Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 26. Babak Final


__ADS_3

Babak Final memang berbeda dari babak-babak sebelumnya. Dimana, orang-orang sangat menantikan babak ini. Selain itu peserta yang menjadi juara akan segera nampak pada babak ini juga.


Du Yan memasuki Arena, setelah memberi kata sambutan dan beberapa kata pengantar, ia pun langsung memanggil peserta finalis ke arena.


Seperti biasa, ia juga akan menjelaskan peraturan sebelum memulai pertarungan peserta.


Yuan Fang dan Hai Yue saling memberikan hormat, setelah itu keduanya melesat menerjang lawan masing-masing.


Tanpa A-I-U, Hai Yue dan Yuan Fang langsung menggunakan segenap kemampuan untuk menghadapi lawan.


Pisau-pisau angin tipis tercipta saat Hai Yue mengibaskan kipasnya. Pisau angin itu melesat cepat kearah lawan serta Hai Yue yang mengiringi serangan tersebut dari belakang.


Dengan kecepatan tinggi bak kilat, Yuan Fang menghindari serangan energi tersebut, lalu ia muncul di belakang Hai Yue.


Merasakan sesuatu yang berbahaya di belakangnya, Hai Yue langsung memutar tubuhnya seraya melibaskan kipasnya. Namun, serangannya hanya mengenai udara.


Yuan Fang muncul kembali di belakangnya, ia lantas melancarkan tinju yang di aliri dengan Qi.


Betapa kagetnya ia ketika tinju yang ia lancarkan menembus tubuh Hai Yue. Sesaat ia pun menyadari bahwa yang ia serang tadi adalah tipuan atau ilusi tubuh angin.


Dimana di kerajaan Api, tak ada yang memiliki teknik ini, selain tetua Hai Bao, kakek Hai Yue. Karena teknik itulah ia di gelar sebagai Pendekar Tubuh Angin. Hai Yue sendiri dapat menggunakan teknik ilusi tubuh Angin karena ia meminta kakeknya mengajarinya sebagai hadiah.


Walaupun tak terlalu menguasainya, tapi setidaknya ia telah bisa menggunakannya.


Yuan Fang mengedarkan pandangannya ke seluruh arena, mencari keberadaan lawan. Beberapa sesaat ia merasakan dingin di bagian belakangnya. Lantas ia melompat ke atas melakukan salto belakang. Disaat itulah ia menemukan wujud asli Hai Yue yang menyabit kipas kearahnya sebelum ia melompat.


Ia lantas menebas Hai Yue dengan pedangnya, segera sebuah pertunjukan seru kembali nampak di arena.


Keduanya saling serang menyerang, menangkis menepis. Tak ada tanda-tanda yang mau mengalah. Keduanya nampak imbang. Hingga ketika Yuan Fang mengarahkan tapaknya dan tepat mengenai dada Hai Yue, membuatnya termundur beberapa langkah.


Karena tak terima. Hai Yue mulai melakukan gerakan memutar, ia kembali menciptakan tornado kecil. Setelahnya ia arahkan tornado tersebut pada lawan.


Melihat tornado yang bergerak kearahnya, Yuan Fang lantas menyarungkan pedangnya. Ia lalu menciptakan dua pedang petir di tangannya kemudian melempar, menargetkan tornado.

__ADS_1


Pedang petir dan tornado saling berbenturan menciptakan sebuah energi cekungan pada pedang petir tersebut.


Sialnya, dua pedang petir saja tak cukup untuk menghancurkan tornado itu, sehingga ia kembali menciptakan dua pedang petir lalu kembali melemparkannya.


Sebelumnya ia nampak khawatir ketika menciptakan kembali dua pedang petir. Sebab ia hanya bisa menggunakannya 5 kali dalam sehari. Namun karena tak ada pilihan, ia terpaksa harus merelakan empat kesempatan tersebut.


Kedua pedang itu melesat dengan cepat menyusul dua pedang petir sebelumnya.


BAAMM!


Kedua energi tersebut meledak, menimbulkan debu-debu yang berterbangan di mana-mana.


Segera Hai Yue melibaskan kipasnya. Setelahnya pusaran angin tercipta dan menerbangkan debu-debu tersebut.


Keduanya pun kembali melesat. Setengah jam lewat begitu saja, namun tak ada yang menunjukan tanda-tanda kekalahan. Mereka nampak tetap imbang.


Setelah beberapa saat, nampak Hai Yue mulai lelah. Ia menepis pedang Yuan Fang, setelah itu ia memukul dada lawan untuk mengambil jarak dan beristirahat sejenak.


