Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 66. Kedatangan Tamu


__ADS_3

Xiao Wang tak menekan lagi kultivasinya. Kini ia memilih melepaskannya sampai pada batas tingkatan yang dicapainya setelah Xiao Liu beserta Xiao Meng memintanya.


Baamm! Baamm! Baamm....


Ledakan demi ledakan terdengar dari tubuh Xiao Wang. Tak hanya itu bahkan kekuatannya kian meningkat seiring dengan ledakan itu terdengar.


Xiao Liu dan Xiao Meng yang menyaksikan aksi Xiao Wang membelalakkan mata. Tak hanya itu, mereka berdua bahkan terlalu terkejut untuk bernafas.


Tingkatan demi tingkatan telah Xiao Wang lewati. Mulai dari Tingkatan Tinggi tingkat 1 kemudian Tingkatan Bumi dan berhenti di Tingkatan Langit tingkat 2.


Kedua pria yang menyaksikan Xiao Wang menerobos dari tahapan ke tahapan, terlalu terkejut plus tak percaya, sampai pada akhirnya merekapun pingsan di buatnya.


Sementara Xiao Wang yang telah membuka mata menjadi bingung ketika tak menemukan Kakek dan Ayahnya.


"Ayah, Kakek!"


"Ayah, Kakek!"


Berulang kali ia memanggil Kedua orang tua itu, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban.


Ia pun berinisiatif untuk mencari keduanya.


Saat ia hendak melangkah, ia merasa pijakannya agak aneh. Lantas pandangannya ia tolehkan ke bawah. Dilihatnya-lah sang Kakek beserta ayahnya yang sedang terbaring tak sadarkan diri di lantai.


Kepanikan nampak jelas dari raut wajah Xiao Wang.


"Apa-apa yang terjadi? Apakah ada orang yang diam-diam telah menyerang kakek dan ayah?"


"... Sepertinya tidak mungkin. Karena kalau seandainya ada yang menyerang, kenapa aku tak ikut di serangnya?" Ia menepis hipotesis awal.


Terlalu sulit untuk ia memecahkan kasus ini. Sehingga ia berinsiatif untuk bertanya kepada Bo Ji perihal kedua orang tua itu sampai bisa pingsan.


"Bocah, mereka pingsan karena terlalu tergemap dengan kultivasi-mu yang terus saja melonjak naik menembus tahapan demi tahapan."


"Ai'... Bisa begitu?"


Xiao Wang kemudian mengangkat tubuh keduanya dan membawanya ke kamar masing-masing.


Ia lalu menempelkan tangannya ke kening Xiao Liu, setelahnya ia melakukan hal yang sama pada Xiao Meng.


Selesai melakukan itu, kembali ia menurunkan kultivasinya ke tahapan Tinggi tingkat 6.

__ADS_1


Lalu ia beranjak dari tempatnya duduk menuju ke dapur.


Lu Wanqiang beserta Yuan Fang telah kembali dari jalan-jalannya.


Betapa terkejutnya mereka ketika tak mendapati seorang pun di sana. Mereka yang panik lantas memeriksa tempat itu. Bagian demi bagian telah mereka telusuri, namun tak kunjung mereka temukan seorang pun.


Mereka lalu memutuskan untuk berpencar, karena mereka sadar akan sangat sulit menemukan mereka jika keduanya mencari secara bersamaan.


Yuan Fang menemukan Xiao Liu yang sedang terbaring tak sadarkan diri di ranjang tempat tidurnya. Ia lantas membangunkan Xiao Liu, namun orang yang di maksud tak kunjung bangun.


Ia pun segera berbalik, berlari mencari Lu Wanqiang. Didapatinya pemuda itu yang ternyata juga mencarinya.


"Aku sudah menemukannya..." Entah karena terlalu bersemangat atau apa, sampai keduanya berbicara secara bersamaan.


"Benarkah?" tanya Lu Wanqiang.


"Ya. Aku mendapatkan Ketua sedang terbaring tak sadarkan diri di kamarnya. Kau menemukan siapa?" jawab sekaligus tanya balik Yuan Fang.


"Aku juga mendapati tetua Xiao Meng yang juga tak sadarkan diri di kamarnya."


"Lantas, bagaimana dengan saudara Xiao?"


Lu Wanqiang menaikkan bahu tanda ia juga tak tahu-menahu soal Xiao Wang.


