
"Bagaimana. Apakah benar bahwa pemuda itu adalah orang yang kita cari selama ini?"
Suara itu menggema di seluruh goa.
"Hamba sangat yakin tuan. Dengan mata kepala hamba sendiri, hamba melihat cahaya dewa merasuki tubuhnya, membuat ia memiliki kekuatan dewa."
"..Bahkan Ketiga siluman berusia seribu tahun sekalipun tak mampu memberikan perlawanan berarti terhadapnya," jelas seorang pemuda yang kini tengah berlutut di hadapan sebuah api besar.
"Hmm, Bagus! terus awasi dia. Jika ada sesuatu mencurigakan yang dilakukannya, segera lapor kemari!"
"Hamba mengerti tuan." Pemuda itu kemudian beranjak meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergiannya, seorang pria tua datang menghadang Api besar tersebut.
"Ada berita apa yang ingin kau kabarkan kepadaku? Jika berita itu tak penting, maka sebaiknya tak usah kau sampaikan! Kau hanya membuang-buang waktuku." Sosok di balik api itu berbicara dengan penuh penekanan.
Mendengar ucapan itu, Pria tua tersebut langsung bergetar saat itu juga.
"Ha-hamba bisa menjamin tu-tuan tidak akan menyesal mendengarnya."
"Hmm, katakanlah! Tapi, jika kabar itu tak mampu membuatku tertarik, maka kau tahu sendiri akibatnya."
"Ha-hamba me-mengerti tuan!"
Pria tua pun mulai mengungkapkan maksud kedatangannya kepada makhluk itu.
Namun yang menjadi problemnya adalah, saat itu juga, pendengaran Author tak lagi berfungsi. Hanya gerakan bibir dari pria tua itu saja yang bisa di saksikan nya. Meskipun begitu, gerak bibirnya pun sangat sulit untuk di mengerti.
"Bagus, bagus! Aku suka rencana mu. Hahaha ... Hahaha!" Suara itu kembali menggema di seluruh goa. Akan tetapi, kali ini nampak beda. Dimana siapa saja yang mendengarnya akan langsung merinding di buatnya, termasuk orang yang sedang berlutut saat ini.
*
Xiao Wang mengerutkan dahi ketika mendengar cerita dari Bo Ji.
"Kenapa aku tak dapat mengingatnya?" Xiao Wang mencoba untuk mengingat kembali kejadian tadi. Namun sekeras apapun ia berusaha mengingat, bertambah sakit pula kepalanya.
Pandangannya kemudian ia arahkan pada ketiga siluman di hadapannya.
"Apakah kalian bawahan ku?" tanyanya pada tiga siluman itu.
Siluman Ular Naga, Singa Api dan Serigala Kabut mengerutkan dahi mereka mendengar pertanyaan Xiao Wang, bagaimana bisa ia melupakan insiden tadi dengan begitu cepat, secepat membalas chat dari crush. Namun mereka tetap menganggukkan kepala, tanda ucapan Xiao Wang memang benar adanya.
__ADS_1
"Baiklah, siapa nama kalian?" tanyanya lagi.
Lagi dan lagi, ketiganya di buat mengernyit ketika mendengar pertanyaan Xiao Wang.
"Kami tak memiliki nama," jawab Siluman Ular Naga.
"Kalau begitu, biar aku yang akan memberi kalian nama!"
Xiao Wang memandangi muka ketiga siluman itu satu persatu.
"Hmm, namamu adalah Wu Lang!" Xiao Wang mengusap dahi Siluman Serigala Kabut, lalu ia melangkah menuju Siluman Singa Api.
"Kau Huo Shi!" Xiao Wang mengusap Singa Api membuatnya menggeliang tanda ia menikmati usapan tangan Xiao Wang.
"Dan kau adalah Long She!" ucapnya setelah berada dihadapan ular raksasa yang kini sedang menggulung tubuhnya.
Selesai memberikan mereka nama, Xiao Wang hendak melanjutkan perjalanan menuju ibukota. Namun sebelum melangkah, pandangannya ia arahkan pada ketiga siluman itu yang kini mematung menunggu perintahnya.
"Bo Ji, bagaimana cara membawa tiga siluman raksasa ini?"
"Hmm, kalau aku tidak salah tebak, seharusnya kultivasi mereka telah setara dengan siluman yang berkultivasi selama seribu lima ratus tahun. Itu berarti mereka bisa merubah wujud menjadi manusia pada umumnya."
