
"Tuan, bagaimana rencana kita? Ini sudah sampai pada waktu yang di janjikan!"
Seorang pria datang berlutut dengan hormat pada seorang pria yang duduk dengan kaki kanan di atas kursi yang lebih tinggi dari lainnya.
"Tak terasa, waktu kian cepat berlalu. Sudah tiga Minggu aku menjabat sebagai ketua sekte. Dan sekarang aku harus kembali turun untuk bertarung."
Pria itu berkata sambil menggelengkan kepala. "Hmm, baik. Kalian tunggu saja, aku akan melapor dulu pada tuan!"
Selesai mengucapkan itu, Pria tersebut menghilang bagai di telan waktu.
*
Saat ini giliran Xiao Wang yang bertanding. Ia maju di atas panggung. Lawan tandingnya adalah seorang pemuda dari sekte menengah. Kultivasinya pun telah mencapai tahapan langit tingkat 1.
"Eh, apakah kau tahu katanya pemuda itu adalah seorang cucu dari Ketua Sekte Elang Emas."
"Mana-mana? Kenapa aku tak dapat melihatnya! Bagian mana?"
"Itu, pemuda dengan hanfu warna putih agak kebiruan yang ada di arena ke-3!"
"Apa? Anak itu! Bahkan kultivasinya berada di tahapan Menengah tingkat 6."
"Ya, namun jangan salah, rumornya tak ada yang lebih jenius darinya di kerajaan Api, bahkan seluruh kekaisaran Han sekalipun tak ada yang bisa menyamai kejeniusannya!"
"Termasuk Xing Liao?"
"E-eh, kalau itu aku juga tidak tau. Lagi pula itu kan hanya rumor, belum tentu benar kan!"
''Iya juga yah. Mari kita lihat kemapuan anak ini!"
Beberapa peserta yang duduk di belakang Chen Li membicarakan peserta yang bertanding di atas arena ke-3. Ia yang dibuat kembali penasaran dengan pembicaraan orang-orang yang duduk di dekatnya, langsung menoleh ke arah yang di maksud mereka. Terbelalak mata Chen Li ketika melihat pemuda yang berdiri di atas arena ke-3.
"I-itu kan, pemuda yang waktu itu ku temui di dalam mimpiku, kenapa ia bisa ada di sini?"
__ADS_1
Chen Li memperhatikan pemuda itu lebih dalam. Memang sama persis dengan pemuda yang ada dalam mimpinya. Hanya saja rambut dan pupil matanya yang berbeda.
Jika pemuda yang ditemuinya waktu itu memiliki pupil mata dan rambut yang berwarna biru muda, maka pemuda yang ada di arena memiliki rambut serta pupil mata yang hitam, namun jika terkena matahari, maka akan terlihat seperti warna biru muda.
Meskipun terdapat sedikit perbedaan, akan tetapi Chen Li yakin pemuda itu adalah orang yang sama dengan yang ia temui waktu itu.
Sementara itu di arena, Xiao Wang saat ini sedang berhadapan dengan seorang pemuda dengan kultivasi tingkatan tinggi tingkat 1.
"Adik kecil, lebih baik kau pulang saja. Aku takut ibumu akan datang kemari dan marah-marah karena mu." Pemuda itu meledek Xiao Wang.
Xiao Wang agak panas mendengar perkataan pemuda itu, namun dirinya tetap berusaha untuk bersikap tenang.
"Mari kita lihat siapa yang seharusnya pulang."
Selesai mengatakan itu, Xiao Wang langsung melesat sembari pedang yang ia libaskan menyerang pemuda itu. Gerakannya begitu cepat, hingga membuat lawannya hampir tak bisa mengikuti pergerakannya.
Pemuda itu menepis pedang Xiao Wang dengan pedangnya pula. Lalu ia membalas menyerang Xiao Wang dengan gerakan tusukan.
Pertarungan keduanya berlangsung sengit hingga beberapa saat.
Pemuda itu mengambil jarak.
Dengan kedua tangan yang menggenggam erat gagang pedang, ia lantas mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, setelahnya muncul kabut yang entah dari mana asalnya menutupi seluruh arena dimana Xiao Wang dan pemuda itu bertanding.
