudah tidak berwarna silver lagi, tapi sudah berwarna merah ke kuningan, itu warna karatan.
Ia sampai di depan rumahnya Fitri, cewek yang begitu istimewa buat Teguh, dan entah kenapa sekarang dia ngerasa kangen banget sama Fitri, ingin banget ketemu dia sekarang juga, tapi tu anak sekarang lagi di mana ya? sudah jam lima, mungkin dia lagi bantuin mamanya masak di dapur kali. Tenang aja nanti malam dia kan pasti pergi ke mushola, Mereka kan harus taraweh, besok mereka puasa lagi, sekarang sambil menunggu waktu berbuka, dia mau keliling kampung.
Sekarang dia sudah di lapangan bola, jauh dari rumahnya, mungkin ada 3km lah dari rumah, dan jalannya juga belak-belok, tadi juga ngelewatin pasar, dia terus aja kayuh sepeda, di sini rumahnya sudah bagus-bagus, sudah gede-gede, nah ini ada sekolahan, sekolah SD, jaraknya deket banget, ini yang di depan lapangan satu, terus di samping lapangan satu lagi, yang ini SD satu, yang itu SD dua, kalau tempat Teguh sekolah dulu SD empat, lanjut ke timur sedikit ada balai desa, terus ke timur, makin rapat rumahnya.
__ADS_1
Ada sesosok cewek yang baru di lihat Teguh, ‘aku ngga lagi bermimpi kan? Itu siapa? seorang cewek, pake baju kaos warna putih, celana pendek, eh itu celana apa rok ya? itu celana lah, dia sedang menyapu halaman rumah dengan sapu lidi, dia cantik’ dia masih memperhatikan cewek misterius itu, ‘swear deh, dia cantik, siapa dia sebenarnya, apa dia itu adalah seorang bidadari? aku sapa ngga ya? tapi aku malu, ntar malah dia ngga kenal sama aku lagi, mau di taruh di mana mukaku nanti?’ cewek itu focus pada pekerjaanya membersihkan halaman rumahnya, dia terus aja ngontel sepedanya ke arah timur, sesekali Teguh lihat dia, dia masih di halaman rumahnya, semakin menjauh dia dari rumah cewek itu, dan sekarang semakin rumahnya tak terlihat olehnya. nah sudah mentok, jalan beraspalnya sudah habis, jalan aspalnya belok ke arah selatan, kalau ngikutin jalan beraspal ini mentoknya ke laut, ‘mendingan aku balik arah aja, aku penasan sama si bidadari itu, dia bener-bener cantik, apa ini bisa di bilang naksir? Kalau begitu ini bisa di bilang juga cinta pada pandangan pertama? Mungkin bisa di bilang begitu, tapi percuma saja, aku pasti hanya bertemu dengan dia kali ini saja, karena besok sore aku harus pergi lagi ke Jakarta, kemudian ke Malaysia, duh sedihnya kalau ingat hal itu’ bagi Teguh ngeliat cewek sedang bersih-bersih di halaman rumah ini sangat menghibur hatinya yang selama ini selalu tersakiti, rumah si cewek bidadari itu sudah kelihatan, ‘yah…ceweknya sudah ngga ada, pasti dia sudah masuk rumahnya nih. Kecewa deh aku, ini kesempatan terakhirku untuk tau siapa dia, tapi aku sudah gagal, memang aku tu harus menerima kegagalan ini, karena ya memang ini bukan waktunya kali.’ dia terus ontel sepeda ini, dia mau langsung kerumah lagi, sekarang sudah jam setengah enam, setengah jam lagi waktu buka puasa tiba.
Sampai lagi dia di rumah yang sudah bobrok ini, ada banyak sepeda di depan rumahnya, siapa mereka, mungkin temannya Puji, lho mereka mau pulang?
“Siapa mereka Ji?”
“Teman sekolah Puji mas, kenalin, ini Martini…” dia jabat tangan seorang cewek ABG yang sedikit kurus, tapi dia tinggi, dan dia sebut namanya ‘Teguh Prayitno’ Martini tersenyum, mungkin ada yang lucu dari namanya ini, “Yang ini Linda, panjangnya Erna Melinda sari…” sedikit gendut, di antara tiga temen Puji ini, dia paling cantik, anggun, tapi tetep aja dia gendut, tapi tidak gendut-gendut amat lah, pas untuk ukuran cewek seumuran dia, kalau dia mau diet sebulan aja deh, pasti tubuhnya sudah ngebentuk kayak body guitar, “Terus yang ini, Dewi.” Yang ini no comment, tak ada yang istimewa.
“Pada mau kemana sih?”
“Mau pulang mas, bentar lagi kan mau buka puasa.” Cewek yang Teguh jabat tangan pertama tadi yang langsung menjawab pertanyaannya dengan sigap, si Linda masih diam, Teguh lihat dia, dia ngeliat Teguh, dia senyum sama Teguh.
“Ya sudah TiTi DJ aja ya! hati-hati di jalan!” Mereka pergi, dia juga masuk ke rumahnya, di ruang tamu tidak ada apa-apa, dia langsung ke dapur, ada air teh dan satu tremos es, ‘gila banyak benget esnya, nah ini yang aku cari, klapa muda’ dia yang memetik tadi siang, dia mau makan es klapa mudanya, ‘eh tunggu dulu!, belum adzan magrib, belum waktunya buka puasa, siapin aja dulu bawa ke ruang tamu’ sambil menunggu adzan dia mainan HP dulu, ‘main catur aja lah’.
__ADS_1
***