
Xiao Liu berdiri dari kursinya lalu melangkahkan kakinya di depan podium. Ia pun mulai berbicara.
"Baik. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih kepada Du Yan karena telah menyampaikan persyaratan dan ketentuan dari turnamen persahabatan ini. Selanjutnya aku akan menyampaikan hadiah yang akan di peroleh oleh setiap peserta yang masuk dalam 3 besar."
Ia berbicara pelan namun suaranya dapat di dengar seperti berbisik di telinga semua orang, membuatnya bertambah di kagumi oleh orang-orang di sekte Elang Emas.
Xiao Liu menjelaskan bahwa juara pertama akan di beri hadiah berupa 5 Kristal roh berumur 500 tahun dan beberapa sumberdaya lainnya yang bisa menunjang kekuatan dan kultivasi mereka. Selain itu mereka juga akan di berikan latihan khusus sampai turnamen Pemuda Berbakat di adakan.
Sementara itu juara kedua akan di berikan 3 kristal roh berumur 500 tahun dan juga akan di berikan beberapa sumberdaya guna memperkuat dan meningkatkan kemampuan mereka. Ia juga akan di berikan latihan khusus sampai turnamen di adakan tahun depan.
Sama seperti juara satu dan dua, juara tiga mendapatkan satu buah kristal roh berumur 500 tahun dan juga beberapa sumberdaya lainnya. Selain itu ia juga akan di berikan latihan khusus sampai Turnamen Pemuda Berbakat di gelar.
Mendengar hadiah yang akan di berikan kepada para juara, sontak saja sorak sorai dari bangku penonton kembali meledak, sedangkan para peserta sangat antusias mendengar itu.
Sebab, satu kristal roh berwarna kuning seharga 100 keping emas. Tidak hanya itu, kristal roh bahkan bisa mempercepat penerobosan ke tingkat selanjutnya.
Selain itu mereka juga diberi beberapa sumber daya lainnya dan di latih secara khusus sehingga membuat mereka akan sangat kuat nantinya. Bagaimana mereka tidak senang dengan itu.
Tujuan Sekte Elang Emas memberikan hadiah yang begitu besar kepada para juara adalah supaya mereka lebih siap mengikuti turnamen. Dan bahkan jika memungkinkan mereka dapat memiliki kesempatan untuk sampai babak final pada turnamen Pemuda Berbakat tahun depan.
Setelah Xiao Liu menyampaikan hadiah, ia pun mempersilahkan Du Yan untuk memulai pertandingan.
Du Yan mengangguk lalu ia memanggil peserta nomor 1 dan nomor 2.
Dua orang pemuda yang berumur 8 tahunan maju ke atas panggung. satu orang bersenjatakan golok, sedangkan yang satunya bersenjatakan pedang pendek.
Kultivasi keduanya pun sama-sama berada di tahap menengah tingkat 2.
Du Yan mengingatkan kembali peraturan sebelum mempersilahkan kedua peserta bertarung.
__ADS_1
Mereka berdua memberi hormat kepada lawan sebelum akhirnya melesat maju dan menyerang satu sama lain.
Kedua pemuda itu nampak imbang dan tidak ada yang mau mengalah, yang satu menyerang dan satunya lagi akan bertahan, begitupun sebaliknya.
Setelah bertarung imbang beberapa saat akhirnya pemuda bersenjatakan pedang berhasil melepaskan senjata lawan dari genggaman tangan lawannya. Dan ia pun dinyatakan menang ketika pedangnya mengarah ke leher pemuda bersenjatakan golok dan tinggal beberapa inci sebelum menyentuh lehernya.
Suara tepukan tangan terdengar dari arah bangku penonton setelah pemuda tersebut di nyatakan menang.
Selanjutnya, seorang gadis cantik berumur 10 tahunan bersenjatakan kipas maju. Bersamaan dengan itu, seorang pemuda yang memegang tombak di tangannya juga memasuki arena pertarungan.
