
Di lantai dua perpustakaan sekte Elang Emas, seorang pria tua duduk sambil membaca buku. Kedua kakinya ia taruh di atas meja.
Pria tua itu adalah tetua Cheng Yuan, tetua tertinggi ke lima di sekte Elang Emas.
Saat sedang sibuk membaca, tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
"Tetua Yuan, kakek sudah mengijinkan aku untuk mempelajari teknik itu," ujar Xiao Wang dengan penuh semangat.
Cheng Yuan menutup bukunya lalu melirik Xiao Wang sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Apakah benar yang kau katakan itu Xiao Wang?" tanya Cheng Yuan dengan penuh selidik.
"Betul tetua," jawab Xiao Wang di barengi dengan anggukan.
"Kau tunggulah disini aku akan memastikan apakah ucapan mu itu benar atau kau hanya berbual."
Cheng Yuan menurunkan kedua kakinya, ia menutup kedua mata lantas melakukan telepati dengan Xiao Liu.
**
"Ketua Liu...ketua Liu."
"Ada apa kau menghubungiku?"
"Ketua apakah benar kau telah memberikan izin mu kepada Xiao Wang untuk mempelajari teknik Gelombang Pencakar Langit?"
"Iya. Aku telah mengizinkannya."
"Owh, baiklah. Terima kasih, ketua."
"Yaa."
**
Cheng Yuan membuka matanya lalu melirik Xiao Wang sebelum akhirnya mengangguk.
"Baiklah, Ini!" ujar tetua Cheng Yuan sambil melempar kitab tersebut secara serampangan.
Xiao Wang dengan sigap menangkap kitab itu.
Saat tangannya menyentuh kitab Gelombang Pencakar Langit, entah mengapa ia seperti merasakan sesuatu baru saja terjadi pada dirinya.
Setelah berterima kasih, ia pun langsung pergi keluar dari perpustakaan menuju kediamannya, berniat mempelajari kitab tersebut.
Baru saja memasuki pekarangan rumahnya, ia langsung di sambut oleh Yan Yu dengan seorang gadis imut disampingnya.
"Wang'er!" Teriak Yan Yu.
__ADS_1
Xiao Wang langsung menghentikan langkahnya dan melirik kearah sumber suara tersebut.
Ia melihat ibunya dan seorang gadis cantik dan imut yang berusia sekitar 6 tahun berjalan mendekatinya.
"Eeh ibu, Yin'er."
Ia bisa melihat Xiao Yin menatapnya dengan tatapan tajam, penuh dengan nafsu membunuh, hingga membuatnya bergidik ngeri.
"Kakak Wang kenapa kau meninggalkanku tadi? Dan, Kenapa kau tak menjawab saat aku memanggilmu?" tuntut Xiao Yin dengan nada tinggi sambil memasang mimik wajah yang marah dengan pipi di gembung kan membuatnya terlihat semakin imut.
Yan Yu tak tahan melihat wajah Xiao Yin yang begitu sangat menggemaskan langsung mencubit pipinya dengan sangat keras hingga meninggalkan bekas merah di pipinya.
"Aduh.. bibi sakit.." Rengek Xiao Yin.
"Owh, Xiao Yin maafkan bibi, tapi ini bukan sepenuhnya salah bibi. Itu karena wajahmu yang sangat lucu, membuat bibi tak tahan untuk tidak mencubit pipimu."
Xiao Wang yang tadinya khawatir di marahi dan di pukuli oleh Xiao Yin. Namun melihat Xiao Yin yang di cubit oleh Yan Yu langsung tertawa terbahak-bahak.
Jujur ia juga ingin sekali mencubit pipi Xiao Yin ketika melihatnya tadi menggembungkan pipinya. Namun ia didahului oleh ibunya, sehingga ia hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.
Xiao Yin yang melihat Xiao Wang menertawainya langsung memukul perutnya.
Bukk!
Xiao Wang menjerit sambil memegangi perutnya yang sakit terkena pukulan Xiao Yin.
"Xiao Yin apa yang kau lakukan?" Tanya Xiao Wang.
"Ehh, itu." Xiao Wang melirik ibunya meminta bantuan.
Seakan mengerti arti tatapan Xiao Wang, Yan Yu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Xiao Wang kau selesaikan masalahmu dengan Xiao Yin sendiri. Ibu masih memiliki beberapa urusan yang harus segera di kerjakan," Yan Yu lalu meninggalkan mereka berdua.
