Renjana

Renjana
Bondowoso, I'm coming... !


__ADS_3

Tak terasa sudah 1 bulan lebih lamanya, Aulia bersekolah di SMPN 4 SIDOARJO. Semuanya berjalan baik -baik saja, tak seperti dugaannya sebelum ia menginjakkan kaki di sekolah itu.


Ya... Awalnya dia sempat merasa minder untuk bersekolah disana, karena SMPN 4 SIDOARJO adalah sekolah yang merupakan kumpulan siswa - siswi terbaik dari beberapa kota di Indonesia.


Tapi syukurlah, semuanya berjalan baik - baik saja di luar dugaannya.


🌺🌺🌺


Malam itu...


Setelah Aulia makan malam, dia mengemil sambil menulis. Tak lupa juga, ia menyetel hiburan di TV. Meskipun ia tak menontonnya, tapi hanya agar Aulia merasa tak sendiri.


Memang..., Aulia hanya sendirian di rumah megahnya itu.


Kedua orang tuanya sedang ke luar kota untuk urusan bisnis dan katanya mereka akan pulang besok subuh.


Sedangkan kakak laki - lakinya sudah 3 hari di Bandung karena ia tengah menghadiri Meet & Greet para Content Creator Termuda di Indonesia . Ya.. Memang Munggaran, kakak Aulia adalah seorang Content Creator Termuda yang terkenal. Dan karena itulah, Aulia pernah bilang kepada kakaknya


" Karena menjadi seorang Content Creator yang terkenal, apakah mungkin Kakak akan pindah ke luar kota ? "


" Kemungkinan besar iya..." jawab sang kakak


" Jadi aku bakalan sendiri dong... " ujarnya dengan muka cemberut


Kalau sudah begitu, Munggaran akan menyanggah perkataan adiknya dengan mengatakan


" Siapa yang bilang ? Kan ada Bunda dan Ayah yang nemenin "


" Tapi Bunda sama Ayah sering keluar kota Kak " bantah Aulia.


" Ngga...! Pasti kami usahain Aulia gak bakalan sendiri " hibur Munggaran sambil tersenyum lebar kepada adik semata wayangnya itu.


Huh...! Aulia hanya bisa pasrah dengan semua itu, ia tak mungkin egois hanya karena kesibukan kedua orang tuanya dan karir sang kakak.


Di tengah - tengah keasyikan dirinya dalam menulis lantas terhentikan ketika ia mendengar suara handphonenya berdering.


' Kak Munggaran ' nama kontak profil kakaknya terpampang jelas di handphone yang kini tengah ia pegang. Dengan buru - buru, Aulia langsung mengangkatnya


" Halo... Assalamu'alaikum Kak... " sambut Aulia


" Wa'alaikumussalam dek... " terdengar suara sang kakak dari seberang telepon disertai dengan orang - orang yang bercakap.


' Mungkin teman Kak Munggaran...' , pikirnya


" Bunda sama Ayah belum pulang kan...? "


" Belum Kak, katanya baru pulang sebentar Subuh " jelas Aulia


" Oke... Jangan tidur dulu ya ! Ini kakak sedang dalam perjalanan ke rumah. Sekitar 20 menit ke depan sudah nyampe "


" Siap Kak... Hati - hati ya ! " balas Aulia dengan kegirangan karena mendengar kakaknya sudah pulang


" Oke... Sudah dulu ya Ul. Assalamu'alaikum " lanjut sang kakak


" Wa'alaikumussalam Kak.. " tutur Aulia lantas memutuskan sambungan telepon


🌺🌺🌺


Aulia lantas mengarahkan pandangannya ke jam dinding yang bertengger manis di atas sofa yang ia duduki.

__ADS_1


20 menit lagi kakaknya akan sampai...


Aulia tersenyum ria lantas melanjutkan tulisannya. Entah..., karena keasyikan menulis ia tak menyadari 20 menit telah berlalu. Ia baru tersadar ketika dia melihat ke jendela, ada sorot cahaya dari luar sana.


Aulia langsung berlari keluar dan ia melihat kakaknya keluar dari mobil. Setelah mobil itu pergi, dia langsung menghampiri sang kakak.


" Kakak... ! " sambut Aulia lantas memeluk tubuh kakaknya yang jangkung


" Eh.. Halo adik kakak...! " balas Munggaran dengan membalas pelukan Aulia


" Ayo masuk...! " lanjutnya


" Aku bantu bawa kopernya ya Kak " tawar Aulia sambil membawa masuk koper sang kakak ke dalam rumah


🌈🌈🌈


Di dalam rumah...


" Oh iya... kakak punya cinderamata buat Aulia " ujar Munggaran sambil mengeluarkan 2 kotak kemasan


" Wah...! Apa tuh kak ? " balas Aulia sambil mendekat ke samping kakaknya


" Buka aja sendiri "


Dengan penuh antusias, Aulia mengambil kemasan kotak yang paling kecil lantas membukanya dengan hati - hati.


Matanya membelalak sempurna, melihat sebuah jam tangan unik dalam kotak itu.


" Jam tangan ? Unik dan cantik banget...! Makasih ya kak " ujar Aulia dengan sangat kegirangan


" Sama - sama adikku.. Oh iya, ini ada bermacam - macam coklat khas Bandung buat Aulia " tutur Munggaran dengan tersenyum sambil membuka sebuah kemasan kotak berukuran sedang


Pandangan Aulia langsung teralihkan mendengar kata ' coklat '.


