
Setelah melihat kondisi tubuhnya yang sungguh sangat menyedihkan. Chen Li kembali menoleh ke arah pria itu.
Pertanyaan mengenai identitas pria tampan itu kembali muncul di benaknya.
Seakan tau apa yang di pikirkan Chen Li, pria tersebut lantas menjawab.
"Aku tidak memliki nama, tapi orang-orang biasa memanggilku si Jenius," ucap pria tampan itu membuat Chen Li kaget.
"Ba-bagaimana kau tau apa yang ku pikirkan?" Tanya Chen Li.
Pria tampan tersebut tersenyum lalu menjawab.
"Itu karena aku telah mencapai tahap Semesta. Sehingga aku bisa membaca pikiran orang yang berada dibawah tahapan kultivasiku."
"Tahap Semesta?" Tanya Chen Li penasaran.
Yang ia tau, puncak kultivasi seorang kultivator hanyalah tahap Langit tingkat 5 saja. Setelah itu tidak ada lagi tahapan kultivasi selanjutnya.
Ia tak menyangka saat mendengar dari mulut pria tampan itu bahwa ada tahapan selanjutnya setelah tahap Langit.
"Yap, benar. Jika kau telah mencapai tahap Semesta, maka kau dapat membaca dan melihat pikiran orang lain, dengan catatan tahap kultivasi orang tersebut harus berada di bawah mu," jelas Pria tampan itu.
Chen Li mengangguk, mendengar penjelasan pria tersebut.
Ia jadi tambah bersemangat dan ingin secepatnya mencapai puncak dari kultivasi seorang kultivator.
Namun ia sadar jika harus menjadi kuat dan berdiri di puncak, ia harus melalui berbagai macam ujian dan cobaan.
"Apakah kau tau tingkatan kultivasi itu ada berapa tahapan?" tanya Chen Li penasaran.
Pria tersebut menjelaskan bahwa puncak dari tingkatan kultivasi itu tidak terbatas.
Contohnya adalah Sang Raja Alam. Tak ada yang mengetahui ia mencapai tahap apa.
Sedangkan tingkat tertinggi untuk semua makhluk ciptaannya dulu pernah di capai oleh Sang Elemen, yaitu tahap Dewa Agung tingkat 3.
Di mana, untuk mencapai tahap ini seseorang harus menerima Sambaran petir berwarna putih sebanyak tiga kali.
Peringkat ke dua di duduki oleh Raja dan Ratu Iblis yang berada di tahap Dewa Agung tingkat 2 dan hampir menerobos ke tingkat 3.
Untuk mencapai tingkatan ini, seseorang harus menerima Sambaran petir berwarna putih sebanyak 2 kali.
Selanjutnya atau peringkat ke 3 diduduki oleh 10 Dewa tertinggi yang mencapai tahap Dewa Agung tingkat 1.
Setelah setengah dari kekuatan 10 Dewa tertinggi mereka berikan untuk menciptakan sang Elemen, tingkatan kultivasi mereka menurun menjadi tahap Dewa Abadi tingkat 5.
Untuk mencapai tahap Dewa Agung tingkat 1, seseorang harus menerima Sambaran petir berwarna putih sebanyak 1 kali.
Dimana, kekuatan dari petir ini sama dengan serangan seseorang yang dua tingkat di atasmu.
__ADS_1
Setelah itu di bawahnya ada 10 Jenderal Iblis yang mencapai tahap Dewa Abadi tingkat 4.
Untuk mencapai tahap ini, seseorang harus menerima Sambaran petir berwarna hitam sebanyak 4 kali. Yang mana, kekuatan dari petir ini sama dengan seorang kultivator dua tingkat di atasmu.
Setelah tahap Dewa Abadi, Ada lagi tahap Dewa Semesta yang di bagi menjadi 5 tingkatan.
Untuk mencapai tahapan ini, seorang kultivator harus menerima Sambaran petir berwarna merah, sebanyak:
Tingkat 1 \= 2 kali
Tingkat 2 \= 2 kali
Tingkat 3 \= 3 kali
Tingkat 4 \= 4 kali
Tingkat 5 \= 4 kali.
Setiap sambaran petir setara dengan kekuatan seorang kultivator 2 tingkat di atasmu.
Setelah tahap Dewa Semesta, ada juga Tahap Dewa, yang di bagi menjadi 5 tingkatan.
Untuk mencapai tahap ini seseorang harus menerima Sambaran petir berwarna emas (jumlahnya sama dengan tahap Dewa Semesta)
Setelah tahap Dewa, ada lagi tahap Semesta yang mana, di tahap ini juga sama yaitu terbagi menjadi 5 tingkatkan.
Setelah tahap Alam, adalah tahap Langit. Yang mana, puncak dari kultivasi seorang kultivator di benua Naga ini.
Perlu di ketahui bahwa setiap tingkatan memiliki perbedaan kekuatan bagaikan langit dan bumi.
