Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 60. Ketiga Bawahan Ke Alam Jiwa


__ADS_3

Saat ini Chen Li dan Wan Li tengah berada di depan sebuah tokoh pakaian, setelah sebelumnya meninggalkan Mu Song bersama antek-anteknya tanpa pamit.


"Li'er, kau harus berhati-hati mulai dari sekarang. Kau terlalu banyak menyinggung orang-orang berpengaruh. Aku yakin mereka tak akan melepaskan mu begitu saja."


Wan Li tiba-tiba berhenti dan tentu saja di ikuti oleh Chen Li.


"Hmm, perasaan aku tak pernah menyinggung mereka. Merekalah yang memulai lebih dulu." Chen Li membela diri.


"Li'er, apakah kau tahu siapa orang-orang yang telah kau singgung sebelumnya?"


Chen Li menggeleng-gelengkan kepala tanda tak mengetahui.


"Li'er, biar ku jelaskan kepadamu. Orang yang pertama kau singgung adalah putra seorang kepala keluarga Mu sekaligus seorang murid dari sekte besar aliran netral. Sedang untuk orang yang kedua adalah seorang putra mahkota kerajaan Api. Ketiga nama yang ku sebutkan barusan mempunyai pengaruh yang sangat besar di kekaisaran kita." Wan Li menjeda kalimatnya sebentar.


"Menyinggung satu saja di antara mereka yang berpengaruh besar sudah membuat kau tak bisa tidur, apalagi sampai tiga kelompok sekaligus!" jelasnya panjang lebar.


"Paman. Tapi kenapa akhir-akhir ini tidurku begitu nyenyak?" tanya Chen Li dengan polosnya.


Mendengar tanggapan Chen Li barusan, Wan Li tak bisa tidak menepuk jidatnya.


"Li'er, jadi dari tadi aku menjelaskan panjang kali lebar sampai kering tenggorokanku karena itu, dan kau tak menyimak sama sekali?" kesal Wan Li dengan intonasi agak meninggi.


"Ti-tidak Paman. Aku paham!" Chen Li berucap cepat takut Pamannya ini marah.


"Sudahlah, mari kita masuk!"


Keduanya pun memasuki tokoh pakaian itu dan mulai memilih pakaian yang akan mereka gunakan untuk mengganti pakaian lusuh yang di kenakan keduanya saat ini.


Beberapa saat, mereka berdua keluar dari tokoh tersebut dengan penampilan berbeda dari sebelumnya. Chen Li mengenakan setelan berwarna putih dengan corak api menghiasinya. Di bagian belakang juga terdapat sebuah jubah merah yang berkibar di terpa angin yang bertiup agak kencang.


Berbeda dengan Chen Li yang memilih pakaian dengan berbagai macam hiasan, Wan Li justru lebih memilih mengenakan pakaian putih polos dan nampak sangat sederhana.


Kini tudung yang di kenakan Chen Li telah di bukanya, sedang Wan Li masih mengenakan tudung untuk menutupi wajahnya.


Keduanya pun melanjutkan perjalanan ke istana kerajaan Api.


*


Sementara itu, di tempat lain. Saat ini dua orang pria sedang berbincang-bincang. Tampaknya pembicaraan mereka ini sangat rahasia.


"Apakah benar yang kau katakan barusan?"

__ADS_1


"Benar tuan! Penglihatan mata ku tak mungkin salah menangkap sosok itu."


"Hmm, apakah kau tahu apa tujuan mereka berani datang ke sini?"


Orang itu kemudian menjelaskan kepada orang yang bertanya tentang tujuan orang yang di maksud.


Beberapa saat, pria itu mengangguk sambil seringai lebar terukir di bibirnya.


"Hahaha. Kerja bagus! Tidak sia-sia aku mempekerjakan kau!"


Orang itu mengeluarkan bungkusan di balik bajunya lalu melemparkannya ke arah pria itu dan dengan sigap langsung di tangkapan olehnya.


Ia pun membuka bungkusan itu untuk melihat isinya. "Woahh!" batinnya sambil mulutnya terbuka sesaat.


"Terima kasih tuan! Jika kau butuh apa-apa, panggil aku saja. Aku siap menjalankan tugas yang tuan berikan kapan pun."


"Umm!"


