
Kali ini dia memang memerlukan bantuan orang lain, Fery adalah orangnya, karena dia adalah sahabat Rany dari kecil.
“Fer, menurut kamu aku cocok ngga kalo dengan Rany?”
“Kamu suka sama Rany lik?” Fery tersenyum.
“Ya begitulah Fer.” Kemudian Teguh memperlihatkan beberapa sms yang dia terima dari Rany tentang curhatnya.
“Jadi kamu curhat sama Rany tentang kamu yang cinta sama dia?” Fery diam sejenak tanpa berkomentar begitu Teguh mengangguk untuk memberi tahukan Fery kebenarannya, “Rany emang sudah dewasa banget Lik, kalau dia sama kamu ya,,,” dia pun kembali diam dan tersenyum seperti tidak percaya, “cocok lah lik, aku dukung sahabatku sama liliku.” Dia pun kemudian tertawa terbahak-bahak, ada yang menggelitik memang di kisah yang satu ini, tapi memang Fery sangat mendukung kalau seandainya Rany dengan Liliknya itu, sebab Fery juga tau persis siapa Rany, dia adalah cewek yang mempunyai jiwa setia, hal itu juga Fery utarakan pada Liliknya.
Mendengar informasi tentang Rany, kepribadiannya dan permasalahannya dengan cowoknya dari Fery, Teguh pun mempunyai rencana yang sedikit bisa di katakan jahat, sebenarnya Teguh tak ada niat untuk berbuat jahat pada Rany, dia hanya penasaran apakah memang Rany tipe cewek setia seperti yang Fery sampaikan padanya? Dia pun mulai menjalankan aksinya begitu telpon dan smsnya tak pernah lagi di perdulika oleh Rany, Teguh pun yakin kalau Rany sudah mengetahui siapa cewek yang ada dalam ceritanya, dia pun nekat.
“Ran, aku mohon maaf jika selama ini aku sudah menggagu Rany, sebenarnya cewek yang ada dalam ceritaku itu adalah Rany.”
“mungkin aku sudah terlalu berani mengungkapkan perasaanku ini pada Rany, aku sadar kalau Rany sudah ada yang punya.”
“aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri bahwa aku sayang sama Rany, aku mencintai Rany, aku tak perduli apa kata Rany setelah tau kebenaran ini.” Teguh pun merasa lega telah berhasil menumpahkan isi hatinya pada orang yang di cintainya walaupun hanya lewat sms, dia tak akan berani bila melalui telpon, mungkin dia akan lebih berani bila langsung bertatap muka, tapi jarak terlalu jauh memisahkan mereka, kini dia sedang menunggu jawaban sms dari Rany.
Tiga jam kemudian jawaban sms pun sampai, kata demi kata dia baca dengan seksama, meskipun dia sudah yakin akan jawaban sms dari Rany, bahwa dia akan tersakita, dia berkeyakinan seperti itu atas dasar informasi dari Fery bahwa Rany adalah tipe cewek setia.
“Sebelumnya Rany mohon maaf pa bila sms Rany akan menyakiti hati mas Teguh, Rany malah senang karena masih ada orang yang sayang sama Rany, tapi maaf mas, cinta Rany tidak akan terbagi, Rany hanya akan memberikan cinta Rany untuk kekasih Rany, alangkah baiknya kalau mas Teguh menjadi sahabat Rany.” Teguh sudah menduga sebelumnya, dan dugaan Teguh memang tidak meleset, Teguh sudah terbiasa dengan hal semacam ini, sms dari Rany tidak membuat Teguh patah hati, dia justru semakin kagum dengan kepribadian Rany, dia merasa jiwanya dengan jiwa Rany itu sama, sama-sama jiwa setia, hanya saja nasibnya dengan nasib Rany berlainan, sungguh Teguh akan merasa sangat bahagia bila Alloh memang mentakdirkan Rany adalah jodohnya.
Kejujuran Rany tidak membuat komunikasi mereka tersendat, mereka masih berkomunikasi dengan sms, namun itu hanya berjalan beberapa hari saja, karena ternyata Teguh melakukan kesalahan yang fatal.
