
"Li'er apakah kau baik-baik saja?" tanya Jenderal Wan Li yang baru saja selesai mengambil kristal roh yang berwarna kuning dari tubuh siluman Harimau Langit.
"Iya Paman. Aku tidak apa-apa."
Keduanya pun menarik kembali pedang dari sarungnya, nampak masih ada bercak darah dari siluman harimau langit. keduanya nampak memasang sikap waspada, dan siap bertarung.
Seekor siluman ular tiba-tiba muncul di hadapan mereka. siluman ular itu nampak memamerkan taringnya yang runcing.
"Siluman seribu tahuun!" Jendral Wan Li berteriak, nampak ketakutan terlihat jelas dari raut wajahnya yang agak keriput.
"Li'er, kita tak akan mungkin bisa lari dari siluman ini. Sebab, walaupun tubuhnya yang besar nan panjang, tapi itu tak menghambat kecepatan gerak dari siluman ini."
"Lantas apa yang harus kita lakukan Paman?"
"Tak ada jalan lain, mari kita lawan siluman sama-sama."
"Baik paman."
Kemudian mereka langsung melesat maju dengan pedang yang berapi-api yang siap memotong dan membakar apa saja.
Xiao Wang melesat maju dan langsung mengarahkan pedangnya melakukan gerakan memotong secara vertikal.
Seketika gelombang energi muncul dan melesat ke arah tubuh Siluman Ular Naga.
Ledakan kecil terdengar ketika energi tersebut menghantam tubuhnya.
Namun anehnya, tidak terjadi sesuatu pada tubuh siluman tersebut. Bahkan sisiknya tidak tergores sedikit pun. Hanya kepulan asap hitam yang tercipta dan melayang sebelum akhirnya menghilang di bawa angin.
Chen Li yang menyaksikan itu membelalakkan matanya tak percaya. Ia pun menggertakan giginya lalu maju dan mengaliri pedangnya dengan energi Qi sebanyak-banyaknya.
Lalu ia menebas bagian tubuh Siluman Ular Naga dengan kekuatan penuh.
DING!!
Sebuah suara seperti bentrokan besi terdengar sangat nyaring.
Pedang yang ia pegang langsung retak dan tidak berapa lama hancur berkeping-keping.
Chen Li kembali di buat tak percaya. Sebab pedang yang ia miliki adalah senjata tingkat menengah.
Bahkan ia juga menambahkan Qi yang sangat banyak ke dalam pedangnya, sehingga kualitas dari pedang tersebut sama dengan senjata tingkat tinggi.
Xiao Wang cepat-cepat mengambil jarak dengan Siluman ular naga tersebut.
Akan tetapi, baru saja beberapa meter ia melompat, ekor siluman Ular Naga yang sangat besar menghantamnya membuat dirinya terpental sejauh 500 meter.
"Li'er.." Jenderal Wan Li berteriak memanggil Chen Li.
__ADS_1
Ia pun bergegas mengejar Chen Li. Namun baru saja beberapa meter ia bergerak, instingnya yang tajam mengatakan sesuatu yang sangat berbahaya akan segera terjadi.
Jenderal Wan Li menoleh ke belakang. Dan benar saja, siluman ular naga itu meluncurkan bisa kearahnya.
Ia pun segera menghindari serangan tersebut. Lalu ia mengurungkan niatnya untuk mengejar Chen Li dan malah berbalik melawan siluman Ular Naga.
Berbagai macam usaha telah ia kerahkan. Akan tetapi tak satupun dari usaha tersebut yang berhasil menembus pertahan Siluman Ular Naga. Bahkan ia hampir saja terkena Bisa yang secara serentak di lemparkan ke arahnya.
Karena tidak ada jalan, ia pun memutuskan untuk menggunakan teknik Amukan Dewa Phoenix.
Jenderal Wan Li mengambil posisi ancang-ancang, ia melapisi pedangnya dengan energi api. Lalu berbalik membelakangi siluman ular naga dan berlari.
Setelah beberapa meter, ia pun melompat di udara dan membalikan badannya.
Bersamaan dengan itu, ia langsung mengayunkan pedangnya dua kali dari atas ke bawah membentuk tanda silang.
"Amukan Dewa Phoenix." Jenderal Wan Li berteriak sangat keras.
Dari tanda silang tersebut, muncul sebuah energi berwarna merah menyalah.
Energi tersebut langsung menghisap api yang ada di pedangnya dan menarik paksa Qi yang ada dalam tubuhnya.
Siluman Ular Naga yang melihat jenderal Wan Li melepaskan sebuah energi menjadi waspada. Insting silumannya yang tajam mengatakan bahwa serangan itu sangatlah berbahaya
Segera ia mengumpulkan Qi di bagian mulutnya dan merubahnya menjadi energi racun.