Pria itu menanggapi dengan tersenyum kecil seraya melibaskan tangan, memberi kode padanya. Ia pun meninggalkan tempat itu sambil senyum yang tak pudar-pudar-nya terukir di bibirnya.


"Jika kabar ini aku sampaikan pada Raja Chen Huang, ia pasti akan sangat senang. Dan juga, tidak menutup kemungkinan keluargaku akan lebih di perhatikan daripada keluarga Lan."


"Hahahaha..." Tawanya pecah saat itu juga.


Sementara itu di tempat lain.


Xiao Wang beserta yang lainnya saat ini sedang mengeksekusi Guiji. Berbagai macam pertanyaan mereka lemparkan kepada makhluk aneh itu, namun makhluk itu enggan menjawab.


"Bo Ji, bagaimana cara menjinakkan iblis ini?"


"Hmm," Bo Ji berpikir sejenak.


"Bocah, gunakan perjanjian kontrak dengan iblis itu supaya ia jinak terhadapmu."


Bo Ji menjelaskan terlebih dahulu kepada Xiao Wang cara melakukan kontrak.


Selesai Bo Ji dengan penjelasannya, Xiao Wang mengangguk lalu berjalan mendekati Guiji yang saat ini meronta ingin melepaskan diri dari kungkungan tali emas yang mengikatnya. Tali itu Xiao Wang dapat dari cincin ruang pemberian Bo Ji.


Ia menggigit jari telunjuknya. Darah merembes keluar lalu oleh Xiao Wang jari telunjuknya ia labuh-kan pada kening iblis itu.


"Apa-apa yang kau lakukan. Berhenti melanjutkan!"

__ADS_1


Teriakan Guiji tampaknya btak di tanggapi oleh Xiao Wang. Ia tetap melakukan aksinya terhadap makhluk itu.


Selesai Xiao Wang meneteskan darah pada kening Guiji, mendadak Iblis itu meronta-ronta kesakitan.


"Panas! Panas!" teriaknya.


Beberapa saat ia berhenti berteriak. Matanya menatap tajam ke arah Xiao Wang.


"Sialan kau akan ku cincang tubuhmu!" Baru saja ia selesai dengan kata-katanya, mendadak tubuhnya kembali panas. Semakin lama, perasaan itu semakin bertambah panas.


Tak ada jalan lain, Guiji meminta maaf kepada Xiao Wang dan berjanji akan setia kepadanya.


Selesai membereskan Guiji merekapun kembali melanjutkan perjalanan.


Xiao Meng, Xiao Liu, Lu Wanqiang beserta Yuan Fang yang penasaran dengan kejadian tadi memilih tak ikut campur. Membiarkan tanda tanya dalam benak masing-masing. Meskipun semakin lama di pendam maka akan semakin kuat pula rasa penasaran itu.


Xiao Wang beserta yang lainnya saat ini telah sampai di pintu gerbang kerajaan Api.


Setelah memperlihatkan tanda pengenal mereka. Mereka pun di persilahkan masuk.


*Sebelumnya


"Bocah, kau harus menyembunyikan ketiga bawahan mu. Tak mungkin mereka terus-menerus mengikuti-mu sampai di sana." Bo Ji berucap setelah sekian lama tak ada kabar.


"Kau benar!''


"...Tapi, di mana aku akan menyembunyikan mereka?''


"Kau bisa memasukkan mereka ke alam jiwa."


"Alam Jiwa?"


Bo Ji kemudian menjelaskan apa itu alam jiwa beserta hal-hal apa saja yang harus di lakukan pemuda itu untuk membawa ketiga pengikutnya memasuki alam jiwa kepada Xiao Wang.


Selesai menjelaskan, Xiao Wang mengangguk tanda mengerti.


Xiao Wang melakukan telepati kepada ketiga bawahannya. Ia menyampaikan kepada ketiganya tentang apa yang di sampaikan Bo Ji pada dirinya barusan.


Setelahnya, Wu Lang dan Long She berpamitan terhadap Xiao Liu, sebelum akhirnya mereka pun berpisah.


Xiao Wang juga menyusul mereka sesaat, dengan alasan ada yang perlu di sampaikan kepada kedua orang itu.

__ADS_1


Setelah dirasa aman dari pengawasan Xiao Liu, Xiao Wang meminta kepada Bo Ji untuk segera melakukan apa yang di ucapkan-nya barusan.


__ADS_2