
Xiao Wang melompat ke dalam kawah dimana tubuh Huo Shi ada di dalam. Dikarenakan kondisi tempat itu yang gelap dan penuh dengan debu yang berterbangan di mana-mana, Xiao Wang pun memutuskan untuk mengeluarkan cahaya keabadian dari dalam cincin ruangnya.
Sebelum mengeluarkan air panas, Xiao Wang memeriksa Huo Shi terlebih dahulu. Beberapa saat, ia pun menyadari bahwa Siluman ini masih mempertahankan kesadarannya.
"Huo Shi, apakah kau bisa mendengarku?" tanya Xiao Wang.
Tak ada tanggapan darinya, ia kemudian mendekati mata siluman itu. Matanya masih terbuka, pandang matanya seolah-olah memberitahunya bahwa ia tak bisa melakukan apa-apa.
"Kau tenang saja Huo Shi. Aku akan membantumu."
Xiao Wang kemudian mengeluarkan sebuah kendi kecil dengan air panas di dalamnya. Ia lalu mengucuri tubuh Huo Shi dengan air panas di kendi.
Selesai Xiao Wang menyirami tubuh Huo Shi dengan air panas, tiba-tiba tubuh siluman itu bersinar sesaat.
Setelah beberapa saat, ia merasakan pergerakan pada tubuh Huo Shi. Siluman itu pun terbangun sepenuhnya. Xiao Wang yang berada di punggung Siluman Singa Api itu, dengan sigap memegang rambut Huo Shi, karena dirinya hampir saja terjatuh.
Setelah melakukan peregangan otot, Huo Shi melompat ke atas. Kekuatan fisiknya telah pulih 60% sedang Qi nya tinggal sedikit. Membutuhkan satu sampai dua hari untuk memulihkan diri sepenuhnya.
Setelah keduanya keluar dari kawah. Xiao Wang pun bertanya kepada Huo Shi terkait kondisinya saat ini.
"Kau tenang saja tuan, aku baik-baik saja!" Huo Shi menjawab menggunakan bahasa binatang. Dikarenakan kekuatannya telah menurun drastis, maka ia tak bisa lagi berbicara dengan bahasa manusia. Tak hanya itu, ia bahkan tidak bisa merubah wujudnya menjadi manusia.
"Baiklah!"
"... Kalau begitu, mari kita ke sana!" ajak Xiao Wang.
Mereka pun melesat meninggalkan tempat itu, menuju tempat Wu Lang beserta yang lainnya.
Kali ini Xiao Wang tidak perlu lagi menggunakan tameng untuk menghalangi terpaan angin, karena ia menunggangi Huo Shi dengan kecepatan seorang Kultivator tahap Bumi tingkat 5.
Begitupun dengan Long She, ia menyesuaikan diri dengan kecepatan Huo Shi.
__ADS_1
Setengah jam perjalanan, mereka akhirnya sampai juga di tempat yang di tuju. Tapi sebelum itu, Long She merubah wujudnya menjadi manusia terlebih dahulu lalu bersama Xiao Wang ia menunggangi tubuh Hou Shi.
Sesampainya mereka di sana, mereka langsung di sambut dengan tatapan terkejut dari semua orang kecuali Wu Lang.
Jelmaan siluman Serigala Kabut itu sebenarnya juga penasaran, mengapa siluman itu tak merubah wujudnya menjadi manusia biasa. Lantas ia langsung menanyakan alasannya kepada orangnya langsung.
"Saudara Huo, ada apa denganmu?" Wu Lang berbicara melalui telepati dengan Siluman Singa Api itu.
"Ceritanya panjang, tak ada waktu untuk menceritakan padamu sekarang.''
"Baiklah, aku akan menagihnya nanti."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Wu Lang berjalan mendekati Siluman Singa Api, lalu ia membantu Xiao Wang untuk turun dari punggung besar Siluman itu.
Saat ia mengulurkan tangannya kearah Long She, tangannya langsung di tepis oleh wanita itu.
"Tak usah!" Long She melompat lalu mendarat di samping Xiao Wang.
"Baiklah!" Wu Lang merasa lain ketika di tolak mentah-mentah oleh wanita itu. 'Kalau tau begini, tak usah repot-repot aku mengulurkan tanganku tadi. Malu-maluin!" batinnya.
"Wang'er, kejutan apa lagi ini!" gumam Xiao Liu pelan.
