Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 75. Kekalahan Memalukan


__ADS_3

Arena yang telah rusak tak memungkinkan lagi untuk melanjutkan pertandingan.


Chen Li menghampiri Zhou Huang yang kini mematung di tempat sambil menatapnya aneh.


Sesampainya ia di hadapan pemuda tersebut, ia pun lantas berucap, "Apakah kau mau menyerah, sekarang?"


Mendengar pertanyaan Chen Li, Zhou Huang langsung memasang wajah tak terima.


"Enak saja... Aku belum kalah!" bantah Zhou Huang.


"Hais, bukankah tadi sudah jelas kau telah kalah. Kalau bukan karena aku yang menahan laju serangan energi ku tadi, mungkin kau telah tiada sekarang. Kalaupun kau masih hidup, mungkin kau akan cacat seumur hidupmu!" tutur Chen Li dengan intonasi agak tinggi.


Meskipun begitu, tetap saja Zhou Huang masih tak terima akan kekalahannya. Ia bersih keras untuk tetap bertanding dengan Chen Li.


"Lihatlah pemuda itu! Betapa tak tahu malunya dia. Jelas-jelas tadi ia telah kalah. Dasar tak tahu diri!"


"Ya, kau benar! Kalau bukan karena pemuda itu yang berbaik hati mau menolongnya, mungkin saja dirinya telah hangus dibakar serangan energi yang di keluarkan pemuda itu."


"Mungkinkah urat malunya telah putus?"

__ADS_1


Desas-desus terdengar di bangku penonton yang menyindir Zhou Huang. Tak hanya itu, bahkan kepala keluarga Zhou sekaligus ayah dari Zhou Huang yang kebetulan menyaksikan pertandingan anaknya di podium khusus juga ikut terseret.


"Dasar anak tak berguna!" gumam pelan kepala keluarga Zhou.


"Ck-ck-ck! Zhou Tua, aku tak menyangka anak yang selama ini kau bangga-bangga ternyata tak memiliki rasa malu."


"Benar apa yang kau ucap! Bagitu besar kah keinginannya untuk memenangkan pertandingan, sampai-sampai rasa malu tak ia pakai. Sebagai bagian keluarga bangsawan aku jadi malu melihat sikap yang di tunjukan putramu."


Beberapa keluarga besar yang kebetulan duduk di dekat Kepala keluarga Zhou pun ikut-ikutan menyindir beliau.


Naik pitam kepala keluarga Zhou mendengar omongan-omongan mereka. Tak hanya mereka yang duduk di sampingnya yang ia dengar menyindir putranya dan ia, akan tetapi pendengaran tajamnya juga menangkap banyak sekali penonton, tetua-tetua sekte bahkan peserta yang membicarakan dirinya beserta putranya.


Ketika dirinya di tanya oleh kepala keluarga besar lain, ia akan menjawab mencari angin karena di sana ia merasa kepanasan.


Sementara itu, di arena....


"Baiklah aku akan meladeni mu, tak sampai hati aku melihatmu mengemis-ngemis untuk bertanding kembali!" ucap Chen Li dengan intonasi sedikit mengejek Zhou Huang.


"Kau... Siapa yang mengemis? Aku hanya ingin mengambil hakku. To juga a-aku belum kalah kan!" ujar Zhou Huang tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"Cih, belum kalah katamu... Sudahlah, percuma bicara sama orang yang tak punya rasa malu sepertimu. Lebih baik kita mulai kembali saja pertandingannya. Daripada nanti ayahmu bertambah malu karena mu!"


"Tutup mulutmu!"


Zhou Huang yang naik pitam lantas menghunuskan pedangnya. Segera ia berlari dengan kecepatan tinggi kearah Chen Li.


Seringai lebar terukir di bibir Chen Li. Momen ini yang ia tunggu. Memang kata-kata tadi sengaja ia keluarkan untuk memancing amarah pemuda di hadapannya.


Ia menyimpan pedang di genggamannya, lalu dengan kepalan tangan yang telah di lapisi energi api yang berkobar-kobar, dirinya melesat maju dengan kecepatan dua kali lipat dari Zhou Huang.


Bukk!


Whush!


Tidak sampai sedetik, Chen Li telah muncul di hadapan Zhou Huang dengan kepalan tinju apinya telah ia hantam-kan pada perut lawan.


Energi emas melingkar muncul sesaat ketika kepalan tinju Chen Li menghantam keras perut Zhou Huang. Waktu terasa berhenti sejenak, sebelum akhirnya kembali normal dalam sedetik.


Zhou Huang sendiri terlambat menyadari kehadiran Chen Li, hingga ketika dirinya tersadar, ia telah terbang tinggi di udara dan menjadi bintang bagi mereka yang melihat dirinya dari bawah.

__ADS_1


"A-apa ... Apa yang terjadi?" Salah satu penonton berucap tanpa sadar. Tak hanya dirinya, bahkan semua yang hadir di sana begitu tak percaya sekaligus tidak sempat terkejut dengan aksi yang di lakukan Chen Li barusan.


__ADS_2