Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 17. Pertandingan Antar Murid


__ADS_3

Hari ini Xiao Wang bangun lebih awal dari biasanya. Setelah membersihkan diri, ia langsung ke belakang rumahnya untuk berlatih sebentar.


Ia tampak sangat bersemangat karena hari ini adalah hari dimana pertandingan antar murid sekte Elang Emas akan berlangsung. Hari yang telah ia tunggu-tunggu sejak lama dan ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Ya. ia ingin sekali mewakili sekte Elang Emas untuk mengikuti turnamen Pemuda Berbakat yang akan di adakan di Ibu Kota.


Peluangnya untuk mengikuti turnamen Pemuda Berbakat bertambah seiring dengan ia yang telah berhasil menerobos tahap menengah tingkat 3 berkat arahan dan bimbingan dari Bo Ji.


Sebelumnya, ia belum Melatih teknik Gelombang Pencakar Langit, sebab Bo Ji melarang ia untuk mempelajarinya karena kultivasinya yang masih rendah.


Ia terus berlatih hingga matahari telah nampak, ia pun menghentikan latihannya ketika Xiao Meng memanggilnya.


"Wang'er, apakah kau sudah siap untuk hari ini?"


"E-eh ayah.."


"Aku sangat siap yah. Aku akan berusaha keras supaya aku bisa menang dan mewakili sekte kita dalam ajang Turnamen Pemuda Berbakat tahun depan."


"Baguslah Wang'er, aku sangat suka semangatmu itu," puji Xiao Meng.


"Tapi Wang'er, kau jangan terlalu percaya diri dulu, masih ada pemuda lain yang telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi darimu. Misalnya Lu Wanqiang yang mencapai tahap Menengah tingkat 4, Hai Yue yang berada di tahap Menengah tingkat 5 dan juga Yuan Fang yang juga mencapai tahap menengah tingkat 5."


"Aku tahu ayah. Untuk itu aku akan berusaha keras untuk mengalahkan mereka."


Mereka berbincang-bincang sebentar, setelah matahari agak tinggi, barulah keduanya beranjak menuju aula pertandingan, yang akan di laksanakan di tengah-tengah Sekte Elang Emas.


Di sepanjang perjalanan, Xiao Meng tak henti-hentinya memberikan arahan kepada Xiao Wang terkait dengan langkah-langkah yang harus ia ambil ketika pertandingan nanti. Xiao Wang sesekali akan mengangguk tanda ia mengerti.


Mereka terus bertukar kata hingga tanpa terasa mereka telah sampai di tujuan. Di sana telah ramai orang-orang yang berdatangan untuk menyaksikan jalannya pertandingan.


Mereka berdua langsung menuju tempat pendaftaran. Setelah selesai melakukan pendaftaran, mereka pun berpisah.


Xiao Meng berjalan menuju tempat para tetua, sedangkan Xiao Wang menuju tempat peserta.

__ADS_1


Langkah Xiao Wang terhenti ketika suara seseorang yang sangat ia kenali memanggil namanya.


"Kakak Waang!"


Ia pun menoleh dan mendapati seorang gadis imut berlari ke arahnya.


"Yin'er."


Xiao Yin langsung memeluk Xiao Wang dan tentu saja membuat iri setiap wanita yang ada di situ.


Beberapa hari yang lalu, Xiao Yin nampak menjauhinya. Ia merasa heran sekaligus tidak enak dengan itu.


Ia berusaha untuk mengingat-ingat hal apa yang pernah ia lakukan kepada Xiao Yin sehingga ia di jauhi olehnya.


Ia mengetahui penyebabnya setelah Bo Ji memberitahunya tentang kejadian waktu itu. Ia pun membujuk Xiao Yin dengan berbagai macam cara. Akhirnya Xiao Yin memaafkannya.


Sebenarnya Xiao Yin tidak melihat semua kejadiannya. Karena Bo Ji memberinya tekanan yang sangat berat hingga membuatnya pingsan beberapa saat.


Setelah ia terbangun, ia mendapati dirinya bersama Xiao Wang terbaring di dekat kediaman mereka.


"Kakak Wang.." Belum selesai Xiao Yin berucap, suara seorang wanita langsung memotong perkataannya.


"Yin'er, kemari sini. Kenapa kau ini sangat nakal. Kan ibu sudah bilang jangan berkeliaran sendirian, disini sangat ramai," bentak perempuan yang tak lain adalah ibu Xiao Yin, ia lalu menjewer telinga Xiao Yin


"Aduduh. Ampun Bu," rengek Xiao Yin.


