Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 14. Cincin Ruang


__ADS_3

Chen Li menceritakan kepada Jenderal Wan Li tentang apa yang ia alami setelah menerima hantaman dari ekor siluman Ular Naga.


Hanya saja ia tak menceritakan tentang pertemuannya dengan Chen Lu. Sehingga ada beberapa cerita yang ia karang.


Ia mengisahkan bahwa setelah tubuhnya terhempas oleh ekor siluman Ular Naga yang menghantamnya.


Ia terus saja melesat hingga tubuhnya menabrak sebuah batu besar dan membuatnya hancur.


Beruntung ia sempat melapisi tubuhnya dengan Qi, sehingga luka yang diterimanya tidak terlalu sangat parah.


Sialnya, tubuhnya tak berhenti sampai di situ, ia terus melesat dan berhenti tepat di air panas ini.


Ia merasakan tulangnya yang remuk akibat menabrak batu besar tersebut.


Beberapa saat ia terapung di air panas itu, ia merasakan tubuhnya yang mulai pulih dan tulangnya yang remuk seakan-akan telah kembali seperti sedia kala.


Ia sangat heran dengan itu. Namun ia tak mau ambil pusing dan memilih untuk berkultivasi untuk menerobos ke tahap Menengah tingkat 2.


Jenderal Wan Li yang mendengar apa yang di ceritakan Chen Li, merasa ragu untuk mempercayai cerita tersebut. Namun setelah melihat beberapa petunjuk yang ia temukan barusan.


Ia menyadari bahwa apa yang di katakan Chen Li memang benar. Ia juga tak melihat adanya kebohongan di mata Chen Li.


Tanpa sengaja, matanya menangkap sesuatu yang berkilau di tangan Chen Li.


Ia pun lantas mengangkat tangan kanan Chen Li dan melihat apa tadi barusan yang berkilau.


"Cincin ruang!"


"Li'er. dari mana kau mendapatkan cincin ini?"


Jenderal Wan Li sangat terkejut ketika melihat benda berkilau yang ada di tangan Chen Li ternyata adalah cincin ruang.


Kalau tebakannya tidak salah, cincin ruang yang di pakai oleh Chen Li kualitasnya lebih baik dari pada yang ia pakai.


"Eeh, itu. Aku mendapatkan cincin ini di dalam air panas itu." Chen Li menunjuk air panas menggunakan jari telunjuknya.


Jenderal Wan Li menoleh ke arah yang di tunjuk Chen Li, lalu ia menoleh Chen Li kembali.


"Apakah kau tau benda apa yang kau pakai itu?"


"Tidak Paman."


"Li'er, benda yang kau pake itu adalah cincin ruang. Yang mana benda apa saja bisa kau simpan di dalam, kecuali makhluk hidup." Jenderal Wan Li menjelaskan dengan nada yang agak meninggi.

__ADS_1


"Apa!" Chen Li sangat terkesiap sekaligus terkagum-kagum mendengar apa yang di katakan oleh jendral Wan Li barusan.


"Benar Li'er. Tapi cincin itu akan bekerja jika kau melakukan kontrak dengannya," tutur Jenderal Wan Li.


"Kontrak itu apa Paman?"


"Kontrak itu adalah perjanjian. Maksudnya, jika kau melakukan kontrak dengan cincin ini, itu artinya kau telah terikat dengannya.


Sehingga kau bisa menggunakan kemampuan dari cincin itu sesuka hatimu dan tidak ada yang bisa merebutnya darimu. Kecuali kau mati, baru kontrak tersebut akan terhapus."


Chen Li mendengar penjelasan Jenderal Wan Li dengan mata berbinar-binar.


"Lalu, bagaimana cara melakukan kontrak tersebut Paman?" tanya Chen Li.


"Kau cukup meneteskan darahmu pada cincin ini Li'er."


"Ow, seperti itu."


Tanpa pikir panjang ia langsung menggigit jari telunjuknya hingga mengeluarkan darah.


Chen Li melabuhkan cincin ruang di bawah jari telunjuknya. Setetes darah menetes tepat mengenai cincin ruang.


Darah tersebut terhisap habis ke dalam cincin ruang. Setelahnya, cincin itu mengeluarkan cahaya merah beberapa detik sebelum akhirnya redup.


