
Chen Li melemparkan pedang yang ia pegang ke arah Jenderal Wan Li.
Dengan sigap pedang tersebut di tangkap olehnya.
Jenderal Wan Li memandangi pedang tersebut dengan kagum. Ia bisa merasakan sebuah aura panas terpancar dalam pedang itu.
Ia membuka sarung pedang itu. Sesaat sebuah cahaya merah muncul dari bilah pedang, sebelum akhirnya menghilang.
Jenderal Wan Li memandangi bilah pedang tersebut dengan tatapan kagum.
Pedang tersebut memiliki panjang 1 meter dan lebar 10 cm. Pada bilah pedang, berwarna merah dengan pinggiran berwarna hitam.
Terdapat gambar dua kepala naga yang masing-masing menyemburkan api dari mulutnya. Di tengah dua kepala naga tersebut, terdapat sebuah tulisan kuno yang berwarna emas.
Ia lalu mengayunkan pedang tersebut. Sebuah energi merah kecil melesat dan langsung memotong rapi rumput menjadi dua bagian.
Jenderal Wan Li bertambah kagum melihat itu. Bahkan tanpa ia aliri Qi sekalipun pedang tersebut sudah mampu mengeluarkan energi yang sangat tajam.
Akan bagaimana hasilnya nanti jika ia menggunakan energi Qi?
Begitupun dengan Chen Li, yang menatap pedang itu tak kalah kagumnya dengan Jenderal Wan Li.
Lalu oleh Jenderal Wan Li, pedang tersebut di beri nama pedang Naga Api.
\=>Note: mungkin setelah ini cerita akan mengarah kepada Xiao Wang sampai turnamen Pemuda Berbakat.
***
Setelah Xiao Wang ditinggalkan oleh orang-orang yang datang menjenguknya, ia pun langsung berinisiatif untuk mempraktekkan apa yang telah di jelaskan Bo Ji tentang cara memulihkan diri dengan cepat.
Pertama-tama, ia harus mengambil posisi duduk terlebih dahulu, supaya lebih mudah dalam menyerap Qi yang ada dalam kitab Gelombang Pencakar Langit.
Walaupun terasa sangat sakit di tambah dengan tulang belakangnya yang retak, menambah sensasi sakit yang ia rasakan.
Meskipun begitu Xiao Wang tetap berusaha dan memaksakan dirinya supaya bisa duduk.
Setelah berusaha keras selama 30 menit, akhirnya ia berhasil juga duduk dengan badan bersandar pada dinding kamar.
Ia merasakan setiap bagian dari tubuhnya terasa sangat sakit ketika bergerak. Namun ia lega karena telah berhasil duduk.
__ADS_1
Xiao Wang mengambil nafas sebentar, setelah 10 menit. Ia pun menggerakkan tangan kanannya untuk meraih kitab Gelombang Pencakar Langit yang berada di atas meja dekat ranjang tempat tidurnya.
Beberapa kali ia berusaha untuk menyentuh kitab tersebut, namun karena tangannya yang begitu berat Sehingga beberapa kali tangannya harus terjatuh.
Setiap kali tangannya terjatuh dan membentur pinggiran ranjang, ia akan langsung meringis kesakitan.
Setelah beberapa menit, akhirnya ia bisa menyentuh kitab Gelombang Pencakar Langit. Namun saat ia menarik kitab tersebut, ia tak mampu menahan beban dari kitab itu.
Dikarenakan tangannya yang berat di tambah dengan beban dari kitab Gelombang Pencakar Langit, sehingga ia tak mampu mengangkatnya dan malah membuat kitab tersebut terjatuh di lantai.
"Ck ck ck.. bocah, kau sangat lembek." Terdengar suara di dalam pikirannya.
Xiao Wang yang mendengar suara tersebut sangat terkejut. Pasalnya ia tak berbicara dan tiba-tiba saja terdengar suara di dalam pikirannya.
"Bocah karena kau sangat kasihan. Maka aku akan membantumu."
Beberapa saat mencerna, ia pun mengetahui bahwa suara tersebut berasal dari suara Bo Ji yang berbicara di dalam pikirannya.
Kitab Gelombang Pencakar Langit tiba-tiba saja melayang dengan sendirinya dan berhenti tepat di hadapan Xiao Wang.
Lembaran demi lembaran halaman terbuka dengan sendirinya. Hingga akhirnya berhenti pada salah satu halaman kosong.
"Bocah, Aku akan menyalurkan energi Qi yang ada di kitab ini pada dantianmu. Kau fokuslah menyerap Qi Ini dan alirkan pada luka-lukamu dan sekujur tubuhmu.
