
Tak berhenti sampai di situ, Yuan Fang lantas kembali menyerang Xiao Wang dengan tebasan-tebasan dari berbagai arah. Tempo gerakannya pun sangat cepat, namun Xiao Wang masih bisa mengimbanginya.
Keduanya terus saja beradu serangan dengan cepat. Semakin lama, kecepatan keduanya makin meningkat. Hingga nampak seperti kilatan-kilatan petir dan energi berwarna biru muda yang saling berbentrokan di mata penonton yang menyaksikan itu. Tak jarang juga percikan bunga api tercipta ketika kedua pedang mereka bertemu.
Beberapa saat, keduanya mengambil jarak. Xiao Wang merasakan tangannya yang sedikit kejang akibat sengatan energi listrik dari Yuan Fang ketika beberapa kali beradu pedang dengannya.
"Kau benar-benar hebat junior Xiao. Aku tak menyangka kau bisa mengimbangi gerakan ku."
"Aku takkan mungkin bisa mengimbangi gerakan senior jika bukan karena senior yang menurunkan kecepatan senior."
"Kalau begitu, mari kita mulai serius."
Yuan Fang mengaliri Pedangnya dengan Qi sebanyak-banyaknya, lalu ia melakukan perubahan energi petir. Seketika, pedang di tangannya memunculkan kilatan-kilatan petir. Setelahnya, ia maju dan menyerang Xiao Wang.
Melihat Yuan Fang menggunakan perubahan unsur elemen petir, Xiao Wang tak tinggal diam. Ia mengalirkan Qi pada pedang dan seluruh tubuhnya. Ia tak menggunakan perubahan unsur elemen air, karena air dan listrik memiliki hubungan unik, di mana air dapat menghantarkan listrik.
Yuan Fang melesat bak kilat, kecepatannya pun bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.
Xiao Wang menyambut serangan tebasan Yuan Fang dengan pedangnya pula. Akan tetapi, langkah yang di ambilnya ternyata salah.
Saat ia menangkis serangan Yuan Fang dengan pedangnya, listrik yang ada pada pedang Yuan Fang menjalari pedang di tangannya.
Lantas, ia langsung melepaskan genggaman tangannya dari gagang pedangnya. Segera ia melompat mundur ke belakang mengambil jarak.
Yuan Fang melihat itu, tersenyum miring. Lalu ia melesat ke arah Xiao Wang.
Xiao Wang dengan segera menciptakan 12 anak panah air. Setelahnya satu persatu anak panah air melesat cepat ke arah Yuan Fang.
Nampaknya, anak panah itu tak di hiraukan oleh Yuan Fang, ia tetap melesat cepat ke arah Xiao Wang. Sambil berlari, ia juga menghindari setiap anak panah yang hendak menghantamnya.
BAAMM!! BAAMM!! BAAMM!!
Ledakan-ledakan terjadi ketika anak panah menghantam tanah.
__ADS_1
Xiao Wang yang melihat Yuan Fang berhasil menghindari 12 anak panah memasang ekspresi khawatir.
Beberapa saat, Yuan Fang berada tepat di hadapan Xiao Wang. Ia lalu melayangkan pedangnya ke arah kepala Xiao Wang.
Karena tak mempunyai apa-apa yang dapat ia gunakan untuk menepis serangan itu, ia lantas melakukan salto ke belakang.
Namun, karena percikan-percikan petir yang bercabang-cabang menjalar kemana-mana, sehingga membuatnya mendapatkan goresan di pipinya oleh ketajaman salah satu cabang petir itu ketika ia hendak menghindari serangan tadi.
Secercah darah mencuat di pipinya. Ia lantas kembali bergerak menghindari setiap serangan pedang petir yang kembali di lancarkan Yuan Fang. Dengan susah payah, ia berusaha untuk menghindari setiap tebasan Yuan Fang. Sampai pada akhirnya ia kembali berhasil mengambil jarak.
Ia menarik nafas dalam-dalam. Ia melihat Yuan Fang yang melesat ke arahnya. Setelah jarak antara Xiao Wang dan Yuan Fang terpaut 5 meter, Xiao Wang segera membungkuk. Seketika lima anak panah muncul di belakangnya. Dan melesat cepat kearah Yuan Fang.
Yuan Fang yang saat itu hendak melancarkan serangannya begitu terkejut ketika melihat serangan tak terduga tersebut.
