
Saat ini, dua ekor siluman bertubuh raksasa bersama dengan seorang anak kecil sedang menikmati pertarungan Guiji dan Huo Shi di atas.
"Lang, apakah kau merasakan kehadiran seseorang?"
"Ya!"
Kedua siluman itu menoleh ke kanan. Penglihatan tajam keduanya, mampu melihat hingga beberapa ribu meter jauhnya. Nampaklah oleh kedua siluman itu, empat orang berkekuatan Langit dan Tinggi sedang menyaksikan pertarungan Huo Shi dan Guiji.
"Menurut mu apa yang dilakukan oleh orang-orang itu?" tanya Long She.
"Mungkin karena pertarungan kedua makhluk jelek di atas terlalu mencolok hingga mengundang perhatian mereka," balas Wu Lang.
"Bisa jadi!"
"Apa yang kalian berdua bicarakan?"
Xiao Wang yang dari tadi menyimak pembicaraan keduanya kini memilih mengangkat bicara karena penasaran.
"Eh, itu tuan. Ada empat orang yang sedang memperhatikan pertarungan Huo Shi dan Iblis jelek di atas." Long She menjawab pertanyaan Xiao Wang.
"Benarkah?"
"Ya. Yang terkuat di antara mereka ada di tahapan Langit tingkat 2 dan sedikit lagi menerobos tahapan Langit tingkat 3. Sedang yang terlemah ada di tahapan Tinggi tingkat 1 dan juga sedikit lagi menerobos tahapan Tinggi tingkat 2," Jelas Wu Lang.
"Kenapa aku tak dapat melihat mereka?" Xiao Wang mengarahkan pandangannya kearah yang di tatap kedua siluman itu. Namun ia tak dapat melihat apa-apa. Selain hutan yang kini telah menjadi lautan api yang dapat dilihatnya.
"Itu karena jarak mereka sangatlah jauh dan tak mungkin bisa di jangkau oleh seorang kultivator yang berada di tahapan Langit." Kembali Wu Lang menjelaskan.
"Ow!"
Mereka pun kembali menengadahkan pandangan ke atas, memperhatikan kedua makhluk berkekuatan Alam itu bertarung.
Sementara Huo Shi, saat ini sedang sibuk menepis dan menghindari setiap serangan yang di lancarkan Guiji. Tak jarang pula ia akan menyerang balik.
Keduanya nampak imbang, tak ada yang mau mengalah. Serangan demi serangan mematikan pun di lancarkan keduanya.
Awan-awan bergeser dari tempatnya dikarenakan serangan energi dari pertarungan mereka.
"Hehehe, Iblis jelek! sampai kapan pun kau tak akan pernah bisa mengalahkan ku."
"Tutup mulut baumu itu. Siluman rendahan!"
__ADS_1
Huo Shi menanggapi umpatan Guiji dengan menggoyang-goyangkan pantatnya kearah Guiji.
Aksinya tersebut nyatanya berhasil memancing emosi Guiji.
"Sialan kau, siluman busuk!"
Guiji yang naik pitam, lantas melesat ke arah Siluman Singa Api atau Huo Shi.
Dengan amarah yang meluap-luap, ia menyerang Huo Shi dengan brutal. Setiap serangannya begitu mematikan. Aura kematian pun tak lupa ia lepaskan ke arah Siluman itu, meskipun ia tahu bahwa usahanya itu akan sia-sia karena siluman di hadapannya ini tak terpengaruh.
Setiap gerakannya mengandung energi api plus energi kegelapan. Kecepatannya juga meningkat dua kali lipat. Meskipun begitu, Siluman Singa Api nyatanya masih bisa mengimbangi kecepatan gerakannya.
Seringai sinis penuh dengan ejekan terpampang jelas di mulut siluman itu.
"Kenapa pola seranganmu kau percepat, apakah kau mulai takut?" Kembali sindiran keluar dari mulut Huo Shi.
"Jangan memancing emosiku singa bau!"
"Apa! Memancing? Perasaan aku tak memancing ikan tadi."
"Kau!"
Guiji yang terpancing emosinya, lantas menciptakan bola-bola kegelapan dari ruang hampa. Tak hanya itu, dirinya bahkan ikut menyerang Huo Shi dengan tinju berapi nya.
Ia berupaya menghindari setiap lesatan bola api yang entah dari mana munculnya. Selain itu, dirinya harus meladeni setiap serangan jarak dekat yang di lancarkan Guiji padanya.