"Selamat Li'er, kau telah berhasil melakukan kontrak dengan cincin ruang itu. Dan sekarang kau telah menjadi pemilik dari cincin itu."


Chen Li menanggapi ucapan Jenderal Wan Li dengan tersenyum canggung.


"Paman Li, bagaimana cara aku menggunakannya?" Tanya Chen Li sambil memerhatikan cincin ruang di tangannya.


"Kau hanya perlu melambaikan tanganmu pada benda yang akan kau masukan ke dalam cincin dan membayangkannya saja. Maka benda tersebut akan otomatis masuk ke dalam cincin ruang milikmu.


Dan jika kau ingin mengeluarkannya, maka kau hanya perlu mengalirinya dengan Qi milikmu serta membayangkan benda apa yang ingin kau keluarkan."


Chen Li menyimak apa yang di jelaskan jenderal Wan Li.


"Coba kau lihat, apa saja yang ada di dalam cincin ruangmu itu," pinta Jenderal Wan Li.


"Umm."


Chen Li mengangguk. Lalu mendekatkan sebelah matanya pada batu giok dari cincin ruang, sambil memperhatikan apa yang ada di dalam cincin tersebut.


Namun, ia tak dapat melihat apa-apa di dalam cincin tersebut, selain warna merah.

__ADS_1


"Puft. Hahaha!" Jenderal Wan Li tidak bisa menahan tawanya melihat tingkah konyol yang di lakukan Chen Li.


Chen Li yang melihat Jenderal Wan Li tertawa, langsung mengernyit keheranan.


"Paman, kenapa kau tertawa?" Tanya Chen Li.


"Li'er, bukan seperti itu." Jenderal Wan Li berusaha untuk berhenti tertawa.


Setelah agak tenang, ia lalu melanjutkan lagi ucapannya.


"Li'er jika kau mau melihat isi dari cincin ruang maka yang perlu kau lakukan hanyalah menutup kedua matamu lalu mengalirkan Qi kedalamnya."


"Bukan seperti itu. Puft,Hahaha." Tawa Jenderal Wan Li kembali meledak.


Chen Li hanya tersenyum canggung mendengar penuturan Jenderal Wan Li.


Setelah suasana kembali seperti semula, ia mulai mempraktekan penjelasan Jenderal Wan Li barusan.


Ia mulai menutup matanya, mengosongkan pikirannya, fokus dan Mengalirkan Qi nya pada cincin ruang.


Betapa kagetnya ia ketika melihat apa yang ada di dalam cincin ruang tersebut.


Ia melihat berbagai macam sumber daya yang melimpah.


Di mulai dari tanaman herbal yang berumur 50-1000 tahun, lalu berbagai jenis buah yang berkualitas tinggi, ada juga kristal roh dari bebagai macam warna.


Dari yang berwarna putih, sampai warna merah tersedia dengan jumlah yang begitu banyak.


Ada juga senjata dari berbagai macam tingkat, dari yang rendah sampai tinggi. Dan masih banyak lagi sumberdaya lainnya yang tidak ia ketahui.


Dari sekian banyaknya sumberdaya, yang paling menarik perhatiannya adalah sebuah busur seperti bulan sabit yang berwarna biru keperakan Dangan tali yang berwarna emas.


Dengan corak naga yang menghiasi tubuh panah tersebut dan ujung yang lancip. Di bagian tengahnya terdapat bulan sabit kecil.


'sangat mengagumkan!' pikirnya.


Ia pun membuka matanya. Melihat Jenderal Wan Li yang sedang menunggunya mengutarakan apa yang ia lihat barusan


"Apa yang kau lihat Li'er?" tanya Jenderal Wan Li yang nampak tak sabar mendengar penuturan dari Chen Li.


"Paman Li aku melihat begitu banyak sumber daya yang tersimpan di dalam cincin ini," ujar Chen Li sambil mengangkat cincin ruang.


Lalu ia mengeluarkan sebuah pedang tingkat tinggi. Dengan ganggang dan sarung yang berwarna merah dengan garis-garis hitam yang menghiasinya.

__ADS_1


Pedang tersebut secara samar mengeluarkan aura yang panas dan ganas.


__ADS_2