
Sekarang musim rambutan Teguh sedang metik buah rambutan di pinggir rumah uwa’nya, nah si Titi ada di depan rumah uwa’nya.
“Mas! Sekalian dong buat Titi, Titi juga mau.” dia masih di atas pohon, dia bingung mau metik yang mana, sedangkan pohonnya banyak semut , di tambah dia sempet ngeliat wajah manjanya Titi waktu minta di petikin rambutan, langsung aja dia petik rambutan sebanyak mungkin, habis itu dia langsung turun, turunnya itu yang jadi masalah, kalau pernah ngeliat monyet turun dari pohon, ya…itu dia, persis seperti dia, nylarak dari atas sampai akar, habis itu langsung dia lepas bajunya, di garuk-garuk punggungnya, semut ada di mana-mana, sewaktu dia lihat ke arah Titi dan semua orang yang ada di sana, pada ketawa semua, kecuali dia tentunya, Teguh cuman bisa mringis sambil menahan gigitan semut yang ada di dalam celananya, (oups…sorry), Anunya juga jadi korban, dia langsung lari masuk rumah uwa’nya tanpa perduli dengan rambutan hasil jerih payahnya tadi, dia langsung lepas celananya, tapi ****** ******** tidak dia lepas, tenang aja, langsung di hajarnya semut nakal itu, lega rasanya. Dan bener-bener, sewaktu dia ngaca, sudah kayak orang kena cacar, tapi dia menganggap itu kan cuman kisah kecil yang bagi dia tak ada artinya, toh dia begitu karena makhluk Alloh juga, kalau tidak begitu kan pasti Titi yang sekarang mungkin sedang makan rambutan di depan rumah uwa’nya tidak bakal tertawa, dan menampakan senyuman yang amat manis. Habis kejadian itu, kejadian di mana Teguh turun dari pohon rambutan dengan gaya monyet di gigitin semut, dan setelah kejadian sekujur tubuhnya penuh dengan bintik-bintik merah akibat gigitan semut, dia langsung nemuin Titi di depan, dan begitu Titi ngeliat dia, Titi masih mencoba menahan tawanya, Teguh pun mengakui, emang dia cantik, apa lagi kalau dia sedang mengumbar senyumnya, bedegh… Sekarang dia lagi terus mengunyah rambutan yang sudah Teguh petik tadi.
“Makasih ya mas rambutannya!” dia masih saja mencoba menahan tawanya, ekspresi Teguh waktu baru turun dari pohon rambutan tadi memang sangat lucu, sampai orang yang ngeliat pengennya ketawa melulu.
“Manis ngga Ti?”
“Manis kok, mas mau coba?”
“Ngga ah.. semanis apa pun rasa rambutan itu, ngga akan bisa mengalahkan manisnya wajah Titi sekarang ini.” Titi tersipu malu dan tersenyum makin terlihat manisnya .
“Ah gombal!” Titi mengambil satu rambutan dan mengupasnya, “Coba deh mas! Ini kan juga rambutan punya Mas Teguh.” Dia mau menyuapkan rambutan yang sudah terkupas itu, “Mas mau? Nih kupas sendiri!” ‘eh sialan!’ batin Teguh, Rambutan yang sudah dia kupas langsung dia masukkan ke dalam mulutnya, dan Teguh di kasih yang masih berkulit dan ada semutnya lagi. Dongkol juga hatinya, tapi dia juga sudah menduga, mana mungkin Titi mau nyuapin dia. memang dia siapanya? Teguh pun terpaksa terima candaannya ‘liat aja suatu hari nanti dia pasti bakal nyuapin makan aku,’ ancam Teguh dalam hati, sekarang dia mau ambil hape Titi.
“Eh mau ngapain mas?”
“Ngga! Cuman buat miss call ke hape mas, ada pulsanya kan?”
“Ada…” langsung dia miss call nomer hapenya sendiri, tapi bukan itu sebenernya pokok pembicaraannya saat ini.
“Ti, mas mau ke Malaysia nih, Titi mau titip apa?” ini pokok utamanya, dia mau pamitan sama Titi kalau dia mau pergi jauh dari Titi, tapi sepertinya Titi tak merespon pembicaran ini Titi hanya menanggapi pamitannya saja.
“Ngapain mas ke sana?”
__ADS_1
“Ya, pengen main aja ketemu sama mama di sana, Titi mau di bawain apa?” Titi diam seribu makna, bisa karena bingung mau minta apa, bisa juga karena bingung mau nolak, tapi kemudian dia menjawab.
“Kalau Titi minta di bawakan hape yang bisa buat 3G boleh ngga?” ‘hah???? hape buat 3G, yang kayak gimana tu hape ya?’ Teguh pun bingung dia baru denger istilah 3G, sekarang gilirannya yang terdiam tanpa makna, otomatis dia akan menjawab ‘okelah’ tapi itu bukan jawabannya sebenarnya.
“Emang ni hape siapa? kok minta hape lagi?”
“Ya itu hape Titi, tapi kan belum bisa buat 3G.”
“Oke!...eh maksudku, suatu saat nanti deh, aku pasti bisa beliin Titi hape yang seperti itu, tapi aku ngga janji ya!”