"Benar-benar Merepotkan!" ujar Huo Shi.
Ia terus saja menghindar dan menepis setiap serangan yang di lancarkan Guiji padanya. Hingga ketika ia lengah, satu bola api yang di lemparkan Guiji kearahnya, tepat mengenai mukanya dan langsung gosong saat itu juga.
"Sialan kau Makhluk jelek!"
Huo Shi tak bisa lagi menahan amarahnya.
"Puft, hahaha. lihatlah wajahmu yang hitam itu. Aku jadi meragukan kata jelek yang baru saja kau lemparkan padaku! Hahaha.."
Jika tadi Guiji yang tersulut emosi dikarenakan oleh ulah Huo Shi. Sekarang posisi itu telah berganti, dimana Huo Shi yang naik pitam sedang Guiji yang mengejek.
"Awas saja kau makhluk terkutuk!"
Huo Shi merentakkan kakinya. seketika cakar-cakarannya berubah panjang dan semakin runcing nan tajam. Taringnya pun kini bertambah panjang dan besar. Pupil matanya berubah Emas sepenuhnya, dengan api yang berkobar-kobar. Dari dahinya terdapat sebuah simbol bintang dengan api di atasnya.
__ADS_1
Bulu-bulu Kepalanya berkobar layaknya api yang menyala. Begitupun pula dengan ujung ekornya yang juga mengobarkan api emas.
"Siluman Suci!"
Guiji begitu terkesiap melihat perubahan yang terjadi pada Huo Shi. Pasalnya ia bisa merasakan aura lain dari Siluman Api di hadapannya ini. Dimana kekuatan Siluman itu kini kalau ia tak salah tebak maka setara dengan seorang kultivator tahap Semesta.
Seekor siluman sendiri jikalau telah mencapai umur tertentu dan kekuatannya bisa setara dengan seorang kultivator tahap Semesta, maka ia akan di sebut sebagai siluman suci.
Huo Shi menatap tajam Guiji. Tak berapa lama, Huo Shi kembali melesat ke arah Iblis itu. Kali ini kekuatan yang ditunjukkannya nampak berbeda, dimana kecepatannya pun kini bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.
Pertarungan keduanya kembali pecah saat itu juga. Kali ini Huo Shi yang tampak menguasai jalannya pertarungan.
Kuku-kukunya yang panjang nan runcing berulang-ulang kali ia kaiskan ke arah Iblis di hadapannya. Tak jarang pula empat energi bekas cakarannya tercipta ketika mengenai udara.
Beberapa saat Huo Shi telah berhasil mendaratkan satu cakaran panjang, pada dada bidang Guiji.
Darah segar menetes kala itu, mengalir membasahi roti sobek Guiji. Segera ia mengambil jarak dengan Huo Shi.
"Dasar kau siluman ******. Aku tak akan menahan diri lagi, siluman busuk!"
"Lebih baik kau menyerah saja Iblis Jelek! Kau tak akan mampu mengalahkan ku."
Huo Shi perlahan tapi pasti mendekati Guiji yang kini memegangi dadanya yang terus-terusan mengeluarkan darah segar.
Guiji nampaknya masih tak ingin menyerah, ia kembali melesatkan bola api yang di kombinasikan dengan energi kegelapan ke arah Huo Shi yang saat itu telah berada di hadapannya.
Sontak Siluman Singa Api itu dengan segera mencakar bola api di hadapannya.
Kepulan asap tercipta saat itu juga, saat bola api itu meledak.
"Ch, Benar-benar keras kepala!" umpat Huo Shi.
Memilih tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Guiji lantas menciptakan pedang kegelapan yang berukuran besar di tangannya.
Setelahnya ia melesat maju menyerang Huo Shi yang saat itu masih sibuk melibas-libaskan kaki kanan depannya guna menghilangkan kabut itu.
Huo Shi begitu terkejut dengan serangan tiba-tiba itu. Segera ia memutar tubuhnya, berniat menggunakan ekor apinya untuk menepis serangan Guiji.
Keduanya pun kembali melanjutkan pertarungan mereka.
Percikan-percikan bunga api tercipta ketika pedang Guiji bertemu dengan cakar Huo Shi.
__ADS_1
Tempat mereka bertarung pun saat ini telah bersih dari awan-awan yang hilang atau pun yang menghindar dari tempat itu.