
Pengumuman Juara dan Penyerahan hadiah akan di laksanakan hari ini juga. Setelah dua kali tertunda oleh suatu keadaan yang tak diinginkan.
Di arena, 3 orang pemuda-pemudi dengan seorang gadis cantik yang diapit oleh dua orang pemuda tampan berdiri di atas arena. Wajah mereka kelihatan berseri-seri, ada rasa tak sabar yang menyelimuti hati mereka.
Di depan mereka, nampak seorang Pria tua sedang berdiri di tempat yang agak tinggi dari ke tiganya. Pria itu memberikan senyum tipis sesaat kepada mereka bertiga, sebelum ia melirik pemuda yang ada di sampingnya.
Du Yan mengangguk, lalu ia lantas berjalan ke depan. Setelahnya ia berucap lantang.
"SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG .. HADIRIN SEKALIAN, BERIKAN TEPUK TANGAN MERIAH UNTUK PARA JUARA KITA!" Suaranya menggema di seluruh aula, tampaknya ia sangat bersemangat.
Suasana sepi beberapa saat, tak ada yang bersuara. Para penonton terlalu kaget dengan teriakan antusias dari Du Yan. Hingga beberapa saat, tepukan tangan seseorang dari bangku penonton membuyarkan lamunan para penonton lain.
Sontak saja, mereka juga ikut bertepuk tangan, ada juga yang bersiul dengan bantuan jari tangan mereka, membuat suasana bertambah ramai.
Setelah kericuhan tersebut agak mendingan, Du Yan akhirnya bisa berbicara setelah menunggu selama 20 menit.
"Baik. Hadirin sekalian, harap tenang!"
"Karena pertandingan telah selesai di laksanakan. Kita juga telah mendapatkan peserta yang menjadi juara satu, dua, dan tiga. Maka dari itu, hari ini juga penyerahan hadiah akan di laksanakan, setelah dua hari tertunda oleh sesuatu hal yang tak diinginkan.."
"..Tapi sebelum itu. Aku akan menyebut nama-nama pemenang pertandingan yang sudah kita laksanakan kurang lebih tiga hari lalu." ia menjeda kalimatnya sebentar.
"Juara ketiga adalah XIAO WANG."
"Hiiiee.." Sontak saja, kegaduhan terjadi di bangku penonton. Terutama para wanita baik wanita muda maupun tua, semuanya nampak antusias mendengar nama Xiao Wang di sebutkan.
Xiao Wang sendiri menyambut mereka dengan melambaikan tangannya sambil senyum tipis terpampang di bibirnya. Membuat para wanita-wanita bertambah antusias.
"Juara kedua adalah HAI YUE."
"Wuuuw..." Kali ini giliran para pria yang gaduh menyoraki kemenangan Hai Yue.
"Issh, Alay." Para wanita yang melihat tindakan konyol para pria memasang ekspresi jijik, seolah-olah mereka lupa bahwa bahkan tadi mereka lebih parah alay dari pada pria.
Juara pertama adalah Yuan Fang...
Setelah penyebutan nama pemenang selesai. Du Yan mempersilahkan kepada ketua Xiao Liu untuk mengambil alih bicara.
"Baik. Tanpa bertele-tele, mari kita mulai saja acara penyerahan hadiahnya,"
__ADS_1
Kemudian satu persatu dari ketiga pemuda-pemudi itu maju dan menerima hadiah mereka. Masing-masing dari mereka menerima bungkusan berisi kristal roh.
Mereka membuka bungkusan itu dan melihat isinya.
"Waah!" Mata ketiganya bersinar melihat isi di dalam bungkusan itu.
"Baik, karena pengambilan hadiah berupa kristal roh telah selesai. Selanjutnya adalah pemilihan guru pribadi, untuk itu kami memanggil dua peserta lainnya yang masuk 5 besar agar memasuki arena untuk memilih guru pribadi mereka."
Lu Wanqiang beserta seorang pemuda memasuki arena. Lu Wanqiang berdiri tepat di samping Xiao Wang, tatapan keduanya sempat bertemu sesaat, sebelum pandangan keduanya menatap Xiao Liu.
"Sebelum kalian memilih guru pribadi, aku akan menjelaskan terlebih dahulu beberapa persyaratan terkait pengangkatan murid dan guru pribadi ini..
Yang pertama adalah jika seorang murid utama yang telah memilih guru baru sebagai guru pribadinya, maka ia harus meninggalkan guru lamanya selama beberapa tahun.
Yang kedua, seorang guru pribadi masih bisa membimbing murid lamanya, dengan syarat ia harus memprioritaskan murid utama.
Itu saja persyaratannya. Selanjutnya, para murid utama, silahkan memilih guru kalian."
Yuan Fang awalnya ingin memilih ketua sekte untuk di jadikan guru pribadi, dikarenakan di sekte Elang Emas ini, kultivasi tertinggi di pegang oleh ketua sekte Elang Emas, yaitu di tahap Langit tingkat 2.
