
Di sebuah arena yang dikelilingi oleh kerumunan kepala yang menatap lurus ke arena, terlihat dua orang pemuda yang sedang bertarung.
Nampak sesuatu berwarna biru dan cokelat tercipta mengikuti gerakan kedua pemuda tersebut.
Kedua pemuda itu tampak imbang, sekaligus gigih untuk memenangkan pertarungan itu. Hingga ketika salah satu dari pemuda itu lengah, pemuda lainnya langsung melancarkan tonjokan pada perut lawan, membuat pemuda yang terkena tonjokan terpental mundur beberapa langkah.
Lu Wanqiang mengalirkan Qi pada perutnya yang sakit akibat tertonjok oleh tangan Xiao Wang yang telah di lapisi energi Qi.
Lalu, ia kembali melesat kearah Xiao Wang. Dengan pedang panjang di tangannya, ia langsung menebaskan pedang tersebut terhadap kepala lawan.
Tak ada keraguan sedikitpun ketika ia melayangkan pedangnya. Ia nampak serius dalam menyerang Xiao Wang. Nafsu membunuh juga terpancar dari tubuh pemuda itu.
Du Yan melihat aksi Lu Wanqiang, segera memperingatinya, namun setelah di persilahkan kembali, Lu Wanqiang tak mengindahkan peringatan tersebut.
Ia tetap saja melancarkan serangan mematikan ke arah bagian vital lawan.
Xiao Wang berusaha keras menangkis semua serangan Lu Wanqiang, tanpa berniat menyerang balik.
"Ch, kenapa kau tak balas menyerang ku? Apakah kau sedang meremehkan ku?" Geram Lu Wanqiang.
Xiao Wang tak mempedulikan ucapan Lu Wanqiang. Ia sibuk menepis setiap serangan pemuda itu, sesekali ia juga akan menghindar.
Hingga beberapa saat, Xiao Wang terkena sabetan pedang Lu Wanqiang di lengan kirinya. Ia pun lantas mengambil jarak.
Ia segera mengalirkan Qi pada luka tersebut guna menghentikan pendarahan. Lu Wanqiang kembali melesat ke arahnya. Ia nampak menyerang Xiao Wang tanpa ragu.
Xiao Wang nampaknya tak tinggal diam. Ia menyambut serangan Lu Wanqiang dengan pedang yang di lapisi Qi.
Keduanya pun kembali menciptakan pertarungan sengit. Tampaknya tak ada yang mau mundur. Keduanya terus saja melesat dan menyerang lawan dengan beringas.
Tak jarang percikan bunga api tercipta ketika keduanya beradu pedang.
Melihat Xiao Wang yang berhasil mengimbanginya, Lu Wanqiang lantas mempercepat pola serangannya. Namun Xiao Wang lagi-lagi dapat mengimbangi kecepatannya.
Setengah jam berlalu, keduanya masih tetap beradu serangan. Xiao Wang pun kembali melancarkan tinjunya dan tepat mengenai dada lawan, membuatnya terpental beberapa meter ke belakang.
Darah segar, mengalir dari sudut bibirnya. Ia lantas mengelap darah tersebut, seraya berucap.
"Xiao Wang, jangan karena kau bisa mendaratkan pukulan mu padaku, kau bisa besar kepala."
Xiao Wang nampak tak menghiraukan perkataan itu, ia lantas menciptakan 12 anak panah lalu mengarahkannya pada Lu Wanqiang.
__ADS_1
Melihat anak-anak panah yang melesat cepat ke arahnya, Lu Wanqiang lekas menciptakan perisai tanah.
Beberapa saat, anak-anak panah itu hancur ketika menabrak tanah-tanah tersebut. Melihat serangan Xiao Wang berhasil di patahkan dengan mudah, Lu Wanqiang tersenyum remeh.
"Cih, kau harap sekumpulan anak-anak panah mainan milikmu bisa menyentuhku. Dalam mimpimu."
Tak ada jawaban dari Xiao Wang, membuatnya kesal. Ia lantas menghancurkan perisai tanah itu.
Alangkah terkejutnya ia ketika melihat anak panah lain datang menghampirinya.
Refleks ia langsung menangkis serangan anak panah tersebut dengan pedangnya, namun yang terjadi selanjutnya adalah sebuah ledakan terjadi ketika ia menepis serangan itu. Membuat ia terpental beberapa meter, tangannya pun kebas karena itu.
Tangannya bergetar, ia lantas melepaskan genggaman tangan pada pedangnya.
"Kau berani menipuku, awas saja, aku tak akan melepaskan kau."
