
Seminggu berlalu begitu cepat. Kini tinggal satu Minggu lagi sebelum turnamen Pemuda Berbakat di adakan.
Di Minggu itu pula Xiao Wang, Yuan Fang dan Lu Wanqiang habiskan untuk berlatih. Kemarin, Lu Wanqiang telah berhasil menerobos Tahapan Tinggi tingkat 2. Begitupun juga dengan Yuan Fang, dirinya telah berada di puncak tahapan tinggi tingkat 2 dan sedikit lagi akan menerobos tahapan selanjutnya.
Saat ini, dua orang pria sedang duduk berbincang-bincang di depan sebuah lobi di kediaman sekte Elang Emas. Tampaknya pembicaraan mereka sangatlah serius.
"Ayah! Aku heran dengan Xiao Wang. Kenapa sampai saat ini anak itu belum-belum menerobos tahapan Tinggi. Padahal, dulu saat pertama kali kita bertemu dengannya, dirinya saat itu berada di puncak tahapan Menengah tingkat 6. Namun sampai sekarang, ia masih saja terjebak di tahapan tersebut." Xiao Meng bertanya pada ayahnya terkait keanehan yang terjadi pada anak semata wayangnya.
"Entahlah, aku juga tak mengerti. Padahal jika kita bandingkan dengan dulu saat di pemilihan murid utama. Tak membutuhkan seminggu bagi Wang'er untuk menerobos tahapan selanjutnya. Tapi mengapa kali ini nampak berbeda," balas Xiao Liu.
"Kau benar ayah! Padahal jika di bandingkan dengan Lu Wanqiang, Wang'er harusnya lebih unggul dari Anak itu." Xiao Meng berhenti sejenak.
"Apakah sesuatu telah terjadi pada dantian Wang'er sehingga, penerobosan Xiao Wang menjadi melambat," lanjutnya.
"Mungkin saja. Kalau begitu mari kita periksa Wang'er, tau-tau ada sesuatu yang bermasalah dengannya."
"Ide bagus. Kau tunggulah di sini ayah, aku akan mencari Wang'er terlebih dahulu."
"Umm."
Xiao Meng pun beranjak dari duduknya, lalu bergegas ke halaman belakang di mana ketiga perwakilan murid sekte Elang Emas berlatih.
"Wang'er, kemari nak!"
Xiao Wang yang saat itu sedang latih tanding melawan lu Wanqiang dan Yuan Fang sekaligus, segera menghentikan aksinya. Ia menoleh sumber suara dan mendapati ayahnya sedang melambaikan tangan ke arahnya.
"Eh, ayah."
Xiao Wang segera ke tempat dimana ayahnya berdiri.
"Ada apa Yah?"
"Wang'er ada sesuatu yang hendak kami bicarakan denganmu. Ayo ikut aku!"
Sebelum pergi, Xiao Meng menyuruh Lu Wanqiang dan Yuan Fang untuk berhenti berlatih. Ia juga memperbolehkan keduanya untuk berjalan-jalan mengitari kerajaan Api.
Rasa antusias menghampiri keduanya saat mendengar penuturan Xiao Meng. Setelah memberikan hormat , keduanya pun berjalan meninggalkan tempat itu.
Begitupun juga dengan Xiao Wang dan Xiao Meng, mereka juga melanjutkan perjalanan sepeninggal Yuan Fang dan Lu Wanqiang.
Keduanya sampai di tempat di mana Xiao Liu saat ini sedang menunggu kedatangan keduanya.
__ADS_1
"Kakek, ayah. Kenapa kalian berdua memanggilku?" tanya Xiao Wang.
Xiao Meng pun menjelaskan pada Xiao Wang terkait alasan keduanya memanggil dirinya.
Xiao Wang sedikit terkejut mendengar penjelasan Xiao Meng.
"Bagaimana mereka bisa menyadarinya. Mati aku," Batinnya. Padahal dirinya begitu berharap kakek dan ayahnya ini tak memperhatikan kultivasinya yang saat itu selalu berada di tahapan Menengah tingkat 6, namun harapannya ternyata tak di kabulkan oleh Sang Author.
"Untuk itulah tujuan kami mengajakmu kemari adalah untuk memeriksa Dantianmu, apakah ada masalah dengan itu, ataukah tidak."
Xiao Wang bertambah tersentak, matanya terbelalak mendengar penuturan Xiao Liu.
"Bo Ji, bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan?"
Memang ekspresinya nampak tenang-tenang saja jika di luar, namun dalam hati Xiao Wang sangat panik.
"Ya, mau bagaimana lagi, kalau memang sudah ditakdirkan untuk terbongkar, ya terbongkar. Kita mau apa," ucap Bo Ji dalam pikirannya.