Segera keduanya menghampiri pemuda itu lalu bertanya. "Saudara Xiao, kau dari mana?" Yuan Fang tanpa ba-bi-bu langsung melempar pertanyaan kepada pemuda itu.


"Benar senior! kau dari mana? Kami telah mencari mu dari tadi." Lu Wanqiang menambahkan.


Xiao Wang memandang wajah keduanya dengan tatapan bingung.


"Kenapa kalian mencari ku?"


"Apakah kau tahu, Ketua dan tetua Xiao Meng saat ini sedang tak sadarkan diri di kamar mereka!" ucap cepat Lu Wanqiang.


"Ya, aku telah mengetahuinya. Kenapa memangnya?" Xiao Wang menjawab dengan santai.


Kedua pemuda itu bingung melihat tingkah Xiao Wang yang dengan santainya menjawab mereka seperti tak ada beban.


"Apakah kau tahu apa penyebabnya?" Kembali pertanyaan di lemparkan pada Xiao Wang.


"Aku tak tahu. Apakah kau tak melihat aku dari mana?"

__ADS_1


Kedua pemuda bertambah bingung mendengar jawaban Xiao Wang.


"Lalu bagaimana kau bisa mengetahuinya sedangkan kau sedang berada di sumur." Kurang lebih begitulah yang di pikirkan kedua orang itu.


Walaupun merasa aneh, namun keduanya tak mempermasalahkannya. Yang terpenting bagi keduanya adalah, Xiao Wang yang telah kembali.


"Ya sudah. Mari kita ke sana!" Yuan Fang mengajak kedua rekannya untuk menjenguk Xiao Liu dan Xiao Meng yang tak sadarkan diri di kamar masing-masing.


Tapi sebelum itu, ketiganya melangkah ke dapur terlebih dahulu untuk mengantar Xiao Wang menaruh empat ember yang saat ini sedang di pikulnya.


Selesai menaruh ember berisi air, Xiao Wang, Yuan Fang beserta Lu Wanqiang, berjalan hendak ke kamar Xiao Liu terlebih dahulu. Namun belum juga mereka sampai di kamar Xiao Liu, mereka telah melihat orang yang di maksud sedang berdiri memandangi mereka dengan tatapan bingung.


"Kakek, apakah kau baik-baik saja?"


Segera ketiganya berlari menghampiri Xiao Liu.


"Entahlah aku juga tak ingat apa-apa," ucap Xiao Liu.


Memang tadi setelah mereka pingsan, Xiao Wang di suruh Bo Ji untuk menghapus ingatan mereka. Bukan menghapus, lebih tepatnya menghilangkan ingatan mereka sesaat.


Tak berapa lama, tampak pula oleh mereka Xiao Meng yang berjalan ke arah mereka dengan langkah agak oleng serta tangan yang memegangi kepalanya.


"Apa! Apa yang terjadi?" Xiao Meng menggeleng cepat kepalanya ketika pandangannya mulai kabur.


"Apa kau tak mengingat sesuatu?" tanya Xiao Liu


"Tidak ayah. Saat aku bangun, kepalaku terasa sakit!"


"Aku juga merasakan demikian."


Semuanya tampak bingung kecuali Xiao Wang. Namun meskipun begitu, ia tetap memasang mimik muka polos seolah-olah tak tahu apa-apa.


"Apakah kau tahu mengapa mereka seperti itu?" tiba-tiba saja Yuan Fang berbisik pelan ke arahnya.


Sontak Xiao Wang dibuat terkejut dengan itu. Entah itu terkejut karena Yuan Fang yang bersuara tiba-tiba, ataukah karena pertanyaan yang barusan di sampaikan olehnya.


Dengan cepat, Xiao Wang menggeleng-gelengkan kepalanya tanda ia tak tahu-menahu soal itu.


"Ti-tidak, aku tak tahu apa-apa soal ini!" jawabannya cepat.


"Semuanya waspada!" Tiba-tiba saja Xiao Liu berteriak memperingati mereka semua untuk waspada.

__ADS_1


"Ada apa kakek?" tanya Xiao Wang seakan-akan ia tak tahu apa-apa. Padahal ia sangat mengetahui tentang apa yang di khawatirkan Xiao Liu.


"Aku merasakan adanya pergerakan sesuatu di balik pohon-pohon itu." Xiao Liu menunjuk pohon-pohon yang ada di depannya.


__ADS_2