
Guiji menjadi naik pitam mendengar ejekan Wu Lang. Ia lantas menciptakan bola Api di tangannya, lalu melemparkannya ke arah Pria setengah siluman itu.
Melihat bola Api itu, Wu Lang tak berniat menghindar sama sekali. Seringai sinis pun terpampang di bibirnya.
Baamm!
Ledakan besar terjadi saat itu juga, menghasilkan debu-debu yang beterbangan di mana-mana.
Setelah debu-debu tersebut menghilang, telihatlah sosok Huo Shi di hadapan Wu Lang.
"Aku yang menjadi lawan mu Iblis jelek!"
"Kau!"
Kekesalan menghampiri Guiji, medengar dirinya di bilang jelek. Yap, dia tidak sadar diri bahwa dirinya memang jelek. Setidaknya, bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada kita itu perlu, namun tidak dengan Iblis. Jadi jika kita merasa Tuhan tak adil karena kekurangan yang kita punya, maka kita tak ada bedanya dengan Guiji.
Guiji mengarahkan tangannya ke depan, Seketika bola-bola api muncul dari ruang hampa, lalu melesat mengikuti gerakan tangannya.
Huo Shi tak tinggal diam. Ia menyilangkan kedua lengannya ke depan, Seketika sebuah tameng api besar berbentuk tanda silang muncul di atas mereka.
BAAMM!! BAAMM!! BAAMM!! ...
Rentetan ledakan tercipta saat Api-api itu berbenturan dengan tameng energi milik Huo Shi.
Kekesalan menghampiri Guiji kala itu, Ia pun mempercepat laju bola-bola apinya.
"Ini tak bisa di biarkan!"
Huo Shi mulai kerepotan menahan Api-api itu yang semakin cepat dan keras menghantam tamengnya. Ia pun di buat termundur satu langkah dengan itu, beruntung Wu Lang memegang pundaknya dan menyalurkan sedikit Qi-nya membantu Huo Shi.
Huo Shi menoleh ke belakang sesaat. Ia pun tersenyum pelan ke arah orang di belakangnya, dan di balas dengan senyuman pula oleh Wu Lang.
Huo Shi menarik lengannya sesaat sebelum akhirnya ia mendorong ke depan.
"Hiaah!"
Tameng tersebut seketika terdorong maju ke arah Guiji.
Melihat tameng api itu yang bergerak kearahnya, Guiji semakin mempercepat laju bola-bola apinya, membuat tameng itu berhenti bergerak.
__ADS_1
Namun Huo Shi nampaknya masih tak mau kalah. Ia mengaliri Qi sebanyak-banyaknya pada lengannya. Kembali ia mendorong lengan beserta kakinya yang bergerak maju satu langkah.
"Hiaah!" Kembali teriakan terdengar dari mulutnya.
Raut wajah Guiji memburuk saat tameng energi itu kembali bergerak. Bahkan kecepatannya pun bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.
Segera ia menciptakan bola Api yang lebih besar, lalu melemparkannya ke arah tameng energi itu.
"Baamm!!"
Kedua energi yang berbenturan menciptakan ledakan dahsyat membahana nan menggetarkan kerajaan Api.
Guiji sendiri dibuat terhempas oleh energi angin yang tercipta dari bentrokan kedua energi. Tak hanya itu, saking derasnya laju energi angin tersebut bahkan menumbangkan pohon-pohon yang berdiri dengan kokohnya. Kawah pun tak bisa tak terhasil dari benturan dua energi dahsyat.
Xiao Wang yang tak siap menahan energi angin itu, hampir saja terhempas kalau saja tidak ada Long She menahannya, yang saat itu telah menjelma menjadi manusia setengah ular.
Begitupun juga dengan Huo Shi. Dirinya juga nyaris terbang jikalau tak ada Wu Lang yang juga telah berubah menjadi manusia setengah serigala yang menahannya.
Guiji yang terhempas, menabrak batu besar dan membuatnya hancur saat itu juga. Darah segar tak bisa ia tahan, dan berhasil lolos dari mulutnya. Ya, dirinya saat ini mengalami luka dalam akibat percikan energi itu.
"Sial. Tunggu saja, aku akan membalas perbuatanmu singa lemah!" umpatnya dengan suara serak akibat darah yang memenuhi Mulutnya.
