
Xiao Wang menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah bangunan berlantai 3. Di atas pintu masuk bangunan tersebut terdapat sebuah tulisan bertuliskan 'Perpustakaan Sekte Elang Emas'.
Xiao Wang menurunkan Xiao Yin dan mereka berdua masuk ke dalam perpustakaan Sekte.
"Yin'er kau carilah teknik di sini! Aku akan naik ke atas untuk mencari kitab yang cocok untuk ku pelajari nanti."
Xiao Wang mengusap lembut rambut Xiao Yin. Mendapat perlakuan seperti itu, seketika membuat pipinya merah merona.
Xiao Yin mengangguk lalu berbalik dan mencari teknik yang akan ia pelajari.
Sepeninggal Xiao Yin, Xiao Wang juga berbalik dan melangkah menuju ke lantai dua.
Di perpustakaan sekte Elang Emas ini di bagi menjadi tiga lantai. Dimana, setiap lantai memiliki tingkatan teknik yang berbeda.
Pada lantai satu menjadi tempat teknik tingkat dasar. Lantai dua tempat kitab teknik tingkat sedang. Dan Lantai tiga menjadi tempat teknik tingkat tinggi.
Sesampainya ia di lantai dua, ia pun langsung menelusuri rak-rak berisi kitab teknik tingkat sedang satu persatu.
Hingga ketika ia sampai di pojok, ia melihat sebuah kitab usang yang memancarkan aura aneh.
Ia pun langsung mengambil kitab tersebut, dan membaca sampulnya.
"Gelombang Pencakar Langit."
Tepat setelah ia selesai membaca sampul dari kitab tersebut. Ia dikagetkan oleh suara yang sangat jelas, terdengar berbisik di telinga kanannya.
"Kau yakin ingin mempelajari teknik itu?"
"kyaaaa."
Sontak saja Xiao Wang berteriak keras. Tanpa sadar ia langsung menyerang pemilik suara tersebut, tanpa melihat sebelumnya siapa yang membisikan kata-kata itu.
Pemilik suara tersebut menghilang dan muncul kembali di hadapan Xiao Wang.
"Xiao Wang, apa yang kau lakukan?" Tanya pemilik suara tersebut dengan nada yang di buat-buat.
"Eeh, te-tetua Yuan," sontak Xiao Wang sangat panik ketika melihat pemilik suara tersebut yang ternyata adalah Cheng Yuan, Salah satu dari Tetua sekte Elang Emas.
Yang mana tetua Cheng Yuan ini berada di posisi ke 5 tetua tertinggi sekte Elang Emas.
"Ma-maafkan aku Tetua, aku benar-benar tidak sengaja," sesal Xiao Wang meminta maaf kepada tetua Cheng Yuan.
"Tak apa Xiao Wang. to itu juga merupakan kesalahan ku karena telah mengagetkanmu."
__ADS_1
"Xiao Wang, apakah kau benar-benar ingin mempelajari teknik itu? Kalau memang benar demikian, aku sarankan kepadamu untuk segera membuang jauh-jauh niatmu itu," tekan Tetua Cheng Yuan.
"Memangnya ada apa dengan teknik ini tetua?" tanya Xiao Wang penasaran.
Cheng Yuan pun kemudian menjelaskan bahwa dahulu ada seorang kultivator tahap Langit tingkat 5 yang juga mempelajari teknik itu.
Namun, karena kecerobohannya, kultivator tersebut tewas karena tidak dapat mengontrol energi Qi nya yang terus menerus di serap oleh teknik tersebut ketika ia menggunakannya beberapa kali.
Memang kekuatan yang di hasilkan dari energi ini bisa membuat kultivator yang beberapa tingkat di atasmu akan langsung tumbang.
Namun, jika kita menggunakan secara sembarangan, maka siap-siap untuk menerima konsekuensinya.
Sejak saat itu, kitab Gelombang Pencakar Langit sudah di larang di gunakan. Sebab selain membahayakan nyawa kita sendiri, teknik ini juga membahayakan nyawa orang lain.
Xiao Wang mendengarkan cerita tersebut dengan seksama. Dia tak menyangka, bahkan seorang kultivator tahap Langit tingkat 5 sekalipun akan tewas karena tidak bisa mengontrol teknik ini dengan baik.
Padahal teknik ini sangatlah hebat, akan tetapi karena kehebatan tersebut lah yang membuat orang-orang lengah hingga membuat Qi mereka habis terserap.
Sehingga mereka mati dalam keadaan tubuh yang mengering.
"Xiao Wang, teknik ini sangat berbahaya. Memang teknik ini sangatlah hebat. Namun konsekuensi yang harus di tanggung sangatlah besar bahkan sampai mengancam nyawamu dan nyawa orang lain," ujar Cheng Yuan mengingatkan Xiao Wang.
Xiao Wang menjadi semakin penasaran sekaligus tertarik dengan teknik ini. Sehingga ia berinisiatif untuk mempelajarinya.
