Renjana

Renjana
Jalan Bareng Arsen


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah, langit yang menampak kan warna biru dengan mentari yang menyinari. Tak kalah dengan cerah nya langit pagi ini, senyuman Queena kini juga mengembang dengan begitu indahnya.


Setelah berbagai paksaan juga negosiasi yang dua hari lalu yang ia lakukan dengan Aarav kini akhirnya kini ia bisa pergi bersama dengan Arsen.  Ya, hari ini Queena akan pergi bersama Arsen untuk menghabiskan hari minggu mereka.


“Princess nya Daddy mau kemana, pagi gini udah rapi aja?” tanya Arsen penuh selidik pada anaknya itu saat ia memasuki kamar Queena.


Mendengar ucapan ayahnya itu Queena segera menoleh ke arah Arsen dengan senyuman manisnya yang mengembang begitu sempurna. Melihat anaknya yang sudah bisa untuk kembali tersebut membuat Carol merasa begitu senang. Ia begitu berterima kasih pada siapapun yang sudah mengembalikan senyum anaknya itu.


“Urusan anak muda, Daddy gak perlu tau,” ucap Queena dengan nada yang terdengar mengejek pada ayah nya itu yang kini hanya berdecih mendengarnya. Ia hanya bisa tertawa mendengar ucapan anaknya itu sambil menggelengkan kepalanya.


“Tapi kamu belum izin ke Daddy, dan Daddy juga belum ngasih Izin,” ucap Carol dengan senyuman sinisnya yang terlihat begitu angkuh dan sombong. Mendengar ucapan ayahnya itu Queena segera berjalan ke arah Ayahnya itu lalu bergelayut manja dengan ayahnya itu.


“Daddy,” panggil Queena dengan wajahnya yang dibuat seimut mungkin. Queena mengedip-ngedipkan matanya berusaha membujuk ayahnya itu agar mau memberinya izin.


Carol menatap Queena dengan menyipitkan matanya untuk  menggoda anaknya itu yang kini semakin menampilkan wajah imut nya.


“Baiklah kau boleh pergi, tapi ingat kau harus bisa menjaga diri mu dengan baik,” ucap Carol mengingat kan anaknya itu yang langsung menjawabnya dengan anggukan dan senyuman semangat. Queena langsung hormat pada ayah nya itu lalu ia segera pergi dari sana.


Carol yang melihat tingkah anaknya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu ikut keluar dari kamar anaknya itu.


Queena berjalan dengan terburu-buru setelah mendapatkan pesan dari Arsen jika sudah menunggu di depan rumah nya.


Saat sampai di anak tangga terakhir, ia tak sengaja bertemu dengan Dhisi. Namun Queena yang sudah terburu-buru tak menghiraukan keberadaan Dhisi hingga wanita itu yang menarik tangan Queena membuat gadis itu menoleh ke arah Mama nya.


“Bisa kita bicara sebentar?” tanya Dhisi dengan begitu lembutnya, menatap Queena dengan tatapan penuh harap nya.

__ADS_1


“Gak bisa sekarang, nanti aja. Queena buru-buru,” ucap Queena yang langsung menghempaskan tangan Dhisi dan segera pergi dari sana.


Semua itu dapat dilihat dengan jelas oleh Dewi yang kini mengepalkan tangannya melihat bagaimana Queena memperlakukan ibunya. Padahal Queena memang sedang terburu-buru dan ia menghempaskan tangan Dhisi karena Dhsi yang terus menarik tangannya.


Queena kini memilih untuk segera menuju ke arah mobil yang telah terparkir dengan sempurna di depan pagar rumah nya. Arsen yang melihat kedatangan Queena langsung membuka kaca jendela nya.


“Lama banget,” hardi Arsen yang membuat Queena kini mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan Arsen yang memang suka sekali untuk membuat Queena kesal.


“Masuk,” ucap Arsen tegas yang membuat Queena segera masuk ke dalam mobil Arsen dan menutupnya dengan keras. Arsen yang melihat nya bahkan memejamkan matanya karena takut jika mobilnya akan hancur dalam sekali bantingan.


Bahkan kini Queena tidak memakai sabuk pengamannya. Arsen yang melihat hal itu segera mendekat kan tubuhnya ke arah Queena membuat gadis itu memundurkan tubuhnya karena terkejut dengan apa yang Arsen lakukan.