"Apakah kau tau? Gadis itu adalah Hai Yue. Ia adalah murid jenius nomor 2 setelah Xiao Wang di sekte kita."
"Siapa yang tak mengenalinya. Kecantikannya bak Dewi yang turun dari khayangan. Apalagi di usianya yang ke sepuluh tahun, ia telah menerobos tahap Menengah tingkat 5. Aku yakin ia akan memenangkan pertandingan ini dan mendapat peringkat pertama sebagai murid utama."
"Hmm, kenapa kau begitu yakin dengan ucapan mu tadi. Masih ada Yuan Fang, yang berada di tingkatan yang sama dengannya, yaitu tahap menengah tingkat 5. Bahkan aku sangat yakin Yuan Fang yang akan menang."
"Kita lihat saja nanti!"
Ia pun ikut memerhatikan gadis itu. Ia tidak begitu menyukai Hai Yue ini, karena perangainya yang agak sombong dengan kelebihan yang dimilikinya.
Seperti yang di ucapkan oleh salah seorang penonton barusan, Xiao Wang bisa merasakan kultivasi Hai Yue memang berada di Tahap Menengah tingkat 5, sedangkan Li Shan yang menjadi lawannya berada di tahapan Menengah tingkat 4.
Setelah di persilahkan oleh Du Yan, kedua pemuda pemudi saling memberikan hormat kepada lawan masing-masing.
Tanpa membuang-buang waktu, Li Shan langsung melesat, menebaskan tombak panjangnya ke arah Hai Yue.
Hai Yue dengan sigap menangkis santai serangan tersebut menggunakan kipasnya. Dengan memasang seringai sinis ke arah pemuda tersebut.
Melihat senyuman itu, Li Shan menjadi marah dan merasa ia sedang di remehkan.
__ADS_1
"Jangan mentang-mentang kau telah menerobos tahap Menengah tingkat 5, kau bisa meremehkan ku Hai Yue."
"Siapa yang meremehkan mu. Aku tidak. Namun, itulah kenyataannya, kau lebih lemah dariku."
Mendengar itu, Li Shan menjadi semakin naik pitam lalu dengan ganas menyerang Hai Yue.
Sebenarnya, pemuda itu memang sudah lama membenci gadis yang menjadi lawannya ini. Lantaran gadis itu yang selangkah lebih maju darinya. Selain itu Hai Yue juga sering sekali membully dirinya. Sebab itulah ia sangat membenci Hai Yue.
Sebenarnya, kata benci kurang tepat untuk mewakili perasaan Li Shan, lebih cocoknya yaitu rasa 'iri'.
Hai Yue tersenyum miring melihat tingkah pemuda itu yang cepat sekali tersulut emosinya.
Lalu ia mulai menangkis semua serangan ganas yang di lancarkan oleh Li Shan ke arahnya.
Li Shan melakukan gerakan menusuk ke arah perut Hai Yue. Refleks, Hai Yue menghindari tusukan itu dengan meletakkan kipas pada pinggangnya sambil memutar tubuhnya ke samping, membuatnya nampak semakin anggun.
Tak berhenti sampai di situ, Li Shan membungkuk lalu memutar tombaknya ke belakang, setelah itu ia maju dua langkah dan menebaskan tombaknya membentuk horizontal.
Seketika, energi berwarna oranye berbentuk setengah lingkaran tercipta dan melesat cepat ke arah Hai Yue.
Hai Yue tidak menghindari serangan energi tersebut dan hanya menangkisnya dengan kipas di tangannya. Karena menganggap energi tersebut sangat lemah.
BAAMM!
Energi tersebut langsung meledak ketika berbenturan dengan senjata Hai Yue.
Perhitungan Hai Yue ternyata kurang tepat. Ia sendiri di buat termundur dua langkah.
"Kurang ajar, berani kau." Hai Yue tak terima dengan itu, ia lantas maju dan berbalik menyerang Li Shan.
__ADS_1
Kalau tadi Li Shan yang menyerang Hai Yue, sekarang giliran Hai Yue yang menyerang Li Shan.