
Setelah menunggu lama, akhirnya tiba pula giliran Chen Li untuk bertanding.
Ia maju ke atas arena dengan tak henti-hentinya mulutnya terbuka lebar, dalam kata lain ia menguap. Bahkan meskipun ia telah sampai di arena dan berhadap-hadapan dengan lawan, dirinya masih saja menguap.
Bagaimana tidak, menunggu selama beberapa jam dan tanpa melakukan apa-apa itu sangat membosankan.
Banyak tatapan kesal melihat tingkah yang di tunjukan Chen Li. Pasalnya seorang bocah ingusan dengan kultivasi rendah berani meremehkan lawannya yang bahkan seorang unggulan dari sekte besar.
"Lihatlah pemuda itu, berani sekali ia tak menganggap Zhou Huang!"
"Iya betul. Begitu besar nyali pemuda itu, sampai-sampai berani bersikap seperti itu di hadapan tuan muda Zhou."
"Aku yakin dia tidak akan selamat setelah ini!"
__ADS_1
"Kau benar. Apalagi tuan muda Zhou Huang terkenal dengan sifatnya yang mudah sekali tersinggung."
"Tak hanya itu, jurus andalan sekaligus mematikan yang dimilikinya yaitu Cakar Naga sangat mengerikan. Kabarnya, sekali saja terkena jurus itu, lawan akan langsung tumbang."
Wan Li yang kebetulan duduk di dekat penonton itu begitu terkejut ketika mendengar pembicaraan mereka. Bukan terkejut akan kemampuan pemuda itu. Akan tetapi marga yang dimiliki pemuda lawan Chen Li adalah Zhou. Yang berarti, pemuda itu memiliki hubungan darah dengan Jenderal Zhou Wang.
Masih ingat dengan Jenderal Zhou Wang kan? Masih lah pastinya. Jika lupa, silahkan baca kembali di Ch. pertama "Lahirnya Reinkarnasi Dewa".
Beliau adalah pria yang rela mengorbankan dirinya demi keselamatan Permaisuri beserta bayi yang di kandungnya.
Lama ia memikirkan masalah sekaligus memperkirakan alasan Jenderal Zhou Wang meninggalkan kediamannya dan memilih mengabdi pada kerajaan Api, namun ia tak kunjung menemukan pencerahan terkait masalah tersebut. Hingga tanpa ia sadari, pertarungan antara Chen Li dan Zhou Huang di arena telah dimulai.
"Bocah, beraninya kau mengacuhkan ku. Akan ku sobek mulut bau mu!"
__ADS_1
Zhou Huang merasa tersinggung ketika pemuda di hadapannya tak henti-hentinya menguap.
Meskipun ia telah memberi gertakan pada Chen Li, namun pemuda itu tak menanggapinya. Ia malah semakin memperlebar mulutnya ketika menguap tak bisa ditahannya.
"Sialan kau. Akan ku buat kau menyesal dengan tindakanmu." Zhou Huang tak bisa lagi menahan geram ketika pemuda di hadapannya tak menganggap ancamannya.
Dengan pedang yang bersinar, dirinya maju sembari pedangnya ia libaskan keras kearah pemuda di hadapannya.
Meskipun ancaman besar telah melandanya, nyatanya Chen Li masih tetap bersikap santai. Seolah-olah itu bukan ancaman berarti baginya.
Benar saja, sebelum pedang Zhou Huang mengenai dirinya, sebuah pedang yang masih tersarung rapi telah menahan laju pedang itu. Begitu kaget mereka yang menyaksikan kejadian tersebut, termasuk Zhou Huang sendiri.
Mereka sebelumnya telah yakin pedang Zhou Huang akan mengenai Chen Li, namun mereka begitu kaget dengan pedang itu yang entah sejak kapan Chen Li menggerakkan tangannya untuk menangkis serangan Zhou Huang.
__ADS_1
"Ba-bagaimana bisa?" Terbelalak mata Zhou Huang, terlalu sulit untuk mempercayai apa yang ada di depan matanya ini.