Begitupun dengan Lu Wanqiang dan Yuan Fang. Mereka juga sama penasarannya dengan Xiao Liu. Mereka berdua melirik Xiao Meng, berharap mendapatkan penjelasan darinya. Akan tetapi Xiao Meng malah menaikan kedua bahunya, tanda ia juga tak mengetahuinya.
Pandangan keduanya mereka alihkan ke arah Xiao Liu. Namun lagi-lagi mereka mendapat jawaban yang sama. Tidak ada cara lain, jalan satu-satunya adalah dengan bertanya langsung ke orangnya. Namun mereka tak berani bertanya dikarenakan ada Wu Lang, Long She dan Siluman Singa Api di sisi Xiao Wang, takutnya mereka malah menyinggung kedua orang itu dan juga Siluman seribu tahun itu.
Xiao Liu menghampiri Xiao Wang, "Wang'er, sekarang kau ceritakan semuanya!" pintanya pada Xiao Wang.
Kegelisahan menghampiri pemuda itu sesaat.
"A-anu!"
__ADS_1
Sebelum memulai ceritanya Xiao Wang menarik napas terlebih dahulu. Setelah merasa agak tenang ia pun memulai kisahnya.
Ia menceritakan bahwa Siluman itu mereka temukan saat Manusia aneh itu (tangannya menunjuk Guiji yang saat ini terikat di salah satu batang pohon) tiba-tiba saja menyerang mereka.
Siluman itu datang menghadang Iblis itu. Pertarungan sengit nan dahsyat pun tercipta saat keduanya mulai bertarung.
Gempa terjadi kala keduanya mulai beradu kekuatan. Pohon-pohon besar langsung tumbang saat lesatan energi angin yang sangat kencang bak pusaran angin ****** beliung menghempaskan mereka. Kawah besar maupun kecil terbentuk saat serangan kedua makhluk itu salah arah.
Ledakan demi ledakan terdengar berentet memekakkan telinga saat lesatan demi lesatan energi di lemparkan keduanya. Dan bahkan yang lebih parah adalah percikan api yang terpecah dari bentrokan kedua energi yang sangat dahsyat yang kemudian menyebar menghujani bumi.
"Ayah, kakek! Yang intinya, berbagai fenomena alam terjadi akibat pertarungan kedua makhluk itu," kata Xiao Wang mengakhiri ceritanya.
"Apakah yang kau katakan itu sesuai dengan fakta Wang'er?" tanya Xiao Meng penuh selidik.
"Ayah, apakah kau tak melihatnya. Berbagai macam bencana alam yang baru saja terjadi, kau tak menyadarinya?" Dengan nada agak meninggi, Xiao Wang berusaha meyakinkan mereka sambil pertanyaan balik dilontarkan olehnya.
Xiao Meng dan Xiao Liu terdiam, merenungkan perkataan Xiao Wang barusan.
"Yang dikatakan saudara Xiao memang masuk akal ketua!" sahut Yuan Fang.
Xiao Liu melirik dua orang yang berdiri di kedua sisi samping belakang Xiao Wang.
"Bagaimana dengan kedua orang itu?" nampak penjelasan Xiao Wang terkait Siluman Singa Api itu masih belum mampu menenangkan hati Xiao Liu.
"Maaf tuan. Kebetulan tujuan kami dengan adik Xiao Wang ini searah, jadi kami memutuskan untuk berjalan bersama." Long She cepat-cepat bersuara, membantu tuannya itu menghadapi masalah dari pertanyaan yang dilempar kedua pria itu.
"Iya, benar ayah. Saat aku sedang berburu, tiba-tiba saja seekor Siluman Harimau Langit yang berumur 500 tahun datang menghampiriku. Aku hampir saja jadi santapan siluman itu kalau saja tak ada Long She dan Wu Lang yang datang menolongku," jelas Xiao Wang.
Xiao Liu menghampiri Kedua orang itu.
"Terima kasih karena tuan dan puan telah menolong cucuku. Aku tak bisa membayangkan jika saja tuan dan puan tak ada saat itu, mungkin saja cucuku telah menjadi santapan Harimau langit." Xiao Liu berkata sambil tangannya di tangkupkan di depan dadanya seraya badannya ia bungkuk kan.
__ADS_1
Wu Lang dan Long She menanggapinya dengan memberikan senyum sambil kepala di anggukan.
Mereka berbincang-bincang sebentar, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju kota Baiyun, Ibu kota kerajaan Api.