Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 86. Xing Liao


__ADS_3

"Hump!"


Pemuda yang menjadi lawan Xiao Wang begitu tersentak ketika puluhan anak panah telah menyergap dirinya dari berbagai sisi.


"Ba-bagaimana bisa!" Ucapannya sedikit tertahan, dikarenakan salah satu anak panah air saat ini telah bertempat tepat di lehernya dan tinggal satu senti sebelum mengenai kulitnya.


"Kau curang!" ujarnya kembali dengan nada tak ramah.


"Apa ... Aku curang? Letak kecurangan ku di mana? Lagi pula, kau harusnya berterima kasih kepada ku karena aku tidak menyerang mu diam-diam tadi!" ucap Xiao Wang.


"Cih!" Pemuda itu mendecih.


"Bagaimana? Apakah kau mau menyerah sekarang?"


"A-aku...."


Pemuda itu ingin mengelak namun segera ia menghentikan ucapannya kala anak-anak panah yang bergerak serempak, menggertak dirinya.


Meskipun tak terima, namun ia juga tak ada pilihan lain. Akhirnya dengan sangat-sangat berat hati ia mengucapkan kata menyerah.


Sementara di arena lain, Chen Li berhadapan dengan Xing Liao.

__ADS_1


"Bocah, Jika kau mau balas dendam untuk gadis tadi, lebih baik kau buang jauh-jauh impianmu itu!" Xing Liao berucap dengan penuh keangkuhan.


"Kalau aku tak mau, kau mau apa?" jawab Chen Li ketus.


"Kalau itu mau-mu, maka aku tak akan segan membuatmu seperti gadis lawan ku sebelumnya, bahkan salah satu tulang mu mungkin tak akan berfungsi lagi. Dalam kata lain retak!"


"Cih, kita lihat saja nanti!"


"Bocah, aku kasih kau tiga kesempatan untuk menyerang ku. Lewat dari itu, maka kau tak akan mendapatkan kembali kesempatan untuk menyerang ku."


"Sombong ... Baiklah. Jangan menyesal setelah ini!"


Selesai mengatakan itu, Chen Li langsung melesat dengan pedang yang di lapisi energi api panas.


Merasa tak embuh meladeni pemuda itu lebih lama. Hingga untuk serangan terakhir atau ketiganya, ia memilih mengeluarkan serangan pamungkasnya.


"Amukan Dewa Phoenix!" Chen Li berteriak lantang.


Sebuah energi dahsyat sekaligus panas berbentuk silang tercipta dan langsung melesat kearah Xing Liao.


Xing Liao begitu tak menyangka Bahwa pemuda itu akan mengeluarkan jurus terkuatnya.

__ADS_1


Sebelumya dirinya juga sempat bergidik ketika melihat dua jurus yang di keluarkan Chen Li ketika melawan lawan-lawan sebelumnya. Tak pernah terpikirkan olehnya bahwa pemuda itu akan mengeluarkan jurus terkuatnya sekaligus untuk menyerangnya di awal-awal.


Segera ia menciptakan perisai dengan bantuan tiga perempat Qi yang dimilikinya.


Sebuah tameng berbentuk kubah hitam tercipta mengelilingi tubuh pemuda itu.


Boomm!


Ledakan dahsyat tercipta dan menggema di seluruh aula.


Perisai yang di cipta Xing Liao kini telah hancur menjadi debu. Kepanikan menghampirinya kala itu juga. Segera ia melakukan gerakan formasi tangan. Lalu mengarahkan tangannya ke arah energi berbentuk tanda silang yang sedikit lagi menghantamnya.


Namun ternyata usahanya nampak tak ada hasil. Energi tersebut tetap saja melesat dan menabrak tubuhnya.


Bahkan sebelum energi tersebut mengenai dirinya, seluruh pakaiannya telah lebih dulu menjadi debu hitam saking panasnya energi tersebut.


Energi berbentuk lingkaran tercipta sesaat dan menyebar mengelilingi pemuda itu. Dirinya sendiri sampai di buat terlempar jauh keluar arena dengan keadaan telanjang bulat tanpa seutas tali menutupi badannya.


Darah segar berhasil lolos dari mulutnya. Segera ia memuntahkannya.


Sementara penonton yang menyaksikan pertandingan keduanya terlambat untuk bereaksi. Terlalu terkejut sekaligus tak menyangka mereka ketika seorang pemuda yang di cap sebagi jenius nomor satu di kerajaan Api harus mengakui kekalahannya di depan seorang bocah kecil yang baru menerobos tahapan langit. Sulit dipercaya!

__ADS_1


Apalagi hanya dengan satu serangan saja.


__ADS_2