Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)
Ch 54. Sial


__ADS_3

Xiao Wang mulai merasa bosan melihat pertarungan Huo Shi dan Guiji, yang tak kunjung selesai.


Pandangannya kembali ia arahkan ke kanan, tempat dimana sebelumnya Long She dan Wu Lang melihat sekelompok orang tersebut.


Perasaannya ingin sekali menghampiri orang-orang itu. Namun disisi lain, ia tak dapat mengetahui pasti siapa orang-orang itu. Selain itu, tempat nya berdiri kini telah dipenuhi oleh api dimana-mana. Tak ada jalan lagi untuk melangkah.


Ia pun menoleh kedua bawahannya yang juga nampak bosan menyaksikan pertarungan kedua makhluk di atas sana.


"Wu Lang, Long She! Adakah cara supaya aku bisa pergi ke sana?" tanya Xiao Wang seraya tangan kanannya menunjukkan tempat orang-orang itu berada.


"Hmm, kenapa tuan hendak ke sana?" tanya balik Wu Lang.


"Aku penasaran dengan orang-orang yang kalian maksud. Selain itu, aku bosan menunggu kedua makhluk itu selesai bertarung."


"Tuan benar, aku juga sudah merasakan kebosanan menunggu di sini dan tanpa melakukan apapun!" sungut Wu Lang.


"Apakah kau punya cara untuk meninggalkan tempat ini? Aku ingin ke sana!" pinta Xiao Wang.


"Hmm!" Wu Lang melirik Long She sambil senyum miring terpasang di mulutnya.


"Ke-kenapa kau melihatku seperti itu?"


"Sudahlah saudari Long, kau tak usah pura-pura tak mengetahui maksudku!" goda Wu Lang.


"A-apa maksud mu?"


*


Saat ini dua orang pria, dengan seorang pemuda dan seorangnya lagi pria paruh baya, sedang melewati lautan api.


Anehnya keduanya seperti tak mengeluarkan energi sedikitpun untuk melewati api tersebut. Hanya terpaan angin kencang sajalah yang menerbangkan rambut kedua pria itu.


Ya. Kedua pria itu adalah Xiao Wang dan Wu Lang yang sudah menjelma menjadi manusia. Saat ini mereka sedang bersantai sambil menikmati hembusan angin, di atas tubuh Long She.


Mereka menjadikan Long She sebagai tunggangan untuk melewati lautan api itu. Dikarenakan sisik Long She yang keras layaknya baja, Jadi tak akan mengkhawatirkan jika mereka menggunakan ia sebagai tunggangan.


"Saudari Long, apakah kau bisa sedikit menurunkan kecepatan mu? Aku hampir tidak bisa bernafas karena mu!" Wu Lang kembali menggoda Long She.


Mendengar rengekan jelmaan siluman Serigala Kabut itu membuat hati Long She agak panas.


Karena kesal, ia lantas mempercepat laju gerakannya, membuat keduanya hampir terbang kalau saja tidak ada tanduk siluman Ular Naga sebagai pegangan.


"Woaoa.." Xiao Wang dan juga Wu Lang berteriak-teriak, namun dikarenakan angin yang sangat kencang memasuki mulut mereka, sehingga membuat pipi mereka tergetar suara mereka pun terdengar aneh dibuatnya.


"Saoudaoroi Loung peolaon-peolaon!" Wu Lang kembali berucap namun tak dihiraukan oleh Long She.

__ADS_1


Beberapa saat, tiba-tiba saja Long She berhenti secara serempak. Wu Lang dan Xiao Wang yang tak bisa menyeimbangkan tubuh, dibuat terpental karenanya ke arah berlawanan.


Kedua genggaman tangan keduanya seketika terlepas dari tanduk Ular Naga, membuat mereka terbang. Beruntung Xiao Wang segera di tahan oleh seorang wanita yang tiba-tiba saja berada di hadapannya, sehingga tidak terjadi apa-apa padanya.


Namun tidak dengan Wu Lang. Dirinya kini terpental dan menabrak pohon besar, membuatnya tumbang saat itu juga. Bahkan dirinya tetap melesat dan berhenti ketika menabrak tanah dengan keadaan telungkup.


"Puft, hihihi!" Long She tak bisa menahan tawanya.


"Kau sedang apa saudara Lang? Hihihi!"


Xiao Wang dibuat merinding mendengar tawa Long She yang seperti tawa seorang mama Kunti.


"Kau masih bertanya, setelah apa yang telah kau lakukan barusan!" Wu Lang bangkit dari pose telungkup sambil berjalan ke arah kedua orang itu.


