Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 78. Babak 16 Besar II


__ADS_3

"Sial!" Mu Liliang yang terdorong mundur mengutuk keras Chen Li. Ia tak menyangka akan aksi serempak yang di lakukan pemuda itu.


"Kau akan membayar akan perbuatanmu tadi!"


Selepas mengatakan demikian, Mu Liliang kembali maju menyerang Chen Li. Pertarungan pun kembali pecah antar keduanya.


Bisa di lihat, Mu Liliang sedikit mendominasi pertarungan, sementara Chen Li yang terus-terusan di desak oleh mu Liliang.


"Ini tak bisa di biarkan!" batin Chen Li.


Pedang lawan yang hampir mengenai perutnya segera ia tangkis menggunakan pedangnya pula. Setalah itu kembali ia menggerakkan pedangnya menepis pedang Mu Liliang yang kini melayang kembali menargetkan kepalanya.


Begitulah seterusnya ... Chen Li terus-menerus di tekan oleh Mu Liliang tanpa bisa melakukan perlawanan.


Beberapa saat ia akhirnya bisa mengambil jarak.


"Aku tak menyangka kau masih mampu mengimbangi ku sampai sejauh ini ... Baiklah, aku ingin melihat apakah kau masih bisa menangkis serangan ku yang satu ini!"


Selesai mengatakan itu, Mu Liliang kemudian melakukan suatu gerakan tubuh. Energi panas mendadak tercipta mengelilingi tubuhnya.


Beberapa saat, energi itu seperti tersedot oleh pedangnya.


Setelah semuanya terhisap kedalam pedang, ia kemudian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Sebuah energi keemasan tercipta mengikuti gerak pedang itu.


Tepat setelah pedang itu berhenti bergerak, sebuah energi berbentuk naga api tercipta di belakangnya.


"Pedang Naga Api!"


Mu Liliang berteriak lantang, setelahnya ia arahkan tangan yang menggenggam pedang kearah Chen Li.

__ADS_1


"Grooaarr!"


Energi Naga Api di belakangnya seketika melesat, mengikuti arah yang di tunjuk pedang itu.


Melihat energi tersebut yang melesat ke arahnya. Chen Li memilih tak menghindar. Senyuman penuh arti pun terpasang jelas di bibirnya.


"Apakah dia sudah gila!"


"Sangat jelas energi itu di depan matanya, tapi kenapa ia tak menghindar? Tidak waras!"


Mereka yang menyaksikan Chen Li yang masih diam mematung di tempat dengan energi berbentuk naga api melesat kearahnya dibuat terbingung-bingung.


Mereka tak habis pikir dengan apa yang ada di otak pemuda itu. Entah karena terlalu berani, ataukah terlalu meremehkan kekuatan energi itu.


Sementara di arena, energi berbentuk naga api itu tinggal beberapa senti sebelum mengenai Chen Li. Pada akhirnya...


Sebuah ledakan besar terdengar ketika energi itu menghantam tubuh Chen Li. Beberapa diantara mereka yang menyaksikan itu yang kebetulan bermental kerdil langsung menutup mata. Ada juga yang sampai tergetar tubuhnya ketika membayangkan apa yang terjadi pada tubuh Chen Li.


Beberapa saat, dari kepulan asap yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut, menyembul beberapa garis cahaya, yang semakin lama semakin banyak membuat mereka yang berada dalam radius cahaya itu terpaksa harus menutupi kedua mata ketika cahaya menyilaukan itu menyapa mata mereka.


Bahkan mereka yang bertanding di arena seberang dan berdekatan dengan arena yang digunakan Chen Li dan Mu Liliang untuk bertanding terpaksa harus menghentikan pertarungan ketika cahaya tersebut juga mengenai pandang mata mereka.


"Apa-apaan ini?"


"Apa yang terjadi!"


"Cahaya apa ini?"


"Apa yang terjadi pada pemuda itu? Apa yang ia lakukan?"

__ADS_1


Beberapa orang mempertanyakan terkait munculnya cahaya itu.


dua menit berlalu, cahaya tersebut akhirnya redup sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya.


Di arena, nampak Chen Li sedang menutupi kedua matanya sambil duduk bersila. Secara samar, terlihat bulir-bulir cahaya emas mengelilingi tubuhnya.


"I-itu!"


"Tahapan Tinggi tingkat 1! Bagaimana bisa?"


Kembali semuanya di suguhkan dengan kejutan oleh Chen Li.


Ya! dirinya telah menerobos tahapan Tinggi tingkat 1. Itulah sebabnya semuanya dibuat ternganga karenanya.


"Siapa sebenarnya pemuda itu, bagaimana bisa hanya dengan mendapatkan serangan saja bisa menaikan tingkatan kultivasi."


"Ya, kau benar. Sungguh tak bisa di percaya!"


"Aku tak bisa melepaskannya, setelah pertandingan usai, aku akan mengajak ia untuk bergabung dengan sekte kami."


"Enak saja! Pemuda itu bagian dari sekte kami. Kau tak berhak memilikinya."


"Mau bertarung!"


"Siapa takut!"


"Sudah-sudah, tak ada gunanya berkelahi di sini. Yang ada kalian nantinya hanya akan mengundang banyak perhatian sekaligus masalah!"


Beberapa tetua sekte tak bisa menahan keterkejutannya melihat Chen Li yang menerobos tingkatan selanjutnya hanya dengan mendapat serangan. Tak hanya sampai di situ, Tempat tetua bahkan hampir saja terjadi kekacauan gara-gara pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2