Ia hendak melemparkan racun tersebut, namun kalah cepat dengan energi Api yang di hasilkan oleh teknik Amukan Dewa Phoenix yang melesat dengan sangat cepat dan tepat mengenai racun tersebut, membuat siluman Ular Naga menelan racunnya sendiri.
Setelahnya, membakar semua yang ada dalam tubuhnya, menyisakan kristal roh, taring dan sisiknya yang masih utuh.
Jenderal Wan Li bernafas lega, akhirnya ia bisa mengalahkan siluman itu. ia pun memasukkan semuanya ke dalam cincin ruang miliknya.
Sebelumnya, cincin ruang di benua Naga sangatlah langka. Hanya orang-orang kaya yang bisa memilikinya.
Jenderal Wan Li sendiri mendapatkan cincin ruang itu dari Raja Chen Long sebagai hadiah karena telah begitu setia kepada keluarga kerajaan.
Setelah memasukkan hasil jarahan yang ia dapatkan dari Siluman Ular Naga, ia pun langsung bergegas melesat dengan kecepatan tinggi mencari Chen Li.
Sementara itu, Chen Li yang mendapat hantaman dari ekor siluman Ular Naga langsung terpental dan menabrak sebuah batu besar dan membuat batu tersebut hancur.
Akan tetapi, tubuh Chen Li terus saja melesat dengan kecepatan tinggi seperti sedang di tarik oleh sesuatu.
Setelah beberapa menit akhirnya tubuhnya berhenti tepat di sebuah air panas.
Chen Li merasakan tubuhnya sangat lemas tulangnya seakan-akan telah hancur ketika menabrak batu besar tadi.
Sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri dan tenggelam di air panas tersebut.
__ADS_1
*Alam bawah sadar Chen Li*
Chen Li Membuka kedua matanya secara perlahan. Ia bisa merasakan angin yang berhembus sepoi-sepoi menerpa tubuhnya dan membuatnya terhanyut dalam kenyamanan.
Lalu ia bangun, mengambil posisi duduk dan melihat sekelilingnya.
Nampak rumput-rumput hijau yang bergoyang-goyang diterpa silir-semilir angin yang bertiup perlahan.
Bunga-bunga indah dengan bermacam-macam warna bermekaran dan nampak bersinar di terpa cahaya sang Surya.
Ada juga hewan Nektivora seperti kupu-kupu, lebah dan burung colibri yang sibuk beterbangan kesana-kemari, dari bunga ke bunga untuk mengambil nektar bunga.
Di depannya ia bisa melihat aliran sungai yang berkilau mengalir dengan derasnya.
'Benar-benar sangat nyaman,' pikirnya.
"Sudah selesai menghayalnya?"
Sebuah suara datang dari belakangnya.
Chen Li segera menoleh ke arah sumber suara tersebut, dan menemukan seorang pria yang berumur sekitar 18 tahun-an yang sangat tampan.
Dengan rambut panjang yang terurai, mata yang sipit, alis tebal, bibir tipis dan merah, serta kulit yang putih mulus, sedang duduk di bawah pohon besar sambil memegang suling di tangannya.
Xiao Wang menatap pria itu dengan penuh tanda tanya.
Sesaat, ketika hendak bertanya terkait identitas pria itu, ia pun segera mengingat kejadian yang menimpanya barusan.
Bahwa tadi ia sedang bertarung melawan Siluman Ular Naga bersama dengan pamannya sebelum akhirnya terlempar jauh dan menabrak sebuah batu besar dan berakhir dengan tubuhnya yang tenggelam di air yang panas.
"Apakah itu tadi tak nyata?" tanya Chen Li pada dirinya sendiri.
"Kau memang tadi bertarung melawan Siluman Ular Naga sebelum akhirnya kau dilempar oleh ekor siluman Ular Naga itu."
"Dan sekarang kau berada di alam bawah sadar mu."
Pria tampan tersebut menjelaskan pada Chen Li bahwa sekarang ini ia berada di alam bawah sadarnya.
"Benarkah demikian?" tanya Chen Li tidak percaya.
"Ya," jawab pria tampan tersebut. Lalu ia melanjutkan.
"Apakah kau mau tau bagaimana nasib tubuhmu saat ini?"
Chen Li tidak terlalu memerhatikan tawaran dari pria tampan tersebut namun ia tetap mengangguk.
Pria tampan itu melambaikan sulingnya. Seketika muncul rekaman yang memperlihatkan keadaan tubuh Chen Li yang tenggelam di air dan sangat memprihatinkan.
__ADS_1
Chen Li yang melihat kondisi tubuhnya seperti itu begitu terkejut. Ia tak menyangka bahwa luka yang akan ia terima akan se fatal itu.
"Sungguh sangat memperhatikan!" batin Chen Li.