
Langsung aja kali ya aku hubungi dia?’ langsung sekarang juga, dia langsung pencet nomer-nomer yang ada di telapak tangan kirinya, langsung tekan ok! dia tunggu sebentar, ‘Tulalit’ ‘kok ngga nyambung? Wah! Ada yang salah nih, jangan-jangan ada yang hilang dari nomer Ayu ini, duh! Gimana dong?’ dia semakin panik, dia berfikir siapa yang bisa nolongin dia? satu-satunya orang yang bisa nolong dia saat ini adalah Tian, langsung aja dia temuin Tian, ke ITC lagi, ini masalah besar, ‘Iya deh aku ke ITC lagi nih?’
“Hallo Tian! Sampai lagi aku di sini.”
“Ngapain?”
“Ya elah, galak amat sih? Kemaren aku sudah nemuin Lusi lho.” Dia cari basa-basi untuk memulai percakapannya, dia pun ngomongin Lusi, jadi dia kan tidak sengaja nyakitin Lusi yang sempet suka sama dia, nah si Lusi tu berang banget sama Teguh, marah, gara-gara itulah mangkanya kemaren dia sudah minta maaf sama Lusi, begini ceritanya kemaren.
“Hai Lusi?”
“Ngapain lu kesini?”
“Ya elah, segitunya lu sama gue.” jelek-jelek begitu masih ada yang naksir juga.
“Lu marah sama gue ya Lus?”
“Marah banget!”
“Ya kalau gitu sekarang penjahat mau minta maaf.”
“Emang elu penjahat!”
“Mangkanya ni penjahat mau minta maaf! Di maafin ngga?”
“Oh…iya, sudah gue maafin dari dulu.”
“Sorry banget ya Lus! gue ngga sengaja sudah nyakitin elu, lagian gue lagi pusing sih waktu itu.”
__ADS_1
“Ya elu pusing, marahnya sama gue.”
“Iya deh gue minta maaf ya!”
Begitu ceritanya, nah sekarang Teguh mau ngebahas soal nomer Ayu.
“Tian! Tau ngga ni nomer siapa?” dia kasihin hapenya, Tian ngeliat nomernya, dia curiga sama Teguh, terus dia buka hapenya, dia pasti lagi memastikan nomer Ayu.
“Dapet dari mana lu?”
“Ya dari orangnya lah, tapi kok ngga bisa di hubungi ya?”
“Bo’ong! Elu nyuri kali dari hape Ayu?!”
“Bener Yan! gue di kasih langsung sama Ayu!”
“Ya…kali aja emang sengaja Ayu buat ada yang salah.” Bisa juga tuh, tapi dia harus dapat nomer Ayu yang lengkap, gimana caranya? Putar otak dulu! Nah!...dia tau caranya, begini caranya…
“Aku lagi ngga ada pulsa.”
“Sms aja!”
“Sms juga ngga bisa.” Wah parah nih anak!
“Ya sudah ni hape pake! Atau sms atau apalah terserah elu! Ntar nomernya hapus lagi, kalau emang menurut elu gue ngga bisa di percaya!” Tian pikir-pikir juga, kemenangan sudah di depan mata.
“Ya sudah sini biar gue sms Ayu.” Itulah yang di harapkannya! Dia tidak berharap Ayu balas sms Tian pake hapenya, tapi Teguh tau kalau Ayu tidak tau namanya? pasti dia nanti bakalan bingung, dan ngebales sms ke nomernya, sekarang dia harus segera pulang!
__ADS_1
“Udah di hapus?”
“Udah” jawab Tian.
“Makasih ya Tian! gue pulang dulu!” dia pulang aja langsung tak usah mampir-mampir lagi!
Sekarang selain Teguh kerja di PIM2 dia juga sering ke ITC, dia jadi sering ke tempat Ayu, sekarang banyak sedikit dia sudah tau siapa Ayu, nama aslinya adalah Astuti Tri Ratna Hartayu, punya saudara kandung tiga, ternyata dia asli orang Jawa Timur, dia besar di Riau, mangkanya bahasa jawanya kurang, sekarang dia sedang menunggu sebuah jawaban, kan dulu dia sudah pernah bilang, dia belum percaya kalau bukan Ayu sendiri yang kasih tau dia bahwa dia itu sudah punya cowok, aslinya temen-temennya semua ngedukung usahanya, kata Rian gini …
“Selama janur kuning belum melengkung di halaman, jangan pernah menyerah!” lain lagi sama Iwan.
