Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 67. Kelopak Bunga Peony


__ADS_3

Xiao Liu Tiba-tiba merasakan adanya pergerakan dari kejauhan yang menuju ke arah mereka, lantas ia berucap.


"Semuanya Waspada!"


Tak berapa lama, muncul seorang pria dari balik pepohonan. Ia berjalan tergopoh-gopoh dengan tangan yang memegangi dadanya. Belum sampai di tempat Xiao Liu dan lainnya berdiri, dirinya telah ambruk di tanah.


"Tetua Yuan!" Xiao Liu menghilang dan muncul kembali di dekat pria itu. Ia membopong tubuh orang itu yang ternyata adalah tetua Cheng Yuan.


Yang paling membingungkan-nya adalah, kenapa pria ini bisa berada di tempat ini. Apalagi kondisinya begitu buruk.


'Apakah sesuatu yang tak diinginkan telah terjadi di sekte!' Kira-kira begitulah yang dipikirkan Xiao Liu


Ingin rasanya ia bertanya, namun sayang orang yang hendak ditanya saat ini sedang tak sadarkan diri. Segera ia membawa tubuh tetua Cheng Yuan ke dalam kediaman untuk segera di obati. Dikarenakan darah yang terus-menerus mengalir dari lengan serta beberapa bagian tubuhnya, takutnya orang ini tak dapat tertolong lagi jika terlalu lama di biarkan.


Xiao Liu mengaliri Qi pada luka-luka tetua Cheng Yuan, guna menghentikan pendarahan. Setelahnya ia memeriksa kondisi Pria


itu, wajahnya memburuk saat itu juga.


"Qi saja tidak cukup untuk menyembuhkannya. Kita harus memanggil tabib kerajaan!"


"Aku akan memanggilnya ayah, kau tunggulah sebentar!" Xiao Meng menawarkan.


"Cepatlah, kita sedang di kejar waktu."


"Baik ayah!"


Xiao Meng menghilang. Sejam kemudian, Xiao Meng muncul bersama dengan seorang pria paruh baya.


"Hormat senior." Pria paruh baya itu memberikan hormatnya pada Xiao Liu.


Terbelalak mata Xiao Liu saat menyadari siapa yang datang bersama Xiao Meng. Pasalnya, sangat langka untuk menemukan pria itu.


Dewa Obat! Ya, begitulah kira-kira orang-orang menjulukinya. Siapa yang tak mengenal sosok tabib yang bahkan penyakit apa saja bisa ia sembuhkan. Selain itu dirinya juga seorang kultivator yang berada di tahapan Bumi puncak.


Kebetulan dirinya di undang oleh raja kerajaan Api untuk menjadi medis dalam ajang turnamen Pemuda Berbakat, sehingga Xiao Meng memintanya untuk mengobati tetua Cheng Yuan.


Dewa Obat berjalan mendekati Xiao Liu.

__ADS_1


"Senior, siapa yang akan aku periksa?"


Xiao Liu yang semula termangu, tersadar dengan ucapan pria itu.


"Eh, ini-ini, silahkan!" Xiao Liu menunjuk tetua Cheng Yuan sekaligus mempersilahkan Dewa Obat untuk memeriksanya.


Dewa Obat pun memeriksa kondisi tetua Cheng Yuan.


Beberapa saat ia membuka kedua matanya.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Xiao Meng.


Dewa Obat menggeleng kepala sesaat. "Tak ada harapan untuk menyelamatkan nyawanya," ucapnya.


Semuanya terdiam sesaat ketika mendengar penuturan Dewa Obat, lalu Xiao Liu mengangkat bicara.


"Adakah sesuatu yang bisa menyelamatkannya. Aku mohon Dewa Obat!"


Kehilangan salah satu tetua akan sangat berdampak bagi Sekte Elang Emas. Apalagi orang yang terbaring saat ini merupakan tetua kelima sekte Elang Emas yang kultivasinya berada di tahapan langit tingkat 1 dan sedikit lagi menerobos tingkat selanjutnya.


"Ada satu!" Dewa Obat menjeda kalimatnya sebentar.


"Bunga Mawar Api"


"Bunga Mawar Api?" Seketika semuanya berucap serentak. Pasalnya tumbuhan itu baru mereka dengar sekarang.


"Ya, Bunga Mawar Api. Dikarenakan Tetua Yuan ini menerima racun Kelabang Hitam. Satu-satunya penawar yang bisa kita gunakan untuk mengobatinya adalah Bunga Mawar Api," jelas Dewa Obat.