Ia menulis sebuah catatan di facebook tentang perasaannya pada Rany, dia tidak tau kalau ternyata cowoknya Rany suka membuka facebooknya Rany, tapi sebenarnya awal kesalahan bukan dari Teguh tapi dari kelalaian Rany sendiri yang tidak menghapus semua sms dari Teguh hingga akhirnya cowoknya Rany membaca semua kejujuran hati Teguh. Pertengkaran antara Rany dan cowoknya pun terjadi, Teguh mendapat semua informasi ini dari Fery karena Rany selalu curhat padanya, dan Fery menyampikan pada Teguh, informasi ini membuat Teguh jadi berang, dia jadi ilfil pada cowoknya Rany, ‘kenapa dia malah marah pada Rany bukan marah padaku?’ tanyanya dalam hati.
Dua hari kemudian setelah dia menulis sebuah catatan untuk Rany dengan judul “Cinta Terakhirku” Rany mengometari catatan itu dengan halus.
“Dunia ini tak seluas daun kelor, masih banyak wanita lain di bumi ini mas, jangan lah terlalu berharap pada cintaku, karena aku sudah memberikan cintaku hanya untuk pacarku.”
Teguh pun kemudian mulai melupakan segalanya, dia abaikan perasaanya pada Rany, hari-hari dia lalui dengan keceriaan tanpa dia tahu apa yang terjadi antara Rany dan cowoknya, dia pun bertemu dengan teman lamanya, teman semasa mereka masih SD, dia pun sedikit curhat tentang apa yang dia alami selama ini, namanya adalah Wagiman, dia pun memberikan saran yang positive pada Teguh tentang arti sebuah cinta.
“Kamu tau ngga Guh, arti dari cinta sejati?”
__ADS_1
“Ya cinta sampai mati.” Wagiman sedikit tertawa mendengar jawaban dari Teguh.
“Kamu pasti terlalu sering nonton film romatis ya!” Teguh masih belum mengerti maksud sahabat masa kecilnya itu, “coba deh kamu perhatikan realita kehidupan di dunia ini, apa kah ada seorang istri yang melihat suaminya mati kemudian dia ikut mati? Atau sebaliknya?” Teguh pun mulai mengerti sedikit makna pembicaraan Wagiman.
“Iya juga ya?”
“Ada Guh cerita seperti itu, kisah Romeo end Juliet, tapi itu hanya ada di kisah saja, di dunia ini nonsen, ya walaupun ada tapi masih bisa di hitung dengan jari.” Teguh masih mencoba meresapi kalimat yang Wagiman utarakan padanya. “terus bagimana mengartikan cinta sejati itu? Kamu pasti bertanya seperti itu kan?” Wagiman seperti seorang penceramah kelas unggulan dan Teguh masih menjadi audiens yang baik.
“Cinta sejati di dunia ini ada tiga Guh! Yang pertama pada sang pencipta, yang ke dua yang melahirkan kita, dan yang ketiga?”
“Pada siapa Wa?” Teguh penasaran karena Wagiman langsung diam begitu menyebut cinta sejati yang ketiga.
“Ya tentu pada selain Alloh dan ibu kita.”
“Iya tapi pada siapa?”
“Susah Guh ngejelasinnya.”
“Iya aku tau itu Guh. Jadi begini Guh, cinta sejati itu bisa di bilang cinta sejati apabila...” Wagiman kembali bingung menjabarkan kalimatnya. “Cinta sejati itu kita berhenti mencintai apapila yang kita cintai tidak merasa bahagia.” Akhirnya Wagiman merasa puas begitu dia berhasil menjabarkan arti cinta sejati.
“Itu artinya pa bila Rany adalah cinta sejatiku aku harus berhenti mencintainya karena dia sudah bahagia dengan yang lain?”
“Bukan begitu Guh! Begini, sekarang aku tanya, kamu mencintai Rany?”
“Iya.”
“Rany mencintaimu?”
“Ngga tau, tapi yang jelas dia sudah mempunyai pacar.”
“Pacar belum tentu cinta Guh!”
“Kok bisa?”
__ADS_1
“Nyatanya mereka masih bisa putus?”
“Lalu cinta yang ingin kamu jelaskan padaku tu cinta yang seperti apa?”