Namun, mengingat ketua sekte juga memiliki seorang cucu yang jenius, pastinya ia akan melatih cucunya kan.
Saat masih sibuk dalam pikirannya, ia di kejutkan oleh Xiao Wang yang tiba-tiba saja berada di sampingnya dan membisikkan sesuatu padanya.
Yuan Fang terheran-heran mendengar penuturan Xiao Wang barusan.
"Lalu, bagaimana dengan kau?"
"Senior tak usah memikirkan aku. Kau tenang saja, aku sudah memiliki guruku sendiri."
Yuan Fang kembali dibuat heran mendengar perkataan Xiao Wang, namun ia tak mempermasalahkannya.
"Baiklah, terima kasih junior Xiao."
"Umm!"
Kemudian Yuan Fang pun menyampaikan keputusannya. Melihat itu, Xiao Liu tersenyum mendengar pengujaran Yuan Fang. Ia tau, alasan Pemuda itu berani memilihnya adalah karena cucunya yang memberitahunya.
Begitupun dengan yang lain, mereka juga menyebutkan guru mereka. Hai Yue tetap memilih kakeknya sebagai gurunya. Demikian juga dengan Lu Wanqiang, ia juga memilih Lu Duanyan sebagai gurunya. Sedang pemuda tersebut memilih tetua kedua untuk ia jadikan guru.
__ADS_1
Melihat Xiao Wang yang tak memilih, membuat semuanya heran, kecuali Xiao Liu. Ia hanya tersenyum ke arahnya.
"Baiklah, karena semuanya telah memilih guru pribadi mereka, maka acara penyerahan hadiah, cukup sampai di sini. Untuk para murid utama, besok kalian sudah bisa pindah di kediaman baru. Di sana, kalian akan menemukan peti tempat sumberdaya yang akan menunjang latihan kalian."
Xiao Liu langsung meninggalkan arena setelah mengucapkan kalimat itu, dan disusul oleh Xiao Wang di belakangnya. Meninggalkan tanda tanya di benak setiap yang hadir di situ, tentang siapa yang menjadi guru Xiao Wang.
"Wang'er, benarkah kau akan pergi setelah ini?" tanya Xiao Liu setelah mereka berada jauh dari aula.
"Iya Kakek, aku sudah memutuskan untuk berpetualang, sekaligus mencari pengalaman di dunia luar," jawab Xiao Wang penuh percaya diri.
Lalu ia melanjutkan, "Tapi Kakek, Wang janji akan mengikuti turnamen Pemuda Berbakat di ibukota kerajaan Api. Kita akan akan bertemu di sana Kakek."
"Baiklah, terserah kau saja. Tapi ingat, kau harus hati-hati. Di luar sana tak seperti di sekte kita. Yang mana, hukum rimba sangat diperlukan. Yang Kuat yang berkuasa, Yang lemah yang ditindas."
"Aku tau Kakek."
Mereka terus saja berbincang-bincang sampai di rumah Xiao Wang. Beberapa saat mereka bercengkrama dengan ayah dan ibu Xiao Wang. Akhirnya tiba juga saat-saat di mana orang tua akan melepas kepergian anak semata wayangnya.
"Wang'er, apakah kau tak bisa bermalam di sini dulu?" ucap Yan Yu sambil memeluk erat Xiao Wang, seakan tak mau melepasnya agar putranya itu tak pergi jauh meninggalkannya. Air matanya pun tak berhenti mengalir membasahi pipinya yang merah.
"Tidak ibu, Wang'er tak bisa."
Lama mereka berpelukan, Xiao Wang sendiri ingin melepas pelukan tersebut namun ia tak tega. Yan Yu baru melepasnya setelah Xiao Meng menegurnya.
Setelah terlepas dari pelukan ibunya, Xiao Wang kembali di peluk oleh sepupunya, Xiao Yin.
"Hiks.. Kakak Wang.. Kakak Wang kenapa harus pergi.. hiks."
"Yin'er, kakak Wang harus pergi untuk memperkuat diri agar bisa melindungi Yin'er dan semua orang."
"Aku juga mau ikut. Aku juga ingin melindungi kakak Wang dan semua orang."
"Maka dari itu jadilah kuat. Kau harus rajin berlatih bersama kakek dan paman. Kau tak bisa ikut denganku karena di sana sangat berbahaya. Kalau di sini kau aman, karena banyak yang akan melindungimu di sini."
Sekian lama mereka mengobrol, sampai pada akhirnya, tibalah saatnya kepergian Xiao Wang.
Xiao Wang berjalan meninggalkan Sekte Elang Emas. Sebelum itu, ia sempat melihat-lihat sebentar setiap sudut yang ia lewati untuk di abadikan dalam ingatannya.
'Entah sampai kapan ia akan kembali'.
__ADS_1
"Bo Ji, kemana tujuan kita sekarang?" tanya Xiao Wang setelah jaraknya dengan Sekte Elang Emas kurang lebih 100 meter.
"Hmm. bocah, ada yang mengikutimu dari belakang."