Kemarahan terlihat jelas di mukanya yang merah dengan darah yang tercampur dengan kotoran tanah akibat tergores.


''Salah sendiri kau yang pertama menggangguku tadi. Coba kalau kau tak mengeluarkan kalimat itu, mungkin aku masih bisa perlahan!"


"Aisss!"


Wu Lang tak berani membantah. Memang benar dirinyalah yang memulai semuanya tadi.


"Oh yah, Long She! Kenapa kita berhenti di sini?" Xiao Wang menilik pandangannya sekitar. Bisa ia lihat empat orang di kejauhan sana yang sedang menatap pertarungan Huo Shi dan Guiji.


Namun ia tak bisa melihat pasti siapa mereka. Dikarenakan penglihatannya yang agak blur, sehingga wajah mereka tak terlalu jelas di matanya.


"Iya, kau benar!"


Mereka bertiga pun kembali hendak melanjutkan perjalanan, kali ini dengan mengendarai Ombak milik Xiao Wang sebagai tunggangan.


"Tuan, kenapa kau tak bilang dari tadi kalau kau memiliki teknik ini. Kalau tau begini, mungkin aku tak akan celaka tadi!" Wu Lang menggerutu.


"Salah sendiri!" balas Long She.


Xiao Wang tak menanggapi ucapan Wu Lang. Ia malah mengajak keduanya untuk segera menaiki ombak itu. Lalu mereka bertiga melesat dengan kecepatan tinggi.


Semakin dekat, semakin jelas pula oleh Xiao Wang akan siapa orang-orang itu. Lantas ia mengernyitkan alisnya ketika mengetahui pasti keempat orang tersebut.


"Kakek, ayah, Lu Wanqiang, Senior Yuan! kenapa mereka bisa ada di sini?" batinnya.


Segera ia menghentikan laju ombaknya.


"Kenapa berhenti, tuan?" tanya Wu Lang.


"Mereka adalah ayahku, beserta orang-orang yang kukenal."

__ADS_1


"Ow. Lantas apa masalahnya tuan?"


"Sekarang mungkin belum ada. Namun aku yakin jika mereka mengetahui tingkatan kultivasi ku saat ini. Tidak menutup kemungkinan masalah akan muncul Setelahnya!"


Xiao wang pun menekan kultivasinya sampai di tahap Menengah tingkat 6.


Setelah selesai, ketiganya langsung melesat dengan kecepatan Kultivator tahap Menengah tingkat 6.


Sementara Xiao Liu dan lainnya yang saat itu masih memperhatikan pertarungan hebat, tiba-tiba saja Xiao Liu dan Xiao Meng saling menoleh.


"Ayah apakah kau merasakan adanya kehadiran seseorang yang bergerak kemari?"


"Ya, aku juga merasakannya!"


"Semuanya, waspada!"


Mereka langsung mengeluarkan senjata mereka, bersiap dengan kemungkinan yang akan terjadi.


Tak berapa lama, tampaklah oleh keempatnya, tiga orang yang melesat ke arah mereka.


"Xiao Wang!"


"Junior Xiao...."


"Wang'er...."


"Wang'er...."


Lantas mereka berempat langsung bergegas ke arah tiga orang itu.


"Wang'er, bagaimana keadaanmu saat ini? Sudah sejauh mana perkembangan mu nak?" tanya Xiao Meng seraya tangannya memegang bahu Xiao Wang.


Xiao Wang sendiri menanggapi ucapan itu dengan tersenyum kikuk.


Xiao Meng, Xiao Liu, Yuan Fang dan Lu Wanqiang mengernyit ketika mendapati kultivasi Xiao Wang yang masih di tahapan Menengah.


"Maafkan ayah Wang'er!"


Xiao Meng menjadi serba salah dengan pertanyaannya tadi ketika mengetahui kultivasi Xiao Wang yang ternyata masih di tahapan Menengah. Takutnya, ia menyinggung perasaan anak semata wayangnya ini, karena dua rekannya telah menerobos tahapan Langit.


"Tak apa ayah."


Xiao Liu menarik tangan Xiao Wang perlahan ke arah tempat lain, "Wang'er, siapa dua orang di belakangmu itu?" bisiknya sambil keduanya membelakangi lima orang yang saat ini sedang berdiri mematung.


Sebelumnya ia sangat heran dengan Xiao Wang yang berjalan bersama dua orang asing. Bahkan ia tak dapat mengukur tingkatan kultivasinya.

__ADS_1


\=\=\=


Ch sebelumnya telah aku lanjutin yah.. 🙏🙏


__ADS_2