"Apakah kau gila Xiao Wang. Teknik ini sungguh sangat berbahaya. Aku tak bisa mengizinkanmu," sergah tetua Cheng Yuan.
Ia tak berani mengizinkan Xiao Wang mempelajari teknik itu. Karena jika sesuatu terjadi pada Xiao Wang, maka dia yang akan di salahkan karena telah mengizinkannya mempelajari teknik tersebut.
Apalagi Xiao Wang adalah cucu dari Xiao Liu, ketua dari sekte Elang Emas.
"Aku mohon tetua Yuan. Aku berjanji akan menggunakan teknik ini dengan baik. Bahkan jika memungkinkan, aku akan berusaha sekeras mungkin supaya aku bisa mengendalikan teknik ini sehingga tidak akan ada nyawa yang melayang," timpal Xiao Wang yang tidak langsung menyerah.
Dia terus membujuk dan meyakinkan tetua Cheng Yuan supaya memberikannya izin.
"Tidak bisa Xiao Wang, Aku tak berani. Jika kau bersikeras untuk mempelajarinya maka kau harus meminta izin dari ayah dan juga kakek mu. Jika mereka mengizinkan kau mempelajarinya, maka aku juga akan mengizinkanmu."
"Baiklah."
Tanpa berpikir panjang, Xiao Wang langsung melesat keluar dari perpustakaan dan mencari kakeknya.
Xiao Yin yang melihat Xiao Wang berlari keluar langsung memanggilnya, akan tetapi karena Xiao Wang berlari kencang maka Xiao Wang tidak dapat mendengarnya.
Setelah beberapa saat mencari keberadaan Xiao Liu, akhirnya ia menemukannya sedang bercengkrama bersama ayah beserta ibunya di rumahnya.
__ADS_1
"kakek.. hah-haah," panggil Xiao Wang dengan nafas memburu.
Melihat Xiao Wang yang datang dengan nafas yang tidak beraturan dan tampak sangat kelelahan, membuat mereka semua khawatir.
"Wang'er apa yang sedang terjadi?" tanya Yan Yu.
Xiao Wang tidak langsung menjawab pertanyaan yang di lontarkan Yan Yu kepadanya, tapi ia malah mengambil gelas yang berisi air lalu meminumnya dengan rakus.
Setelah selesai minum dia duduk sejenak sambil mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan.
"Ayah, Ibu, kakek. Aku ingin mempelajari teknik Gelombang Pencakar Langit," ungkap Xiao Wang menjelaskan keinginannya langsung ke intinya.
"AAPAA?"
Mereka bertiga yang terkejut ketika melihat ia datang dengan keadaan kelelahan, kini mereka bertambah terkejut mendengar keinginan Xiao Wang.
"Wang'er apakah kau tau betapa berbahayanya teknik itu?" tanya Xiao Liu.
"Iya Kakek, tapi aku janji akan menggunakan teknik ini dengan baik," ujar Xiao Wang meyakinkan kakeknya.
"Tidak Wang'er, aku tidak akan mengijinkan mu! Teknik Gelombang Pencakar Langit sangat berbahaya. Seorang kultivator tahap Langit tingkat 5 saja sudah tidak bisa mengatasi bahaya dari teknik ini.
Apalagi kau yang hanya seorang kultivator tahap menengah tingkat 2," tegas Xiao Meng.
"Benar Wang'er. Aku tak mau sampai putraku satu-satunya mengalami suatu musibah, bahkan sampai mengancam nyawamu," Yan Yu menambahkan.
"Aku tau ayah, ibu, kakek. Tapi aku sudah memperhitungkan semuanya. aku yakin bisa mengatasi masalah dari teknik Gelombang Pencakar Langit ini."
"Tidak Wang'er!"
"Ayolah."
Butuh waktu sekitar 3 jam Xiao Wang membujuk mereka. sampai akhirnya, walaupun berat mereka kemudian mengizinkannya untuk mempelajari teknik Gelombang Pencakar Langit.
"Baiklah Wang'er. Aku akan mengizinkanmu, tapi kau harus berhati-hati, Dan jangan sampai terjadi satu kesalahan pun ketika kamu mempelajari teknik ini. karena satu saja kesalahan akan berdampak besar dan bahkan sampai mengancam nyawamu."
"Tapi ayah," sanggah Yan Yu.
"Sudahlah Yu'er. Kita biarkan saja Wang'er mempelajari teknik Gelombang Pencakar Langit. Aku yakin ia akan baik-baik saja, dan bahkan bisa menyelesaikan permasalahan dari teknik ini."
"Terima kasih Kakek."
Xiao Wang pun tersenyum lalu berbalik dan berlari kembali ke perpustakaan untuk menemui tetua Cheng Yuan dan memberitahunya kalau ia sudah mendapatkan izin dari kakeknya.
__ADS_1