Lalu mereka berdua pun berjalan meninggalkan Xiao Wang menuju ke kursi penonton. Begitupun juga dengan Xiao Wang, ia juga melanjutkan langkahnya menuju tempat peserta.


Sesampainya ia di sana, ia melihat seseorang melambaikan tangan ke arahnya. Ia pun tersenyum dan langsung berkiprah ke arah orang itu.


"Apakah kau sudah lama menungguku?" Tanya Xiao Wang pada orang itu.


"Tidak, aku baru saja sampai beberapa saat yang lalu."

__ADS_1


Orang yang memanggilnya adalah Guo Han. Ia juga peserta lomba, sama seperti Xiao Wang. Tingkat kultivasinya pun sudah mencapai tahap Menengah tingkat 1. Itu pun ia baru menerobos 2 hari yang lalu.


Sebenarnya mereka tidak terlalu akrab, namun karena rumah mereka yang berdekatan, jadi terkadang Guo Han akan ke rumah Xiao Wang untuk berlatih bersama, dan tentu saja ia akan berkunjung jika ia melihat ketua Sekte Elang Emas melatih Xiao Wang.


Xiao Wang duduk di bangku yang telah di siapkan memang oleh Guo Han untuknya. Sebelumnya, mereka sudah janjian untuk duduk berdekatan ketika pertandingan. Tujuannya agar Guo Han bisa bertanya kepada Xiao Wang terkait hal-hal yang tidak ia ketahui.


Xiao Wang lalu mengedarkan Pandangannya mengitari seisi aula pertandingan yang berbentuk persegi panjang yang tidak terlalu luas, dengan panggung di tengah-tengahnya, tempat para peserta akan bertanding.


Di tiga sisinya diisi oleh bangku para penonton yang berjejer rapi dari bawah ke atas membentuk tingkat. Sedangkan satu sisi lainnya adalah tempat yang di sediakan khusus untuk para tetua. Sedang para peserta berada di sudut di samping para tetua.


Beberapa saat kemudian, kursi yang telah disediakan untuk penonton nampak hampir penuh dan para peserta juga telah hadir semua. Ada sekitar 40 peserta.


Di tempat khusus nampak para tetua juga sudah terlihat, namun ada juga yang tak hadir menyaksikan pertandingan ini karena sedang melakukan latihan tertutup atau melakukan misi.


Selain itu ada juga yang tak datang karena menganggap hanya membuang-buang waktu.


Sekitar 15 tetua yang hadir menyaksikan para bibit muda sekte Elang Emas, termasuk Xiao Liu dan Xiao Meng.


Karena semuanya telah hadir, akhirnya pertandingan pun resmi di mulai. Seorang laki-laki yang berumur 17 tahun berjalan di tengah arena. Pria tersebut adalah Du Yan. Ia juga pernah memenangkan pertandingan antar murid beberapa tahun lalu.


Ia mulai berbicara dengan menambahkan Qi supaya suaranya bisa di dengar oleh semua orang.


"Hadirin sekalian, kalian tentu sudah tidak sabar bukan untuk menyaksikan pertandingan antar murid Sekte yang diadakan setiap 3 tahun sekali."


Sontak saja perkataannya tersebut langsung membuat sorakan membludak dari para penonton. Ada juga yang menyebutkan para idola mereka.


"Baiklah, Karena semuanya telah hadir maka untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai pertandingan. Namun sebelum itu, aku akan menjelaskan syarat dan ketentuan dari pertandingan ini.."


Du Yan kemudian menjelaskan bahwa setiap peserta tidak diperbolehkan untuk membunuh atau dengan sengaja mecelakakan nyawa lawannya, karena pertandingan ini adalah pertandingan persahabatan.


Peserta akan di nyatakan kalah, apabila ia pingsan, keluar dari arena, dan mengucapkan kata menyerah.


Ia juga mejelaskan tentang apa-apa saja yang harus di lakukan dan di patuhi oleh peserta beserta sanksi yang akan di terima jika kedapatan melanggar syarat dan ketentuan.

__ADS_1


Pertandingan ini sendiri akan di laksanakan 2 hari. Hari pertama untuk mencari peserta yang masuk 5 besar, sedangkan hari kedua untuk mencari juara satu, dua, dan tiga serta penyerahan hadiah.


"Baiklah, itu saja syarat dan ketentuan yang bisa ku sampaikan. Selanjutnya, aku persilahkan kepada ketua Sekte untuk meyebutkan hadiahnya!"


__ADS_2