“Cinta yang akan membawa mereka bertemu di Shorga.” Wagiman tersenyum, “ngga ngerti kan? Mencintai anak yatim, mencintai Fakir miskin.”
“Ah kamu bisa aja, bikin aku penasaran aja.” Mereka langsung tertawa terbahak-bahak.
“Lagian kamu serius banget, sudah deh mendingan sekarang rileks, toh kalo emang Rany jodohmu, pasti dia akan bertemu lagi sama kamu, dan dia akan menyerahkan cintanya untukmu.”
“Kalau enggak?”
“Ya itu sih derita elo.” Keakraban mereka masih terus berlangsung, dan pelajaran cinta dari Wagiman sangat berguna sekali buat seorang Teguh Prayitno, dia pun mulai memikirkan kembali seorang gadis yang sangat dia harapkan balasan cintanya.
Teguh sudah menyadari segalanya, selama ini dia adalah “Sang Pencari Sejati” akhirnya dia menemukan juga arti dari sejati itu, Sejati itu sama dengan Ikhlas, Sejati itu sama dengan Sabar, Sejati itu sama dengan Besar. Sama artinya sejati adalah mengiklaskan segala apa yang harus dia korbankan, apa yang harus dia tinggalkan, apa yang harus dia lupakan, dan apa yang harus dia lakukan, sabar dalam menghadapi ujian, tantangan, dan cobaan, baik itu menyenangkan ataupun menyedihkan, maka dia akan menjadi orang yang besar, orang yang akan di pandang besar oleh orang lain, kini Teguh belum menemukan sejati pada dirinya.
***
Sejati, dia sekarang sedang ingin mendekati sejati dengan cara mengiklaskan Rany untuk yang Rany kasihi, seharian ini Teguh terus mengirim sms pada Rany dan menceritakan tentang arti sejati seperti yang di terangkan Wagiman padanya, namun bersama dengan itu rupanya kesabaran juga harus dia lakukan pada hari ini.
April 2012
Dua hari kemudian, hapenya mati, mati total dia tak punya hape lagi dan semua kenangan sms dari Rany yang masih tersimpan di hape pun tak bisa lagi dia baca, tapi sepertinya dia sudah berhasil menerapkan sejati pada jiwanya, dia masih bisa bersabar, dia pun meminta hape milik byunge untuk dia pake, kartu perdana pun dia beli, dan kartu yang lama dia simpan, di kartu yang lama tidak ada nomer hape maupun sms, semua tertinggal di hape, dia berhasil sabar menghadapi cobaan ini.
Waktu berjalan lagi tanpa ada yang istimewa buat seorang Teguh Prayitno, masalah asmara sudah kembali dia lupakan, dia pun kembali mengikrarkan janji pada dirinya sendiri, tak akan ada lagi seorang wanita pun untuk hatinya kecuali seorang istri yang akan mendapinginya kelak bila dia menemukan cinta terakhirnya.
Kembali dia di uji kesabarannya, kali ini Laptop yang sangat dia sayangi heng, dan dia tak bisa lagi mengoprasikannya untuk menulis, ataupun untuk lainnya, dia pun kini hanya punya sebuah handycam yang masih sangat berarti untuk dirinya, dia pun kembali berjanji pada dirinya sendiri, dia akan menulis semua yang dia alami selama hidupnya setelah Laptopnya bisa di oprasikan lagi, dan ending dari kisahnya adalah Rany.
Begitu Laptopnya sudah pulih, dia pun mulai memenuhu janjinya untuk menulis kisah perjalanan hidupnya dia memberi judul buku yang ingin dia tulis dengan judul ‘Sang Pencari Sejati’ tapi belum selesai dia menulis buku itu, giliran Handycamnya yang mati, rencananya untuk membuat Film dengan teman-temannya pun harus pupus.
Hancurlah semua harapan, mimpi dan semuanya, tapi ada yang dia dapat dari perjalanan hidupnya selama ini, Dia berhasil menemukan sejati pada dirinya, meskipun semuanya telah musnah, tapi dia tidak merasa bersedih karena kehilangan semua itu, dia pun menerima semuanya dengan lapang dada, ikhlas dan sabar akan membuatnya besar kelak.
***
__ADS_1