
Meskipun tubuhnya kecil, namun Lu Wanqiang bisa mengangkat pedang besar dengan mudah.
Pertarungan sengit tercipta antara cucu dan Kakek.
Walaupun memiliki hubungan darah, Kakek cucu itu tetap menyerang tanpa ada keraguan di mata Keduanya. Mereka menyerang seolah-olah mau membunuh lawan.
Keduanya nampak bertarung imbang, tak ada tanda-tanda berat sebelah, hingga sejam berlalu begitu cepat, keduanya pun mengambil jarak.
Lu Wanqiang melakukan suatu gerakkan yang tak di mengerti oleh siapapun. Tiba-tiba pusaran energi gelap terkumpul mengelilingi dan menutupi seluruh tubuhnya.
Energi hitam yang menutupi Lu Wanqiang seketika meledak, menyapu seluruh arena. Memperlihatkan seorang pemuda yang memiliki rambut dan kuku yang panjang berwarna hitam.
Di kepala bagian kanannya terdapat sebuah tanduk kecil yang hampir tak kelihatan, tertutupi oleh rambut pemuda itu. Tak hanya itu, bahkan matanya dan bibirnya juga berwarna gelap.
Perlahan, Lu Wanqiang melangkah menuju Lu Duanyan. Namun anehnya, setiap dia melangkahkan kaki kedua, dia akan langsung berpindah tempat. Dia terus seperti itu sampai ia mencapai Lu Duanyan, dengan pedang yang ia libaskan cepat ke arah lawan.
Lu Duanya menangkis libasan itu. Seketika keduanya berhenti sejenak. Lu Duanyan mencoba menatap mata cucunya, namun yang ia lihat hanyalah kehampaan.
Tebasan demi tebasan Lu Wanqiang kembali lancarkan pada Kakeknya, semakin lama tempo serangannya semakin cepat. Begitupun dengan Lu Duanyan, hingga di mata penonton di bawah kultivasi tahapan langit, melihat pedang keduanya tampak banyak.
Beberapa saat, keduanya mengambil jarak. Lu Duanyan menancapkan pedangnya pada lantai arena. Lalu ia mengaliri tangannya dengan energi Qi, melakukan perubahan unsur elemen tanah. Setelah itu ia maju menyerang Lu Wanqiang dengan tangan yang di lapisi tanah.
Ia mengarahkan tinjunya pada pemuda tersebut. Lu Wanqiang sendiri menyambut serangan itu dengan pedangnya. Namun yang terjadi selanjutnya adalah, Lu Duanyan yang telah menghilang dan muncul kembali tepat di depannya.
Kecepatannya sangat di luar ekspektasinya. Pasalnya, baru saja ia melayangkan pedangnya untuk menepis tinjunya, tiba-tiba saja tinju orang tersebut telah mengenai dirinya.
Ia di buat terpental dengan itu, belum cukup sampai di situ, tinju kembali menghantamnya dari belakang, membuatnya kembali terpental ke arah berlawanan.
Lu Duanyan tak berhenti sampai di situ, ia kembali muncul di hadapan Lu Wanqiang. Dan mengarahkan tinjunya ke atas membuat tubuh Lu Wanqiang kembali terpental ke atas.
Lu Duanyan kembali muncul di atasnya. Sambil menunggu Lu Wanqiang sampai, ia mengumpulkan Qi sebanyak-banyaknya pada kepalan tangannya lalu menghujamkan tinju tersebut pada pinggang Lu Wanqiang, membuatnya kembali terpental menghantam tanah dengan keras, hingga menciptakan kawah yang sangat dalam.
Lu Duanyan menghilang, seMilidetik kemudian, ia muncul kembali di dekat kawah tersebut.
__ADS_1
Satu menit berlalu, ia memperhatikan kawah itu, tiba-tiba.
BAAMM!!
Sebuah ledakan terjadi di dalam kawah tersebut, Lu Duanyan dengan segera melompat mengambil jarak. Beberapa saat, Dari dalam Kawah muncul Lu Wanqiang yang melesat terbang.
Pandangannya mengitari seisi aula dan melihat sekitarnya. Lalu ia lantas melakukan suatu gerakan tangan, mendadak di sekitarnya muncul kabut hitam yang mengelilingi dirinya. Lalu ia melibaskan kedua tangannya, menyebarkan kabut tersebut.
"Celaka. Semuanya, tahan napas!" Teriak Xiao Liu, namun terlambat, kabut hitam itu terlanjur di hirup oleh sebagian orang, mereka yang memiliki kultivasi di bawah tahapan tinggi akan langsung pingsan, sementara yang lainnya masih bisa mempertahankan kesadarannya.
Xiao Liu tak tinggal diam, ia lantas menciptakan semburan uap air dan mengarahkannya ke seluruh aula. Namun usahanya tak sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang ia harapkan.
Kabut hitam itu hanya sedikit yang hilang. Lantas ia berseru lantang.