“Emang lu goblok ya Guh, ngapain lu perhatikan cewek yang sudah punya cowok? Emang ngga ada cewek lain di dunia ini?” bener juga ya, ngapain juga dia memperhatikan Ayu, menyayangi Ayu, apa lagi mencintai Ayu, toh Ayu juga ngga cinta sama dia, ini lah cinta, dia belum tau apakah ini yang namanya cinta sejati, bukankah cinta sejati adalah cinta antara dua manusia yang saling mencintai? Dia masih yakin suatu saat nanti apa bila aku mencintai seseorang dengan cinta yang tulus, maka seseorang itu akan mencintainya dengan cinta yang sama, dia berharap Ayu lah orang itu, dia berharap banget, tapi untuk sekian kalinya dia ucapin, bahwa dia sudah siap menerima jawaban dari Ayu, seperti sekarang dia sedang berbasa-basi sama Ayu, tentu arah tujuannya ke sana, banyak pertanyaan yang sudah dia lontarkan pada Ayu, sekarang dia pengen tanya satu hal pada Ayu, yang jawabanya sangat penting baginya.
“Temen Ayu ngga pada datang ke sini?”
“Sering Guh, ganti-ganti, banyak banget.”
“Kalau cowoknya Ayu?”
“Kadang-kadang.” Grrrrrrrrrr... gludughhhhh jegerrrrrr… jegerrrr hancurrrrrr… hatinya, itu artinya Ayu bener sudah punya cowok. “Dulu sering, sekarang cowok Ayu lagi sibuk kuliah, dia di jurusan kedokteran.” rasanya dia pengen nangis, tapi dia tidak boleh nangis, bukankah dia sudah bilang tadi, dia harus siap apapun yang akan Ayu katakan, usai sudah semua harapan Teguh tuk jadi miliknya.
sekarang dia sedang ada di depan Ayu, di dalam gedung ITC Fatmawati, dan dia sadar, dia bukan sedang tidur, dia sedang mendengarkan cerita Ayu yang sedang memuja cowoknya, katanya ini lah, itu lah pokoknya sempurna banget, dia tak tau kalau Teguh sedang menahan hatinya untuk tidak menangis, dan cerita itu membuat hatinya semakin mendidih, meluap-luap.
“tolongin aku, aku harus berbuat apa sekarang? Sungguh aku nyesel, aku harus tau kenyataan bahwa kisah cintaku begitu menyedihkan, baru kali ini aku menyesali sesuatu, alangkah baiknya bila aku menjadi orang yang lupa ingatan, hingga aku tak mengingat apapun yang berhubungan dengan kisah cintaku ini.” Teguh menjerit dalam hati.
Tapi, semakin dia kenal dengan Ayu, makin dia merasa takut untuk memilikinya, dia begitu sempurna, begitu banyuk cowok yang menyukainya, tak bisa di sebutin, pokoknya banyak, Ayu sendiri yang cerita sama Teguh, semenjak dia kenal dekat dengan Ayu, dia jadi sering saling tukar cerita hampir semuanya dia ceritakan ke Ayu
satu hal yang harus dia lakukan yaitu berusaha untuk bisa mencintai orang lain, dan melupakan Ayu, ini adalah ujian terberat baginya, berat banget untuk bisa melupakan Ayu, rasanya Ayu itu adalah bagian dari dirinya yang hilang bertahun-tahun lamanya, dan kini sudah dia temukan kembali, tidak mungkin kan, sesuatu yang lama dia cari begitu ketemu dia harus membuangnya kembali, sungguh pencarian yang sia-sia, buat apa pula dia hidup kalau dia tidak punya tujuan hidup? Pokoknya dia harus bisa ngelupain Ayu!
__ADS_1
“Lupakan!... lupakan!... lupakan!... lupakan dia! Lupakan Ayu! Ya Alloh! Kenapa Kau takdirkan hambamu ini untuk mencintainya bila hamba harus kembali melupakanya?...” kembali dia mengadu pada sang pencipta cinta.
***