
"Keluar kau pengecut. Lawan aku secara terbuka. Jangan bersembunyi seperti anjing bodoh. Keluar kau *******." Pemuda sekte Pedang Kabut berteriak namun sama sekali tak ada jawaban dari orang yang di teriakinya.
"Hais baiklah! Jika itu mau-mu, maka jangan salahkan aku setelah ini."
Selesai mengatakan itu, pemuda itu lalu mengaliri pedangnya dengan Qi miliknya. mendadak pedangnya mengeluarkan sinar berwarna putih. Selanjutnya ia mengangkat pedangnya, hendak melepaskan energi menyerang asal-asalan.
Belum sempat ia melakukan aksinya, sesuatu yang sangat cepat telah melesat ke arahnya.
Refleks, pemuda tersebut menghindari serangan itu. Meskipun demikian, kecepatan lesatan serangan itu nyatanya di luar kemampuannya, sehingga serangan tersebut berhasil mengenai lengan kirinya hingga menimbulkan sebuah sobekan yang cukup dalam pada lengan kirinya.
"Ahh! Sialan kau ... Keluar!" Kembali pemuda itu berteriak namun masih sama tak ada jawaban dari Xiao Wang.
Selang beberapa saat, lesatan energi berbentuk anak panah menyerbu pemuda itu dari berbagai arah. Keterkejutan nampak jelas di wajahnya. Teriakan memilukan pun bisa didengar dari mulut pemuda tersebut. Tak pernah terpikirkan olehnya kekuatan anak kecil itu begitu luar biasa. Menyesal dirinya telah mengata-ngatai ia sebelumnya.
Sekeras apapun ia berusaha menghindar dan menepis setiap anak-anak panah yang datang menghunjamnya dari berbagai arah, namun tetap saja, dirinya tak bisa tak terkena goresan anak-anak panah tersebut. Hingga dalam hitungan detik Pemuda sekte Pedang Kabut telah di penuhi oleh sayatan-sayatan dalam di sekujur tubuhnya.
Ia yang marah lantas berteriak, "Keluar kau Sialan. Jika kau punya nyali, perlihatkan dirimu!"
Tepat setelah ia mengucapkan kalimat itu, anak-anak panah berhenti menyerbu dirinya. Akhirnya ia bisa bernafas lega setelah sebelumnya penuh dengan ketegangan yang amat dalam.
Namun, belum semenit juga, dirinya kembali disuguhkan perasaan yang tak kalah menggentarkan. Tiba-tiba saja sebuah pedang telah menempat di lehernya, tinggal se-inci sebelum mengenai kulit nya.
"Belum terlambat untuk mengucapkan kalimat menyerah!"
Pemuda itu menoleh sumber suara dan mendapati Xiao Wang yang saat ini menyuguhkan pedang pada lehernya, sambil seringai sinis ia perlihatkan pada pemuda itu.
Tak ada pilihan lain selain menuruti perkataan Xiao Wang. Dengan terpaksa mulutnya mengucapkan kalimat, "Aku Menyerah!"
"Nah gitu dong!" Xiao Wang tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Selesai dengan itu, kabut tebal yang menutupi semua pandangan orang-orang yang menonton dan penasaran dengan keadaan arena keduanya perlahan menipis hingga menghilang ditelan angin.
"Bagiamana bisa?"
"Apakah aku salah lihat?"
"Kenapa sampai begini endingnya!"
"Padahal aku begitu yakin anak kecil itu akan kesusahan melawan murid Sekte Pedang Kabut, namun nyatanya dugaan ku begitu keliru!"
"Apa yang terjadi?"
Berbagai pernyataan tak percaya dilontarkan oleh mereka yang melihat ending dari pertarungan Xiao Wang dan Pemuda Sekte Kabut itu.
Tak disangka oleh sebagian orang yang tak mengenal lebih dalam Xiao Wang, bahwa seorang anak kecil dengan kultivasi tingkatan Menengah tingkat 6 bisa mengalahkan kultivator tingkatan tinggi tingkat 1, yang bahkan tak terlihat sedikitpun goresan pada pemuda itu. Sedang lawan yang diwanti-wanti untuk memenangkan pertarungan dengan semudah membalikan telapak tangan, justru mengalami luka-luka berat di sekujur tubuhnya. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan!
Begitupun juga dengan kultivator yang menjadi wasit pertandingan Xiao Wang dan pemuda tersebut. Dirinya yang juga tak mengerti situasi segera dihampiri Xiao Wang.