Xiao Wang mengernyit mendengar perkataan Bo Ji.
"Apakah kau serius Bo Ji?"
Xiao Wang mengangguk. "Baiklah kalau begitu!"
Xiao Wang berbaring di kursi panjang, dengan bajunya ia naikkan ke atas. Setelahnya Xiao Liu meletakkan tangannya di atas perut Xiao Wang.
Nampak energi biru muda keluar dari tangan Xiao Liu lalu masuk ke dalam perut Xiao Wang.
Beberapa saat, Xiao Liu yang memejamkan mata saat itu menampakkan ekspresi wajah keruh. Begitu aneh sekaligus terkejut dirinya saat mengetahui lautan Qi Xiao Wang yang sangat luas. Tak bisa di pungkiri bahwa Qi yang dimiliki Xiao Wang hampir setara atau bahkan melebihi lautan Qi miliknya.
Segera ia membuka kedua matanya, Bola matanya bergetar sesaat. Cepat-cepat ia menoleh Xiao Wang seraya melemparkan pertanyaan konyol.
"Wang'er, apa yang terjadi padamu?"
melihat ayahnya yang berlagak aneh, Xiao Meng mengernyit keheranan.
"Ayah, ada apa? kenapa kau begitu gelisah," tanya Xiao Meng namun tak ada jawaban dari orang yang di tanya.
Xiao Liu terlalu fokus menunggu jawaban Xiao Wang sehingga ia mengacuhkan pertanyaan Xiao Meng.
Xiao Wang bangun, ia menarik nafas sesaat lalu ia mulai menjelaskan kepada kakek dan ayahnya terkait dengan apa yang di lihat Kakeknya.
__ADS_1
"Ayah, kakek. Sebenarnya kultivasiku saat ini melebihi tahapan Tinggi tingkat 6."
"Apa maksudmu?" tanya Xiao Liu penuh selidik.
"Wang'er jangan bercanda. Jika benar kultivasi-mu lebih dari tahapan Tinggi tingkat 6, lalu di tahapan mana kau saat ini?"
"Di tahapan Langit tingkat 2 Ayah, Kakek!"
"Apa?"
Keduanya tak dapat menahan untuk tak berteriak. Masa anak sekecil ini telah mencapai tahapan langit tingkat 2.
"Wang'er jangan bercanda?"
"Aku sedang tidak bercanda Ayah!"
"Lalu bagaimana kau menyembunyikan kekuatanmu sampai ke tahapan ini jika kau memang telah mencapai tahapan tersebut."
"Itu gampang Kakek!"
Xiao Wang kemudian menceritakan kepada Xiao Liu dan Xiao Meng terkait bagaimana cara ia menekan kultivasinya sampai pada tahapan ini.
Nampaknya, Xiao Meng maupun Xiao Liu masih tak memberikan kepercayaannya kepada Xiao Wang.
"Wang'er memang teknik yang kau jelaskan itu terlihat masuk akal. Namun yang menjadi tak masuk akalnya adalah jika seorang pemuda seperti kau yang bahkan belum mencapai 10 tahun bisa mencapai tahapan Langit. Apalagi Tahapan Langit tingkat 2."
"Benar Wang'er. Kau tahu, bahkan kakekmu membutuhkan waktu selama 90 tahun untuk mencapai tahapan langit tingkat dua. Sedang aku 70 tahun baru mencapai tahapan Langit tingkat 1. Masa kau yang baru berusia 8 tahunan, masa iya telah mencapai tahapan langit tingkat 2. Kan tidak masuk akal!"
"Memang Ayah, Kakek. Agak gila jika bocah sepertiku ini mencapai tahapan langit tingkat 2. Namun begitulah kenyataannya."
Entah harus bagaimana lagi Xiao Wang meyakinkan kedua orang tua di hadapannya ini.
"Wang'er jika memang kau telah mencapai tahapan itu, maka tunjukkan pada kami, tahapan yang kau maksud."
"Baiklah!"
Xiao Wang kemudian menghilangkan teknik penurun kultivasi. Ia melakukan suatu gerakan tangan. Mendadak, tubuhnya memancarkan energi putih. Setelahnya terdengar rentetan ledakan dari dalam tubuh Xiao Wang.
Ledakan itu terus berlanjut, sampai pada akhirnya berhenti di tahapan Langit tingkat 2.
Kedua orang itu yang melihat kultivasi Xiao Wang yang meningkat drastis tak dapat menahan keterkejutannya. Saking terkejutnya, keduanya tak dapat menahan kesadaran mereka. Yap, mereka telah pingsan.
__ADS_1