Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 64. Pencari Masalah


__ADS_3

Pertarungan antar Xiao Wang dan Lu Wanqiang menimbulkan kerusakan pada beberapa tempat di sana.


Pohon-pohon dibuat tumbang akibat serangan meleset dari keduanya. Tak hanya itu, bahkan tanah yang semula rata, kini telah nampak berkelok-kelok, porak poranda dengan kawah di mana-mana.


Merasa kerusakan yang ditimbulkan keduanya semakin lama semakin parah, Xiao Liu lantas menyuruh Xiao Meng untuk menghentikan pertarungan mereka. Takutnya pertarungan keduanya akan menghancurkan kediaman yang telah di sediakan kerajaan untuk sekte mereka.


Tak hanya itu, bahkan tak menutup kemungkinan akan mengundang banyak perhatian orang yang ada di sekitar tempat itu.


Sementara itu Xiao Wang yang hendak melesat ke arah Lu Wanqiang segera di tahan oleh Xiao Meng.


"Wang'er berhenti! Kalian terlalu mencolok."


Xiao Wang menghentikan langkahnya. ia menoleh orang yang memegang bahunya seraya mengangkat sebelah alisnya.


"Maksud ayah?"


Xiao Meng tak menjawab, namun dari arah yang di tatap matanya, Xiao Wang bisa melihat orang-orang yang mulai berdatangan di tempat itu.


Xiao Wang beserta lu Wanqiang pun menyadari bahwa pertarungan keduanya tadi telah menimbulkan berbagai macam masalah. Di sekeliling tempat itu yang kini telah porak poranda dengan pohon-pohon banyak yang tumbang dan batang yang berserakan di mana-mana. Kawah pun terlihat di berbagai tempat.


Dari kejauhan, Xiao Wang dan Lu Wanqiang bisa melihat beberapa orang yang hendak menuju kediaman mereka untuk memeriksa apa yang terjadi.


"Nak Lu, gunakan kekuatanmu untuk memperbaiki tanah ini" pinta Xiao Liu.


"Baik ketua!"

__ADS_1


Lu Wanqiang lantas bergerak dari kawah satu ke kawah lainnya, lalu mulai memperbaiki cekungan akibat pertarungannya bersama Xiao Wang.


Tepat setelah mereka selesai membereskan tempat itu, beberapa orang nampak dari balik semak belukar dan Pepohonan yang rimbun. Melihat setelan yang di kenakan mereka, Xiao Liu tau bahwa mereka berasal dari salah satu sekte kecil yang baru-baru ini mulai memenuhi persyaratan menjadi sekte menengah.


Kebetulan kediaman sekte tersebut tak terlalu jauh dengan kediaman Sekte Elang Emas. Jadi secara tidak langsung pasti mereka akan mendengar ledakan dari pertarungan kedua murid itu.


"Hormat ketua Xiao!"


Seorang pria tua datang menghampiri Xiao Liu. Ia lantas menangkupkan tangannya seraya sedikit membungkukkan badan.


"Eh, ketua Lai."


Xiao Liu mengenal pria itu sebagai ketua Lai, setidaknya begitulah orang-orang memanggilnya.


"Ketua Xiao, apa yang terjadi di sini?"


"Ow."


Xiao Meng, Xiao Liu, dan ketua Lai pun berbincang-bincang, entah apa yang di perbincangkan mereka. Karena merasa tak penting, maka author beralih ke Xiao Wang dan yang lainnya yang saat ini sedang di hampiri oleh murid-murid ketua Lai tersebut.


Xiao Wang yang memperhatikan Lu Wanqiang, tiba-tiba saja di hampiri oleh empat orang anak yang berusia sekitar 12 tahunan. Semuanya berada di tahapan tinggi tingkat 1.


"Hmm, tidak biasanya sekte Elang Emas mengirim seorang bocah ingusan dengan kultivasi tingkat Menengah tahap 6 seperti dia di turnamen Pemuda Berbakat."


"Apakah sekte kalian mengalami perosotan sekarang sampai-sampai jenius dalam sekte kalian pun menghilang?"

__ADS_1


"Aku pikir juga begitu!"


Pemuda-pemuda itu datang-datang lalu mencari masalah dengan murid-murid sekte Elang Emas.


Lu Wanqiang yang terpancing emosinya lantas berucap, "Cari ribut kalian?" bentaknya.


"Junior Lu, tenangkan dirimu! Jangan biarkan nafsu menguasai semuanya. Ingat sesungguhnya musuh yang paling berat itu adalah hawa nafsu. Maka dari itu, apa pun masalahnya, jangan libatkan nafsu di dalam masalah tersebut," tutur Xiao Wang.


"Hah, Junior? Nafsu? Puft hahahaha!"


Orang-orang sekte tersebut tertawa lucu ketika mendengar ucapan Xiao Wang. Baru kali ini mereka mendengar terkait dengan yang diajarkan Xiao Wang barusan.


"Apa hubungannya emosi dengan nafsu.''


"Dan juga, kenapa kau memanggilnya junior?"


"Aku jadi semakin yakin kalau sekte Elang Emas kalian saat ini sedang mengalami penurunan. Buktinya seorang kultivator tahap Tinggi saja, di panggil junior sama kultivator tahap menengah! Pft hahahah!"


Kembali pemuda-pemuda itu memberikan perkataan-perkataan sindiran dengan tawa di akhir kaliamat yang bertujuan memancing emosi Xiao Wang dan kedua temannya.


"Sepertinya kalian memang sengaja datang kesini untuk mencari masalah dengan kami?" Yuan Fang maju ke depan dengan aura yang sedikit ia lepas ke arah empat orang itu.


"Kalau memang iya. Kalian mau apa?"


Awalnya mereka begitu terkejut ketika mengetahui bahwa pemuda tersebut yang ternyata seorang kultivator tahapan Tinggi tingkat 2. Namun mengingat jumlah mereka yang lebih banyak selain itu kultivasi mereka juga semuanya di tahapan tinggi tingkat 1, mereka jadi yakin bisa mengalahkan ketiga orang itu dengan mudah.

__ADS_1


\=\=\=


Hai-Hai-Hai, Readers. bagiamana kabar kalian. Semoga selalu sehat yah. Nah Author mau rekomendasi'in novel baru author nih. Judulnya 'Kuno Ke Modern'. Di jamin seru bangat deh. Jangan lupa mampir yah(人 •͈ᴗ•͈) author berharap bgt nih.


__ADS_2