
Sebuah lingkaran portal berwarna hitam tiba-tiba saja tercipta di hadapan Xiao Wang, Wu Lang, Long She, beserta Huo Shi.
Mulut Xiao Wang ternganga melihat pusaran hitam itu.
"Bocah, apa yang kau khayal-kan? Cepat suruh mereka masuk!" Bentak Bo Ji dalam pikirannya.
"Masuk! Masuk kemana?" jawab Xiao Wang.
"Masuk ke surga!"
"Hah, surga?"
"Kau ini benar-benar dungu bocah. SURUH MEREKA MASUK KE DALAM LINGKARAN PORTAL HITAM ITU, BOCAH!" Suara Bo Ji menggema di dalam pikirannya.
Xiao Wang merasa pusing sesaat, ingin rasanya ia muntah karenanya.
"Bo Ji apakah kau tak bisa memelankan sedikit suaramu. Otakku pusing mendengar suaramu yang menggelegar!"
"Haiss, kalau kau mau aku tak berteriak-teriak di dalam pikiranmu, maka pahami setiap apa yang aku bicarakan."
"Iya-iya."
Xiao Wang pun menyuruh ketiga bawahannya untuk memasuki portal itu.
Whushh!
Satu persatu ketiga bawahannya yang memasuki pusaran energi hitam itu menghilang seketika.
Tepat setelah Long She memasuki Portal tersebut, tiba-tiba saja lingkaran hitam menghilang dari tempatnya.
Xiao Wang yang khawatir segera berlari, memeriksa.
__ADS_1
"Bo Ji, apakah kau tahu di mana mereka?"
"Bocah, aku sudah bilang padamu barusan bahwa mereka telah berada di alam jiwa mu saat ini. Jadi kau tak perlu mengkhawatirkan mereka."
"Ow."
Xiao Wang segera berbalik setelahnya menuju tempat dimana dia meninggalkan kakeknya beserta yang lainnya.
*
Xiao Wang, Xiao Liu, Xiao Meng, Lu Wanqiang, beserta Yuan Fang segera di tuntun oleh seorang pria menuju kediaman yang memang telah di sediakan memang untuk perwakilan sekte Elang Emas.
Dikarenakan sekte Elang Emas adalah sekte menengah, jadi kediaman mereka juga tak terlalu besar. Namun meskipun begitu, itu sudah cukup bagi mereka untuk berlatih.
Hari ini mereka habiskan untuk beristirahat. Sedang besoknya mereka pun memulai pelatihan.
Yuan Fang di latih oleh Xiao Liu, sedang Lu Wanqiang dilatih oleh Xiao Meng.
"Wang'er, kau mau kemana?" tanya Xiao Meng melihat Xiao Wang yang berjalan hendak meninggalkan kediaman sekte Elang Emas.
"Apakah kau tak berlatih?"
"Aku malas ayah!"
"Ch, pantasan saja kultivasi-mu tidak pernah naik, ternyata beginilah kelakuanmu selama ini." Lu Wanqiang berniat menyindir Xiao Wang, namun sebenarnya ia berkata demikian dengan tujuan mengajak Xiao Wang untuk berlatih tanding.
"Jadi kau menantang ku?" tanya Xiao Wang.
"Begitulah ceritanya!" Lu Wanqiang menjawab dengan memasang seringai sinis penuh menantang.
"Hmm, aku takut tidak bisa memberikan perlawanan berarti."
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Tidak, mari kita mulai!"
Xiao Wang dan Lu Wanqiang mengambil tempat.
Setelah keduanya dalam posisi masing-masing, Xiao Meng pun memulai pertarungan keduanya.
"Mohon bimbingannya senior!"
"Aiss, kenapa kau memanggilku senior?" tanya Lu Wanqiang.
"Ya karena tingkat kultivasi-mu lebih tinggi dariku."
Mendengar itu, Lu Wanqiang menjadi sedikit besar kepala, lalu ia berucap, "Tentu saja kita akan mengetahui siapa yang paling senior lewat latih tanding ini."
"Baiklah, jika kau kalah maka kau harus memanggilku senior. Begitupun sebaliknya, jika aku kalah, maka aku akan memanggil kau senior."
"Hmm, kenapa hukumannya begitu ringan?"
"Apakah kau mau aku mentraktirku makan sehari semalam?"
"Tidak-tidak!" sontak Lu Wanqiang langsung menolak. Ia mengetahui porsi pemuda di hadapannya ini tak main-main banyaknya.
Mendengar reaksi yang di tunjukan Lu Wanqiang, Xiao Wang tersenyum penuh kemenangan.
"Kalian berdua! Kapan kalian mulai pertarungannya. Jika kalian terus saja berdebat seperti itu, maka kalian hanya akan membuang-buang waktu. Ingat, waktu adalah uang. Waktu yang terbuang berarti uang yang terbuang. Jika uang telah dibuang, maka miskin pun akan melanda," titah Yuan Fang.
"Waah senior, sejak kapan kau belajar peribahasa?"
"Junior Xiao, tak ada gunanya menjelaskan padamu sekarang. Jika kau terus bertanya, maka pertarungan kalian tak akan pernah dimulai."
__ADS_1
"Iya-iya!"
Xiao Wang menghunuskan pedangnya. Kakinya agak di tekuk mengambil sikap ancang-ancang. Dari pedangnya terpancar debu-debu berwarna biru muda tanda ia telah mengalirinya dengan energi Qi miliknya.