Lu Wanqiang mengepal keras tangannya, seraya Ia mengaliri dengan energi Qi lalu melakukan perubahan unsur elemen tanah.
Dengan tangan yang di lapisi tanah serta tinju yang terkepal, ia melesat cepat, siap menghantam wajah lawan.
Xiao Wang sendiri menyambut tinju tersebut dengan pedangnya. Seketika, pedang Xiao Wang dan tinju Lu Wanqiang terpantul ketika berbenturan.
Xiao Wang dengan kecepatan tinggi menyerang Lu Wanqiang dengan brutal. Tanah yang melapisi tangan Lu Wanqiang perlahan tapi pasti relai, hingga pada akhirnya hanya tinggal sedikit yang tersisa di tangannya.
Ia pun hendak mengambil jarak, namun Xiao Wang tetap menyerangnya, tak membiarkannya mengambil nafas. Terpaksa ia haru meladeni serangan Xiao Wang.
Namun karena tak memiliki senjata di tangannya, selain itu tanah yang melapisi tangannya juga telah hancur sepenuhnya, akhirnya ia memilih untuk menghindari serangan tersebut.
Sampai pada akhirnya ia bisa mengambil jarak. Nampak jelas dirinya yang di penuh sayatan-sayatan pedang. Ia sangat kesal dengan itu.
'aku tak kan mungkin bisa mengalahkannya.' Ia menoleh ke arah tempat para tetua dan melihat kakeknya yang menatapnya tak senang.
ia merasa tak enak dengan itu. Sesaat, terlintas dibenaknya tentang sesuatu yang pernah di berikan seseorang padanya.
Lantas ia mengeluarkan sebuah benda dari balik bajunya. ia memperhatikan benda itu sesaat. Benda tersebut berwarna merah menyala, secara samar ia bisa merasakan suatu aura hitam pekat dari dalam benda tersebut.
Awalnya ia tampak ragu dengan benda itu, namun pada akhirnya ia memilih untuk menelannya.
Setelahnya, ia merasakan tubuhnya yang panas beberapa saat. Setelah itu, kesadarannya mulai hilang, emosinya pun tak terkendali. Yang ia inginkan saat ini hanyalah membunuh.
Perasaannya pun campur aduk, antara sedih, dendam, marah, dan menyesal. seluruh bola matanya nampak berwarna hitam pekat.
__ADS_1
Lantas ia menatap lurus ke arah Xiao Wang. Selanjutnya ia melesat sambil tangannya ia bentangkan ke arah pedangnya.
Pedang yang semula ia lepas di lantai, tiba-tiba saja bergerak cepat ke arah tangan Lu Wanqiang, nampak energi hitam merembes keluar dari pedang tersebut.
Sementara itu, Xiao Wang yang melihat Lu Wanqiang mengeluarkan sesuatu berwarna merah di balik bajunya merasa heran.
Tiba-tiba saja suara Bo Ji menggema di pikirannya.
"Pil Mustika Iblis!!"
Keresahan nampak jelas dari nada yang dikeluarkannya.
"*Bo Ji, apa yang kau maksud?"
"Bocah, benda yang di keluarkan anak itu adalah Pil Mustika Iblis. Benda tersebut sangatlah berbahaya. Yang mana, orang yang menelan pil itu secara tidak langsung akan memiliki kekuatan Iblis. Namun ada ganjaran yang harus di terima oleh orang tersebut."
"Maksudnya?"
"Pil itu di ciptakan oleh Ras Iblis. Dimana mereka menggunakan Pil itu untuk menambah jumlah beserta kekuatan mereka. Namun, Pil tersebut hanya akan bekerja pada orang-orang yang memiliki sisi keburukannya lebih condong daripada sisi kebajikan."
"Bo Ji, apa yang kau bicarakan, Aku tak mengerti?"
"Hss, percuma bicara sama bocah dungu sepertimu."
Xiao Wang menanggapi ucapan tersebut dengan tersenyum rikuh.
"Bocah, kau harus menghentikan anak itu, sebelum terlambat."
Xiao Wang bingung dengan ucapan itu.
'Apa yang harus ku hentikan?'
"Kau ini tolol atau apa," bentak Bo Ji dalam pikirannya.
"Hentikan anak itu menelan pil yang di tangannya."
Walaupun tak mengerti arah pembicaraan Bo Ji. Namun ia tetap mengikutinya, karena ia yakin, suatu hal yang sangat berbahaya akan segera terjadi.
Namun terlambat, belum sempat ia melejit, Lu Wanqiang telah lebih dulu menelan pil tersebut.
"O-ow"
__ADS_1