Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 76. 16 Besar


__ADS_3

Selepas Chen Li dinyatakan sebagai pemenangnya, pertandingan di atas arena ke-3 sementara di pending beberapa menit. Dikarenakan arena yang telah hancur dengan panggung yang telah retak, maka raja kerajaan Api meminta beberapa kultivator untuk memperbaiki panggung tersebut.


Membutuhkan sekitar satu jam sebelum akhirnya arena ke-3 kembali bisa di pakai untuk bertanding.


Pertandingan demi pertandingan, telah berlalu begitu cepat. Ada pertarungan yang imbang ada pula pertarungan yang berat sebelah. Tak hanya itu bahkan beberapa unggulan sekte besar aliran putih, netral maupun hitam tak jadi bertarung dikarenakan lawan yang lebih dahulu berucap kata menyerah sebelum pertarungan pecah diantara mereka.


Perasaan penonton pun dibuat berubah-ubah karenanya.


Raja Chen Huang yang sedari awal telah menyaksikan jalannya pertandingan sampai di buat terkagum-kagum dengan generasi muda yang ada di kerajaan Api. Apalagi baru kali ini ia bisa melihat beberapa jenius bermunculan yang sebelumnya tidak terkenal seperti Chen Li, Hei Fang, Ai Fang dan beberapa kultivator bebas lainnya.


Menjelang sore, pertandingan pun telah selesai di laksanakan dan akan di lanjutkan esok hari. Saat ini tinggal 16 peserta dari sekian banyaknya peserta yang mendaftar, yang akan bertanding besok.


16 peserta tersebut terdiri dari 5 perwakilan sekte besar aliran putih dalam dua sekte. 3 perwakilan sekte besar aliran netral dalam dua sekte, 3 perwakilan sekte besar aliran Hitam dalam dua sekte, 2 perwakilan sekte Menengah aliran netral dalam dua sekte. Dan yang terakhir adalah 3 kultivator muda bebas.


Dikarenakan Zhou Huang sebelumnya telah di kalahkan oleh Chen Li, maka sekte Harimau Naga hanya mengirimkan 2 perwakilannya dalam babak 16 besar. Sementara sekte besar aliran putih yang satunya adalah sekte Pedang Naga yang ketiga perwakilannya lolos semua salah satunya adalah Mu Liliang.

__ADS_1


Sekte Aliran Netral sendiri meloloskan 3 murid sekte besar dan 2 sekte menengah aliran netral dalam dua sekte yang salah satunya adalah Xiao Wang beserta gadis yang sebelumnya sempat menarik perhatian Chen Li.


Setelah di umumkan nama-nama peserta yang lolos dalam babak 16 besar, kegaduhan sempat terjadi di bangku penonton. Tak ada yang menyangka bahwasanya dalam turnamen pada periode ini akan ada sekte menengah dan kultivator muda bebas yang lolos dalam babak 16 besar.


Dikarenakan sebelum-sebelumnya mereka yang lolos babak 16 besar selalu-nya sekte besar di tiga aliran.


*


Setelah selesai pengumuman, Chen Li beserta Wan Li langsung beranjak dari aula menuju kediaman yang memang di sediakan khusus untuk peserta dari kultivator bebas.


Saat hendak memasuki kediaman yang memang sangat sederhana itu, mendadak keduanya berhenti bergerak.


Keduanya memalingkan wajah, menatap tajam ke arah beberapa pohon besar yang terletak jauh beberapa puluh meter dari tempat mereka berdiri.


"Paman, apakah perlu kita menghampiri orang itu?" tanya Chen Li.

__ADS_1


"Hmm, sepertinya tidak usah. Buang-buang waktu saja." Selesai mengatakan itu, Wan Li lekas berjalan meninggalkan Chen Li yang masih setia menatap sekaligus penasaran dengan sosok di balik rumpunan pohon rimbun nan menjulang tinggi.


Memilih tak memusingkan sosok itu, Chen Li kemudian juga melangkahkan kakinya memasuki rumah reot yang kini tinggal 10 meter di hadapannya.


*


Seorang pria sepuh saat ini sedang mengawasi dua orang pria dengan seorang pria paruh baya dan seorangnya lagi seorang pemuda yang belum berusia 10 tahun.


Saat sedang serius mengawasi, tiba-tiba ia di kejutkan oleh kedua pria itu yang kini menatap tajam kearahnya.


"Apakah mereka mengetahui keberadaan ku?" gumamnya pelan.


Padahal dirinya begitu yakin telah menyembunyikan hawa keberadaannya dengan baik.


"Mungkin hanya perasaanku saja." Kembali ia bergumam. Setelahnya membalikkan badan lalu melesat dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2