Segera ia menepis salah satu anak panah dengan pedangnya. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah anak panah itu meledak ketika menghantam pedangnya, membuatnya terpental sekitar 3 meter. Pedangnya pun terlepas dari genggamannya. Selain itu Ia merasakan tangannya yang kebas.
Tak berhenti sampai di situ, anak-anak panah kembali menghampirinya. Dengan sigap ia lantas melompat ke belakang sehingga anak-anak panah itu hanya mengenai tanah.
Seketika terbentuk cekungan dalam pada tanah akibat ledakan anak-anak panah tersebut.
BAAMM!! BAAMM!!
Ledakan besar tercipta ketika pedang petir bertemu dengan anak panah air.
Xiao Wang melesat ke arah Yuan Fang, begitupun juga dengan Yuan Fang. Lalu keduanya mulai beradu ilmu tangan kosong.
Yang satu meninju, yang satu akan menangkis. Yang satu menendang, yang satunya lagi akan menepis.
Yuan Fang mengarahkan tinjunya pada muka lawannya. Xiao Wang sendiri menghindari serangan itu dengan mengarahkan kepalanya ke samping.
Yuan Fang tak mau kalah, ia lantas memutar halu tinjunya menargetkan kepala Xiao Wang.
Xiao Wang lagi-lagi menghindari serangan itu dengan melakukan gerakan Kayang, lalu berdiri dan berbalik menyerang Yuan Fang.
__ADS_1
Setelah beberapa saat beradu pukulan dan tendangan, keduanya pun sama-sama terpukul mundur ketika masing-masing dari tinju keduanya mengenai dada lawan.
Yuan Fang memegangi dadanya. Lalu ia menciptakan bola petir di tangan kanannya, setelahnya melesat ke arah Xiao Wang.
Begitupun dengan Xiao Wang, ia segera menciptakan bola air di tangan kanannya, setelahnya melesat maju ke arah Yuan Fang.
Keduanya sama-sama melemparkan bola energi yang ada di tangan kanan mereka ketika jarak keduanya terpaut 5 meter.
BOMM!!
Ledakan dahsyat tercipta ketika kedua energi tersebut berbenturan.
Kedua anak yang melepaskan energi tersebut terpental ke belakang dan menghantam tanah. Beruntung keduanya tadi sempat menciptakan perisai sebelum energi tersebut meledak.
Sehingga luka yang di timbulkan oleh ledakan tersebut tidak terlalu berat. Namun keduanya telah kehabisan energi, ditambah tubuh keduanya yang menghantam tanah begitu keras. Akibatnya, keduanya tak mampu lagi untuk melanjutkan pertarungan.
Banyak yang tercengang menyaksikan pertarungan keduanya. Pertarungan yang sangat seru sekaligus sengit.
Di atas arena, nampak kedua pemuda tersebut sedang tergeletak di atas lantai arena. Du Yan lalu menghampiri keduanya untuk memeriksa kondisi mereka.
Setelah beberapa saat, ia pun mengumumkan pemenangnya adalah Yuan Fang. Dikarenakan Xiao Wang yang tak sadarkan diri, Sedangkan Yuan Fang masih mempertahankan kesadarannya.
Tepukan tangan meriah menggema dari bangku penonton. Mereka tampak sangat puas dengan pertarungan ini dan tak sabar menunggu pertarungan selanjutnya.
Du Yan memerintahkan beberapa murid sekte Elang Emas, yang memang memiliki tugas sebagai medis untuk membawa keduanya ke ruang khusus untuk di obati.
Ia juga memerintahkan sebagian murid yang memiliki Roh unsur elemen Tanah, untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan tanah akibat pertarungan Xiao Wang dan Yuan Fang barusan.
Setelah selesai, ia pun memanggil Lu Wanqiang dan Hai Yue untuk memasuki arena.
Kedua peserta pun berjalan memasuki arena. "Nona Hai, aku pikir, sebaiknya kau menyerah saja. Aku takut kulitmu yang mulus itu akan tergores oleh pedangku yang tajam ini."
"Cih, aku pikir sepertinya kau yang sebaiknya menyerah, aku takut mulut lancang mu itu akan robek oleh pisau-pisau anginku."
__ADS_1
"Kau." Lu Wanqiang menunjuk Hai Yue.
Hai Yue sendiri menanggapi itu dengan tersenyum sinis.