“Kakak mau apa?” tanya Queena dengan sorot matanya yang kini menatap lurus ke arah Arsen.


Namun tak lama Arsen memundurkan tubuhnya dan kembali pada posisi nya semula. Queena yang awalnya menahan nafasnya kini meraup nafasnya dengan rakut. Arsen bahkan kini berusaha menahan senyumnya melihat gadis itu yang kini salah tingkah.


Selama di perjalanan tak ada yang membuka suara. Queena masih saja salah tingkah dengan aa yang baru saja terjadi. Ia juga kini rasanya begitu malu dengan tingkah nya tadi yang salah mengartikan apa yang akan Arsen lakukan padanya. Kini rasanya ia ingin sekali menenggelamkan dirinya sendiri.


“Gak mau turun?” tanya Arsen saat mereka sudah sampai di mall.


Queena menoleh dan sekeliling dan benar ternyata mereka kini sudah sampai di mall. Awalnya Queena mengajak Arsen menuju taman hiburan namun Arsen malah menolaknya dan mengatakan jika Queena bukan lagi anak kecil.


Arsen memang berbeda dengan laki-laki lain.  Jika laki-laki lain akan bertanya lebih dulu maka Arsen tak memerlukan itu karena ia akan pergi ke tempat yang ia suka tanpa perduli akan pertimbangan dari orang lain.


“Ke time zone ya kak,” ajak Queena pada Arsen yang kini menoleh ke arah Queena sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Gak, nonton,” ucap Arsen tegas. Queena yang mendengar nya hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal namun pada akhirnya tetap saja ia menuruti laki-laki itu. Tak masalah jika keinginannya tidak dituruti yang terpenting kini ia bisa pergi bersama dengan Arsen.


“Romance ya kak,” minta Queena lagi dengan tatapan memohonnya pada Arsen yang berharap Arsen akan lulus namun lagi-lagi Arsen menjawabnya dengan gelangan.


“Action,” ucap Arsen yang kini sudah menunjukkan tiket online yang dibelinya. Queena yang melihat nya bahkan di buat menganga lalu mengerucutkan bibirnya kesal mendengarnya namun akhirnya ia hanya bisa menurut.


Lagi-lagi Arsen yang memegang kendalinya. Laki-laki satu itu memang sulit dibantah dan kemauan sendiri. Namun meskipun begitu Queena tetap mencintainya.


“Hey cantik! kita ketemu lagi nih,” seorang laki-laki tiba-tiba saja menghampiri mereka dengan senyuman menggoda nya ke arah Queena.


Arsen yang sudah mengenal dengan jelas siapa laki-laki itu langsung menarik tangan Queena untuk lebih dekat dengannya. Kini Arsen bahkan menaut kan tangan mereka.


Queena kini tampak berpikir sebelum akhirnya ia mengingat siapa laki-laki di depannya itu yang tampak tak asing bagi Queena.


“Lo yang ganggu gue waktu itu kan?” tanya Queena dengan tatapan kesal nya setelah mengingat laki-laki di depannya itu adalah lau-laki yang pernah mengganggunya saat pulang sekolah.


“Gak usah di peduliin, ayo pergi,” ajak Arsen sambil menarik tangan Queena untuk menjauh dari sana.


“Lain kali jalan sama gue yuk cantik,” goda laki-laki itu yang menggoda Queena lagi. Mendengar ucapan laki-laki yang tak lain adalah Mixel, sepupu Arsen. Arsen mengeoal nya tangannya kesal. Sedangkan Queena kini menoleh ke arah laki-laki itu tersebut dengan membalik tubuh nya namun Dengan Arsen yang tetap mengajaknya berjalan.


Diluar dugaan, kini Queena malah mengacungkan jari tengah nya pada Mixel. Mixel yang melihat nya cukup tersebut namun akhirnya ia malah terkekeh dan semakin kagum dan menyukai gadis itu. Sedangkan Arsen kini seolah tersenyum kemenangan melihat reaksi Queena.


“Cukup setia juga nih cewek,” gumam Arsen yang ak bisa didengar oleh Queena.


***

__ADS_1


__ADS_2