
Chen Li mendadak melepaskan amukan dewa Phoenix ke arah lelaki vampir saat dirinya tengah di sibukkan oleh Xiao Wang, Bing Meigui serta Hei Fang.
Energi api berbentuk tanda silang melesat dengan kecepatan tinggi. Xiao Wang, Bing Meigui serta Hei Fang segera menyingkir. Lelaki vampir tidak sempat bereaksi. Dia tidak sempat melakukan serangan energi untuk membalas serangan energi Amukan Dewa Phoenix itu.
Lelaki Vampir menggunakan kedua lengannya yang di bentuk menyilang untuk menghalau energi tersebut.
Swoshhhh!!!!
Energi api dari Amukan Dewa Phoenix mendorong lelaki vampir. Kini bulu-bulu hitam lelaki Vampir telah menjadi abu hitam akibat panasnya energi tersebut. Bahkan lengannya kini telah terbakar.
"Arrghhh!"
Lelaki Vampir sekuat tenaga untuk menahan energi api itu. Namun sayangnya itu tidak berlangsung lama. Energi Api dari Amukan Dewa Phoenix berhasil menerbangkannya. Menabrak pohon besar hingga tewas seketika.
Sempat terlihat darah terciprat. Darah milik lelaki Vampir. Bing Meigui sempat mengalihkan pandangannya kala melihat darah tersebut, namun tidak bagi Hei Fang, Chen Li serta Xiao Wang.
"Akhirnya, mati juga!" ucap Xiao Wang.
"Namun aku masih penasaran dengan orang-orang beridentitas Vampir ini! Ras ini begitu misterius. Juga aura hitam pekat itu... Entah mengapa aku merasa ini ada hubungannya dengan takdir kita!" gumam Chen Li. Dia menoleh ke arah dinding transparan berwarna kuning keemasan yang perlahan mulai menipis. Begitupun juga dengan Xiao Wang, Hei Fang juga Bing Meigui. Mereka sama-sama menoleh ke arah dinding Transparan, tempat manusia-manusia Vampir itu menghilang.
"Entahlah, sebaiknya mari kita melanjutkan perjalanan. Badai juga telah mereda!" ucap Xiao Wang.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan yang semula tertunda. Menghiraukan pikiran terkait dengan kelompok vampir.
Hari telah beranjak pagi. Mereka sampai di sebuah tebing. Tebing yang sangat tinggi.
"Sepertinya kita akan berpisah di sini!" ucap Bing Meigui.
"Memangnya tujuan kalian kemana?" tanya Chen Li.
"Ke suatu tempat. Dan guru yang akan membawa kami ke tempat itu!" jawab ketus Hei Fang.
"Di mana kalian akan menunggu guru kalian?" tanya Chen Li kembali.
"Di sini!" Bing Meigui menjawab.
"Kalau begitu tujuan kita juga sama. Kami akan menunggu guru kami di sini!" Xiao Wang menjawab dengan bersemangat.
"Hmm, agak aneh melihat tujuan kita sama! Namun baiklah... Mari kita tunggu guru kita masing-masing di sini!" Bing Meigui berucap sopan.
__ADS_1
"Cih, bilang saja itu hanya alasan kalian, untuk berlama-lama dengan kami!" Hei Fang berkata ketus.
"Kau sungguh sangat percaya diri sekali, Nona manis!" Chen Li menggoda Hei Fang.
"Nada bicara para buaya memang sangat pintar dalam merayu wanita. Namun sayangnya itu tidak berlaku bagi ku!"
Chen Li menanggapi perkataan Hei Fang tadi dengan senyum kecil. Dia memang memaklumi perkataan gadis itu, sebab beberapa saat bersama, dia mengetahui kalau Hei Fang ini merupakan tipe orang yang memiliki watak yang keras kepala. Namun justru hal itu pulalah yang membuatnya semakin bertambah tertarik di mata Chen Li.
Menunggu beberapa saat, namun orang yang mereka tunggu belum juga muncul. Hari telah menjelang siang. Keempat orang itu telah bosan bercampur kesal.
"Haissh, bukankah guru bilang setelah memakai portal itu, kita akan langsung bertemu dengannya. Namun mengapa sampai saat ini, mereka belum juga kelihatan!" keluh Chen Li.
"Entahlah! Apa mungkin mereka tengah memandang kita secara diam-diam di atas sana. Sengaja membuat kita menunggu sampai kita mengering di sini!" Xiao Wang juga ikut mengeluh.
"Cih, mari biar ku panggil mereka!"
Chen Li berjalan beberapa langkah ke depan. Setelahnya dia meneriaki nama gurunya serta guru Xiao Wang.
"Senior Qingshui... Senior Dianhuoo.. Dimana kalian. Kami telah menunggu cukup lama."
Chen Li berucap dengan sangat keras. Suaranya begitu menggema, bahkan sekilas tampak sepeti Guntur yang menggelegar.
Muncul sosok DianHuo serta Qingshui dari dua asap merah dan biru itu. Kedua orang itu memasang senyum jahil.
"Hehehehe, kalian telah lama menunggu ternyata. Maafkan Senior-senior kalian yang lalai ini!" Qingshui berkata sembari memasang sunggingan kecil. Dia tampak sedang menahan tawa.