Semisal, seseorang yang mencapai tahap Dewa Agung tingkat 3 bisa melawan 5 Kultivator tahap Dewa Agung tingkat 2 sekaligus.
Berbeda kasus dengan Raja Iblis dan Ratu Iblis, mereka berdua bisa mengimbangi Sang Elemen karena mereka telah berada di puncak Dewa Agung tingkat 2 dan hampir menerobos tingkat 3.
Chen Li mendengarkan setiap kata dan kalimat yang di ucapkan oleh pria tersebut dengan seksama.
Terkadang ia akan mengangguk dan membuka lebar mulutnya karena kagum.
Setelah pria tersebut selesai menjelaskan tentang tahapan kultivasi setelah tahap Langit. Chen Li langsung teringat bahwa di dunia nyata pasti Pamannya akan mencarinya.
"Kau tenang saja. 1 menit di sini sama dengan 1 Detik di dunia nyata," ujar pria tersebut menenangkan Chen Li.
Chen Li yang mendengar itu menjadi semakin takjub.
Tak terasa sudah satu hari satu malam Chen Li berada di sana. Itu berarti di dunia nyata baru 24 menit.
Dia mendengarkan setiap cerita yang keluar dari mulut pria tampan tersebut.
Pria itu jaga menceritakan tentang bagaimana ia dulunya adalah seorang yang hebat.
__ADS_1
Bahkan seorang kultivator yang kultivasinya berada dua tingkat di atasnya sekalipun tak ada yang bisa mengalahkannya
Karena kehebatannya tersebutlah yang membuatnya sombong. Bahkan ia dengan lancangnya mengatakan bahwa tidak ada yang lebih jenius di dunia ini selain dirinya,
Perkataannya itu ternyata mampu mendorong kemurkaan para Dewa.
Ingin rasanya mereka mencabik-cabik mulutnya lalu membunuhnya.
Namun, mereka tidak dapat melakukannya melainkan mendapat persetujuan dari Sang Raja Alam.
Sampai pada akhirnya salah satu dari 10 Dewa tertinggi mendatanginya dan meminta ia untuk menarik kembali kata-katanya.
Akan tetapi ia tidak mau dan malah mengejek dewa tersebut.
Ia mengatakan bahwa 5 tahun ke depannya ia akan mencapai tahap Dewa Agung dan akan mengalahkan 10 Dewa tertinggi dan menjadi pemimpin para dewa.
Perkataannya tersebut ternyata sukses membuat Dewa tersebut marah.
Salah satu dari 10 Dewa tertinggi itu kemudian menantangnya bertarung. Untuk menunjukan siapa yang paling jenius di antara mereka.
Pria tersebut menyetujuinya dengan catatan Dewa Tertinggi itu harus menggunakan kekuatan yang setara dengannya. Yaitu di tahap Semesta tingkat 5.
Pertarungan keduanya pun pecah. Namun apa yang terjadi selanjutnya membuatnya sangat terkejut.
Serangan demi serangan yang ia keluarkan mampu di patahkan dengan mudah oleh Dewa tertinggi.
Biarpun serangan terkuatnya ia keluarkan tak akan mampu menembus pertahanan sang Dewa tertinggi.
Membuat dirinya tersadar jarak antara ia dengan 10 dewa tertinggi sangat jauh. Dan itu juga menjelaskan kenapa 10 dewa tersebut dikatakan sebagai 10 dewa tertinggi.
Pria tersebut kemudian meminta maaf dan berjanji akan bertobat.
Salah satu dari 10 Dewa tertinggi kemudian menghukumnya dengan menyegel jiwanya pada sebuah busur.
Tujuannya adalah, supaya ia merenungi segala kesalahannya. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk melatih seseorang yang memiliki takdir penyelamat semesta.
Jika ia sudah melatih orang tersebut dan membuatnya sangat kuat, maka ia akan dibebaskan dari hukuman tersebut.
Beribu-ribu tahun lamanya ia menunggu. namun orang yang di tunggu tak kunjung datang. Ia merasa sangat kesepian, dan selalu berdoa kepada Sang Raja Alam supaya dipercepat di datangkan seseorang yang memiliki takdir penyelamat semesta itu.
Setiap ada orang yang lewat, ia akan menarik mereka atau memancing mereka untuk datang ke tempat ini.
Namun tidak ada yang cocok hingga ia menemukan Chen Li. Ia melihat ada sesuatu yang spesial pada diri Chen Li.
Sehingga ia berinsiatif untuk mentes Chen Li, apakah ia cocok dan yang terpilih sebagai penyelamat semesta atau bukan.
Untuk itu, ia perlu meneteskan darah Chen Li pada busur bulan.
Tapi, sebelum itu. Ia juga perlu melatih Chen Li beberapa tehnik dari busur bulan supaya ia tidak kesusahan dalam menggunakannya.
__ADS_1