"Hmm, Kalau begitu tunggu apa lagi, mari kita mulai!"
"Entahlah. Seharusnya sih bisa."
"Baiklah. Sekarang segeralah ubah wujud kalian ke dalam bentuk manusia, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan!"
"Baik tuan."
Ketiga Siluman itu lantas melepaskan energi mereka. Seketika, debu-debu bercahaya dengan tiga warna berbeda, merembes keluar dari tubuh Ketiga siluman itu.
Siluman Ular Naga melepaskan energi berwarna gelap kehijau-hijauan. Siluman Singa Api melepaskan energi berwarna emas, sedangkan Siluman Serigala Kabut melepaskan energi abu-abu. Energi itu membentuk pusaran dan bergerak mengelilingi tubuh mereka yang besar.
Butuh waktu selama tiga jam sebelum Energi itu menghilang, memperlihatkan tiga sosok manusia, dengan dua orang pria dan seorang wanita.
Ketiganya nampak berumur sekitar 40-an. Xiao Wang sedikit tercengang melihat perubahan ketiganya.
Dimana Siluman Serigala Kabut, kini telah menjelma menjadi seorang pria dengan Hanfu berwarna putih, dan rambut yang berwarna hitam, namun ada sebagian yang berwarna putih.
Siluman Singa Api kini telah menjelma menjadi seorang pria yang berpakaian putih, dengan corak emas yang menghiasi nya. Sama halnya seperti Siluman Serigala Kabut, sebagian rambutnya juga ada yang berwarna emas, membuatnya nampak seperti seorang bangsawan.
__ADS_1
Yang terakhir adalah Ular Naga yang menjelma menjadi seorang wanita dengan pakaian hitam, dan garis hijau di pinggangnya.
"Singa Tua, bagaimana penampilanku? Aku nampak sangat tampan dengan wujud seperti ini, bukan?" gumam Wu Lang, membanggakan diri.
"Cih, Bahkan penampilanku lebih menonjol dibanding kau." Huo Shi membusungkan dada.
"Kalian berdua berhentilah memperdebatkan hal-hal konyol. Kalau kalian terus saja seperti itu, maka kalian tak ada bedanya dengan seorang anak kecil."
Perdebatan keduanya berhenti saat itu juga saat seorang wanita berpakaian hitam yang ada di tengah-tengah mereka berjalan ke depan.
Wanita itu tidak lain adalah Long She, yang kini berjalan menuju Xiao Wang, sesampainya ia di sana, dirinya langsung menangkupkan tangannya, memberi hormat kepada Xiao Wang dan langsung diikuti oleh dua orang itu.
"Karena kalian telah selesai, maka perjalanan akan kita lanjutkan saat ini juga!"
"Baik tuan."
Mereka pun berjalan menuju ibukota. Namun baru saja beberapa meter berjalan, Xiao Wang menoleh ke belakang.
"Apakah aku melupakan sesuatu?" batinnya.
Tak ada yang dapat ia ingat, akhirnya ia memilih untuk terus berjalan.
Selama lima puluh meter mereka berjalan, Xiao Wang tiba-tiba menghentikan langkahnya, saat ia melihat seseorang di hadapan mereka yang sedang menuju ke tempat dimana mereka saat ini berdiri.
"Saudara Guiji!"
Segera ia berlari ke arah orang itu, yang ternyata adalah seorang pemuda yang di kenalinya.
Ia langsung memeriksa tubuh Guiji saat itu juga, takutnya sesuatu terjadi pada pemuda itu.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanyanya.
"Ya. Hanya sedikit cakaran dari seekor Siluman Serigala Kabut di lenganku."
Guiji memperlihatkan lengannya kepada Xiao Wang. Tiga buah sayatan dalam nan panjang dapat dilihat dari lengan pemuda itu.
Xiao Wang segera mengaliri luka tersebut dengan energi Qi nya.
Beberapa saat, luka bekas cakaran tersebut berhenti mengalirkan darah. Tak berapa lama, luka itu telah hilang sepenuhnya.
Mata Guiji melebar saat melihat luka di lengannya yang perlahan menutup seperti sedia kala.
__ADS_1
"Terima kasih Xiao Wang!" Guiji langsung memeluk Xiao Wang saat itu juga. Ia tak menyangka lukanya bisa disembuhkan dalam waktu yang begitu cepat.
Setelah berbincang-bincang beberapa saat, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.