
Pernikahan Kasmini dengan Ayob sangat berpengaruh pada pribadi Teguh. Dia juga sudah lama bisa menyisihkan nama Tri Nur Hayati, cinta monyetnya yang juga cinta pertamanya, dan yang menggantikannya adalah Susilowati Nur Azizah, namun karena sesuatu hal akhirnya dia pun berhasil kembali menghapus nama itu di hatinya. Otak Teguh terbukti juga bahwa dia memang bukan Idiot yang harus di perhatikan karena begitu menyedihkan, tapi dia adalah Idiot yang harus di perhatikan karena dia begitu istimewa, di kenaikan kelas kemarin dia pun mendapatkan rangking di kelasnya. Sungguh perubahan yang sangat luar biasa sekali, selain itu dia juga akhirnya bisa masuk di kelas jurusan IPA saat dia masuk kelas dua SMA
Teguh kelas dua SMA, Teguh adalah seorang anggota pramuka, dan dia juga seorang anggota theater. Dia sudah menetapkan untuk mendalami dunia seni, walaupun mamanya pernah memintanya untuk menjadi seorang dokter, dia merasa tidak mampu bila harus menjadi seorang dokter, ya akhirnya dia tetap memilih jalan hidupnya sendiri. Teguh mendapat tugas dari kak Iyas seorang guru theaternya untuk berkolaborasi dengan anggota sastra untuk sebuah puisi. Di sastra itu ada lima anggota cewek, mereka adalah Ises kls dua, Phini kls dua, Yuni kls dua, Aisyah kls dua juga, Ayunda kls dua, dan Azka dia kls satu sendiri, cowoknya cuman satu, Firman aja, dari kesemuanya yang Teguh kenal cuman satu, yaitu Firman. Ceweknya juga satu, Yuni, cewek berdarah Bali yang tomboy, yang lain baru bermuajahah, atau bertatap muka. Dalam waktu seminggu, yaitu masa berlatih, Teguh dapat merampas tiga perhatian cewek sastra, Azka, Ises, dan Phini, gila kan tu anak? Latihan selesai penampilan pun sudah berlalu, mereka kembali ke alamnya masing-masing, yang kelas satu, kembali ke kelas satu, yang kelas dua juga begitu, mereka kembali menjadi pelajar yang setiap saat harus berhadapan dengan seorang guru dan setumpuk buku, tapi di luar alamnya mereka sudah akrab dengan Teguh, Teguh mulai tertarik pada pesona wajah Azka yang sedikit manja, Teguh pun mulai mengorek data diri sang pujangga, Azka Daulia belum sempurna informasinya, Phini selalu memberi signal karena dia selalu mencari perhatiannya, Teguh tak sia-siakan kesempatan, tak lama kemudian Ises mulai curhat kepadanya tentang cowoknya yang selama ini selalu cuek sama dia, Teguh pun membuka lebar dadanya untuk Ises bersandar. Tiga cewek, dalam satu masa? sudah gitu Teguh jadi TTM tiga cewek, hatinya mulai bimbang, Teguh mulai memerlukan teman untuk bersandar, dialah Tri Arsyilah Hanif yang mampu memberi komentar, “Gila lu ya Guh? Tiga cewek sekaligus?”
“Ngga tau ni Ar, tapi Ar, mereka mempunyai kelebihan masing-masing.”
“Inget Guh, ini kan pertama lu mau cari cewek, jangan sampai lu nyesel kemudian, karena penyesalan di belakang itu ngga berguna.” Sepertinya Arsyi mencoba mengingatkan Teguh dengan kata-kata mutiara yang dia contek dari buku, entah apa judul buku itu.
“Iya Arsyi, gue ngerti kok”
“Lebih baik lu tunggu sebulan atau dua bulan dulu Guh! Biar keliatan aslinya mereka, karena pandangan pertama itu tidak selalu bener, bisa menjerumuskan kita.”
Teguh mulai bingung, tapi, ada yang lebih dahsyat lagi, Teguh kan emang suka main bola sepak, nah pada suatu hari Teguh ngeliat di lapangan bola ada seorang pemain bola, tapi dia bukan Ronaldowati, dia ngga botak, sudah tentu itu cewek lagi main bola, waktu sedang istirahat di sapanyalah sang cewek.
“Hai… ngga capek apa main bola?” cewek itu cuek bebek, tapi kemudian dia tersenyum, ser…perasaan Teguh berdesir. “Boleh tau nama kamu ngga?” gila Teguh to the point abiz, tapi ceweknya terus gimana ya? Ya cewek itu langsung kabur, tapi cewek itu masih tersenyum, membuat Teguh juga ikut tersenyum lebar. Teguh pantang menyerah, di dekatilah pemain bola wanita yang lain.
“Eh dek, itu cewek yang pake kaos kuning nomer sembilan siapa namanya ya?”
“O…dia Lejarti kak, kelas Ic.”
“O…Lejarti ya, makasih ya dek!” hebat si Teguh, sekarang Teguh sedang memasang strategi.
Lapangan sudah sepi si Lejarti hendak pulang ke asrama Nisa’(perempuan), nah sekaranglah saatnya Teguh beraksi.
“Boleh gue duduk di sini?”
“Duduk aja!” Teguh pasti seneng banget lah, tapi begitu Teguh duduk, e…Lejarti malah bangun.
“Lho kok kamu bangun?”
“Ya iyalah gue kan mau pulang.”
“Ooo…? Boleh gue anterin?”
