Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch. 183 ~ Menyerang Atau di Serang


__ADS_3

Xiao Wang mengangkat pedangnya, setelahnya melawan monster tersebut. Pesona Yang terlapisi energi berwarna biru muda itu berulang kali beradu dengan kulit keras sang monster. Meski begitu, tak menimbulkan luka sedikitpun.


Tangan sang monster yang di tumbuhi oleh kuku-kuku panjang nan runcing terangkat dan berniat mencakar Xiao Wang.


Tringg!!!!


Xiao Wang menepis dengan pedangnya, menimbulkan percikan bunga api sesaat serta bunyi dengkingan yang mendengking di gendang telinga.


Tidak sampai di situ, monster itu kembali mendouble serangannya. Xiao Wang pun tidak ada pilihan selain menepis serta menghindar.


Dia melakukan perlawanan. Menciptakan pisau-pisau air dan mengarahkannya pada si monster.


Whush!


Whush!


Whush!


Hampir berhasil. Pisau-pisau air itu berhasil membuat luka di tubuh Monster itu. Namun luka-luka itu malah puluh kembali hanya dalam tiga detik.


Melihat hal itu, Xiao Wang tidak berhenti untuk tidak mengumpat.


Melakukan berbagai upaya untuk mengalahkan monster yang notabenenya memiliki kekuatan di atasnya. Dia lantas memanipulasi air dan menjadikannya bola air. Bola air itu sendiri mengandung energi Qi yang begitu besar. Setelahnya dia langsung melempar bola air itu ke arah Monster tersebut.


Duarr!!!


Ledakan besar tercipta. Monster itu sendiri sampai di buat termundur beberapa meter dari tempatnya. Monster menabrak dinding goa hingga menciptakan guncangan hebat dalam goa itu.


Xiao Wang serta Bing Meigui sendiri sampai dibuat oleng karena tidak sempat menyeimbangkan tubuhnya. Namun haknitu tak berlangsung lama sebelum semuanya kembali normal.


Xiao Wang berhasil melumpuhkan Monster itu. Sialnya baru saja bernafas lega, mereka kembali di suguhkan oleh sesuatu yang lebih goncangan yang lebih besar dari sebelumnya.


"Gawat bocah! Kau telah mengundang kawanan monster ini untuk menuju ke arahmu!" Bo Ji mendadak berucap dalam benaknya.

__ADS_1


Kontan hal itu membuat Xiao Wang kaget.


"Apa yang telah aku lakukan?" Xiao Wang bertanya. Dia sendiri tidak mengerti Arah pembicaraan Bo Ji ini.


"Cih, Tidak ada waktu untuk menjelaskan! Jika tidak ingin mati, maka segeralah berlari. Dan jangan lupakan gadismu itu!"


Xiao Wang mengangguk. Meski Bing Meigui bukan siapa-siapanya, namun dia tidak mempermasalahkan godaan Bo Ji tadi.


Dia menarik pergelangan tangan Bing Meigui. setelahnya membawa gadis itu berlari.


Berlari dan terus berlari. Secara samar, Xiao Wang bisa merasakan aura hitam pekat bergerak begitu cepat ke arah mereka. Seolah-olah aura itu mengejar mereka berdua.


Lorong demi lorong mereka telusuri. Dikarenakan Lorong yang begitu banyak, sehingga Xiao Wang menuntun langkah tanpa memperhitungkan keadaan dan asal memasuki lorong. Beruntung di sana terdapat obor yang menyala-nyala di sepanjang lorong.


Beberapa saat, Xiao Wang tiba-tiba menabrak seseorang. Pemuda itu dibuat terduduk karenanya. Begitupun juga dengan orang yang di tabrak–nya.


"Aduh!"


Sejenak Xiao Wang mengeluh. Setelahnya dia menoleh ke arah seseorang yang tadi sempat dia tabrak.


"Xiao Wang!"


Keduanya sama-sama terbangun dan berpelukan erat layaknya orang udik.


"Akhirnya kita bisa bertemu lagi!"


"Tentu saja kita akan bertemu."


"Cih, orang-orang ini. Bisa-bisanya berpelukan haru di saat-saat genting seperti ini!" suara seorang gadis yang begitu ketus. Tentu saja gadis itu tidak lain adalah Hei Fang.


Kontan Xiao Wang serta Chen Li melepas pelukan tersebut. Keduanya sempat dibuat tersipu karena perkataan Gadis bergaun Hitam itu.


Benar saja, tak lama setelahnya, tanah kembali berguncang hebat. Aura hitam pekat kembali menyapa mereka.

__ADS_1


"Sialan, Monster-monster ini cari mati!" umpat Chen Li.


Keempat orang itu mulai menyiapkan senjata mereka masing-masing. Saling memunggungi. Mengaliri senjata dengan enegi Qi. Memandang awas musuh yang ada di hadapan mereka ini.


Ruang di mana mereka saat ini berada sendiri cukup luas. Berdiameter sekitar 20 meter, sehingga memungkinkan para monster untuk mengepung mereka.


Rasa takut menghampiri empat orang pemuda-pemudi tat kala melihat begitu banyaknya monster-monster ini. Di tambah wajah mereka yang bermacam rupa serta aura yang mereka pancarkan mereka yang begitu pekat, membuat Keempatnya sedikit merinding.


"Asah bilah pedang kalian dengan darah dari monster-monster ini. Jiak kita mati, setidaknya kita mati dalam keadaan terhormat." Xiao Wang tiba-tiba berucap lantang. Memberi semangat kepada tiga orang tersebut.


Keempat orang itu masing-masing melapisi tubuhnya dengan energi. Juga senjata yang mereka pegang pun terlapisi energi dengan warna berbeda. Diman setiap warna dari energi itu melambangkan unsur elemen yang mereka kuasai.


Setelah semakin dekat, Xiao Wang, Bing Meigui, Chen Li serta Hei Fang langsung mengambil langkah. Menyerang Monster-monster itu.


Entah karena tidak ingin mati, ataukah kerasukan setan baik, sehingga keempat orang itu bisa begitu gencar dalam menyerang musuh.


Tingkatan kultivasi seolah-olah bukan lagi masalah bagi mereka. Xiao Wang menbaslan pedang secara Horizontal.


Trang!!!


Ngingggg!


Pedangnya bertemu dengan kuku panjang na. keras layaknya besi dari sang Monster.


Xiao Wang merapatkan giginya. Serangan lain datang dari arah belakang. Dia mengetahui serangan itu berasal dari salah satu monster lain.


Bukan hanya satu, melainkan belasan monster saat ini tengah mengelilingi mereka. Bertarung dan terus bertarung. Xiao Wang Serta Chen Li telah berhasil membunuh salah satu monster. Mereka kemudian beralih untuk melawan monster lain.


"Pisau Angin... Angin Pembunuh!"


Hei Fang mengeluarkan jurusnya. Lesatan energi berbentuk pisau angin melesat dengan kecepatan tinggi.


Whush!

__ADS_1


"Auummm!!" Mengaum sejenak, sebelum monster yang terkena pisau angin di kepalanya hingga tembus ke belakang.


__ADS_2