"Kenapa! Kau terkejut?" Pemuda itu bersuara di balik kabut tebal.
Xiao Wang tersenyum sinis. "Aku tak menyangka kau justru membantuku mengalahkan mu tanpa ada yang mengetahuinya."
Selesai mengucapkan kalimat itu, Xiao Wang lantas menciptakan embun yang semakin lama, semakin tebal hingga membentuk kabut, mengalahkan asap milik pemuda itu.
Sementara mereka yang menyaksikan pertarungan keduanya dari luar kabut terhalangi pandangan mereka oleh tebalnya kabut itu. Sehingga tak ada yang tahu apa yang terjadi pada dua anak yang ada dalam kabut tebal selain kultivator tingkat langit.
"Apa-apa yang terjadi!"
__ADS_1
"Itu murid sekte Pedang Kabut. Aku tak menyangka mereka juga akan tertarik untuk mengikuti turnamen ini. Padahal tahun-tahun sebelumnya, tak ada satupun perwakilan dari sekte tersebut dalam ajang turnamen ini."
"Kau benar. Meskipun sekte itu baru saja menjadi sekte menengah baru-baru ini, namun kekuatan mereka tak bisa di anggap remeh."
"Aku yakin pemuda yang menjadi lawan murid sekte Pedang Kabut itu akan bernasib sangat sial setelah keluar dari arena. Dengar-dengar kabut yang mereka ciptakan bisa membuat mereka yang menghirupnya akan merasa pusing lalu lama-kelamaan kultivasi mereka akan bermasalah."
Kecemasan nampak jelas di raut wajah Xiao Liu dan Xiao Meng ketika mendengar pembicaraan kedua orang itu. Mereka juga mengetahui betapa bahayanya sekte pedang Kabut itu.
"Ayah, bagaiman ini?"
"Entahlah aku juga tak tahu. Kita serahkan saja semuanya pada Wang'er. Biar dia yang menangani pemuda itu dengan sendirinya. Aku yakin Wang'er pasti bisa mengatasinya."
"Wang'er, semoga saja kau baik-baik saja."
Keduanya pun kembali menyaksikan pertarungan cucu sekaligus anak dari keduanya.
"Kau! bagaimana bisa?"
Sementara itu, di arena. Pemuda Sekte Pedang Kabut begitu terkejut ketika merasakan kabutnya yang semakin tebal. Namun ia yakin, kabut itu bukan ia yang membuatnya.
"Kenapa? Kau terkejut?" Selesai mengatakan itu, Xiao Wang lantas menghilang dan menyatu dengan tebalnya kabut itu.
Pemuda yang menjadi lawan Xiao Wang menjadi kelabakan dibuatnya ketika dirinya tak lagi merasakan keberadaan Xiao Wang.
Beberapa saat, ia merasakan napasnya yang sesak. dari lehernya, terbentuk sebuah tangan dari kabut yang terus bergerak hingga melewati dan membentuk tubuh Xiao Wang.
Pemuda itupun dapat melihat lawannya yang saat ini menatapnya dengan seringai menyeramkan. Rasa-rasanya, pemuda di depannya ini tak ada bedanya dengan malaikat pencabut nyawa yang bisa mencabut nyawanya kapan saja.
"Ti-tidak mu-mungkin!" Nafas yang sesak, bersuara pun susah. Begitulah yang dialami oleh pemuda Sekte Pedang Kabut itu.
"Mungkin kau masih bisa ku lepaskan jika kata menyerah kau ucap dari mulutmu!" ujar Xiao Wang.
Pemuda itu tak merespon. Ia dengan pedang di tangannya, ia ayunkan kearah tangan Xiao Wang. Refleks, Xiao Wang melepas cekikan tangannya dari leher pemuda itu.
__ADS_1
"Hais, kau sangat keras kepala."
"...Baiklah, jika itu mau-mu, maka jangan menangis setelah ini!" Selesai mengucapkan kalimat itu, Xiao Wang kembali menghilang dari tempatnya berdiri.