"... ingat kau harus sangat berhati-hati dalam melakukan ini. Karena kesalahan sedikit saja bisa mengancam keselamatanmu,'' jelas Bo Ji.
"Aku mengerti. Baik. Mari kita mulai."
Ya., Bo Ji ternyata adalah roh penjaga kitab Gelombang Pencakar Langit.
Karena ia menggunakan teknik Gelombang Pencakar Langit ini dengan semborono dan menimbulkan banyak nyawa yang tak bersalah melayang karenanya.
Akhirnya ia di hukum oleh orang tua yang entah dari mana asalnya, dan di masukkan ke dalam kitab Gelombang Pencakar Langit.
Ia akan di bebaskan jika ia berhasil melatih seorang anak yang telah ditakdirkan untuk menyelamatkan para dewa dan alam semesta dari Raja dan Ratu Iblis.
Ia yang tak terima dengan semua itu, akhirnya memutuskan untuk membebaskan diri dengan memperkuat dirinya dengan menyerap energi Qi dari orang-orang yang menggunakan teknik ini.
Qi tersebut kemudian di salurkan ke dalam kitab dan terkumpul ke dalam salah satu halaman kitab Gelombang Pencakar Langit.
__ADS_1
Qi yang terkumpul inilah yang akan ia gunakan nantinya untuk menghancurkan segel dari orang tua tersebut.
Tapi sekeras apapun ia berusaha, ia tetap tidak bisa menghancurkan segel yang mengurungnya.
Bo ji Akhirnya menyerah, dan menunggu orang yang di takdirkan itu sambil menyerap energi Qi dari setiap orang yang menggunakan teknik ini. Berharap dengan cara ini, ia bisa terbebas.
Walaupun ia tau, itu hanya sia-sia saja.
Setelah beratus-ratus tahun lamanya ia menunggu, orang yang ia tunggu akhirnya muncul juga.
Orang tua yang menghukumnya datang menemui ia dan memberitahunya bahwa orang yang ia tunggu sekarang, yang telah memegang kitab Gelombang Pencakar Langit dan nyawanya sedang terancam.
Orang tersebut adalah Xiao Wang. Terpaksa ia harus menolong Xiao Wang karena Xiao Wang adalah kunci terbebasnya ia dari kitab Gelombang Pencakar Langit.
*
Kitab Gelombang Pencakar Langit bersinar dan tak berselang lama debu-debu kecil berwarna emas yang sangat banyak keluar dari kitab tersebut dan mengarah ke perut Xiao Wang.
Xiao Wang bisa merasakan sesuatu yang sangat hangat masuk ke dalam tubuhnya tepat di bagian pusarnya.
Ia dengan cepat langsung mengalirkan energi tersebut pada setiap bagian dari tubuhnya. Terutama pada lengan dan tulang belakangnya.
Setelah 3 jam proses tersebut berlangsung, sebuah ketukan terdengar dari arah pintu kamarnya.
Dengan cepat, ia langsung menghentikan kegiatannya. Begitupun kitab Gelombang Pencakar Langit yang refleks menyembunyikan diri.
"Wang'er, apakah ibu boleh masuk?" Tanya suara dari balik pintu kamarnya.
Xiao Wang mengenali suara itu sebagai suara ibunya. "Iya bu," jawab Xiao Wang dengan suara yang agak lemah.
Pintu pun terbuka dan memperlihatkan seorang wanita cantik yang ternyata adalah Yan Yu.
Yan Yu berjalan ke arah Xiao Wang sambil membawakan makanan untuk anaknya, karena sudah lima hari ia tak sadarkan diri.
Otomatis ia juga akan kelaparan kan.
Namun, ia terkejut ketika melihat Xiao Wang yang bersandar pada dinding kamar. Dan lukanya pun sudah agak mendingan.
Bekas-bekas sayatan yang semula menghiasi tubuh Xiao Wang kini telah berkurang.
__ADS_1
"Wang'er, apa yang terjadi padamu? Kenapa luka-lukamu bisa sembuh dengan begitu cepat. Padahal kan tadi bekas sayatan begitu banyak memenuhi tubuhmu. Kenapa kini seperti berkurang. Apakah aku sedang bermimpi."
"Tidak ibu, yang ibu lihat memanglah kenyataan, tapi aku tak bisa menceritakan pada ibu perihal diriku yang bisa sembuh begitu cepat sekarang. Tapi aku janji, jika saatnya telah tiba. Maka akan kuceritakan semuanya pada kalian semua."