Wow...! Rasanya begitu lezat dan menggoyang lidah. Dengan penuh kebahagiaan kakak - beradik ini bersama - sama mencicipi coklat tersebut.


Meskipun di balik itu semua, sang kakak tengah menyembunyikan suatu hal dari adiknya.


Ya... Pertanyaan yang selama ini Aulia lontarkan, kini menjadi kenyataan.


3 hari ke depan Munggaran harus pindah ke Bandung demi karirnya itu ! Tapi karena tak ingin sang adik sedih ia harus menyembunyikan semua kenyataan itu.


Setelah mereka mencicipi coklat itu, Mungaran langsung menyuruh adiknya untuk segera beristirahat dengan alasan besok harus sekolah !...


Tapi yang sebenarnya adalah karena ia tak ingin adiknya kelelahan untuk urusan penting yang mau tak mau harus Aulia lakukan keesokan harinya, yaitu mengurus surat pindah sekolah dan melakukan perjalanan ke Bondowoso !


Ya...


Munggaran sudah tahu jalan yang terbaik untuk sang adik dan semua itu juga adalah keinginan kedua orang tua mereka.


Pindah sekolah ke Bondowoso !


Itulah satu - satunya cara agar Aulia tak sendiri karena kedua orang tua mereka sangat sibuk dan sering pergi ke luar kota. Ya... meskipun di Bondowoso, ia tak akan ditemani kedua orang tuanya apalagi sang kakak, tapi Aulia akan tinggal bersama saudara perempuan Ayahnya.


🌈🌈🌈


Keesokan harinya...


Aulia sudah bangun dan ia langsung menghampiri meja makan. Disana sudah ada Bunda, Ayah, dan Kakaknya.

__ADS_1


" Halo... Anak Bunda yang cantik " sapa Bunda Aulia dengan tersenyum lebar


Aulia hanya tersenyum sambil duduk di dekat kakaknya


" Pagi Bun, Yah... " sapanya dengan senyuman kecil


" Pagi sayang... " balas sang ayah dengan membelai kepala Aulia


" Sarapan dulu ya Ul...! " timpal Bunda


" Baik Bun..." balasnya sambil mengambil satu lembar roti lalu mengoleskan selai coklat di atasnya


Aulia menyantap sarapannya dengan lahap hingga ia tak menyadari kedua orang tuanya dan sang kakak tengah menatapnya dengan nanar.


🌺🌺🌺


Setelah sarapan...


Dengan penuh ketegaran, sang ayah mengatakan


" Ul..., Ayah mau bicara "


" Ya..., bicara aja Yah " jawabnya dengan santai


Kedua orang tuanya dan sang kakak lantas beradu pandang. Setelah itu, sang ayah mengambil nafas - nafas dan menghembuskannya dengan pelan, lalu ia berkata


" Aulia... Maafkan kami, tapi mulai hari ini Aulia harus pindah sekolah ke Bondowoso "


Aulia langsung menoleh dengan membulatkan matanya


" Pindah sekolah Yah...? " tanya Aulia dengan tak percaya


" Iya Ul... Maaf ya dek, semua ini karena kakak. Kakak 3 hari lagi harus pindah juga ke Bandung demi karir Kakak " jelas Munggaran sambil memegang kedua bahu sang adik


Aulia hanya terdiam sambil menatap wajah tirus kakaknya. Setelah cukup lama terdiam, ia langsung memeluk sang kakak


" Kak... Gapapa kak, bukan salah Kakak. Aku mau kok pindah sekolah demi Kakak, Bunda dan Ayah " ucapan Aulia yang tak terduga seketika menentramkan hati mereka


Setelah itu, mereka menjelaskan bahwa Aulia tinggal di Bondowoso bersama dengan saudara perempuan Ayahnya. Dia hanya mengiyakan perkataan kedua orang tua dan kakaknya.


Setelah mereka mengurus surat pindah sekolah, di malam hari Aulia pun berangkat ke Bondowoso dengan Ayah, Bunda, dan sang kakak tercinta yang turut serta menemaninya.


Dalam perjalanan disertai dengan dinginnya malam, Aulia hanya terdiam sambil melihat - lihat lampu - lampu yang berjejer di pinggiran jalan.


Kali ini, ia benar - benar menikmati perjalanannya apalagi baru pertama kalinya ia ke Bondowoso.


Di tengah keheningan...


Tiba - tiba...


Aulia teringat dengan sahabatnya, Thoriq.


" Lho... Bondowoso itu kan tempat Thoriq sekarang " celetuk Aulia


" Iya... " jawab kakaknya dengan singkat


" Lumayan tuh Ul.. Siapa tau bisa ketemu Thoriq lagi, paling tidak bisa satu sekolah " timpal Bunda Aulia


" Hmm... Iya ya.. " jawab Aulia dengan kegirangan

__ADS_1


Tapi seketika kebahagiaan Aulia pun hilang, ketika Aulia mengingat satu hal


' Eh tapi masalahnya aku gak tau tuh sekolah Thoriq, alamatnya pun. Mau komunikasi pun gak bisa, handphone ecek - ecek begini ' batin Aulia


__ADS_2