Setelah pembicaraan yang ngga jelas itu Teguh pamitan lagi sama Titi, meskipun tanpa cupika-cupiki, tanpa menyentuh kulit sama sekali, tapi ada yang aneh, perasaan berat menyelinap di hatinya, perasaan berat untuk ninggalin Titi, seperti dia ini mengangkat jangkar kapal laut sendirian, tapi rasanya tidak mungkin, ya… kecuali dia ini Hercules tapi nyatanya dia hanyalah seorang Teguh Prayitno.
Hari ini dia harus melupakan segalanya, dia harus mengubur dalam-dalam impiannya, keinginan tuk menjadi actor, tuk menjadi seorang sutradara, tuk membuat film, tuk berpartisipasi dalam dunia perfilman Indonesia. Dan dia bener-bener harus membuang jauh-jauh semua itu. Kalau cinta, memang saat ini dia sedang tak punya cinta, bukannya dia tak punya cinta, tapi dia sedang tidak bercinta, sebenernya dia pengen bercinta, tapi orang yang ingin dia kasih cinta belum dia temukan, atau mungkin dia emang tidak akan ngedapatin orang yang memang butuh cintanya, ini bukan do’a dan ini juga bukan kutukan, saat ini dia masih terus mencari, dan terus mencari, tanpa pernah dia merasa bosan tuk terus mencari. Dia pun tak mengerti kenapa begitu banyak cinta yang dia temukan, dan mengapa cinta itu selalu menyiksanya, mungkinkah cinta yang dia cari sekarang sedang menunggunya di negri jiran? Entahlah, semua sudah di atur sama DIA, DIA yang menciptakan segalanya, DIA yang membuat cinta ada.
Sebulan di Malaysia, dia merasa BT’, bosen, dia ingin sekali balik ke Indonesia, di sini dia tak ada teman main, kalau anak-anak ada, tapi anak-anak kecil, anak ingusan, anak-anak yang sebaya dengannya tak ada yang nganggur, mereka sudah pada kerja semua, tak lama kemudian dia pun merancang berbagai cara supaya dia bisa kembali ke jawa.
***
Sekarang Teguh sudah di rumah uwa’nya, sudah pasti dia mau nemui cewek yang namanya Titi, ternyata dia memang kangen sama Titi, tapi dia tak tau, apa ini namanya cinta? lihat aja nanti, dia pun melihat Titi, dia jadi grogi mau ketemu sama Titi.
“Eh mas Teguh, pa kabar? Katanya ke Malaysia? Mana oleh-olehnya? Katanya mau bawain Titi hape yang bisa buat 3G an?” Titi manja banget sama Teguh, dia manis kalau lagi manja, justu itu yang Teguh seneng dari setiap wanita, MANJA, tapi manjanya ngga keterlaluan.
“Kan mas ke Malaysia cuman main aja, pengen ketemu sama mama.”
__ADS_1
“Bawa hape ngga mas? Pinjem dong!”
“Mang hape Titi kenapa?”
“Lagi rusak, katanya sih mau di beliin sama mamasku yang di Jakarta.” dia keluarin hapenya.
“Boleh ya Titi pinjem!” Titi langsung menyambar hapenya.
“Baru ya mas? Ih ada kameranya, Titi bawa ya!” Titi langsung pergi, Dan Teguh? dia cuman bengong, bingung, kegirangan, terlalu bahagia karena bisa melihat wajah manjanya Titi Haryanti. Aslinya Teguh tau siapa Titi, karena Titi itu adik kelasnya waktu SD, jadi waktu Teguh kelas 6SD, Titi baru kelas 3SD. Teguh kebingungan dan menunggunya di teras depan rumahnya.
“Nih mas! Lama ya? maaf ya! makasih juga deh!”
“Ngga apa-apa kok, mas minta imbalannya ya!” Teguh potret wajahnya, tapi dia pinter menghindar, jadi? Ya gagal deh.
“Ngapain sih mas? Di situ kan sudah ada, dua lho mas.” Dia tak percaya namun kemudian dia mencarinya, dan bener aja, ada dua photo Titi dengan pose yang sangat manis, jelas sekali manja di wajahnya, sudah tentu dia sangat teramat, dan paling bahagia saat ini, mudah-mudahan ini awal yang baik buat dia pedekate sama Titi. Amiiiiiiiiinnn….
Hampir setiap hari, dia main ke rumahnya, dan hampir setiap hari juga hapenya jadi mainan rutin Titi, dan suatu hari Titi mengembalikan hapenya dengan gambar dinding hapenya terpampang wajah manis Titi, saat itu dia sempet berkata, walau hanya dalam hati.
“Ni gambar ngga akan aku hapus, sampai Titi sendiri yang menghapusnya, atau sampai HP ini sudah ngga lagi milikku.” HP seperti apa yang Teguh punya? Nokia6610i.
Sayangnya, dia sudah bosan di rumah mulu, dia pengen ke Jakarta lagi, dia belum kapok, dia pengen terus mengejar mimpinya, dan mimpinya adalah pengen jadi sutradara! Ngapain harus ke Jakarta? Kalau pengen jadi sutradara ya tinggal buat aja! Banyak alasannya, kenapa dia harus ke Jakarta, kayaknya dia tidak perlu ngejelasin alasannya ini, mungkin besok atau lusa dia berangkat lagi ke Jakarta. terus Titi? Ah dia mah nomer sekian, sekarang nomer pertama adalah SUTRADARA!
***
__ADS_1