"A-apa? Umumkan pemenang? Siapa yang menang?"
Sangat konyol di mata Xiao Wang dengan tindakan kebingungan yang di perlihatkan pria itu. Hingga dirinya hampir saja tertawa dibuatnya kalau saja ia tak merasakan tatapan menusuk dari kakeknya, seolah-olah memintanya untuk tidak tertawa.
"Paman, apakah kau tak bisa melihat kondisi peserta? Tentu saja aku yang menang!" Xiao Wang bersuara dengan nada agak tinggi.
Meskipun masih bingung, pria itu tetap melakukan apa yang diucapkan Xiao Wang.
"Pemenangnya adalah Xiao Wang, Murid sekte Elang Emas!" ucapannya lantang.
Tak ada yang merespon ucapan pria itu, sebab mereka terlalu tak percaya dengan keadaan, sebelum ucapan beserta tepukan tangan salah seorang penonton muda menyoraki kemenangan Xiao Wang membuyarkan lamunan penonton lain.
__ADS_1
"PERTARUNGAN YANG SANGAT MENGAGUMKAN!" teriak penonton itu lantang.
Selesai dengan teriakan nya, penonton lain pun juga ikut-ikutan meneriaki kemenangan Xiao Wang.
Sementara Chen Li yang melihat pertandingan Xiao Wang dari awal sampai akhir dibuat sedikit kagum dengan pemuda itu.
"Lawan yang setara!" gumamnya.
Tak disangkanya, gumaman pelan itu dapat di dengar oleh peserta yang kebetulan duduk di sampingnya.
"Setara apa maksudmu. Apakah kau buta? Lihatlah kondisi pemuda yang menjadi lawan Xiao Wang itu!" peserta itu bersuara dengan intonasi kesal.
Chen Li kembali dibuat mengernyit oleh ucapan pemuda itu. Pasalnya yang ia maksud setara, bukan pada pemuda yang menjadi lawan Xiao Wang, melainkan setara dengan dirinya sendiri.
Memilih tak memusingkan pria di sampingnya, pandangannya kembali ia fokuskan ke pertarungan lain, dimana seorang pemuda saat ini sedang kewalahan menghadapi seorang gadis seusia dirinya.
Bukan pada pemuda itu, melainkan pandangannya fokus pada gadis dengan rambut biru beserta gaun yang ia kenakan juga berwarna biru.
Entah mengapa ia merasa tak asing dengan gadis ini. Lama ia memperhatikannya, hingga tanpa sadar tatapan tajam nan menusuk di lemparkan gadis yang sedang ia tatap ke arahnya.
Tersentak kaget Chen Li, segera ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Ya! Sebelumnya ia terlambat menyadari bahwa gadis bergaun biru itu telah mengalahkan lawannya. Bahkan belum sampai 5 menit ia telah menumbangkan lawan. 'Benar-benar gadis yang kuat'. Begitulah kira-kira yang ada di pikiran Chen Li saat itu.
Sementara Xiao Wang yang telah kembali ke tempatnya semula langsung di sambut hangat oleh kedua rekannya. Xiao Wang tak memilih ke ruang medis yang disediakan kerajaan Api bagi peserta yang telah tampil. Karena ia merasa tak ada hal serius yang perlu ia periksa. Staminanya pun seperti tak berkurang sedikitpun.
"Saudara Xiao, bagaimana kau melakukannya? Bagaimana kau bisa mengalahkan pemuda Kabut itu dengan mudah. Bahkan kau sendiri tak menerima sesuatu hal yang serius." Yuan Fang merangkul Xiao Wang ketika pemuda itu duduk di sampingnya.
"Benar Senior Xiao! Apa yang terjadi padamu di dalam asap. Apakah kau menelan sesuatu sebelumnya?"
__ADS_1
"Enak saja. Kau pikir aku ini siapa, sampai harus melakukan hal curang seperti katamu tadi." Xiao Wang membalas ucapan Lu Wanqiang.
Memang sebelumnya telah di jelaskan bahwa meminum atau menelan sesuatu yang bertujuan meningkatkan kekuatan secara instan sangat di larang pada turnamen ini. Jika kedapatan, maka peserta tersebut akan di diskualifikasi. Selain itu, jika saja cara curang-nya sampai mencelakakan lawan, maka ia akan di kenai Hukuman, tergantung besar kecilnya kesalahan yang di lakukan.