__ADS_1
“Aku bisa kok pulang sendiri, asramnya kan deket dari sini.”
“Ayolah mba Lee!” Teguh mencoba merayu Lejarti.
“Apa? Mba Lee? Emang kamu tau namaku?”
“Ya iya lah Lejarti, baguskan nama kamu yang baru? Mba Lee.” Sejenak Lejarti terdiam tapi kemudian…
“Baiklah, kamu menang kali ini, yuk pulang!” gila tak bisa di percaya, Teguh bisa ngerayu Lejarti, berarti sekarang Empat dong?
Masih ada satu lagi, Teguh kan juga anggota pramuka, Teguh sedang bertugas mengikat tongkat-tongkat tuk di jadikan gapura, nah ketika mengikat tongkat itu, dia sedang sendiri, tiba-tiba…
“Aku boleh ikut mengikat ngga?” Teguh terkejut, ‘siapa cewek ini?’ Pikirnya, tapi namanya juga Teguh Prayitno.
“Oh…boleh! Bisa ngga?”
“Mangkanya ajarin dong Guh!”
“Siapa yang ngga kenal Teguh gitu.” tanpa sepengetahuan cewek itu, Teguh memperhatikan Wajah cewek itu, cantik, imut, manja.
“Emang kamu tau dari mana namaku Teguh?”
“Kamu kan sering manggung di pentas, ya…aku tau lah nama kamu.”
“Jadi waktu aku di atas panggung, aku sebutin ‘oi namaku Teguh Prayitno’ gitu ya?”
“Ya enggak lah Teguh.”
“Terus?” Teguh terus memancing cewek itu berbicara, sedang dia malah asyik terus memandangi Wajahnya yang begitu manis manja, mau di taruh di mana aja ni cewek pasti bakal banyak semut yang mendekatinya, kan dia manis.
“Ya, aku tanya sama temen, ‘siapa tu yang lagi ada di panggung?’ gitu.”
“Wah ternyata selama ini aku sudah di perhatikan sama cewek secantik kamu toh?”
__ADS_1
“Idih, GR deh.”
“Terus cara aku tau nama kamu gimana?”
“Ya…tanya aja sama temen kamu, siapa sih yang ngga kenal aku, Intan Sari Indah Sundari Tamrin cute gitu loh.”
“Wah susah juga ya? Namanya ngga beda sama kreta api sawunggalih utama, panjang!”
“Udah ya! Aku mau kabur, jangan bilang pelatih ya, aku BT’ di sini.”
Intan Sari Indah Sundari Tamrin, gila ngga tu anak, lima cewek! Tapi status mereka belum ada yang jelas. Lagi-lagi Teguh lari ke Arsyi, tapi Arsyi kali ini hanya bisa menggelengkan kepala.
“Ampun Guh! gue ngga ikut Campur ye.”
“Mereka bikin gue bingung, pusing gue Ar, gue butuh solusi Arsyi!”
“Lebih baik lu segera ke Psikiater deh Guh! Kalau ngga, gue anterin lu ke rumah sakit jiwa ya!”
Emang bener kali ya si Arsyi tu, Teguh emang sudah gila kali ya? naksir cewek kok sampe lima orang? Apa ini bisa di bilang Playboy? tapi Teguh sendiri tak mau di bilang Playboy, katanya Playboy tu jahat, dia hanya mempermainkan perasaan cewek, kalau dia tidak, dia akan mencari sebanyak-banyaknya cewek, tapi yang akan berhak mendapat cinta sejatinya hanya satu. Siapa dia? ya dia yang sekarang sedang di cari Teguh. Apa bedanya sama Playboy dong? Kalau Playboy mengumbar pesona, memikat cewek yang dia suka dengan segala cara, lalu dia macarin cewek itu, dia bilang dia mencintai cewek itu, tapi nyatanya setelah segalanya di dapatkannya sang cewek di tinggalin begitu saja. Kalau Teguh sebaliknya, dia akan mencoba melindungi, membuat sang cewek yang dia suka tetap tersenyum, dan mencoba mencari sisi baik sang cewek, kalau tidak ada baiknya ya dia tinggalin, atau emang sang cewek tak suka sama dia lebih baik dia yang mundur. Perfack! Teguh emang pantas di bilang Si Idiot. dia sungguh berbeda dengan kebanyakan orang di bumi ini.
Tidak di sangka Teguh mendapatkan seorang teman cewek lagi, Sewaktu Teguh lagi santai di teras rumah di rumah bapaknya sewaktu dia baru kembali dari kampungnya, karena semenjak Mamanya jadi orang Malaysia dia membagi liburannya sebagian dia habiskan di rumah bapaknya, sambil membaca scenario sekedar untuk berlatih, lewatlah sesosok cewek di depan pagar rumahnya, Adik tiri Teguh memanggilnya.
“Teh Yani! Mampir teh!” ‘Siapa tu cewek?’ Teguh bertanya dalam hati, Yani pun mampir, tapi Teguh masih terus sibuk dengan scenarionya.
“Gi latian ya Guh?” Teguh langsung ninggalin scenarionya dan merespon Yani.
“Lu kenal nama gue?”
“Siapa sih yang ngga kenal nama kamu? Teguh Prayitno.”
“Ah elu bisa aja.” Dari sini lah Teguh dan Yani mulai saling mengenal, Teguh nganggep Yani adalah sahabat, karena Teguh sekarang sedang memikirkan lima cewek yang berbeda. Teguh cuek sama Yani, tapi Yani terus berusaha mendekati Teguh.
***
__ADS_1