Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 50. Membongkar Penyamaran II


__ADS_3

Pertarungan tak imbang antara satu orang melawan empat orang sekaligus pecah saat itu juga ketika ketiga bawahan Xiao Wang maju membantu tuan Mereka.


Guiji merasa kewalahan akibat serangan kombinasi dari keempatnya. Ia pun memutuskan untuk mengambil jarak.


"Ch, benar-benar tak tahu malu. Jika kalian berani, lawan aku satu satu," ujarnya.


"Orang seperti kau, tak pantas memerintah kami," cibir Long She.


"Iya betul. Terserah kami mau maju satu-satu atau empat orang sekaligus, itu terserah kami. Kau tak memiliki hak untuk mengatur." Huo Shi menambahkan.


"Ch, dasar tak tahu malu!" Guiji menjeda kalimatnya sebentar untuk menarik nafas.


".. Baiklah jika itu mau kalian. Maka jangan salahkan aku jika ku gunakan kekuatan asli ku."


Selesai mengucapkan kalimat itu, Guiji melayang di udara. Tiba-tiba energi Hitam terkumpul di sekitarnya. Tak hanya itu, bahkan aura kematian yang sangat besar merembes keluar dari tubuhnya, menekan keempat orang di hadapannya.


Xiao Wang merasakan tubuhnya di tekan oleh sesuatu yang asing juga mengerikan. Tak hanya itu, bahkan untuk bernafas pun susah.


"A-aura apa ini?" ujarnya, Walaupun ia masih bisa bergerak, namun ia tetap merasakan tak enak.


Sedang ketiga pengikutnya nampak baik-baik saja di belakangnya.


"Tuan! Apakah kau baik-baik saja?" tanya Huo Shi padanya.


"A-aku tak apa-apa!" ucap Xiao Wang sambil matanya ia arahkan pada Guiji yang saat itu telah merubah wujudnya.


Matanya berubah hitam sepenuhnya. Perlahan dua tanduk tumpul muncul di kepalanya, rambut beserta kukunya pun memanjang dan berubah hitam.


Tak hanya itu, bahkan tubuhnya perlahan-lahan mengembang, hingga baju nya pun koyak saat itu juga, memperlihatkan badan kekarnya yang berotot.


Sebuah gelombang energi tercipta dari dalam tubuhnya saat ia selesai dengan perubahan wujudnya.


"Sial!" Wu Lang mengumpat saat merasakan energi besar berasal dari Guiji.


"Berada di tahapan apa ia saat ini. Kenapa aku tak bisa merasakan tingkat kultivasinya?" tanya Xiao Wang.


"Bocah, kultivasi Iblis itu sekarang berada di tahapan Alam Tingkat 1."


"Apa kau bilang? Coba ulangi sekali lagi, aku tak dapat mendengar ucapan mu dengan baik." Xiao Wang memang mendengar ujaran Bo Ji tadi, tapi ia takut salah tangkap. Jadi ia meminta Bo Ji untuk mengulanginya.

__ADS_1


"Tahapan Alam Bocah."


"Apa, tahapan Alam? kenapa tak pernah mendengar tahapan itu sebelumnya?"


Yang Xiao Wang ketahui, tingkatan puncak seorang kultivator berada di tahap Langit tingkat 5. Namun ia tak menyangka akan ada tingkatan selanjutnya setelah tahap Langit.


"Tak ada waktu untuk menjelaskan padamu bocah. Yang perlu kau pikirkan saat ini adalah bagaimana cara mengalahkan Iblis itu."


"Kau benar Bo Ji."


Xiao Wang melirik ketiga pengikutnya. "Apakah kalian mampu mengalahkannya?" tanyanya pada ketiga orang yang berdiri di belakangnya.


"Tuan tenang saja, mau makhluk itu berubah kembali, kami tetap bisa mengalahkannya dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan." Huo Shi menenangkan Xiao Wang. Namun dari intonasinya, lebih terkesan memamerkan kemampuannya.


"Ch caper!" sosor Long She.


"Kau!"


"Kalau bukan karena tuan yang memberikan kita bola itu, kau tak akan mungkin memiliki kekuatan ini!"


Huo She seketika terdiam.


"Tuan tenang saja." Setelah mengatakan itu, Huo Shi menghilang dan muncul kembali di hadapan Guiji. Dengan tinju apinya, ia layangkan ke arah Makhluk itu.