"Di mana kita bisa mendapatkan tanaman itu?" Xiao Liu bertanya.


"Nah itu dia masalahnya. Tanaman ini ada di puncak gunung Api. Hanya ada satu di benua Naga ini. Namun untuk mendapatkannya tidaklah mudah. Selain Hawa di gunung itu yang sangatlah panas, letaknya pun sangat jauh. Sampai sekarang, belum ada yang berhasil mencapai puncak dari gunung itu." Dewa Obat menarik napas sebentar.


"... Jika kau hendak ke sana perjalanannya sangatlah jauh. Sedangkan tetua Yuan ini kalau aku tak salah, dia hanya bisa bertahan sekitar satu hari lagi, sedang perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar berhari-hari perjalanan."


"Apakah serumit itu."


"Adakah cara lain Dewa Obat?" tanya Xiao Meng.

__ADS_1


Gelengan kepala pelan terlihat dari Dewa Obat tanda tak ada lagi cara lain selain dengan Tanaman tersebut.


Di tengah kegentingan itu, Xiao Wang terpikirkan dengan cincin ruang di jarinya, dimana di sana terdapat banyak sekali tanaman herbal, dari tingkat sedang hingga tingkat tinggi dan bahkan di tingkatan yang lebih tinggi pun ada.


"Bo Ji, apakah di dalam cincin ini ada tanaman yang di maksud Dewa Obat?"


Untuk memastikan ada tidaknya tanaman itu, Xiao Wang harus bertanya Bo Ji terlebih dahulu.


"Aku tak tahu tanaman apa yang di maksud pria tua itu. Namun aku memiliki satu tanaman yang kualitasnya tak kalah dengan tanaman yang di ucapkan pria itu," ucap Bo Ji dengan intonasi sedikit bangga.


"Tanaman apakah itu?"


Bo Ji kemudian memberinya setangkai kelopak bunga Peony.


"Bocah, ambil setangkai kelopak bunga Peony itu. Tapi ingat lapisi tanganmu dengan energi air milikmu kalau kau tak ingin tanganmu meleleh!"


"Um!" Xiao Wang mengangguk.


Ia lalu mengaliri cincin ruangnya dengan Qi lalu membayangkan kelopak bunga itu. Setelahnya kelopak bunga Peony muncul di tangannya.


Seketika suhu di tempat itu naik drastis. Tak bisa di pungkiri bahwa bunga itu sangatlah panas. Bahkan hanya secuil kelopaknya saja bisa membuat suhu sepanas itu.


"Ada apa ini. Kenapa tiba-tiba udara disini bisa sangat panas?" keluh Lu Wanqiang.


"De-dewa Obat, apakah kelopak bunga ini bisa menggantikan Bunga Mawar Api yang kau maksud?" Xiao Wang dengan cepat maju lalu mengulurkan tangannya yang tergetar karena tak tahan menahan panasnya bunga itu.


Kalau saja dirinya masih di kultivasi tingkatan Langit, mungkin saja ia masih bisa menahannya. Namun sekarang dirinya berada di tahapan Menengah, sehingga ia tak bisa menahan panasnya aura yang terpancar dari kelopak bunga itu.


"I-ini... Tidak buruk!" Walaupun terkejut, Namun Dewa Obat tetap memasang ekspresi tenangnya.


"Anak ini, dari mana ia mendapatkan kelopak bunga ini. Bahkan aku merasakan kualitasnya lebih baik dari Bunga Mawar Api. Aku harus membangun hubungan baik dengan anak ini, mungkin saja masih ada bagian kelopak lain yang di simpannya." Dewa Obat membatin.


Lalu ia mengeluarkan peralatan-peralatan beserta bahan tambahan yang akan ia gunakan untuk meracik penawar racun Kelabang Hitam.


Sementara Xiao Liu mengajak cucunya untuk berbicara empat mata.


"Wang'er, dari mana kau dapatkan kelopak bunga itu?" tanya Xiao Liu penuh selidik.

__ADS_1


Xiao Wang awalnya ragu untuk memberi tahu Kakeknya terkait cincin ruang di jarinya. Namun ketika meminta pendapat Bo Ji, pria tua itu merasa bodoh amat. Akhirnya tak ada pilihan lain, selain memberi tahu Xiao Liu.


__ADS_2