Renjana

Renjana
Terkejut


__ADS_3

Dhisi menoleh ke arah anaknya yang kini terlihat gelisah. Sama persis seperti dirinya dulu saat akan di jodohkan. Jadi ia mengerti bagaimana perasaan Dewi saat ini. Dhisi mengelus tangan anaknya itu berusaha untuk memberikan kekuatan pada anaknya.


“Tenang lah,” ucap Dhisi dengan senyuman menenangkannya. Dewi menghembuskan nafasnya kasar. Entah bagaimana ia bisa tenang jika kini ia harus di jodohkan dengan laki-laki yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Entah laki-laki itu bagaimana bahkan Dewi tak pernah tahu. Kini ia hanya berharap jika laki-laki yang akan dijodohkan dengannya adalah laki-laki yang baik dan bukan laki-laki tua dengan perut tambun nya.


“Kita lihat dulu, jika tidak cocok. Nanti kita bicarakan di rumah. Jangan membuat Papa marah dan malu,” ucap Dhisi berpesan pada anaknya itu. Ia hanya tak ingin anaknya kembali di salah kan dan mendapat amarah Carol.


Ia jelas tahu bagaimana dengan perangai suaminya itu. Mendengar ucapan Dhisi, Dewi menganggukkan kepalanya mengerti.


Queena dari spion tengah mobil diam-diam mencuri pandang ke arah Dewi. Ia kini begitu kasihan melihat kakak nya itu. Namun Queena berusaha menutupinya dengan melihat jalanan di depannya. Ia tak ingin jika Dewi semakin salah paham terhadapnya. Queena seolah dapat merasakan kekhawatiran yang dirasakan oleh kakaknya itu namun untuk saat ini ia belum bisa untuk melakukan apapun.


Selama diperjalanan Queena benar-benar tak mengeluarkan suara nya sama sekali. Meskipun sebenarnya ia ingin sekali untuk membuka suaranya namun Queena merasa ini bukanlah waktu yang tepat. Hingga akhirnya mereka sampai di restoran berbintang yang menjadi tempat pertemuan tersebut. Carol lebih dulu keluar dari mobil nya, namun sebelum membukakan pintu untuk Debby ia lebih dulu ia membukakan pintu untuk Dewi.


Hal itu tentu saja membuat Dewi terkejut karena tak biasanya ayahnya itu membukakan pintu untuknya. Setelah nya barula Carol membukakan pintu untuk Queena. Lalu gadis itu memilih menggandeng tangan ayahnya untuk masuk ke restoran tersebut.


“Carol Bumantara,” ucap Carol memberitahu namanya pada pelayan yang akan mengantar mereka menuju ruangan privat yang sebelumnya sudah di pesan oleh calon besannya itu.


Pelayan tadi segera mengantar Carol serta keluarganya menuju privat room. Dan saat sampai di sana ternyata ruangan tersebut masih begitu sepi.


“Dad, Queena ke kamar mandi dulu ya,” pamit Queena pada ayahnya yang dijawab dengan anggukan oleh Carol.


“Hati-hati,” ucap Carol yang Queena balas dengan anggukan.


Queena kini memilih untuk segera menyelesaikan panggilan alamnya itu. Lalu setelahnya ia membenarkan sedikit riasannya. Melihat, takut ada yang salah dengan riasannya. Setelah memastikan semua nya baik-baik saja Queena menghembuskan nafasnya kasar. Berusaha untuk mengontrol dengan detak jantungnya berdetak tak menentu. Kini sudah seperti ia saja yang akan di jodohkan.


“Gila, ini yang mau di jodohin kak Dewi. Tapi kenapa malah gue yang deg degan,” ucap Queena dengan helaan nafas kasar nya.

__ADS_1


Setelah mencuci tangannya dan mengelapnya. Queena segera kembali menuju ke arah room privat yang mungkin saja kini orang yang akan dijodohkan dengan Dewi sudah datang.


Saat baru saja membuka pintu ruangan tersebut Queena dapat mendengar ucapan ayahnya yang memperkenalkan Dewi.


“Ini adalah Dewi, anak saya yang akan saya jodohkan dengan anak Anda Pak Abraham,” ucap Carol yang bersamaan dengan itu Queena masuk ke ruangan tersebut membuat Atensi orang di dalam sana langsung tertuju pada gadis yang kini membeku di tempatnya saat melihat laki-laki yang begitu ia kenali kini berasa di sana.


***


Seoarang laki-laki dengan setelan jas nya yang terlihat begitu gagah berjalan memasuki sebuah restoran berbintang. Tatapannya kini tajam, dengan wajah datarnya yang tak pernah luntur dari wajah laki-laki tersebut.


“Senyum dikit kenapa sih Ar? Nanti calon istri kamu malah takut lihat wajah kamu itu,” tegur sang ibu saat melihat wajah datar anaknya yang tak pernah berubah. Rasanya begitu sulit untuk anaknya itu tersebut.