"Yang mempunyai roh unsur elemen air, bantu aku mengatasi kabut ini!"
Kemudian, beberapa orang yang memiliki Roh unsur elemen air yang masih mempertahankan kesadarannya, lantas melakukan apa yang di ucapkan Xiao Liu.
Sayangnya, usaha mereka tak terlalu membuahkan hasil, Kabut hitam mulai berkurang, namun yang berkurang belum sampai setengahnya.
"Bocah, kita harus bertukar tempat. Mereka tak akan mampu mengatasi Iblis itu."
"Baiklah."
Kesadaran Xiao Wang tiba-tiba saja tersedot ke alam bawah sadarnya, Berganti Bo Ji yang mengambil alih tubuhnya.
Ia melakukan peregangan otot sebentar. "Kreakk. Ahh, sudah lama aku tak merasakan berada di tubuh manusia."
Kemudian pandangannya mulai menatap lurus ke arah Lu Wanqiang. Sesaat ia menghilang dan muncul kembali tepat di hadapan Lu Wanqiang.
"Ck, makhluk terkutuk sepertimu tak pantas berada di dunia ini."
Nampak jelas raut wajah terkejut Lu Wanqiang ketika merasakan aura lain dari tubuh Xiao Wang. Ia ingin menyerang, namun terlambat. Bo Ji telah lebih dulu menotoknya, membuatnya diam di tempat.
__ADS_1
"Aku heran, kenapa makhluk jelek seperti kalian masih berani berkeliaran, setelah beberapa puluh ribu tahun lalu kalah dari para Dewa."
"Chh, benar-benar tak tahu malu."
Bo Ji mendekati Lu Wanqiang, lalu meletakkan jari telunjuknya pada kening pemuda, lebih tepatnya iblis tersebut.
Ekspresi ketakutan terukir di wajah Lu Wanqiang, "tolong, tolong jangan bunuh aku, aku janji akan bertobat. Aku mohon ampuni aku tuan. Aku bersedia melakukan apapun yang tuan kehendaki, tapi aku mohon jangan bunuh aku." Iblis di dalam tubuh Lu Wanqiang seketika bersuara, namun tak ada yang dapat mendengarnya selain Bo Ji.
"Cih, makhluk penuh tipu daya dan penghasut seperti kalian tak pantas untuk di percaya."
"Aku mohon tuan. Jika tuan melepaskan aku, aku akan memberitahu kau sebuah rahasia besar yang tak ada seorang pun dari ras lain selain ras iblis yang mengetahuinya."
Mendengar itu, Bo Ji nampak mulai tergoda. "Benarkah apa yang kau katakan barusan?" Tanya Bo Ji yang nampak telah tergiur dengan tawaran itu.
"Benar tuan!" Iblis itu nampak senang ketika ia berhasil membuat Bo Ji terhasut oleh tipuannya.
'Hmm, memang tak ada yang bisa menandingi kehebatan rayuan para Iblis di alam semesta ini' batin iblis tersebut dengan bangga.
"Tapi sayangnya, keimanan ku terlalu kuat untuk mempercayaimu."
Bo Ji mengaliri Qi nya pada jari telunjuknya, seketika cahaya berwana putih muncul. Bersamaan dengan itu jeritan memilukan terdengar dari dalam tubuh Lu Wanqiang.
Iblis itu meronta-ronta ingin melepaskan diri dari tubuh pemuda itu, tapi sayang ia tak bisa. Selang beberapa saat, akhirnya iblis itu telah berhasil di musnahkan sepenuhnya.
Terlihat jelas kepulan asap hitam keluar dari kepala Lu Wanqiang, sebelum akhirnya menghilang terbawa angin.
Setelahnya, tubuh Lu Wanqiang terjatuh ke bawah. Bersamaan dengan itu, kabut hitam yang menebar ke segala arah menghilang di telan angin. Orang-orang yang semula pingsan juga nampak telah bangun satu persatu.
Tak ada yang mengetahui penyebabnya. Sebab, mereka sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tak ada yang memperhatikan ke atas.
Hingga ketika kabut telah hilang sepenuhnya, mereka bisa melihat Lu Wanqiang yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai arena.
Tanduk, Kuku, rambut serta bibir iblis itu hilang menjadi debu, memperlihatkan sosok asli Lu Wanqiang.
__ADS_1
Setelah menghilangkan Iblis itu dari tubuh Lu Wanqiang, Bo Ji lantas menatap tajam ke arah salah satu tetua yang sejak tadi memperhatikan mereka, di saat semuanya sibuk mengatasi kabut. Namun itu hanya sesaat, karena ia tak memiliki banyak waktu tersisa.
Sebab, di tingkat kultivasi Xiao Wang saat ini, ia hanya bisa menggunakan tubuhnya selama satu menit. Lebih dari itu, ia akan tertidur dan lama untuk bangun.