Yuan Fang mengarahkan pedangnya ke leher lawan. Namun, Hai Yue menepis serangan tersebut dengan kipasnya. Tak berhenti sampai di situ, menggunakan langkah petir, Yuan Fang menghilang dan muncul kembali di belakang lawan.


Setelahnya, ia langsung melancarkan tendangan telak pada pinggang gadis itu. Hai Yue nampaknya mengetahui pergerakan Yuan Fang. Ia dengan segera menghindar ke samping.


Yuan Fang masih tak mau menyerah, ia kembali menghilang setelahnya menyerang Hai Yue di sisi lain.


Namun Hai Yue lagi-lagi bisa menghindar dan menangkis. Karena kesal, ia memutuskan untuk mempercepat gerakannya, berpindah-pindah tempat berusaha melumpuhkan Hai Yue.


Setelah beberapa saat, usahanya nampak membuahkan hasil. Hai Yue rupanya telah kewalahan meladeni setiap serangan yang ia lancarkan. Beberapa bagian tubuhnya pun terdapat sayatan-sayatan dalam dari pedang Yuan Fang.


Pada akhirnya, Hai Yue sampai juga di ambang batas, setelah beberapa saat, ia pun pingsan karena tak tahan lagi. Selain itu, ia tak pernah merasakan dirinya di lukai seperti ini.


Sehingga ketika pedang Yuan Fang mengenai kulitnya, entah mengapa ia merasakan sakit yang luar biasa. Apalagi sayatan-sayatan datang tidak sekali dua kali, namun beberapa kali, PERIH.. begitulah kira-kira yang ia rasakan saat ini.


Tak hanya itu, ia juga nampak sangat lelah menangkis serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Yuan Fang dari berbagai arah padanya.

__ADS_1


Akhirnya ia merasa kepalanya pusing, ingin rasanya ia muntah dengan itu. Setelah beberapa saat, ia pun pingsan.


"Eeh Yuan Fang sialan, beraninya sama wanita, kalau kau punya nyali, sini hadapi aku."


"Berani sekali kau melukai wanita, memang hati batu. Tak berperasaan."


"Huuh. Untung saja ini pertandingan, kalau bukan, akan ku pastikan lehermu terpisah dari badan."


"Sialan kau. Awas saja, kalau sampai terjadi sesuatu kepada bidadari ku, aku tak akan melepaskan mu."


Banyak penonton pria yang mengutuki tindakan Yuan Fang. Namun ia nampak tak peduli dengan itu.


Di sisi lain, banyak para wanita yang senang melihat Hai Yue seperti itu, sehingga disaat para pria mengutuki tindakan Yuan Fang, mereka akan langsung menghujat pria tersebut.


Sebab, mereka tak menyukai gadis itu karena perangainya yang sok-sok an.


Sementara itu, di tempat Tetua nampak Pendekar Tubuh Angin sangat geram melihat cucu perempuannya di perlakukan seperti itu, ingin rasanya ia memotong tangan anak itu, karena telah berani melukai cucunya.


Namun ia tak bisa berbuat apa-apa, karena di sana ada ketua Sekte, selain itu juga ada beberapa tetua di tempat itu. Sehingga ia hanya bisa memendam semua itu di lubuk hati yang terdalam.


Kembali ke arena, Du Yan mengumumkan pemenangnya adalah Yuan Fang. Setelah para tim medis membawa hai Yue ke ruang khusus, ia pun lantas melanjutkan pertandingan.


Ia memanggil Xiao Wang dan Lu Wanqiang untuk memasuki arena.


Kedua peserta yang di panggil lantas memasuki arena. Nampak jelas kebencian di mata Lu Wanqiang ketika ia memandang Xiao Wang.


Xiao Wang sendiri merasa sedikit ngeri ketika menatap mata Lu Wanqiang, yang seolah-olah ingin sekali membunuhnya.


Setelah di persilahkan, Lu wanqiang tanpa aba-aba langsung meluncur dengan pedang yang memancarkan cahaya karena energi Qi yang banyak. Ia segera melibaskan pedangnya dengan keras pada kepala Xiao Wang.


Xiao Wang sendiri berusaha bersikap tenang. Ia memejamkan mata menarik nafas, lalu menghembuskannya. Setelahnya ia membuka kedua matanya, nampak semua berjalan lambat di matanya.


Ia segera bergerak mundur ke belakang menghindari tebasan tersebut. Pedang yang ia pegang mengeluarkan energi biru muda. Ia mengangkat pedang tersebut menepis serangan Lu Wanqiang yang kembali di arahkan kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2