“Mama ribet banget sih,” kesal laki-laki yang tak lain adalah Arsen itu pada sang ibu yang kini memelototkan matanya mendengar ucapan anaknya itu.


“Dasar kamu ya, dikasih tau juga bukannya nurut aja,” kesal Sarah pada anaknya itu yang kini masih saja penampilan wajah datarnya. Ayah Arsen yang melihat tingkah anak dan istrinya yang memang susah sekali untuk akur itu menggelengkan kepalanya.


Arsen yang mendengar ucapan ayahnya itu menganggukkan kepalanya berbeda dengan Sarah yang kini malah memelototkan matanya.


“Memang harusnya Mami tuh nambah anak cewek aja lagi stau biar ada temen Mami buat nyerang kalian,” dengus Sarah dengan kekesalannya yang malah membuat suami dan anaknya itu menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sarah yang sudah sering kali wanita itu ucapkan.


“Udah lah Mi. Aku udah nurutin ke inginan Mami buat pakek baju begini aja udah bagus. Lihat, aku aja bahkan udah kayak bodyguard,” ucap Arsen sambil menunjuk ke arah penjaga yang kini berjaga di setiap sisi restoran tersebut. Sarah yang mendengarnya hanya bercak saja.


“Kamu ini banyak bicara banget,” ucap Sarah pada Arsen yang membuat Arsen menggeleng melihat nya. Ini yang membuat Arsen begitu malas untuk banyak bicara. Ibu nya itu memang rada ribet. Ibu nya hanya tak tahu saja bagaimana irit nya Arsen berbicara jika tak bersama dengan keluarganya.


Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di sebuah room privat yang kini sudah hadir satu keluarga yang akan menjadi besan mereka. Namun Arsen mengerutkan keningnya saat tak melihat keberadaan gadis yang di tunggunya di sana.

__ADS_1


Berbeda dengan Arsen yang biasa saja karena sudah mengetahui dengan siapa ia dijodohkan. gadis yang akan dijodohkan dengannya kini malah tampak terkejut melihat keberadaan Arsen. Namun tak lama senyumannya mengembang dengan begitu sempurna saat melihat Arsen yang berada di sana.


“Maaf membuat Anda menunggu Pak Carol,” ucap Abraham dengan tak enak hati namun Carol hanya tersenyum memaklumi.


“Tidak masalah Pak Abraham. Lagi pula saya juga baru datang. Putri bunggu saya juga bahkan belum datang,” ucap Carol dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman juga oleh Abraham.


Setelahnya para orang tua tersebut saling memperkenalkan mereka satu sama lain. Namun fokus Arsen sedari tadi hanya fokus mencari keberadaan gadis yang tak juga kunjung datang.


“Kalian tak ingin saling berkenalan?” Tanya Sarah pada anaknya itu yang kini hanya menatap datar pada ibunya. Membuat Sarah langsung menyenggol kaki Arsen namun laki-laki itu malah sama sekali tidak peduli dan tetap dengan ekspresinya.


“Bukankah kalian satu sekolah?” tanya Dhisi yang kali ini bertanya.


“Benar tante,” ucap Arsen seadanya yang membuat Dhisi menganggukkan kepalanya.


“Wah bagus dong, jadi kalian bisa semakin dekat,” ucap Sarah yang kini malah membuat Arsen menaikan sebelah alisnya bingung. Berbeda dengan Dewi yang kini tersenyum dengan malu mendengar ucapan Sarah.


“Maksud Mami apa?” tanya Arsen bingung menatap ibunya itu dengan tatapan penuh tanya nya.


“Makanya kenalan dulu,” ucap Abraham yang kini ikut menyahuti membuat para orang tua juga Dewi terkekeh mendengarnya.


“Ini adalah Dewi, anak saya yang akan saya jodohkan dengan anak Anda Pak Abraham. Jadi Arsen, ini adalah anak saya yang akan saya jodohkan dengan kamu,” ucap Arsen yang sontak memelototkan matanya mendengar ucapan Carol.


Bersamaan dengan itu pintu privat room itu terbuka menampilkan gadis yang sedari tadi Arsen cari-cari keberadaanya. Gadis yang kini malah membeku di tempat. Kedua orang tua Arsen bertanya-tanya tentang gadis itu yang kini terlihat cantik namun dengan mata nya yang berkaca-kaca.


“Dia adalah Queena, putri bunggu saya. Queen, sini sayang,” panggil Carol pada Queena menjawab pertanyaan dari kebingungan dua calon besannya itu. Namun bukannya masuk, gadis itu malah keluar dari ruangan tersebut membuat Carol jelas terkejut karena nya. Berbeda dengan Dewi yang kini tersenyum kemenangan ke arah Queena seolah mengejek gadis itu jika kini ia adalah pemenangnya. Ia lah yang akan mendapatkan laki-laki yang dicintai oleh adiknya itu.

__ADS_1


***


__ADS_2