Tanpa pikir panjang, ia langsung memasukkan pil mustika iblis ke dalam mulutnya dan menelannya.
Setelahnya, ia merasakan tubuhnya yang panas. Kesadarannya pun mulai menghilang saat itu juga. Aura kematian semakin pekat terpancar dari tubuhnya. Tak ada perasaan lain di benaknya selain rasa dendam dan membunuh. Tak hanya itu, bahkan kekuatannya meningkat sampai beberapa tingkat.
Sementara Xiao Wang dan keempat bawahnya masih dapat merasakan aura kematian yang sangat pekat walaupun jarak mereka dengan Guiji terpaut beberapa ratus meter.
"Hawa apa ini?" tanya Xiao Wang yang kembali merasakan tak enak.
"Ini aura kematian dari Iblis itu?"
"Sial! Apa yang Iblis jelek itu telan, sehingga auranya bisa meningkat seperti ini?" ucap Huo Shi.
Dari kejauhan, nampaklah suatu titik yang melayang dari langit menuju ke arah mereka. Titik itu perlahan membesar seiring dengan jaraknya yang semakin dekat dengan mereka.
Hingga nampaklah oleh keempatnya sosok Guiji yang penampilannya telah agak berbeda. Kali ini nampak semakin menyeramkan.
Xiao Wang merasakan sesak di dadanya. Tak hanya itu, bergerak pun susah. "A-apa ya-yang te-terjadi?" rintihnya.
__ADS_1
Melihat Tuan mereka yang kesusahan, Wu Lang segera mengeluarkan auranya guna menetralkan tekanan aura kematian Guiji terhadap Xiao Wang.
Xiao Wang pun akhirnya bisa bernafas lega.
"Bocah, kau perlu berlatih aura naga, bocah!"
"Aura naga?"
"Ya, aura naga. Namun tidak ada waktu untuk menjelaskan kepadamu sekarang. Yang perlu kau pikirkan adalah, iblis di depanmu saat ini."
Xiao Wang menjadi penasaran dengan aura naga, namun yang di katakan Bo Ji memang benar. Tak ada waktu untuk memikirkan itu saat ini.
Ia pun kembali berbalik dan menatap ketiga bawahannya.
"Apakah kalian mampu mengalahkannya?" Kembali pertanyaan itu ia lemparkan kepada tiga bawahannya.
"Tentu saja tuan. Tuan tenang saja, tak perlu tuan mengkhawatirkan makhluk itu. Mau sekali lagi ia berubah, kami masih bisa mengalahkannya!" Kembali Huo Shi menyombongkan diri.
"Ch, belagak!" Long She menyela.
Huo Shi tak memperhatikan ucapan Long She. Dirinya merubah wujudnya menjadi siluman Singa Api seutuhnya.
Aura emas memancar dari tubuhnya yang besar. Setelahnya, aura itu berubah menjadi kobaran api yang menyelimuti tubuhnya.
Sekali ia mengaum, maka gelombang energi akan tercipta dan mencapai radius beberapa ratus meter jauhnya. Tak hanya itu, bahkan pohon-pohon pun akan terbang saat ia mengeluarkan aumannya.
Sorot matanya yang tajam dan berapi-api, ia arahkan kepada makhluk terkutuk itu. Pandangannya berubah tegas saat itu juga. Lalu ia menciptakan bola api besar dari mulutnya, dan langsung ia arahkan ke arah Guiji.
Melihat bola api itu, Guiji juga menciptakan bola api, namun ia mengombinasikannya dengan energi kegelapan.
BAAMM!
Kembali ledakan yang sangat dahsyat tercipta saat kedua energi itu berbenturan.
Gempa kembali terjadi kala itu. Namun kali ini tak hanya di kerajaan Api yang merasakannya, namun satu kekaisaran merasakan imbas dari bentrokan kedua energi berkekuatan Alam itu.
Dua energi yang meledak menciptakan hujan api di tempat mereka berada saat ini. Tak hanya itu, bahkan percikan api itu mampu mencapai seribu meter jauhnya dari tempat mereka.
Beruntung Wu Lang dan Long She menyatukan kekuatan mereka untuk menciptakan array yang melindungi mereka. Sehingga mereka tidak merasakan dampak dari ledakkan kedua energi itu.
__ADS_1