
Pertarungan Chen Li dan Mu Liliang semakin menjadi-jadi. Bahkan keenam peserta yang bertanding di arena lain hampir saja menghentikan pertandingan karenanya. Namun meskipun begitu, mereka harus tetap fokus menumbangkan lawan.
Merasa pertarungan keduanya tak dapat lagi terkontrol dengan baik, seorang kultivator dengan tahapan langit segera turun ke arena atas titah raja kerajaan Api untuk memasang formasi penghalang di arena ke-2 tempat Chen Li dan Mu Liliang bertanding. Takutnya, imbas dari pertarungan keduanya akan menyebar ke luar hingga menghancurkan beberapa barang, dan yang lebih beresiko adalah nyawa seseorang bisa saja melayang dibuatnya.
Sebuah tabung besar transparan terlihat sesaat di arena tempat Chen Li dan Mu Liliang bertanding sebelum akhirnya menghilang seperti tak pernah muncul sebelumnya.
Namun, belum sampai sepuluh menit, formasi penghalang ciptaan kultivator tersebut telah timbul retakan, dikarenakan serangan bola api beserta energi berbentuk sabit terus-menerus menghantam formasi itu. Hal ini tak lepas dengan aksi kejar-kejaran yang di lakukan oleh kedua peserta di arena.
Tampaknya Chen Li mulai membalikan keadaan. Dimana yang tadinya Mu Liliang yang menguasai jalannya pertarungan, kali ini berbalik menjadi Chen Li yang unggul terhadap pemuda tersebut. Beberapa bagian tubuh Mu Liliang pun kini telah terdapat beberapa luka berat maupun ringan. Chen Li pun demikian. Ia juga mendapat luka yang dicipta lawan tarungnya, namun tak separah Mu Liliang.
Karena merasa tak memungkinkan untuk menang bertarung dalam jarak dekat dengan Chen Li, Mu Liliang memutuskan untuk mengambil jarak dengan pemuda itu.
Beberapa kali Chen Li berusaha untuk mendekati lawannya, namun tetap saja Mu liliang akan terus menghindar, tak lupa pula energi bola api ia lemparkan ke arah pemuda itu, namun dapat dengan mudah di hindari oleh Chen Li.
__ADS_1
"Sialan kau... Kemari, jangan jadi pengecut! Oh iya, aku bahkan sampai hampir melupakan wajah sombong yang tadi sempat kau perlihatkan tadi!" Chen Li berucap sembari pedangnya ia libaskan secara vertikal hingga menimbulkan sebuah energi berbentuk bulan sabit yang melesat cepat ke arah Mu Liliang.
Baamm!
Energi tersebut nyatanya meleset dan mengenai formasi penghalang dan berhasil meninggalkan bekas berupa retakan pada energi itu.
Mu Liliang sendiri tak menghiraukan perkataan Chen Li barusan. Meskipun ada rasa campur aduk antara kesal, malu, dan panik saat melihat energi berbentuk bulan sabit yang melesat cepat ke arahnya. Segera ia menghindar dari tempat itu dengan menggunakan segenap kemampuannya.
Selesai mengatakan itu, Chen Li lantas melompat tinggi di udara. Setelah tubuhnya di udara, ia lalu melakukan suatu gerakan yang menyerupai sebuah tarian. Meskipun gerakannya agak kaku.
Butiran-butiran cahaya berkilauan bergerak seirama dengan gerak tubuh Chen Li. Ia melakukan suatu gerakan memutar dan diikuti oleh butiran-butiran cahaya tersebut yang membentuk sebuah pusaran bergerak keatas.
Sebuah energi berbentuk burung Phoenix Api tercipta dari gabungan debu-debu berkilauan tersebut. Hingga ketika burung Phoenix Api itu telah terbentuk sepenuhnya, Chen Li pun berhenti melakukan gerakan putaran.
__ADS_1
Aura panas begitu penuh penekanan terpancar dari energi berbentuk burung Phoenix itu dan menyebar ke berbagai arah.
Saking kuatnya pengaruh aura itu, sampai-sampai formasi yang memang sudah setengah sekarat dibuat pecah olehnya.
Beruntung Beberapa kultivator tahapan langit telah lebih dulu mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, sehingga sebelum formasi itu pecah sepenuhnya, mereka telah lebih dulu melapisi dengan formasi yang jauh lebih kuat dari formasi sebelumnya.
Pedangnya yang berapi-api ia angkat tinggi. Setelahnya Chen Li berucap lantang.
"Tarian Dewa Phoenix!"
Bersamaan dengan akhir kalimatnya, Chen Li mengarahkan pedang yang ia angkat ke arah lawan.
Suara pekikan indah nan menggetarkan terdengar keluar dari mulut sang Phoenix.
__ADS_1