Guiji membalas tinju api itu dengan tinjunya pula. Seketika gelombang enegi tercipta saat itu juga ketika kedua tinju itu bertemu.


Mata Huo Shi melebar saat itu juga. Pasalnya ia telah menggunakan setengah dari kekuatannya untuk melancarkan tinju itu, namun Guiji masih bisa menahannya. Bahkan ia seperti hanya mengaliri tinjunya dengan sedikit Qi.


"Apa-apa yang terjadi?"


"Mungkin kau lupa bahwa kultivasiku saat ini berada di tahapan Semesta. Jadi jangan bermimpi untuk mengalahkan aku dengan kultivasimu itu," cibir Guiji.


Lalu dengan tangan satunya ia lesatkan ke arah Huo Shi, membuatnya terpental dan menabrak beberapa pohon besar membuatnya tumbang saat itu juga.


Tak hanya itu, bahkan garis panjang nan besar di tanah nampak saat itu juga ketika Huo Shi melayang, menandakan bahwa energi yang di keluarkan Guiji begitu besar.


"Bodoh!" Long She tak bisa tak mengumpat melihat tindakan konyol Huo Shi. Kenapa teman mereka yang satu ini sangat cepat sekali lupa ingatan.


Pasalnya jika mereka menjelma menjadi manusia, maka mereka hanya bisa menggunakan lima puluh lima persen kekuatan mereka, di banding dengan menjadi siluman seutuhnya.

__ADS_1


Ia pun ingin maju menggantikan Huo Shi menyerang Guiji. Namun sebuah suara langsung menghentikan aksinya.


"Berhenti!"


Semuanya menoleh ke arah sumber suara itu, namun pandangan mereka terhalang oleh debu tebal.


Setelah debu itu menghilang, nampaklah seorang Manusia aneh. Dengan taring besar, serta seluruh tubuhnya yang di penuhi rambut emas dan ekor di bokongnya. Tak hanya itu, bahkan matanya juga berubah menjadi cokelat kemerahan.


Ya, dia adalah Huo Shi, yang kini telah berubah menjadi manusia setengah siluman.


"Kau benar! Aku sampai melupakan kalau kau telah berada di tingkatan Alam sekarang. Maka untuk mengalahkan mu, kultivasi ku juga harus setara denganmu."


Guiji begitu terkejut sesaat, melihat rupa Huo Shi yang kini di penuhi dengan bulu-bulu emas di sekujur tubuhnya. Tak hanya itu, bahkan jari tangannya kini telah berganti menjadi tangan singa.


"Hahaha.. Sudah ku duga kalian bertiga adalah siluman sampah waktu itu."


".. Begitu lemah kah kalian sekarang, sampai-sampai harus menjadi bawahan seorang bocah, yang bahkan bocah tersebut kultivasinya lebih lemah dari kalian. Hahaha!"


"Tutup mulut baumu itu!" sergah Wu Lang.


Guiji menghentikan tawanya. Ia lalu menoleh ke arah orang yang mengucapkan kalimat tadi. Ia tersenyum sesaat.


"Hoho, jadi kau rupanya! Aku jadi tak sabar melihatmu kembali menangis, memohon-mohon padaku. Namun sayang kali ini tidak ada lagi maaf dariku!" tekan Guiji.


Selesai mengucapkan kalimat itu, ia langsung mengarahkan aura kematian yang besar ke arah jelmaan siluman itu, berniat menekannya.


Namun yang terjadi selanjutnya, begitu membuat ia tak percaya. Pasalnya aura kematian tak berpengaruh padanya.


"Ka-kau!"


Melihat raut wajah yang di tunjukan Guiji, Wu Lang memberikan seringai sinis ke arah Iblis itu.


"Kenapa.. Terkejut?" ejek Wu Lang.


"Begitu kagum kah kau terhadap saudaraku, sampai-sampai kau memandangnya dengan manik mata yang berbinar-binar!" Huo Shi menghilang lalu muncul kembali di samping Wu Lang, sambil tangannya ia tenteng di bahu jelmaan serigala itu.


"Aku jadi tak sabar, melihat mu memohon-mohon ampun padaku, seperti yang telah kau lakukan padaku dulu!" Wu Lang mengulangi kalimat Guiji.


Jika tadi Guiji mengatakannya dengan penuh tekanan, kali ini Wu Lang mengatakannya dengan intonasi penuh ejekan.

__ADS_1


__ADS_2