Xiao Wang yang melihat Yan Yu pergi meninggalkan dirinya bersama dengan Xiao Yin langsung memasang wajah yang masam.
Ia pun melirik Xiao Yin. Tapi yang terjadi selanjutnya adalah Xiao Yin membalas menatap matanya dengan tatapan tajam.
Ibarat tombak yang siap menusuknya kapan saja, begitulah yang dirasakan oleh Xiao Wang saat ini ketika menatap mata Xiao Yin.
Ia berpikir dengan keras untuk bisa keluar dari masalah ini tanpa di hajar habis-habisan oleh Xiao Yin.
Setelah beberapa saat, Xiao Wang akhirnya menemukan sebuah ide.
"Yin'er apakah kau mau ikut aku pergi ke bukit untuk melihat matahari senja, sore ini?''
Mendengar itu, mata Xiao Yin melebar.
__ADS_1
"Mau-mau."
Xiao Wang menghela nafas lega, akhirnya ia bisa keluar dari masalah itu tanpa harus babak belur. Walaupun sebelumnya ia tidak begitu yakin dengan ide tersebut.
"Baiklah. Sebelum itu, kau minta izin terlebih dahulu, supaya paman dan bibi tidak khawatir dan mencari mu..."
Belum selesai Xiao Wang menyelesaikan kalimatnya, Xiao Yin sudah terlebih dahulu berlari meninggalkannya.
Xiao Wang hanya menggeleng geleng kepalanya melihat tingkah Xiao Yin.
Sementara itu di tempat yang lain, tepatnya di hutan Siluman, seorang pria tua bersama dengan seorang pemuda sedang berjuang, bertarung melawan siluman ular yang sangat besar.
Siluman ular tersebut berusia sekitar 1000 tahun-an. Yang mana panjang ular tesebut mencapai 200 meter dengan sisik yang sekeras besi dan taring yang runcing.
Ular tersebut memiliki sepasang mata merah menyala. Dan juga Bisa, yang ketika di lemparkan akan langsung melelehkan target.
"Li'er hati-hati, jangan sampai kau terkena bisa dari ular naga ini."
"Baik paman, aku akan berhati-hati."
**
Pembagian tingkatan siluman sendiri terbagi menjadi 5, yaitu:
Yang pertama adalah siluman berumur 50-100 tahun yang memiliki kekuatan setara dengan kultivator tahap Dasar tingkat 4 sampai tahap Menengah tingkat 5. Dimana pada siluman ini memiliki kristal roh berukuran kecil dan berwarna putih.
Sedangkan hewan yang berusia di bawah 50 tahun belum bisa dikatakan sebagai siluman.
Yang kedua adalah siluman berumur 101-500 tahun yang memiliki kekuatan setara dengan kultivator tahap Tinggi sampai tahap bumi tingkat 3. Pada siluman ini memiliki kristal roh berwarna kuning
Selanjutnya adalah siluman berumur 501-1000 tahun yang memiliki kekuatan setara dengan kultivator tahap Bumi tingkat 4 sampai tahap langit tingkat 1. Pada Siluman ini memiliki kristal roh yang berwarna ungu
Selanjutnya adalah siluman yang berumur 1001-1100 yang memiliki kekuatan setara dengan kultivator tahap langit tingkat 1 sampai tahap langit tingkat 5. Kristal roh yang ada pada siluman ini berwarna hitam
Tahap selanjutnya atau tahap terakhir adalah siluman berusia 1101 sampai seterusnya. Siluman ini biasanya mendiami tempat tertentu dan tidak ada yang bisa menemukan mereka.
Pada siluman ini memiliki kristal roh yang bermacam macam tergantung pada usianya.
Namun orang-orang di benua Naga hanya pernah melihat kristal roh berwarna merah, sebagai yang terkuat. Namun mereka yakin selain kristal roh berwarna merah, masih ada lagi warna lain.
Pada siluman yang berumur 1500, mereka bisa berevolusi menjadi manusia biasa.
**
Chen Li dan Jenderal Wan Li sedang beristirahat di bawah pohon ketika selesai membunuh seekor siluman harimau langit.
Namun, tiba-tiba pohon besar yang menjadi sandaran Chen Li tiba-tiba saja meleleh.
__ADS_1
Sontak, Chen Li langsung melompat menjauhi pohon tersebut.
"Li'er, kau tak apa-apa?" tanya Jenderal Wan Li yang baru saja selesai mengambil kristal roh dari siluman Harimau Langit.