"Ooi, Lalai ataukah memang di sengaja untuk mau menunda waktu!" Chen Li berbakat kesal.
"Tadi ada urusan sebentar. Jadinya kami terlambat untuk menjemput kalian." Dianhuo menjelaskan.
"Jangan bilang, kalian sedang main bersama janda di sana, sampai-sampai kalian melupakan kami!" Xiao Wang berkata kesal. "Owh, baiklah! Sampai di kediaman guru besar, aku akan langsung memberitahunya kalau dua murid senior telah menelantarkan kami."
"Eeh, apa yang kau katakan!"
"Bocah sialan! Terlambat sedikit saja sudah berani berpikir macam-macam! Awas saja kalau sampai di sana dan kau tidak bisa mengontrol mulutmu! Mungkin saat itu juga akan aku masukkan pedangku ini di dalam mulutmu itu!" Dianhuo berkata dengan mengancam. Perkataannya begitu serius tanpa ada sedikitpun nada bercanda.
"Heeh dia hanya bercanda senior! Kenapa kau begitu sensitif! Owh apa mungkin memang benar-benar terjadi?" Kali ini giliran Chen Li yang semakin menggoda kedua seniornya itu.
"Kau–!"
__ADS_1
"Sudahlah, lebih baik kita bawa mereka menghadap guru besar. Beliau mungkin telah menunggu kita!" ucap Shuibing.
"Guru, kalian mengenal dua lelaki buaya ini?!" Hei Fang tanpa aba-aba langsung melempari Dianhuo serta Shuibing dengan pertanyaan. Bahkan mulutnya tidak sempat di saring, sehingga kata lelaki buaya berhasil menyinggung Chen Li serta Xiao Wang.
"Yah, wanita memang selalu benar! Mungkin bersabar adalah jalan yang terbaik!" Chen Ali memegangi punggung Xiao Wang.
"Ya, kau benar kawan! Jika mereka menganggap semua lelaki itu sama, maka hal itu juga harus berlaku terhadap wanita sendiri." Chen Li berkata sembari mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda dia tengah menghayati perkataannya tadi.
Di sisi lain, Shuibing serta Dianhuo yang melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh kedua lelaki itu malah tidak bisa untuk menahan tawanya. Kedua orang itu malah tertawa sekarang, bahkan sangking serunya keduanya sampai memegangi perut mereka.
"Hahahah...."
"Hahaha... Lihatlah, bahkan hanya perkataan seorang gadis saja telah membuat mereka berdua tersungkur! Hahaha....!" Ucap Bingshui dengan di sertai tawa yang keluar beriringan.
"Sudahlah, jangan banyak membuang waktu. Guru besar sudah lama menunggu kami!" Chen Li mengalihkan perhatian. namun tentu saja ekspresi kesal dia pasang.
"Eeeh, kalian belum menjawab pertanyaan–ku!" tuntut Hei Fang.
"Hmm, baiklah aku akan menjawabnya. Sebelumnya, kau, Bing Meigui, Chen Li,s serta Xiao Wang ini memiliki tujuan yang sama. Yaitu sama-sama akan berjuang dalam melawan ras para Iblis. Jadinya kami akan melatih kalian sekaligus!" Berkata Shuibing menjelaskan kepada Hei Fang.
Hei Fang mengernyit. Dia tidak menyangka orang yang akhir-akhir ini selau bersama mereka akan menjadi rekan mereka selamanya. Meski wajahnya di luar tampak menunjukkan ketidak sukaan, namun di dalam hatinya dia begitu senang.
Selang beberapa saat, mereka akhirnya memulai perjalanan. Shuibing mengarahkan. telapak tangannya ke arah empat orang anak itu.
mendadak, Xiao Wang, Chen Li, Hei Fang serta Bing Meigui menghilang dari sana . Setelahnya kedua orang itu juga ikut menghilang.
***
Chen Li, Xiao Wang, Bing Meigui, serta Hei Fang muncul di sebuah ruang istana. Istana yang sangat megah. Bahkan ruangannya saja bisa memakan lebar kali panjang tujuh puluh meter luasnya.
"Waah, tempat apa ini! Begitu besar nan megah." Chen Li tidak biasa untuk tidak takjub melihat keindahan serta kemegahan ruang aula dari istana. Begitu pun dengan Bing Meigui, Xiao Wang seta Hei Fang.
Tanpa sadar, keempat orang itu berjalan menyebar. Memperhatikan keindahan ruangan itu dengan arah yang berbeda-beda.
Di sisi lain, Shuibing serta Dianhuo telah muncul.
"Hoi para udik-udik! Hendak kemana kalian! Di sini jalannya!"Perkataan Dianhuo sontak langsung membuat Chen Li serta yang lainnya tersadar. Mereka lantas berkumpul di satu tempat. Lalu berjalan bersama Dianhuo serta Shuibing.
Kedua senior itu menggeleng kepala cepat., melihat kelakuanku adik-adik juniornya itu. Setelahnya mereka berjalan menuju ke Salah satu ruangan.
__ADS_1